Archive for the 'Family n Parenting' category

Mual Muntah saat Hamil

Mual muntah biasanya terjadi pada pagi hari atau malam hari, sangat jarang terjadi siang hari. Mengapa terjadi demikian? Dari beberapa artikel yang saya baca mengatakan bahwa kejadian ini normal terjadi pada ibu hamil trisemester pertama, umum dinamakan morning sickness. Namun dari pengalaman yang saya rasakan, penyebab mual saat hamil adalah sangat simple, karena gas dan atau asam lambung tinggi dalam perut. Gas dan atau asam lambung tersebut bisa menimbulkan sensasi pusing, mual, terkadang muntah.

Sering terjadi pada pagi atau malam hari karena perubahan cuaca yang cukup tajam, ibu hamil rentan terkena cuaca dingin, mudah masuk angin sehingga mengalami perut kembung. Juga faktor lain adalah karena pada waktu tertentu asam lambung akan meningkat, pagi dan malam hari ketika perut kosong. Asam lambung juga akan tinggi bila ibu memakan makanan yang tidak sehat misalnya jajanan kotor, alangkah baiknya kemudian makanan kurang baik tersebut bisa dimuntahkan, asam lambung tinggi salah satu perlindungan tubuh melindungi janin dan kehamilan ibu.

Subhanallah, tubuh manusia memiliki sistem perlindungan tubuh yang luar biasa. Mual dan muntah pada ibu hamil adalah salah satunya, sebuah indikator untuk sang ibu menjaga kehamilan dengan baik. Maka jika anda tengah menghadapinya pada saat ini, segera atasi mual tersebut agar tubuh tetap sehat menjalani kehamilan, jangan abaikan indikasi ini jika mulai melanda. Jangan kebanyakan galau :)

Bagaimana mengatasinya? Lakukan beberapa hal berikut ini:

1. Gunakan kaus kaki agar telapak kaki hangat ketika mual melanda, juga jangan lupa setiap hendak tidur malam (ibu saya pernah berkata angin masuk lewat telapak kaki, saya menurut saja meski secara ilmiah mungkin belum terbukti) – bahkan didalam dan luar rumah saya pun menggunakan kaus kaki pada trisemester pertama, agar tubuh hangat.

2. Minum minuman jahe hangat. Caranya: iris jahe, masak gula merah yg dicampur air, masukkan jahe. Minuman jahe ini insyaallah dapat mengurangi mual.

3. Pakai baju hangat agar perut tidak dingin (ketika mual coba raba bagian perut biasanya agak dingin). Kadangkala saya mengenakan 3 lapis pakaian agar tubuh betul2 hangat dan nyaman.

4. Coba diingat2, sudahkan buang air besar hari ini? BAB harus rutin setiap hari.

5. Dan ketika usaha mengurangi mualnya mulai sukses, segera paksakan makan dalam porsi sedikit namun sering (agar gas atau angin segera keluar dari perut juga asam lambung tidak naik)

Mudah2an kemudian ibu hamil yang sedang mual itu tidak jadi muntah namun akan bersendawa atau dalam bahasa sundanya teurab bahkan juga bisa kentut. Setelah itu betapa perut kembali nyaman. Namun seperti ditulis diatas, jika karena telah memakan makanan yg kotor atau penuh bahan pengawet atau msg lalu ibu mual maka jangan menahan untuk memuntahkan kembali makanan tersebut, lebih baik dimuntahkan untuk kesehatan ibu.

Nah dicoba deh, insyaallah tubuh segar. Jangan sedikit2 ke dokter untuk masalah kecil dalam kehamilan. Dan hindari stress
(stress juga bisa meningkatkan produksi asam lambung). Bawa santai, enjoy, hepi, insyaallah semua akan berlalu cepat.

2 responses so far

Cerita Seks, Cerita Dewasa, vulgar, porno

Oke, membaca judul diatas apa yang anda harapkan dari tulisan saya? Mari kita membahas mengenai 4 huruf itu. Seks. Sekali lagi saya ulang. Cerita seks! Yeah!

Ready??!!

Hey! Mudah banget kan dapat informasi vulgar mengumbar nafsu seks? Cukup klak klik tak tik tuk di goolge, voila! Dapat serentetan cerita dewasa, seks bebas.

Semua orang mesti aware, melek, eling, buka mata. Bahwa era digital, komputerisasi, internet, jaman hari gini.. telah mempermudah informasi untuk dibuka, dibaca, bahkan full audio visual! dimana aja kapan aja. Hingga kini entah mulai kapan, semakin menjamur cerita seks, cerita dewasa, cerita yang mengumbar nafsu syahwat manusia tanpa batas apapun. Sosial etika disingkirkan, bahkan agama sama sekali tidak dihiraukan. Bahkan keyword di google yang tidak berhubungan dengan seks pun bisa memunculkan salah satu situs tersebut pada list pilihan. Cerita2 sampah dan kotor.

Bukan kotor lagi, mungkin untuk dapatkan atensi pembaca cerita maka semua manusia laki perempuan anak kecil ibu bapak kakek nenek tetangga om tante mertua menantu bisa jadi objek seks. Bagai binatang, seks dilakukan pada siapa saja asalkan suka sama suka. Bahkan perkosaan pun dinikmati oleh penulis2 yang sakit jiwa itu. Naudzubillah.

Bukan memungkiri bahwa cerita demikian pun ada sejak dahulu, namun kini anak SD pun tidak perlu susah payah mendapatkannya, jika ke warnet dengan modal 3 ribu perak sejam tanpa niat mencari pun sudah disodorkan dengan ringkasan cerita di google tanpa sengaja. Jika salah sumber pengetahuan yang didapatnya, bagaimana isi otaknya kelak?? Waspadalah, jaga anak2 kita.

Membaca dan cukup mengetahui keburukan akan membantu diri kita menjauhi serta mengingatkan sesama. Mari kita perduli akan kesehatan generasi muda yang tengah mencari hakikat cinta, mempertanyakan seks, menentang hati, bertarung antara baik dan buruk. Maka bagilah informasi yang menuntun pada kebaikan. Cukup kebaikan saja pada setiap pilihan. Karena awal yang baik pasti akan berakhir baik pula.

Seks tidak halal adalah BIG NO. Menjauhkan rejeki, mendapat murka Allah, mendekatkan kepada azab dunia akhirat yang pasti akan datang, dan melemahkan diri lahir bathin. Mengapa lemah? lemah badan anda..karena penyakit akan datang dengan mudah, penyakit senang bersemayam di tubuh penuh dosa, di pikiran yang tidak bersih, dihati hitam penuh noda. Lemah bathin anda…jika anda tahu dan paham dalam hati kecil namun ditentang dan dikungkung oleh besarnya nafsu syahwat, bathin anda sakit dan sebenarnya anda telah sakit jiwa.

Dan lebih parah jika anda adalah seorang dewasa yang telah sakit jiwa. Lalu apa peran anda sebagai manusia? Cuma sekali kan anda diberi kesempatan hidup didunia? Lahir kedunia cuma buat kerusakan obrak abrik moral manusia lalu mati bawa dosa. Cuma orang sakit jiwa yang mengajak orang lain ikutan sama2 sakit jiwa. Karena syaithan pun menggoda manusia untuk diajak barengan masuk neraka. Jangan sedikitpun tergoda nikmat yang bisa bikin murka Tuhan. Tidak ada satupun tubuh manusia yang hidup selamanya, jika mati kita akan terkubur dalam tanah, hanya jiwa yang akan abadi selamanya. Masih panjang jalan hidup kedepan berapa tahun lagi? 50 20 10 atau 1 tahun lagi? Ingat juga janji Allah setelah mati pun bisa dapat azab kubur. Naudzubillah.

Bersucilah, satu hal itu yang harus dengan segera dilakukan. Segera beralih kepada kebaikan saja untuk setiap pilihan. Pilihan apa? Ada banyak pilihan bukan? Dan anda sendiri pasti paham maksudnya. Dekatkan diri lahir dan bathin pada setiap kebersihan kehalalan dan kesucian. Lantunkan maaf dan mohonkan ampun dari Yang Menciptakan tubuh sehat dan indah yang anda punya. Cukup itu saja. Yang lain akan mengikuti. InsyaAllah.

-manusia pada hakikatnya adalah lahir kedunia sebagai rahmat bagi sekalian alam, rahmatan lil alamin, maka berbuat baiklah atau minimal jangan membuat kerusakan diri dan sekitar dalam peran yang kita lakoni di dunia, semoga selamat dan bahagia dunia akhirat- (jakarta, 2011)

No responses yet

Menghadapi Anak Tantrum

Nov 13 2011 Published by Dini Susanti under Family n Parenting

Orang tua sering bertanya-tanya apa kesalahan yang telah mereka lakukan sehingga pantas mendapat perilaku negatif dari anak2 mereka.

Ketika anak masih bayi, menangis dianggap sebagai hal yang normal diterima dan orang tuanya sulit untuk mengatakan “Tidak” kepadanya.

Tapi ketika dia dua atau tiga tahun, menangis dan menjerit menjadi tidak dapat diterima. Tahun ketiga adalah masa penting anak dalam belajar mengendalikan kehendak. Anak tiga tahun akan terus-menerus menantang harapan Anda disaat lain juga anda ingin melakukan yang terbaik untuk anak dan mengharap anak untuk patuh pada keinginan orangtua.

Itu adalah naluri yang baik untuk seorang ibu. Menjadi peka terhadap kebutuhan anak Anda adalah hal yang baik. Tetapi jika perhatian orang tua menjadi berlebihan, dapat menjadi problem.

Anda ingin tahu segala sesuatu yang anak Anda pikirkan dan anak anda rasakan. Anda ingin dia untuk menjadi positif setiap saat. Hal ini dapat menyebabkan anak Anda takut untuk memiliki emosi negatif seperti frustasi atau kecemasan. Anak Anda mungkin berpikir bahwa perilaku buruk yang dilakukannya adalah alasan mengapa anda bisa berlaku marah padanya. Sehingga dia berasumsi ada sesuatu yang salah dengan dia.

Disatu sisi anak anda belum dapat mengerti yang baik dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Mereka pada suatu kondisi belajar dan memerlukan pengarahan anda. Emosi negatif seperti frustasi dan kecemasan mungkin muncul dalam masa2 ini. Disisi lain anda bisa marah besar jika emosi negatif ini muncul dari mereka. Maka keseimbangan sangat dibutuhkan. Bantu mereka melewati masa2 berat ini.

Lakukan keseimbangan dalam semua rutinitas yang Anda lakukan dengan anak Anda. Jika Anda merasa stres, Anda harus mengurus kebutuhan Anda terlebih dahulu. Buatlah waktu untuk diri sendiri daripada mencoba untuk mengatasi tantangan sehari-hari anak Anda sendirian. Pilih saat-saat yang Anda siap untuk berurusan dengan si kecil.

Di lain waktu, biarkan orang mengambil alih atau membiarkan hal itu berlalu tanpa emosi yang berlebihan dari anda. Jangan mengambil segala sesuatunya sendiri.

Ketika anak Anda melempar amukan dan protes keras, berikan waktu kepada dia untuk pulih dan kembali melakukan aktifitas harian si kecil dengan emosi yang minimal dari Anda. Pengalaman ini akan membantu dia belajar untuk berurusan dengan frustrasi dan kecemasan sebagai situasi yang tidak menyenangkan yang dapat ditoleransi sebagai bagian dari perkembangannya. Tantrum akhirnya akan menghilang saat ia tumbuh lebih tua dan memiliki lebih kontrol diri.

Hadapi tingkah lakunya ketika dia lebih masuk akal dan bersedia untuk mendengarkan. Gunakan permainan daripada tindakan untuk menyelesaikan problem ketika datang untuk berurusan dengan perilaku anti-sosial nya. Biarkan dia mencoba beberapa ide dalam sesi permainan dengan Anda.

Daripada menghukum dia, bantu dia menemukan kata-kata yang tepat untuk digunakan saat dia menginginkan sesuatu dari seseorang.

Mengingat lebih banyak latihan dan pengalaman, anak Anda akan tahu apa yang harus dilakukan ketika dia menghadapi masalah dengan anak lain.

No responses yet

Pencarian jati diri

Apr 22 2011 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Indonesia

Seorang anak umur 14 tahun membunuh kawannya karena kawannya sering meledek. Pembunuhan dilakukan secara terencana dengan bantuan seorang kawan lainnya. Berita lain, sekelompok pelajar laki-laki pesta seks antar sesamanya dalam suatu acara tertutup.

Begitu miris dan prihatin membaca berita diatas. Saya pernah muda, dan mereka sedang berada pada tahap itu. Mereka diatas adalah tersangka pelaku kejahatan, namun juga korban dari pengawasan lingkungan yang lemah. Mereka berada dalam masa pencarian jati diri. Suatu masa dimana belum mengetahui hukum sebab akibat, belum paham hak dan kewajiban manusia sebagai mahluk sosial dan mahluk yang beragama, dan belum tegas untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Masa pencarian jati diri manusia diawali dari langkah pertama usia sekolah. Masa itu mulai melihat dan merasakan ada dunia lain selain rumah, ada kuasa lain selain ibu dan bapak yang disekitar mereka. Saat itulah jiwa muda itu mencoba beradaptasi menyesuaikan diri agar diterima oleh dunia baru. Sedikit demi sedikit mereka berlajar bahwa menangis dimuka umum memalukan, berteriak pada guru akan diberi hukuman, memukul teman akan dibalas pukulan lagi.

Itulah mungkin yang menjadi basic untuk tidak menyepelekan masa sekolah dasar. Dasar sifat dan ketegasan sebagai manusia berkepribadian ada pada masa ini. Kepercayaan diri sedang dibangun. Peran kita dan lingkungan untuk membangun kepercayaan diri, membekali dengan pengetahuan agama, mengajarkan hak dan kewajiban sebagai manusia sosial yang bertanggung jawab, dan tegas memarahi jika anak bersalah kemudian mengajarkan yang sebaiknya dilakukan.

Dengan demikian anak bisa belajar dari kesalahan dan segera mencari jawaban atas beragam informasi yang diserap dari luar. Panduan dan rangkulan yang baik sangat diperlukan agar tidak tesesat dalam lautan informasi dan pergaulan yang semakin bebas. Ajarkan juga bahwa hukum sebab akibat berlaku di dunia, hukum pidana dan perdata terjadi jika melanggar hukum, dan jangan abaikan hukum Allah dunia akhirat juga berlaku nyata. Idealnya seperti itu, pada prakteknya walau sulit namun semaksimal mungkin saya pun coba belajar untuk kedua anak saya.. Insyaallah.

Mari belajar bersama ya, kehidupan tidak berhenti pada saat ini hingga masa menutup mata, ada lagi generasi berikutnya yang akan mengambil peran belajar hidup yang indah.

No responses yet

Odol bebas fluoride

Nov 11 2010 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Kesehatan,bayi dan balita

Sudahkah anda menggunakan odol bebas fluoride? saya ada artikel menarik untuk dibaca,

“Tell a lie loud enough and long enough and people will believe it.” – Adolf Hitler
“Fluoridation is not about children’s teeth. It is about industry getting rid of its hazardous waste at a profit, instead of having to pay a fortune to dispose of it.” – Anita Shattuck
For the last 65 years, the fluoride debacle had been erupting like a volcano or simmering on the back burner. However, since the advent of the Internet, it is heating up again. The general public is being informed and educated about this most vicious and poisonous of chemicals. Many independent research sources across the globe are speaking out against this enzyme poison, killer supreme and climate change agent. It is becoming much more difficult to hide behind the phony facade of cavity prevention. Dental fluorosis across the globe has become undeniably epidemic. The dental industry no longer denies the problem of discoloration of teeth known as dental fluorosis. Their sole defence is that it’s only cosmetic. However, because fluoride accummulates in the bones, the teeth are a window into the state of health of the bones. It is now being realized that many cases of arthritis are actually skeletal fluorosis. The severity of skeletal fluorisis from volcanic fluorides has a well-known and well-documented one-thousand-year history of Iceland.
The most serious effects of fluorides is a gradual destruction of the thyroid gland and the immune system. Fluoride is a highly poisonous toxin that is a known cause of genetic disorders, cancer and low IQ levels in children. In Nazi prison camps and in the Soviet gulags, fluorides had been used to pacify and to modify the behaviour and the mood of the prisoners. Fluoride is concentrated in staggering proportions inside the pineal gland where it interferes with sleep, mood and the sex drive. Fluoride upsets the melatonin-serotonin cycle. Today, fluoride is the active agent in twenty-five percent of the major tranquilizers/antidepressants such as Prozac and Paxil.
Numbers of research scientists and high profile medical persons have come out strongly against the use of fluorides in the body. On November 24, 1992, Dr. Robert Carton, Ph.D., scientist and former President of the Union of Government Scientists at the US Environmental Protection Agency stated on “Marketplace” of the Canadian Broadcast Company that “Fluoridation is the greatest case of scientific fraud of this century, if not of all time.” CBS 60 Minutes. Interview of Dr. David Graham.
Misconduct in Science: As the co-discoverer of the antibiotic streptomycin, Albert Schatz, Ph.D., has super credibility. Albert Schatz stated, “There is no such thing as a threshold level below which fluoridation is not harmful. In other words, there is no safe dose. “Low-Level Fluoridation and Low-Level Radiation: Two Case Histories of Misconduct in Science” 1996, Philadelphia, Pennsylvania.
Dr. Arvid Carlsson, the winner of the 2000 Nobel Prize for Medicine stated that “Fluoridation is against all principles of modern pharmacology.”
Over 600 professionals urged Congress to stop fluoridation until Congressional hearings had been conducted. They cited new scientific evidence that fluoridation, long promoted to fight tooth decay, is not effective and has serious health risks. Signers included Nobel Prize winner, Dr. Arvid Carlsson, three members of the 2006 National Research Council (NRC) panel that reported on fluoride toxicology and hundreds of medical, dental, academic, scientific and environmental professionals worldwide.7
The contents of one large tube of fluoride toothpaste will kill a small child. Numbers of young children have died in the dental chair or shortly afterwards because of fluoride poisoning. Do check out Parents of Fluoride Poisoned Children (PFPC). “a website informing on fluoride toxicity.” www.bruha.com/pfpc/ Parents of Fluoride Poisoned Children (PFPC). “The Thyroid and Fluoride.” Sept 2000. www.rvi.net/~fluoride/000122.htm Parents of Fluoride Poisoned Children “Organic Fluoride Compounds.” www.bruha.com/pfpc/html/organic_F_.html Parents of Fluoride Poisoned Children. “Fluoride, Gingivitis & Oral Cancer.” PFPC Newsletter #9. 2002.
Two books which should be must reading for every Canadian and every American are Fluoride, the Aging Factor by Dr. John Yiamouyannis and The Fluoride Deception by Christopher Bryson, an investigative reporter and journalist.
Over the last 9 years, Dr. Hardy Limeback, Associate Professor and Head of Preventative Dentistry of the Faculty of Dentistry, University of Toronto, has been a high-profile critic of fluoride’s addition to drinking water. On various websites, Dr. Limeback states why he is “officially opposed to adding fluoride to drinking water.”8
A posting running for at least 6 years on a website of the Schulich School of Medicine and Dentistry, University of Western Ontario reads “Fluoride may potentially be linked to every major multiple cause ailment of the 20th century from cancer to Attention Deficit Disorder.”9
In a final arrow to the heart of this deception, do check out United States Patent 5,807,541. Simply, Google 5807541 and get a fluoride education from insider biochemists of Big Pharma. Because lying to the United States Patent and Trademark Office is an unthinkable offence, the following admissions by Big Pharma should be considered to be the gospel truth. United States Patent 5,807,541 states that “sodium fluoride and fluoroaluminates…have been implicated as important biochemical mediators of tissue destruction in various inflammatory diseases.” Patent 5,807,541 states that “the inclusion of fluoride in toothpastes and mouthwashes for the purpose of inhibiting the development of caries, may at the same time, accelerate the process of chronic, destructive periodontitis.” Periodontitis is a severe gum disease that results in pathological gum degradation and the loss of teeth. Patent 5,807,541 further admits that “Unfortunately, fluoride ion is extremely toxic.”
Fluoridation and dental fluorides have shaken the physical and psychological foundations of millions. United States Patent 5,807,541 is destined to shake the foundations of medicine and dentistry to their cores.

Sebenarnya bukan karena dari tulisan artikel diatas kami pun beralih dari odol fluoride ke odol non fluoride. Namun disini kami banyak mendapatkan informasi kesehatan dari sekolah anak kami di tadika mengenai bahaya fluoride dan anak2 sekolah di tadika dianjurkan memakai odol bebas fluoride, akhirnya mencari tahu dari banyak sumber online maupun buku2 kami sekeluarga tidak hanya anak kami, juga memakai odol bebas fluoride. Anak2 kami memakai odol pureen bebas fluorida, dan kami menggunakan sensodine bebas fluoride.

Kami tidak mengajak anda melakukan hal yang sama, hanya berbagi informasi saja, silahkan memilih yang terbaik bagi anda, dan kami menganjurkan dengan sangat untuk selalu mencari informasi yang sebaik-baiknya bagi kesehatan, agar insyaallah selalu sehat dan umur hidup bisa bermanfaat sebaik baiknya.

One response so far

Manfaat sujud dalam sholat

Oct 08 2010 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Renungan

Timbulnya penyakit pada umumnya disebakan karena peredaran darah yang tidak lancar. Pembuluh darah yang menyempit adalah salah satu penyebabnya. Olah raga adalah salah satu jalan untuk meningkatkan kerja jantung yang optimal.
…Jantung akan banyak memompa darah dengan kuat sehingga oksigen bisa menyebar keseluruh bagian tubuh. Aliran darah dapat diibaratkan sebagai aliran sungai. Jika sungai tersebut mengalir dengan lancar, maka air itupun akan bersih, bening, tidak kotor dan bau.
Air yang kotor dan bau merupakan tanda-tanda rendahnya kandungan oksigen didalamnya. Ikanpun sulit untuk hidup dengan normal, bahkan lebih banyak menimbulkan kematian. Lain halnya dengan air yang mengalir, banyak kehidupan didalamnya.
Berbagai macam ikan dan hewan lainnya tumbuh dan berkembang dengan baik. Termasuk juga tumbuh-tumbuhan akan hidup dengan menghijau dan subur. Begitulah dengan darah yang mengalir lancar, akan memberikan kehidupan yang baik bagi tubuh manusia. Sel-sel tubuh akan berkembang, dan sel yang mati akan segera dibuang bersamaan dengan mengalirnya darah.
Itulah salah satu manfaat peredaran darah. Tetapi tahukah Anda bahwa ada bagian syaraf yang berada dalam otak ternyata tidak bisa teraliri oleh darah, kecuali orang tersebut dalam keadaan sujud / shalat. Posisi jantung yang letaknya berada di dada tidak cukup kuat memompa darah untuk sampai keseluruh bagian otak.
Otak berada di atas sedangkan jantung berada dibawah. Posisi sujud yang menempatkan kepala berada dibawah dan jantung berada di atas, membuat darah mengalir dengan deras keseluruh bagian otak. Seperti mobil yang bergerak pada jalan yang menurun, akan melaju dengan cepat walaupun tidak digas.
Begitu pula dengan darah. Mengalir cepat dengan membawa oksigen yang dibutuhkan oleh seluruh bagian tubuh manusia. Inilah salah satu manfaat sujud.
Ternyata Allah memerintahkan shalat bukan hanya sekedar beribadah semata, melainkan untuk kemaslahatan hidup manusia itu sendiri. Menurut Prof Hembing, Jantung hanya mampu memompa darah sebanyak 20% kebagian otak, sedangkan 80% lainnaya hanya dapat dilakukan lewat sujud / shalat.
Dengan demikian seharusnya kita bersyukur kepada Allah, telah diperintahkan shalat. Bukan sebaliknya, malah malas-malasan untuk shalat, bahkan sebagian kaum muslimin ada meninggalkannya sama sekali.
Cobalah renungkan seandainya otak tersebut idak mendapat poasokan oksigen, akibatnya akan fatal. Kemampuan otak akan menurun, daya pikir menjadi lemah. Begitu pula daya ingatan menurun drastic dan cepat lupa. Pada akhirnya urat syaraf menjadi rusak dan mati.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa ada bagian syaraf yang berada dala otak tidak pernah teraliri oleh darah kecuali saat orang tersebut dalam posisi sujud. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Dr. Fidelma, seorang ahli syaraf dari Amerika yang beragama Kristen.
Dokter tersebut sangat terkagum-kagum terhadap hasil penelitiannya. Aliran darah hanya dapat menyebar keseluruh bagian otak hanya dalam keadaan sujud. Penelitian tersebut akhirnya membuka hatinya untuk mendapat hidayah, yaitu mengakui ketinggian dan kebenaran ajaran Islam. Penlitian tersebut menuntunya masuk Islam.
Inilah salah satu bukti kebesaran dan keagungan Allah melalui ajaran Islam yang mulia. Seluruh ajaran / syariatnya selain dilakukan sebagai bentuk ibadah, juga merupakan berkah dan rahmat untuk kemaslahatan hidup manusia. Shalat yang diperintahkan merupakan anugrah yang amat besar yang harus disyukuri, bukan malah ditolak dengan meninggalkanya.
Shalat menjadikan seseorang menjadi sehat dan segar. Shalat menjadikan otak manusia menjadi luar biasa, cerdas dan kuat. Orang meninggalkan shalat berarti telah merusak pisiknya sendiri.
Orang meninggalkan shalat merarti telah mendzalimi diri sendiri, kerena akan menimbulkan kerusakan yang ditandai dengan munculnya gejala-gejala sperti cepat pusing, sakit kepala, cepat marah dan timbulnya stress. Semoga kita dijadikan sebagai hamba Allah yang mendirikan shalat dengan sabar dan syukur.

sumber: http :// areone-r1. blogspot.com/2010/06/manfaat-sujud.html
http: //www.facebook. com/pages/-ISLAM-TERBUKTI-BENAR-/298400792751)

No responses yet

Ibu di Persimpangan Jalan

Jan 07 2010 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Renungan

IBU adalah dahan pijakan anak untuk meraih pucuk kehidupannya.
Bila dahan itu patah, anak akan jatuh bersamanya dan tidak akan pernah sampai di puncak.

Tidak ada yang dapat mengingkari betapa pentingnya peran sosok yang kita sebut IBU. Banyak orang besar yang tampil di kancah dunia karena peran seorang ibu. Thomas Alva Edison, tentu kita semua mengenal nama ini. Penemu besar yang memiliki ribuan hak paten. Namun tahukah Anda bahwa dia hanya mengenyam dunia pendidikan formal 3 bulan?

Thomas Alva Edison dikeluarkan dari sekolahnya karena gurunya beranggapan ia terlalu bodoh untuk bersekolah. Ibu Edison tidak mempercayai hal tersebut. Dengan gigih ia didik sendiri Edison di rumah. Lebih dari apa yang didapat Edison bila bersekolah, ibunya mengajarkan juga keuletan berjuang dan kemandirian. Di usia begitu muda, Edison berjualan koran untuk membiayai sendiri penelitian-penelitiannya. Bahkan di usia 10 tahun ia telah memiliki laboratorium sendiri. Bayangkan apa yang terjadi bila ibu Edison bersikap sama dengan gurunya. Mungkin listrik akan terlambat ditemukan. Dan itu berarti penemuan-penemuan yang terkait listrik juga akan terhambat.

Ibu Imam Syafi’i mewakili perjuangan ibu dari tokoh-tokoh agama. Suaminya meninggal sebelum Imam Syafi’i lahir. Ia membesarkan Syafi’i sendirian. Memotivasinya untuk belajar. Usia 7 tahun Syafi’i sudah hafal Alquran. Guru-guru ia datangkan untuk mengajar Syafi’i, biarpun untuk itu ia harus bekerja keras untuk biaya belajar anaknya.

Sosok ibu seperti yang kita harapkan, bukanlah hal yang mudah kita temui saat ini. Zaman berubah, permasalahan dalam mendidik anak berubah, tantangan semakin berat. Namun harapan untuk menemukan sosok ibu teladan tentu tidak memudar.

Tantangan Ibu Masa Kini

Ibu masa kini memiliki tanggungjawab berat. Peran ganda yang tersandang di pundaknya, antara bekerja dan mendidik anak di rumah, membuat para ibu tertatih menjalani hidupnya. Konsep pemberdayaan ibu yang digulirkan ternyata mengundang berbagai permasalahan baru. Upaya untuk meningkatkan peluang kerja bagi ibu misalnya. Tujuan dari konsep ini adalah memberdayakan perempuan secara ekonomi sehingga membuat perempuan lebih mandiri. Namun pada faktanya peran ibu yang optimal di karier, seringkali tidak diikuti peran yang optimal di rumah

Dengan banyaknya ibu yang berkiprah di luar rumah mencari nafkah, peluang terjadinya disharmonisasi keluarga lebih terbuka. Ibu yang lelah pulang bekerja, lebih mudah mengalami gangguan emosi. Anak seringkali menjadi sasaran pelampiasan. Anak juga hanya mendapat waktu sisa, sehingga komunikasi seringkali terkendala.

Anak-anak yang terabaikan, mendekatkan mereka pada kerusakan moral, pemakaian narkoba, dan pergaulan bebas. Di Bogor, angka ketergantungan terhadap narkoba sudah mencapai 2%, padahal ambang batas yang ditetapkan untuk nasional adalah 1,2% (Pusat Penelitian UI). Bahkan beberapa waktu lalu sebuah stasiun TV melansir penelitian di Jakarta, 800 siswa SD terlibat narkoba!

Penelitian seks bebas di kota-kota besar : Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya menunjukkan angka-angka yang membuat kita terhenyak. Betapa tidak. Survei yang dilakukan pada 450 responden berusia 15-24 tahun mengatakan bahwa 16% responden berhubungan seks pada usia 13-15 tahun dan 44% berhubungan seks pada usia 16 – 18 tahun (Lembaga Penelitian Synovate, September-Oktober 2004).

Hasil survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), menyatakan pula bahwa sebanyak 85 persen remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka. Penelitian pada 2005 itu dilakukan terhadap2.488 responden di Tasikmalaya, Cirebon, Singkawang, Palembang, dan Kupang.

Sedangkan berdasarkan survey BKKBN 63% remaja SMP dan SMA di Indonesia pernah berhubungan seks. Sebanyak 21% Di antaranya melakukan aborsi. Menurut Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN, M Masri Muadz, data itu merupakan hasil survei oleh sebuah lembaga survai yang mengambil sampel di 33 provinsi di Indonesia pada 2008.

Kita jadi bertanya-tanya, ada apakah dengan anak-anak kita? Bila kita kaji dengan cermat, pertanyaan ini sebenarnya salah alamat. Anak-anak kita adalah anak-anak yang sama dengan kita sewaktu masih anak-anak. Yang membedakan antara kita dan anak-anak kita sekarang adalah lingkungan yang tidak sama. Dulu di zaman kita tidak ada media massa yang bebas mengumbar pornografi. Tidak ada vcd porno yang dijual bebas di mana-mana. Tidak ada tayangan film sadis yang penuh dengan kekerasan. Dan terutama lagi, dulu kebanyakan kita masih didampingi oleh ibu.

Apa hubungannya dengan ibu? Ya, dulu ibu kita masih banyak punya waktu untuk mendidik kita, mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan menunjukkan mana yang salah. Ibaratnya kita masih memiliki perisai yang melindungi kita dari berbagai hal buruk yang terjadi di sekitar kita.

Sekarang, anak-anak kita tidak memiliki perisai itu. Ibu-ibu saat ini lebih banyak yang menghabiskan waktu di luar rumah mencari uang. Atau kalaupun di rumah, ibu-ibu tersibukkan dengan berbagai tayangan televisi seperti sinetron,telenovela dan infotainment. Alih-alih anak dilindungi dari tayangan yang tidak mendidik, malahan anak-anak diajak ikut nonton, menghabiskan sebagian besar waktunya di depan televisi.

Bukan hal yang mengejutkan lagi bila Direktur Eksekutif PKBI, Inne Silviane menyatakan ternyata sebagian hubungan seks bebas remaja dilakukan di rumah! Entah kemana ibu mereka.

Peran Ibu

Berkembangnya ide feminisme yang begitu pesat beberapa waktu terakhir ini, terasa pengaruhnya terhadap cara pandang masyarakat terhadap peran ibu. Peran ibu dianggap tidak produktif karena tidak menghasilkan materi. Bahkan beberapa pihak cenderung menganggap peran ibu mendomestikasi perempuan dan menempatkan perempuan dalam posisi inferior, tersubordinasi peran suami.

Padahal, fakta membuktikan bahwa peran ibu dalam pendidikan anak tidaklah tergantikan. Masa-masa 0-6 tahun bagi anak adalah masa keemasan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada usia ini, otak anak terbentuk sampai 80 %, kecerdasan dan dasar-dasar kepribadiannya mulai terbentuk. Karena itu, masa ini membutuhkan pendampingan dari sosok yang intens mengikuti pertumbuhan dan perkembangannya, yang mampu memberikan stimulasi optimal dengan penuh kasih sayang.

Pembantu atau pengasuh bayi tentu jauh dari kriteria itu. Tempat Penitipan Anak atau kelompok bermain yang diikuti anak juga tidak dapat memberikan stimulasi optimal. Tempat ini dirancang untuk menangani banyak anak, sehingga kebutuhan individu anak akan kasih sayang tidak terpenuhi seperti bila ibu yang intens mengasuhnya. Kasih sayang adalah salah satu makanan otak, yang membuat otak berkembang optimal selain gizi dan stimulasi.

Pengasuhan dengan kasih sayang yang tulus juga dibutuhkan anak dalam perkembangan kecerdasan emosionalnya. Ketika anak merasa disayang, ia belajar untuk menghargai dirinya, menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan untuk berempati dan berbagi kasih sayang kepada orang lain.

Berbeda dengan anak yang kekurangan kasih sayang. Mereka cenderung mengembangkan perasaan negatif, merasa tidak diterima sehingga penghargaan terhadap dirinya sendiri rendah. Anak seperti ini akan cenderung menjadi anak tertutup, rendah diri dan menyimpan potensi gagal dalam kehidupannya.

Kasih sayang yang tulus dan berlimpah tentulah datang dari seorang ibu. Pemahaman yang utuh terhadap anak juga tentu datang dari ibu. Bila fungsi ibu terabaikan karena ibu harus keluar rumah, maka adakah fungsi ini akan tergantikan?

Dilema Ibu

Berperan sebagai ibu ideal tentu adalah cita-cita seorang ibu. Mendampingi anak, mendidik mereka dengan baik dan mencetak mereka menjadi generasi unggul yang akan mewarisi negeri ini. Namun, ibu dihadapkan pada banyak tantangan.

Tantangan terbesar tentu faktor ekonomi. Banyak ibu yang terpaksa meninggalkan rumah untuk ikut menopang ekonomi keluarga. Gaji suami yang tidak memadai, sementara harga-harga kebutuhan yang makin melambung tinggi, membuat para ibu turun tangan ikut bekerja.

Kondisi ini membuat anak-anak tumbuh tanpa kontrol dan pendidikan yang tepat. Tidak ada yang peduli apa yang ditonton anak dan apa yang dilakukan anak bersama teman-temannya. Orangtua hanya bisa terkejut saat anak ketahuan terlibat masalah serius atau menjadi korban. Tawuran, narkoba, pergaulan bebas, atau kasus kriminal.

Tantangan kedua adalah pengetahuan ibu terhadap pendidikan anak. Berapa banyak ibu yang hanya tinggal di rumah namun tidak mampu mendidik anak dengan baik. Ia tidak mengenal potensi yang dapat dikembangkan pada anak dan bagaimana mengembangkannya.

Lebih parah adalah ibu yang bekerja dan sekaligus tidak mampu mendidik anak. Ibu-ibu semacam ini tidak memiliki target dalam mendidik anak. Anak dibiarkan seperti air mengalir, terserah mau jadi apa nantinya.

Kondisi ibu semacam ini tentu tidak bisa diharapkan dapat melahirkan generasi unggul. Pemerintah seharusnya memiliki kepedulian yang besar dalam masalah ini. Bukankah generasi unggul yang dapat melepaskan bangsa ini dari krisis yang terus membelit? Apakah kita akan bertahan dengan berbagai kerusakan yang melanda bangsa ini? Pepatah bahkan mengatakan bahwa pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang berhasil mencetak pemimpin yang lebih baik.

Selama ibu masih harus disibukkan dengan mencari nafkah, selama ibu masih tidak memahami pendidikan anak, selama itu pula generasi unggul tidak akan lahir . Bangsa kita akan terus terpuruk tidak mampu bangkit.

Tugas pemerintah adalah menjamin agar ibu bisa menjalankan peran keibuannya dengan sempurna. Bukan malah mendorong ibu untuk bekerja keluar rumah, bahkan keluar negeri dengan memberikan julukan pahlawan devisa. Itu sama artinya negara ini tengah menjual masa depannya.

Tugas negara pula untuk menjamin pendidikan para ibu. Pendidikan dengan kurikulum yang tepat. Agar para ibu tidak hanya menjadikan materi sebagai orientasi hidupnya. Namun sesungguhnya, ibu punya tanggungjawab besar di pundaknya untuk masa depan bangsa. Maka, tidak salah kalau dikatakan perempuan adalah tiang negara. Bila tiang itu roboh, maka tunggulah waktu keruntuhan negara.[]

Oleh: Salma Nurul Izza
*Penulis adalah aktivis Hizbut Tahrir Indonesia.
sumber: http://hizbut-tahrir.or.id/2009/12/23/ibu-di-persimpangan-jalan

3 responses so far

orang tua dan cinta

Jan 04 2010 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Renungan

udah doakan kedua orang tua hari ini?
udah (pernah) bilang saya sayang kamu pada mereka?
udah ketemu dan peluk cium mereka belom?
mereka berhak loh dapet itu semua..

cobalah merenung sejenak, berkat mereka kita dapat hidup di dunia memiliki nikmat iman dan islam, sehat jasmani dan rohani, dan terpelihara hingga saat ini. dan tanpa kita sadari pula mereka akan selalu mendoakan kita dimanapun berada, menerima apa adanya kita, dan selalu memaafkan apapun salah.

cinta kedua orangtua tidak perlu dibayangkan, lihatlah keadaan kita sekarang, keadaan saat ini adalah berkat kasih sayang mereka. lihat dalam hati, dan tatap cermin, diri mereka ada pada sosok kita saat ini.

jika saat ini hidup tidak sebaik yang diharapkan, penuh rintangan yang buat kita lelah, buntu pikiran hendak melangkah, maka coba peluk cium mereka, mohon ridho mereka, maka Tuhan akan melancarkan dan memberi jalan yang terbaik untuk kita.. RhidoNya ada pada kedua orangtua.

No responses yet

Older posts »