Archive for the 'Renungan' category

Cerita Seks, Cerita Dewasa, vulgar, porno

Oke, membaca judul diatas apa yang anda harapkan dari tulisan saya? Mari kita membahas mengenai 4 huruf itu. Seks. Sekali lagi saya ulang. Cerita seks! Yeah!

Ready??!!

Hey! Mudah banget kan dapat informasi vulgar mengumbar nafsu seks? Cukup klak klik tak tik tuk di goolge, voila! Dapat serentetan cerita dewasa, seks bebas.

Semua orang mesti aware, melek, eling, buka mata. Bahwa era digital, komputerisasi, internet, jaman hari gini.. telah mempermudah informasi untuk dibuka, dibaca, bahkan full audio visual! dimana aja kapan aja. Hingga kini entah mulai kapan, semakin menjamur cerita seks, cerita dewasa, cerita yang mengumbar nafsu syahwat manusia tanpa batas apapun. Sosial etika disingkirkan, bahkan agama sama sekali tidak dihiraukan. Bahkan keyword di google yang tidak berhubungan dengan seks pun bisa memunculkan salah satu situs tersebut pada list pilihan. Cerita2 sampah dan kotor.

Bukan kotor lagi, mungkin untuk dapatkan atensi pembaca cerita maka semua manusia laki perempuan anak kecil ibu bapak kakek nenek tetangga om tante mertua menantu bisa jadi objek seks. Bagai binatang, seks dilakukan pada siapa saja asalkan suka sama suka. Bahkan perkosaan pun dinikmati oleh penulis2 yang sakit jiwa itu. Naudzubillah.

Bukan memungkiri bahwa cerita demikian pun ada sejak dahulu, namun kini anak SD pun tidak perlu susah payah mendapatkannya, jika ke warnet dengan modal 3 ribu perak sejam tanpa niat mencari pun sudah disodorkan dengan ringkasan cerita di google tanpa sengaja. Jika salah sumber pengetahuan yang didapatnya, bagaimana isi otaknya kelak?? Waspadalah, jaga anak2 kita.

Membaca dan cukup mengetahui keburukan akan membantu diri kita menjauhi serta mengingatkan sesama. Mari kita perduli akan kesehatan generasi muda yang tengah mencari hakikat cinta, mempertanyakan seks, menentang hati, bertarung antara baik dan buruk. Maka bagilah informasi yang menuntun pada kebaikan. Cukup kebaikan saja pada setiap pilihan. Karena awal yang baik pasti akan berakhir baik pula.

Seks tidak halal adalah BIG NO. Menjauhkan rejeki, mendapat murka Allah, mendekatkan kepada azab dunia akhirat yang pasti akan datang, dan melemahkan diri lahir bathin. Mengapa lemah? lemah badan anda..karena penyakit akan datang dengan mudah, penyakit senang bersemayam di tubuh penuh dosa, di pikiran yang tidak bersih, dihati hitam penuh noda. Lemah bathin anda…jika anda tahu dan paham dalam hati kecil namun ditentang dan dikungkung oleh besarnya nafsu syahwat, bathin anda sakit dan sebenarnya anda telah sakit jiwa.

Dan lebih parah jika anda adalah seorang dewasa yang telah sakit jiwa. Lalu apa peran anda sebagai manusia? Cuma sekali kan anda diberi kesempatan hidup didunia? Lahir kedunia cuma buat kerusakan obrak abrik moral manusia lalu mati bawa dosa. Cuma orang sakit jiwa yang mengajak orang lain ikutan sama2 sakit jiwa. Karena syaithan pun menggoda manusia untuk diajak barengan masuk neraka. Jangan sedikitpun tergoda nikmat yang bisa bikin murka Tuhan. Tidak ada satupun tubuh manusia yang hidup selamanya, jika mati kita akan terkubur dalam tanah, hanya jiwa yang akan abadi selamanya. Masih panjang jalan hidup kedepan berapa tahun lagi? 50 20 10 atau 1 tahun lagi? Ingat juga janji Allah setelah mati pun bisa dapat azab kubur. Naudzubillah.

Bersucilah, satu hal itu yang harus dengan segera dilakukan. Segera beralih kepada kebaikan saja untuk setiap pilihan. Pilihan apa? Ada banyak pilihan bukan? Dan anda sendiri pasti paham maksudnya. Dekatkan diri lahir dan bathin pada setiap kebersihan kehalalan dan kesucian. Lantunkan maaf dan mohonkan ampun dari Yang Menciptakan tubuh sehat dan indah yang anda punya. Cukup itu saja. Yang lain akan mengikuti. InsyaAllah.

-manusia pada hakikatnya adalah lahir kedunia sebagai rahmat bagi sekalian alam, rahmatan lil alamin, maka berbuat baiklah atau minimal jangan membuat kerusakan diri dan sekitar dalam peran yang kita lakoni di dunia, semoga selamat dan bahagia dunia akhirat- (jakarta, 2011)

No responses yet

Bagaimana Cara Bertaubat dari Zina

May 02 2011 Published by Dini Susanti under Renungan

Ada seorang wanita menyampaikan pertanyaan seputar taubat dari zina yang pernah dia lakukan. Berikut beberapa bunyi pertanyaannya:
1. Adakah taubat bagi dirinya yang pernah melakukan zina berulang kali?
2. Apakah dosanya bisa dihapuskan dengan amal-amal fardlu saja dan shadaqah ataukah dia harus melaksanakan ibadah haji untuk menghapuskan dosa besar yang pernah diperbuatnya?
3. Apakah boleh seorang wanita pezina untuk membaca Al-Qur’an sesudah berniat untuk bertaubat?
4. Dan ketika sudah bertaubat lalu menikah, apakah haram dia menutupi dan tidak menceritakan masa kelamnya itu kepada suaminya? Dan ketika dia hidup bersama pasangannya dengan kondisi seperti itu tidakkah itu termasuk membohongi pasangan?

Jawaban:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah beserta keluarga dan para sahabatnya.

Wanita ini telah melakukan dosa yang sangat besar. Dia telah melanggar keharaman yang Allah tetapkan. Dan keharaman ini disebut oleh Allah dalam kitab-Nya dengan Fahisah (perbuatan hina/buruk). Maka wanita ini hendaknya bertanya kepada dirinya sendiri, bagaimana kalau seandainya Allah mencabut nyawanya sementara dia dalam keadaan seperti ini? Karenanya wajib baginya untuk bertaubat kepada Allah dengan taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh). Dia juga harus bertekad untuk tidak mengulangi lagi dosa besar semacam ini. kemudian dia harus memperbanyak istighfar dan bershadaqah serta terus menjaga ibadah shalat dan doa. Semoga dengan semua ini Allah menerima taubatnya. Dan satu hal yang perlu dicatat, dia wajib untuk menutupi aib dirinya tersebut dan tidak memberitahukan perbuatan masa kelamnya kepada seseorang. Semoga Allah menutupi aib diri kita dan aibnya juga selama di dunia dan akhirat.

Kami berpesan kepada wanita ini untuk bersyukur dengan sebenarnya atas karunia yang besar ini. Dan hendaknya ia tahu bahwa nikmat-nikmat Allah diperoleh melalui ketaatan dan akan hilang dan berkurang dengan kemaksiatan dan kemungkaran. Karenanya, baginya dan juga kepada kaum muslimin untuk selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya sehingga Allah akan menambah karunia-Nya.

. . nikmat-nikmat Allah diperoleh melalui ketaatan dan akan hilang dan berkurang dengan kemaksiatan dan kemungkaran. . .

Kami ingatkan kepada wanita ini untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah. Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Zumar: 53)

Sesungguhnya Allah sangat bahagia dan senang dengan taubatnya seorang hamba dan kembali kepada-Nya. Hanya saja semua itu harus disertai dengan niat yang tulus ikhlas karena Allah Ta’ala dan memperbanyak amal-amal shalih. Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Tatkala seorang laki-laki sedang berjalan di suatu jalan ditimpa rasa haus yang amat sangat, kemudian ia mendapatkan sumur. Iapun segera turun ke dalamnya, dan minum airnya. Setelah merasa cukup, ia segera keluar.

Sekeluarnya dari sumur, ia mendapatkan seekor anjing yang sedang menjulur-julurkan lidahnya sambil menjilati tanah karena kehausan. Menyaksikan pemandangan ini, orang tersebut berkata: ’Sungguh anjing ini sedang merasakan kehausan sebagaimana yang tadi aku rasakan.’ Maka iapun bergegas turun kembali ke dalam sumur dan mengisikan air ke dalam sepatunya. Lalu dengan mulutnya menggigit sepatunya itu hingga ia keluar dari sumur. Segera ia meminumkan air itu ke anjing tersebut. Allah berterima kasih (menerima amalannya) dan mengampuninya.

Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, apakah (perlakuan) kita kepada binatang-binatang semacam ini akan mendapatkan pahala?”

Beliau menjawab: “Pada setiap makhluq yang berhati basah (masih hidup) terdapat pahala.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dalam Shahihain, Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Tatkala ada seekor anjing bolak-balik mengitari sebuah sumur, hampir hampir dia mati karena kehausan. Tiba-tiba seorang wanita pelacur dari golongan pelacur Bani Israil melihatnya. Dengan segera, wanita tersebut melepas terompah sepatunya. Lalu ia menampung air dengannya dan meminumkannya ke anjing tersebut. Dengan amalnya ini, dia diampuni (oleh Allah dari dosa-dosanya).”

Dan sahnya taubat wanita tersebut tidak disyaratkan harus memberitahu kepada suaminya tentang perbuatan zinanya itu, jika Allah menutupi aibnya tersebut dan tidak menyingkapnya. Dan tidak memberitahukan perbuatan dosa kepada suami bukan termasuk perbutan dusta dan bohong. Dia wajib untuk menutupi aib dirinya tersebut dan tidak memberitahukan perbuatan masa kelamnya kepada seseorang. Juga tidak disyaratkan melaksanakan ibadah haji untuk diterimanya taubat. Hanya saja, apabila Allah memberikan kelapangan rizki dan kemudahan baginya, maka dia wajib melaksanakan ibadah haji ke Baitullah al-Haram. Dan itu lebih menjadikan taubatnya diterima dan dosanya diampuni. Wallahu alam

Artikel ini diambil dari: http://abdullah-syauqi.abatasa.com

[Shahih, HR Ibnu Majah no:4019 dishahihkan oleh As Syaikh al Albani, lihat Sisilah As-Shahihah no.106-107]
Demikianlah maksiat akan menimbulkan sekian banyak kejelekan sebagaimana disebutkan Ibnul Qayyim:
1. Bahwasanya maksiat akan menghalangi ilmu. Karena sesungguhnya ilmu adalah cahaya yang Allah berikan kepada seorang hamba dan maksiat akan memadamkannya.
2. Maksiat menyebabkan terhambatnya rizqi, sebagaimana takwa itu akan menyebabkan datangnya rizqi maka meninggalkan takwa akan menyebabkan kefakiran.
3. Maksiat menyebabkan hati gelisah dalam berhubungan dengan Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak ada padanya kenikmatan sama sekali. Ini tidak disadari kecuali oleh pemilik hati yang hidup. Adapun hati yang mati tidak bisa menyadarinya. Bagai mayat yang tak dapat merasakan sakit atas luka yang mengenainya.
4. Maksiat menyebabkan ketidakharmonisan hubungan hamba dengan sesamanya. Lebih-lebih orang-orang yang baik, sampai sebagian pendahulu kita mengatakan: “Sungguh aku berbuat maksiat kepada Allah dan aku melihat pengaruhnya pada binatang kendaraanku dan istriku.”
5. Menyebabkan sulitnya segala urusan, sehingga ia tidak menuju sebuah urusan kecuali ia dapati dalam keadaan buntu.
6. Maksiat menyebabkan terhambatnya ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
7. Maksiat menyebabkan lemah qalbu dan jasmaninya, karena kekuatan jasmani itu berasal dari batin maka tatkala batinnya lemah lahiriah nyapun lemah.
8. Menghilangkan keberkahan umur.
9. Maksiat menyebabkan kegelapan dalam hati seperti halnya ia merasakan kegelapan malam yang pekat.
Wallahu ‘Alam

No responses yet

ucapan adalah doa

Apr 11 2011 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Renungan

Setiap ucapan yang keluar sangat mungkin bisa berwujud nyata, baik dalam lisan maupun tulisan memungkinkan akan kembali pada kita..

Meskipun niat dalam hati tidak bermaksud demikian namun jika terlanjur terucap sesuatu yang buruk alangkah baiknya jika bersegera istighfar dan meralat ucapan. Let say ada joke seperti “mati gue!” ” lebih baik gue ke neraka!” “biar disamber geledeg!” dll … Sepintas mungkin bermaksud joke namun?

Apakah sulit becanda dan curcol yang aman? pinter2 aja cari way out. Gak mau kan ucapan2 buruk seperti diatas kembali pada kita..

No responses yet

Ngurangin dosa, nambah pahala, yuk maree

Dec 13 2010 Published by Dini Susanti under Renungan

Kapan lagi??
Kalo bukan sekarang, saat ini.
Belum tentu hari esok umur masih jadi milik kita.
Kalo belum bisa keduanya, lakukan salah satunya.
dikit demi sedikit mencoba mengikis dosa
dengan gak melakukan hal-hal yang bikin dosa
dikit demi sedikit menambah pahala
dengan melakukan hal2 baik dan berguna

dan satu hal yang pastinya baik
tidak melakukan hal2 yang merugikan diri sendiri dan oranglain
bahkan dalam tidur pun bisa bernilai pahala
dan Allah Maha Tahu niatan baik kita

sekali lagi bukan dosa yang ditakuti
dan bukan pula pahala yang dicari
tapi apalagi kalo bukan Ridho Allah Illahi Rabbi
Cinta dan RidhoNya akan memberikan bahagia dunia dan akhirat
Allah yang Maha Tahu keterbatasan kita
Allah yang Maha Tahu kebutuhan kita
Dan Allah yang Maha Tahu segalanya hingga kita diberi tanpa meminta
dan memberi lebih dari yang kita minta

Jangan menutupi hati nurani.. sejujurnya tahu dan mengakui
jika masih berlumur noda dan sulit memahami.. amatilah,
amati diri sendiri dan alam
dalam hembusan napas dan irama detak jantung
jangan sampai semua terlambat hingga masa menutup mata
dan napas sudah tiba di ujung tenggorokan
maka telat sudah tobat kita
kurangi dosa, nambah pahala yuk maree
bertobat sebelum ajal tiba..

2 responses so far

Untuk yang sedang mencari..

Oct 13 2010 Published by Dini Susanti under Renungan

Hidup ini punya banyak pilihan..setiap saat ada saja keputusan yang harus kita ambil, suatu ketika akan ada 2 pilihan, kali lain ada 3 atau bahkan lebih.. kemudian suatu saat dengan mudah kita bisa memilih, saat lain ada kalanya bingung dalam pilihan..

Untuk yang sedang mencari yang terbaik dalam hidupnya..untuk yang sedang dihadapkan pada pilihan2.. ingatlah.. pilihan tersebut akan nenentukan nasib hidup didunia dan juga menentukan nasib diakhirat nanti..

Jangan menyekutukan Allah.. jangan menyakiti oranglain.. jangan merugikan oranglain.. berbuat baiklah pada kedua orangtua.. ambillah rezeki dijalan halal.. cukuplah pada kebaikan saja pada setiap pilihan untuk mencapai Ridho dan Kasih Sayang Allah.. sesungguhnya hukuman Allah itu nyata..takutlah pada MurkaNya.

Dan nasehat saya ini juga jadi pengingat diri sendiri yang kadang terlupa dan bingung dalam memilih..
Hanya pada Allah kita kembali..

No responses yet

Manfaat sujud dalam sholat

Oct 08 2010 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Renungan

Timbulnya penyakit pada umumnya disebakan karena peredaran darah yang tidak lancar. Pembuluh darah yang menyempit adalah salah satu penyebabnya. Olah raga adalah salah satu jalan untuk meningkatkan kerja jantung yang optimal.
…Jantung akan banyak memompa darah dengan kuat sehingga oksigen bisa menyebar keseluruh bagian tubuh. Aliran darah dapat diibaratkan sebagai aliran sungai. Jika sungai tersebut mengalir dengan lancar, maka air itupun akan bersih, bening, tidak kotor dan bau.
Air yang kotor dan bau merupakan tanda-tanda rendahnya kandungan oksigen didalamnya. Ikanpun sulit untuk hidup dengan normal, bahkan lebih banyak menimbulkan kematian. Lain halnya dengan air yang mengalir, banyak kehidupan didalamnya.
Berbagai macam ikan dan hewan lainnya tumbuh dan berkembang dengan baik. Termasuk juga tumbuh-tumbuhan akan hidup dengan menghijau dan subur. Begitulah dengan darah yang mengalir lancar, akan memberikan kehidupan yang baik bagi tubuh manusia. Sel-sel tubuh akan berkembang, dan sel yang mati akan segera dibuang bersamaan dengan mengalirnya darah.
Itulah salah satu manfaat peredaran darah. Tetapi tahukah Anda bahwa ada bagian syaraf yang berada dalam otak ternyata tidak bisa teraliri oleh darah, kecuali orang tersebut dalam keadaan sujud / shalat. Posisi jantung yang letaknya berada di dada tidak cukup kuat memompa darah untuk sampai keseluruh bagian otak.
Otak berada di atas sedangkan jantung berada dibawah. Posisi sujud yang menempatkan kepala berada dibawah dan jantung berada di atas, membuat darah mengalir dengan deras keseluruh bagian otak. Seperti mobil yang bergerak pada jalan yang menurun, akan melaju dengan cepat walaupun tidak digas.
Begitu pula dengan darah. Mengalir cepat dengan membawa oksigen yang dibutuhkan oleh seluruh bagian tubuh manusia. Inilah salah satu manfaat sujud.
Ternyata Allah memerintahkan shalat bukan hanya sekedar beribadah semata, melainkan untuk kemaslahatan hidup manusia itu sendiri. Menurut Prof Hembing, Jantung hanya mampu memompa darah sebanyak 20% kebagian otak, sedangkan 80% lainnaya hanya dapat dilakukan lewat sujud / shalat.
Dengan demikian seharusnya kita bersyukur kepada Allah, telah diperintahkan shalat. Bukan sebaliknya, malah malas-malasan untuk shalat, bahkan sebagian kaum muslimin ada meninggalkannya sama sekali.
Cobalah renungkan seandainya otak tersebut idak mendapat poasokan oksigen, akibatnya akan fatal. Kemampuan otak akan menurun, daya pikir menjadi lemah. Begitu pula daya ingatan menurun drastic dan cepat lupa. Pada akhirnya urat syaraf menjadi rusak dan mati.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa ada bagian syaraf yang berada dala otak tidak pernah teraliri oleh darah kecuali saat orang tersebut dalam posisi sujud. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Dr. Fidelma, seorang ahli syaraf dari Amerika yang beragama Kristen.
Dokter tersebut sangat terkagum-kagum terhadap hasil penelitiannya. Aliran darah hanya dapat menyebar keseluruh bagian otak hanya dalam keadaan sujud. Penelitian tersebut akhirnya membuka hatinya untuk mendapat hidayah, yaitu mengakui ketinggian dan kebenaran ajaran Islam. Penlitian tersebut menuntunya masuk Islam.
Inilah salah satu bukti kebesaran dan keagungan Allah melalui ajaran Islam yang mulia. Seluruh ajaran / syariatnya selain dilakukan sebagai bentuk ibadah, juga merupakan berkah dan rahmat untuk kemaslahatan hidup manusia. Shalat yang diperintahkan merupakan anugrah yang amat besar yang harus disyukuri, bukan malah ditolak dengan meninggalkanya.
Shalat menjadikan seseorang menjadi sehat dan segar. Shalat menjadikan otak manusia menjadi luar biasa, cerdas dan kuat. Orang meninggalkan shalat berarti telah merusak pisiknya sendiri.
Orang meninggalkan shalat merarti telah mendzalimi diri sendiri, kerena akan menimbulkan kerusakan yang ditandai dengan munculnya gejala-gejala sperti cepat pusing, sakit kepala, cepat marah dan timbulnya stress. Semoga kita dijadikan sebagai hamba Allah yang mendirikan shalat dengan sabar dan syukur.

sumber: http :// areone-r1. blogspot.com/2010/06/manfaat-sujud.html
http: //www.facebook. com/pages/-ISLAM-TERBUKTI-BENAR-/298400792751)

No responses yet

makna istighfar

Aug 23 2010 Published by Dini Susanti under Renungan

Alhamdulillah kita semua mencapai usia bertemu kembali dengan ramadhan pada tahun ini. Yuk kita semua mengingat hal yang paling penting di Bulan Penuh Hikmah ini yaitu menjalani perintah Allah dan menjauhi seluruh laranganNya agar mendapatkan CintaNya.

Perbanyak Istighfar jangan lupa ya.. bukan hanya dengan mengucapkan Astaghfirullah dengan lisan kita, namun dimaknai dalam hati dan perbuatan kita.

Secara pengertian harfiah adalah memohon ampun kepada Allah atas segala dosa kesalahan kita sebagai manusia yang tidak luput dari salah dan khilaf. Dan yang terpenting adalah meniatkan dan menghujamkan tekad untuk mau berubah, tidak melakukan kembali kesalahan dan kebodohan yang sama, dan memohon kepada Allah untuk menunjukkan jalan yang benar, jalan yang diridhoiNya.

Bertekad kembali kepada kebaikan. Dan menjadi manusia yang Rahmatan lil Alamin. Bertekad kembali hidup bermanfaat dan tidak putus asa menjalani kehidupan apapun nikmat dan ujian yang datang.

Karena sesungguhnya jika kita ada niat dan berjalan satu langkah menuju kebaikan, maka pintu-pintu kebaikan lain akan terbuka. Rejeki, kesehatan, keselamatan.. inshaAllah. Jangan pernah terpetik rasa putus asa setitikpun, yakinlah selalu, perlindungan akan selalu ada selama kita yakin berjalan dengan baik dan benar. Kasih sayangNya lebih luas dari langiiiiiiiiiiiiit dan bumiiiiiiiiiiii dan apapun yang dapat terbayangkan oleh kita manusia biasa yang hanya mampu melihat dengan kedua bola mata dan hati yang tersimpan di dada, maupun oleh mahluk ciptaan Allah lainnya.

Bismillah…

One response so far

Ibu di Persimpangan Jalan

Jan 07 2010 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Renungan

IBU adalah dahan pijakan anak untuk meraih pucuk kehidupannya.
Bila dahan itu patah, anak akan jatuh bersamanya dan tidak akan pernah sampai di puncak.

Tidak ada yang dapat mengingkari betapa pentingnya peran sosok yang kita sebut IBU. Banyak orang besar yang tampil di kancah dunia karena peran seorang ibu. Thomas Alva Edison, tentu kita semua mengenal nama ini. Penemu besar yang memiliki ribuan hak paten. Namun tahukah Anda bahwa dia hanya mengenyam dunia pendidikan formal 3 bulan?

Thomas Alva Edison dikeluarkan dari sekolahnya karena gurunya beranggapan ia terlalu bodoh untuk bersekolah. Ibu Edison tidak mempercayai hal tersebut. Dengan gigih ia didik sendiri Edison di rumah. Lebih dari apa yang didapat Edison bila bersekolah, ibunya mengajarkan juga keuletan berjuang dan kemandirian. Di usia begitu muda, Edison berjualan koran untuk membiayai sendiri penelitian-penelitiannya. Bahkan di usia 10 tahun ia telah memiliki laboratorium sendiri. Bayangkan apa yang terjadi bila ibu Edison bersikap sama dengan gurunya. Mungkin listrik akan terlambat ditemukan. Dan itu berarti penemuan-penemuan yang terkait listrik juga akan terhambat.

Ibu Imam Syafi’i mewakili perjuangan ibu dari tokoh-tokoh agama. Suaminya meninggal sebelum Imam Syafi’i lahir. Ia membesarkan Syafi’i sendirian. Memotivasinya untuk belajar. Usia 7 tahun Syafi’i sudah hafal Alquran. Guru-guru ia datangkan untuk mengajar Syafi’i, biarpun untuk itu ia harus bekerja keras untuk biaya belajar anaknya.

Sosok ibu seperti yang kita harapkan, bukanlah hal yang mudah kita temui saat ini. Zaman berubah, permasalahan dalam mendidik anak berubah, tantangan semakin berat. Namun harapan untuk menemukan sosok ibu teladan tentu tidak memudar.

Tantangan Ibu Masa Kini

Ibu masa kini memiliki tanggungjawab berat. Peran ganda yang tersandang di pundaknya, antara bekerja dan mendidik anak di rumah, membuat para ibu tertatih menjalani hidupnya. Konsep pemberdayaan ibu yang digulirkan ternyata mengundang berbagai permasalahan baru. Upaya untuk meningkatkan peluang kerja bagi ibu misalnya. Tujuan dari konsep ini adalah memberdayakan perempuan secara ekonomi sehingga membuat perempuan lebih mandiri. Namun pada faktanya peran ibu yang optimal di karier, seringkali tidak diikuti peran yang optimal di rumah

Dengan banyaknya ibu yang berkiprah di luar rumah mencari nafkah, peluang terjadinya disharmonisasi keluarga lebih terbuka. Ibu yang lelah pulang bekerja, lebih mudah mengalami gangguan emosi. Anak seringkali menjadi sasaran pelampiasan. Anak juga hanya mendapat waktu sisa, sehingga komunikasi seringkali terkendala.

Anak-anak yang terabaikan, mendekatkan mereka pada kerusakan moral, pemakaian narkoba, dan pergaulan bebas. Di Bogor, angka ketergantungan terhadap narkoba sudah mencapai 2%, padahal ambang batas yang ditetapkan untuk nasional adalah 1,2% (Pusat Penelitian UI). Bahkan beberapa waktu lalu sebuah stasiun TV melansir penelitian di Jakarta, 800 siswa SD terlibat narkoba!

Penelitian seks bebas di kota-kota besar : Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya menunjukkan angka-angka yang membuat kita terhenyak. Betapa tidak. Survei yang dilakukan pada 450 responden berusia 15-24 tahun mengatakan bahwa 16% responden berhubungan seks pada usia 13-15 tahun dan 44% berhubungan seks pada usia 16 – 18 tahun (Lembaga Penelitian Synovate, September-Oktober 2004).

Hasil survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), menyatakan pula bahwa sebanyak 85 persen remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka. Penelitian pada 2005 itu dilakukan terhadap2.488 responden di Tasikmalaya, Cirebon, Singkawang, Palembang, dan Kupang.

Sedangkan berdasarkan survey BKKBN 63% remaja SMP dan SMA di Indonesia pernah berhubungan seks. Sebanyak 21% Di antaranya melakukan aborsi. Menurut Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN, M Masri Muadz, data itu merupakan hasil survei oleh sebuah lembaga survai yang mengambil sampel di 33 provinsi di Indonesia pada 2008.

Kita jadi bertanya-tanya, ada apakah dengan anak-anak kita? Bila kita kaji dengan cermat, pertanyaan ini sebenarnya salah alamat. Anak-anak kita adalah anak-anak yang sama dengan kita sewaktu masih anak-anak. Yang membedakan antara kita dan anak-anak kita sekarang adalah lingkungan yang tidak sama. Dulu di zaman kita tidak ada media massa yang bebas mengumbar pornografi. Tidak ada vcd porno yang dijual bebas di mana-mana. Tidak ada tayangan film sadis yang penuh dengan kekerasan. Dan terutama lagi, dulu kebanyakan kita masih didampingi oleh ibu.

Apa hubungannya dengan ibu? Ya, dulu ibu kita masih banyak punya waktu untuk mendidik kita, mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan menunjukkan mana yang salah. Ibaratnya kita masih memiliki perisai yang melindungi kita dari berbagai hal buruk yang terjadi di sekitar kita.

Sekarang, anak-anak kita tidak memiliki perisai itu. Ibu-ibu saat ini lebih banyak yang menghabiskan waktu di luar rumah mencari uang. Atau kalaupun di rumah, ibu-ibu tersibukkan dengan berbagai tayangan televisi seperti sinetron,telenovela dan infotainment. Alih-alih anak dilindungi dari tayangan yang tidak mendidik, malahan anak-anak diajak ikut nonton, menghabiskan sebagian besar waktunya di depan televisi.

Bukan hal yang mengejutkan lagi bila Direktur Eksekutif PKBI, Inne Silviane menyatakan ternyata sebagian hubungan seks bebas remaja dilakukan di rumah! Entah kemana ibu mereka.

Peran Ibu

Berkembangnya ide feminisme yang begitu pesat beberapa waktu terakhir ini, terasa pengaruhnya terhadap cara pandang masyarakat terhadap peran ibu. Peran ibu dianggap tidak produktif karena tidak menghasilkan materi. Bahkan beberapa pihak cenderung menganggap peran ibu mendomestikasi perempuan dan menempatkan perempuan dalam posisi inferior, tersubordinasi peran suami.

Padahal, fakta membuktikan bahwa peran ibu dalam pendidikan anak tidaklah tergantikan. Masa-masa 0-6 tahun bagi anak adalah masa keemasan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada usia ini, otak anak terbentuk sampai 80 %, kecerdasan dan dasar-dasar kepribadiannya mulai terbentuk. Karena itu, masa ini membutuhkan pendampingan dari sosok yang intens mengikuti pertumbuhan dan perkembangannya, yang mampu memberikan stimulasi optimal dengan penuh kasih sayang.

Pembantu atau pengasuh bayi tentu jauh dari kriteria itu. Tempat Penitipan Anak atau kelompok bermain yang diikuti anak juga tidak dapat memberikan stimulasi optimal. Tempat ini dirancang untuk menangani banyak anak, sehingga kebutuhan individu anak akan kasih sayang tidak terpenuhi seperti bila ibu yang intens mengasuhnya. Kasih sayang adalah salah satu makanan otak, yang membuat otak berkembang optimal selain gizi dan stimulasi.

Pengasuhan dengan kasih sayang yang tulus juga dibutuhkan anak dalam perkembangan kecerdasan emosionalnya. Ketika anak merasa disayang, ia belajar untuk menghargai dirinya, menumbuhkan rasa percaya diri, kemampuan untuk berempati dan berbagi kasih sayang kepada orang lain.

Berbeda dengan anak yang kekurangan kasih sayang. Mereka cenderung mengembangkan perasaan negatif, merasa tidak diterima sehingga penghargaan terhadap dirinya sendiri rendah. Anak seperti ini akan cenderung menjadi anak tertutup, rendah diri dan menyimpan potensi gagal dalam kehidupannya.

Kasih sayang yang tulus dan berlimpah tentulah datang dari seorang ibu. Pemahaman yang utuh terhadap anak juga tentu datang dari ibu. Bila fungsi ibu terabaikan karena ibu harus keluar rumah, maka adakah fungsi ini akan tergantikan?

Dilema Ibu

Berperan sebagai ibu ideal tentu adalah cita-cita seorang ibu. Mendampingi anak, mendidik mereka dengan baik dan mencetak mereka menjadi generasi unggul yang akan mewarisi negeri ini. Namun, ibu dihadapkan pada banyak tantangan.

Tantangan terbesar tentu faktor ekonomi. Banyak ibu yang terpaksa meninggalkan rumah untuk ikut menopang ekonomi keluarga. Gaji suami yang tidak memadai, sementara harga-harga kebutuhan yang makin melambung tinggi, membuat para ibu turun tangan ikut bekerja.

Kondisi ini membuat anak-anak tumbuh tanpa kontrol dan pendidikan yang tepat. Tidak ada yang peduli apa yang ditonton anak dan apa yang dilakukan anak bersama teman-temannya. Orangtua hanya bisa terkejut saat anak ketahuan terlibat masalah serius atau menjadi korban. Tawuran, narkoba, pergaulan bebas, atau kasus kriminal.

Tantangan kedua adalah pengetahuan ibu terhadap pendidikan anak. Berapa banyak ibu yang hanya tinggal di rumah namun tidak mampu mendidik anak dengan baik. Ia tidak mengenal potensi yang dapat dikembangkan pada anak dan bagaimana mengembangkannya.

Lebih parah adalah ibu yang bekerja dan sekaligus tidak mampu mendidik anak. Ibu-ibu semacam ini tidak memiliki target dalam mendidik anak. Anak dibiarkan seperti air mengalir, terserah mau jadi apa nantinya.

Kondisi ibu semacam ini tentu tidak bisa diharapkan dapat melahirkan generasi unggul. Pemerintah seharusnya memiliki kepedulian yang besar dalam masalah ini. Bukankah generasi unggul yang dapat melepaskan bangsa ini dari krisis yang terus membelit? Apakah kita akan bertahan dengan berbagai kerusakan yang melanda bangsa ini? Pepatah bahkan mengatakan bahwa pemimpin yang sukses adalah pemimpin yang berhasil mencetak pemimpin yang lebih baik.

Selama ibu masih harus disibukkan dengan mencari nafkah, selama ibu masih tidak memahami pendidikan anak, selama itu pula generasi unggul tidak akan lahir . Bangsa kita akan terus terpuruk tidak mampu bangkit.

Tugas pemerintah adalah menjamin agar ibu bisa menjalankan peran keibuannya dengan sempurna. Bukan malah mendorong ibu untuk bekerja keluar rumah, bahkan keluar negeri dengan memberikan julukan pahlawan devisa. Itu sama artinya negara ini tengah menjual masa depannya.

Tugas negara pula untuk menjamin pendidikan para ibu. Pendidikan dengan kurikulum yang tepat. Agar para ibu tidak hanya menjadikan materi sebagai orientasi hidupnya. Namun sesungguhnya, ibu punya tanggungjawab besar di pundaknya untuk masa depan bangsa. Maka, tidak salah kalau dikatakan perempuan adalah tiang negara. Bila tiang itu roboh, maka tunggulah waktu keruntuhan negara.[]

Oleh: Salma Nurul Izza
*Penulis adalah aktivis Hizbut Tahrir Indonesia.
sumber: http://hizbut-tahrir.or.id/2009/12/23/ibu-di-persimpangan-jalan

3 responses so far

Older posts »