Ketika Denyut Terakhir..

Aug 23 2014

image

Ketika denyut terakhir..
Kuingin NamaMu tertulis di hati..

Ketika denyut terakhir..
Kuingin NamaMu terpatri dalam fikir..

Ketika denyut terakhir..
Kuingin NamaMu kusebut dalam ucap..

Ketika denyut terakhir..
Kuingin jiwaku siap berjumpa..

Ketika denyut terakhir..
Kuingin tasbih atasMu di hela nafas..

Ketika denyut terakhir..
Kuingin bahagia bagai kekasih penuh rindu..

Ketika denyut terakhir..
Kuingin dekapanMu Tuhanku.. AllaHu Rabbi.. Aamiin Allahuma Aamiin

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites

No responses yet

Sebuah Nama bagai Untaian Melati

Aug 23 2014

Suami saya memiliki darah keturunan ningrat dari TB H Ismail atau yang dikenal dengan Mbah Endek atau Uyut Endek. Meskipun demikian beliau tidak pernah mengatakannya sejak kami berkenalan hingga saya mengetahui perihal tersebut dari ibu mertua saya. Kemudian setelah menikah baru saya ketahui bahwa keturunan Uyut Endek yang tersebar dimana-mana masih mengadakan paguyuban yang kadang berjumpa sekali waktu. Sedangkan dari history saya ada salah satu kerabat kakek moyang yang namanya dipakai untuk nama jalan di Dramaga Bogor, Jl. H. Abas. Konon alur keturunan manusia yang jelas menyiratkan sifat dan karakter yang tidak jauh dari kakek moyangnya.

Apakah garis keturunan yang jelas akan bermanfaat bagi manusia dalam menjalani kehidupannya yang notabene sebagai manusia baru? Tentu saja bermanfaat, mengapa demikian? Karena dalam Islam sendiri ada beberapa kriteria dalam memilih pasangan hidup; agamanya, nasab/keturunannya, kecantikan/ketampanan dan hartanya. Maka pilihlah agama diatas lainnya demikian dijelaskan, namun pertimbangan urutan lainnya pun bisa jadi patokan dalam menentukan pilihan. Manusia kuat (lahir bathin) lebih disenangi kedudukannya dibanding manusia yang lemah.

Dan kemudian bisa menjadi perenungan, bukan berarti lalu manusia yang lahir kedunia tanpa membawa keempat kriteria diatas maka menerima pasrah menjadi manusia yang lemah. Maka ada juga seruan untuk itu, bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum tersebut mau merubah dirinya (ke arah yang lebih baik). Dan yakinlah bahwa manusia memang lahir membawa fitrah untuk mulia.

Perumpamaan dari memilih nasab/keturunan sebagai salah satu kriteria memilih pasangan, dapat menjadi perenungan manusia, bahwa gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Jika tidak dimulai dari sekarang, dari diri kita, siapa lagi dan kapankah mau memelihara nama baik? Kita yang bertanggungjawab secara pribadi untuk menjaga nama baik dan kehormatan selama hidup di dunia. Jika kita merusaknya, alangkah kasihan anak keturunan kita kelak akan membawa nama buruk dari nenek/kakek moyangnya. Yang menjadi haknya kelak mendapatkan nasab yang baik dari kita.

Menjaga nama baik tidak mudah, terutama godaan akhir zaman sudah sangat besar semudah menjentikkan jari untuk merusaknya, namun terbukti bahwa kemuliaan nama baik akan dikenal dan dibawa oleh anak keturunan. Selama didunia kita menggunakan bin atau binti bapak kandung, lalu berkumpul dalam silaturahmi marga keluarga yang sama, dan jika meninggal nanti akan dipanggil dengan bin/binti bapak kandung didunia. Jika ada pepatah mengatakan apalah arti sebuah nama? Maka Islam mengatakan bahwa suatu nama berarti sebuah doa. Kewajiban orangtua memberi nama baik untuk anaknya dan kewajiban anak menjaga nama baik orang tua yang disandangnya dibelakang namanya (bin/binti).

Sebuah nama adalah bagai untaian bunga melati. Harum, putih, indah, suci.

Ya Allah yaa Tuhanku, jagalah anak keturunan kami dan seluruh muslimin muslimat di dunia ini dari fitnah akhir zaman, jadikan kami dan anak keturunan dan seluruh muslimin dan muslimat menjadi manusia2 mulia dunia wal akhirat dalam Ridho dan Kasih SayangMu. Aamiin Allahuma Aamiin

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites

No responses yet

Milkshake Coklat

Aug 23 2014

image

Bahan :
Susu sapi cair 400ml
Coklat bubuk (cocoa) 3 sendok makan
Gula aren bubuk 3 sendok makan
Es batu secukupnya
Es cream coklat secukupnya
Chocolate chip secukupnya

Cara:
Aduk coklat bubuk dengan gula aren dalam satu gelas berisi air panas.
Masukkan susu cair kedalam blender, masukan adukan coklat tadi, tambah es batu dan beberapa sendok es cream. Lalu blender semua..

Sajikan milkshake dalam satu gelas cantik tambah es cream coklat diatasnya dan chocolate chip.

Seger sehat nikmat..

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites

One response so far

Menjaga Jantung

Aug 22 2014

Tidak semudah menulis judul cerita seperti diatas, menjaga jantung sehat membutuhkan konsistensi melebihi kesetiaan terhadap yang kita cintai. Mengingat bahwa jantung adalah satu2nya alat yang berfungsi paling vital sebagai penopang hidup didunia, tidak memiliki spare part lain yang dapat menggantikannya jika sudah rusak atau bahkan mati.

Jika seorang yang memiliki usia lanjut semisal 63 tahun, mungkin akan lebih mudah menjaga kesehatan jantung karena telah menyadari dirinya sudah di usia senja, rawan penyakit, dan bisa dikatakan uzur. Asam garam kehidupan pun sudah dinikmati dan berbagai pantangan makanan mulai diterapkan dalam diet makanan.

Namun untuk manusia yang tergolong usia produktif, memiliki banyak godaan untuk konsisten menjauhi atau mengurangi makanan dan minuman yang konon berbahaya untuk jantung. Makanan semisal mie instant, es teh manis, kopi, junk food ditemui dengan mudah dimanapun, dan sudah terbiasa jadi cemilan ringan berbagai suasana. Terutama bila sudah berkumpul dengan kawan-kawan petualang kuliner, konsistensi menjaga diet bisa jadi lupa. Padahal tubuh manusia senantiasa #menolak lupa atas perbuatan penjaga amanahnya. Suatu ketika berbagai organ tubuh bukan tidak mungkin menjerit meminta perhatian. Bukan hanya karena usia, kebiasaan pola makan berkontribusi lebih besar dalam kerusakan tubuh.

Terutama untuk saya, yang pernah merasakan terkena serangan jantung ringan, meski telah di ingatkan berulang-ulang, oleh orang2 terdekat, oleh berbagai artikel yang dibaca, oleh berbagai spanduk dan selebaran yang ditemui, alangkah sulitnya untuk konsisten menjaga asupan makanan bagi kesehatan jantung di usia muda.

Mungkin sedikit pelukan akan mengingatkan kembali betapa pentingnya untuk jaga kesehatan?… Akan mengingatkan kembali bahwa ada orang tersayang tercinta yang berharap kita sehat selalu….. Peluuukk…

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites

2 responses so far

Godaan

Aug 22 2014

image

Siang ini…

Terasa bersalah…
Telah menikmatinya…
Es teh manis dingin aroma melati….

Aaahhhh….

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites

No responses yet

Sony Experia Z Mudah Masuk Air dan Patah Konektor Charge

Aug 18 2014

Smartphone Sony Experia Z memiliki keunggulan ‘tahan air’ yang menjadikannya leading di segmen smartphone yang berkualitas. Keunggulan itu juga yang membuat saya memilihnya dibanding beberapa pilihan lain seperti Samsung, Iphone 5 dan LG Pro. Beberapa history smartphone saya sebelumnya, jika bukan karena jatuh yang insyaAllah biasanya smartphone masih bisa survive, maka basah terkena air adalah history kecelakaan yang disengaja oleh anak2 saya menjadi penyebab dia dirawat di klinik service. Salah satunya adalah Iphone 4 saya yang sukses direndam dalam ember dengan alasan anak saya ingin mencucinya. Baiklah nak.. terimakasih sudah dicuci.

Setelah dinasehati bahwa handphone atau peralatan elektronika lain tidak perlu dicuci, anak saya tidak melakukannya lagi. Namun untuk kewaspadaan, saya mencari smartphone yang tahan air agar tidak terjadi lagi hal yang sama. Saat ini dirasa belum ada smartphone lain memiliki keunggulan tahan air (katanya) seperti Experia Z.

Kali ini saya kecewa. Pemakaian Experia Z baru beberapa bulan, dan suatu hari dengan keunggulan tahan airnya, saya penuh keyakinan membawanya masuk kedalam air kolam renang untuk mengabadikan moment renang anak2 saya. Tentunya saya berharap hasil yang menakjubkan! karena belum pernah sama sekali kami membawa handphone masuk air tanpa ragu. Yap, beberapa photo memang hasilnya sangat memuaskan, namun kemudian, gambar berikutnya yang dihasilkan menjadi buram, lalu berikutnya dan seterusnya tetap buram. Ternyata ada embun air di dalam lensa. ckckck.. bisa dibayangkan hasilnya.

Maka seharian itu sepanjang bermain di kolam renang ocean park BSD kami tidak bisa menggunakan Experia Z untuk mengabadikan kenangan. Setiap jepretan memberikan hasil yang sama, buram. Jangan salahkan saya yang berharap terlalu tinggi pada smartphone satu ini, namun dengan keunggulan seperti bermain game, photo, video, musik, socmed, semua dalam satu handphone, maka saya tidak perlu membawa kamera pocket kesana. Juga tidak ada yang salah dengan membawa smartphone yang mengaku tahan air untuk bersama2 menyelam di kolam renang.

Kemudian beberapa hari setelahnya, embun di lensa mulai memudar lalu hilang, itupun setelah saya menggunakan hair dryer untuk membantu memberi hawa panas agar embun segera menguap. Setelah dicek, ada karet yang tidak lagi rekat dengan sempurna sehingga air bisa mudah masuk kedalamnya, yaitu pada lubang karet earphone dan lubang konektor charger. Dua lokasi lubang itu yang memudahkan air bisa masuk. Keseluruhan body handphone sih mantap, terlihat kokoh. Maka saya yakin, kesalahan bukan pada produk namun pada pemakaian yang ceroboh. NAMUN, mengapa produk yang mengklaim tahan air tidak MEMIKIRKAN cara agar pemakai dapat meminimalisir kerusakan pada dua lokasi yang memang akan sering dipakai (konektor charger dan earphone). Saya rasa wajar bila dalam regular use, kedua lubang itu akan mudah rusak. Saya tekankan sekali lagi REGULAR USE, bukan sengaja dirusak dengan paksaan. Kini tanpa keunggulan TAHAN AIR, sony Experia Z tidak jauh beda dengan smarphone lain.

Bukan hanya dalam kenyataan Experia Z yang menurut saya mudah masuk air, kekecewaan saya yang lain baru terjadi hari sabtu 16 Agustus 2014 kemarin. Seperti biasa untuk melakukan charge, Experia Z ini memerlukan kabel konektor yang berbeda dengan kabel lain. Jika samsung dan blackberry bisa sharing kabel konektor karena bentuk konektor chargenya yang sama, maka experia z tidak bisa. Bentuk konektor yang yang kotak memang berbeda. Karena perbedaan ini, kadang jika lowbat, anak2 saya yang ingin mencharge atau juga saya sendiri, salah memilih kabel konekter, kebiasaan dari kami adalah mencoba kabel yang ada untuk mengcharge, hingga jika sulit masuk barulah kami menyadari kabelnya salah.

Dan hari sabtu kemarin itu, akhirnya konektor charge sony experia z rusak. Ada lempengan besi konektor yang patah. Sehingga dalam kondisi lowbat parah handphone saya tersebut sama sekali tidak bisa di charge, hingga akhirnya mati. Yang menyebalkannya, seluruh data tidak sempat saya save atau pun delete, hingga saya mesti membawanya ke klinik service dalam kondisi mati dan handphone penuh data pribadi. HUAAA. Handphone saya penuh data pribadi, notes yang berisi jadwal, nomer2 rekening, cerita2 cerpen, reminder, photo, video, facebook, twitter, path dan email-email. Dan terlupa untuk di PIN. Penuh harap semoga tukang service tidak iseng membaca dan membuka2. Baru kali ini sepanjang memiliki smartphone atau pun hand phone biasa, konektornya patah!

Bukan masalah uang, tukang service handphone bilang biayanya cuma 150 ribu rupiah, namun dikarenakan kekecewaan saya pada suatu produk yang harganya tergolong tidak murah namun memiliki kualitas jauh dari harapan saya. jika kemudian saya sampaikan disini di media umum, dikarenakan saya ingin berbagi. Saya yakin mungkin ada beberapa pengguna tidak bernasib seperti saya, menggunakan experia z saat ini dengan keunggulannya secara maksimal. Maka jadikan saja tulisan sharing ini sebagai salah satu cerita lain dari pemakaian smartphone yang mengecewakan.

Demikianlah, pagi ini saya sedang menulis dengan kekesalan yang masih ada. Dan berdoa agar isi data pribadi saya baik baik saja. Siang ini jika tukang teknisi service menelpon memberi kabar, saya akan segera meluncur ke lokasi dia di Warung Jambu Bogor. Saat ini nomer aktif pindah ke blackberry saya yang masih berfungsi baik, namun sengaja tidak diaktifkan fungsi bb, wa maupun socmednya. Untuk sementara rekan, sahabat dan family hanya bisa menghubungi via sms/phone. Beberapa janji dan agenda menjadi sangat terganggu karena kebiasaan dari mayoritas rekan dan family yang menghubungi via bbm atau wa, mereka seperti lupa bahwa masih bisa berhubungan via sms/phone atau pun telephone rumah……..

Note: sore ini si handphone sdh bisa digunakan lagi. Dengan catatan dari teknisinya : “jangan kena air bu hp nya…” Begitulah si teknisi memberi catatan penting utk smartphone experia z yang (katanya) tahan air….

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites

2 responses so far

Serangan Jantung Ringan

Aug 14 2014

Suatu malam, kami sekeluarga berencana belanja kebutuhan sehari-hari ke supermarket terdekat. Malam itu saya menyetir. Sejak awal sebelum kami berangkat sudah terasa badan begitu lelah melebihi hari biasa. Memang beberapa bulan ini jadwal dan kegiatan yang padat sempat membuat kondisi tubuh drop. Namun enggan rasanya periksa ke dokter untuk perihal yang hanyalah masalah kecil yang seperti biasanya bila sudah lelah akan hilang sendiri dengan tidur cukup. Namun malam itu kemungkinan kondisi tubuh sudah memberikan alarm merah.

Awal masuk mobil, sudah terasa sakit dada kiri dan pusing di sisi kepala bagian kiri, dan ketika mobil mulai berjalan merasa seperti badan agak melayang dan mata kurang fokus tidak seperti biasa. Beberapa menit hingga setengah perjalanan menuju supermarket rasa melayang itu tidak kunjung hilang, saya sempat hilang fokus dan meminta diambilkan parfum yang selalu tersedia di mobil untuk saya hirup. Dipikir mungkin dengan mencium mewangian akan membuat kembali fokus. Namun tidak. Mendadak terasa lengan kanan mulai kebas, dan ada tekanan di dada bagian kiri terasa hingga punggung belakang. Kaki kiri pun hingga keatas kepala berasa kebas, yang paling bisa saya rasakan adalah kebas dibagian lidah membuat sulit bicara.

Saya sempat abaikan alarm tubuh saat itu, setelah mencapai supermarket, baru beberapa langkah tiba2 tubuh lunglai, hilang keseimbangan dan suami segera menopang tubuh saya yang hampir jatuh. Kami secepatnya menuju klinik terdekat untuk segera diperiksa, diagnosa yang saya duga adalah tekanan darah rendah yang kadang terjadi jika merasa lelah.

Saya rasakan hal yang sangat berbeda, jika umumnya mengalami tekanan darah rendah tidak sampai mengalami kondisi dimana dada seperti tertekan sangat sempit, ataupun napas sesak hingga sulit bicara. Namun saya bersyukur otak masih berfungsi dengan baik, masih bisa berfikir dengan jernih dan sempat memberikan beberapa komentar ini dan itu kepada suami agar seluruh kewajiban administrasi klinik bisa selesai.

Dokter jaga klinik memeriksa tekanan darah, dan disampaikan olehnya bahwa tekanan darah saya normal. Malam itu diagnosa beliau adalah terkena vertigo. Dan diberi dua obat untuk diminum saat itu juga. Dengan air hangat saya minum obat versilon untuk vertigo dan domedon untuk mual yang dirasakan juga.

Lalu kami melanjutkan perjalanan pulang, suami menyetir kali ini. Di tengah perjalanan, efek obat tersebut mulai terasa, saya bisa merasakan kebas di lidah hilang, dada kiri berangsur terasa lega, denyutnya terasa nyaman dan napas tidak terlalu sesak. Energi tubuh berangsur-angsur datang kembali. Alhamdulillah. Sampai di rumah saya langsung tertidur lelap beristirahat.

Keesokan harinya browsing mencari penyebab sakit, beberapa info yang didapat menyimpulkan kemungkinan terbesar adalah terkena serangan jantung ringan. Tekanan pada dada kiri hingga ke punggung itulah awal dari sesaknya napas sejak awal, hingga kondisi menjadi hilang keseimbangan hampir pingsan. Tidak ada riwayat asma maupun sesak napas dalam keluarga kami, namun memang dua almarhum paman memiliki history meninggal karena sakit jantung pada usia muda. Apa yang harus dilakukan sekarang? Tidak ingin ke rumah sakit. Tidak ingin diperiksa jantung.

Mengetahui info bahwa minum es teh manis dapat menyebabkan sakit jantung, saya mulai menghindari es teh manis, dan memilih minum teh manis dalam keadaan hangat. Juga bahwa info minum air hangat dapat membantu mencegah maupun meringankan serangan jantung. Maka sejak tadi malam mulai rajin minum air hangat. Banyak manfaat yang saya petik dari kejadian malam itu, salah satunya mengagendakan kembali rutinitas berbagai kegiatan fisik seperti jogging pagi dan bersepeda agar jantung lebih sehat. Semoga tidak berulang kembali kejadian tadi malam. Jika terjadi kembali mungkin adalah alarm untuk segera cek jantung. Terimakasih jantungku..

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites

2 responses so far

Dingin Hati (cerpen)

Jul 31 2014

“Maafkan aku” ucapku lirih. Dan tak berharap sedikitpun kau mendengarnya. Kau sudah berjalan jauh dalam kelamnya malam, berjalan dalam diam menahan emosi yang gemuruh dalam dada. Aku tak mungkin dapat menahan langkahmu. Dan seperti yang lalu, kau pun tak akan mungkin berbalik padaku. Bila datang amarahmu datang pula diammu. Dan bisa jadi diam yang cukup lama, hingga aku bisa pusing mencari bayangmu. Dan seperti yang lalu, kau akan memberikan sedikit jejakmu, maka kesanalah aku akan mencarimu.

Namun kali ini berbeda. Kali ini semusim telah berlalu. Tiada sedikit jejakpun kau berikan padaku. Entah dimana kini bayangmu. Kau lenyap dalam kelam malam itu.

Mengerti kini, berharap pada manusia kerap kali menuai kecewa, apa yang diucap waktu dahulu dapat mudah terlupa. Bahkan bisa mewujud saling asing.

Mundur selangkah hingga ribuan kebelakang lagi jika haluan berubah arah. Karena kelancangan pada satu perkara, bisa menyulut emosi hingga tak kenal siapa lagi. Padahal kau tahu empati mengalir sejak dulu kala, mengapa kini terasa menguap dari hati. Pun tiada lagi diharap datang menghampiri. Sedemikian hati bisa berbalik. Benci? Mungkin tidak, namun dingin mungkin terasa. Sekerasnya aku ingin mencerna satu tanya yang pernah kau ucap “memangnya siapa kamu??” Sehebat ini hati terkena badai salju.

Hingga kapan hati membeku? Mungkin hingga hangat kembali mengaliri. Atau juga mungkin akan hakiki dalam kebekuan abadi.

(Sebuah cerpen dini.isnandi.net)

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites

No responses yet

Older posts »