Archive for the 'Personal' category

Pindahan ke Bintaro

Jun 24 2011 Published by Dini Susanti under Indonesia,Personal

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah. Kemuliaan hanya MilikNya. Sejak bulan lalu keluarga kami sudah boyongan ke Jakarta, tepatnya Bintaro Jakarta Selatan. Satu bulan ini kami sibuk cari sekolah buat teteh. Hampir setiap hari cari-cari lewat internet, tanya kanan kiri dan kalo sempat langsung survey ke lokasi. Jika cocok kami buat appointment untuk assesment test dan registrasi, namun hingga pertengahan Juni belum ada keputusan final, akhirnya baru hari ini kami putuskan memilih sekolah Budi Mulia Dua Bintaro, yayasan tersebut dimiliki oleh Bpk. Amien Rais, bangunan sekolah bagus, kurikulum nasional dengan international approaching, dengan mengusung moto Sekolah bilingual islamic modern dengan pendekatan international. Mereka berakreditas A+ juga memakai cambridge international examination. Dan paling penting juga teteh suka dengan guru2nya, malah ketika observasi minta tambahan waktu untuk ngobrol dan bermain dengan gurunya tersebut. Semoga kedepannya berjalan sesuai harapan.

Bintaro merupakan wilayah tertata apik dan rapih, sebulan berseliweran diwilayah ini membuat saya lupa jika sudah pindah ke Jakarta, kemiripan dengan Kuala lumpur masih terasa, terutama dalam menempuh jalur2 tertentu selalu melewati jalan-jalan tol, sejauh ini tidak ada kemacetan berarti yang saya alami. Sungguh kawasan yang nyaman untuk membesarkan anak2, daerah hijau masih sangat luas dan strategis mencapai lokasi2 aktivitas, dari sekolah Budi Mulia Dua dicapai 25 menit, dekat dengan atm, pasar modern, masjid, rumah sakit dan banyak lagi, dan pastinya kulinernya Indonesia gitu loh.. mmh yummi.. enak2 menggoyang lidah..

Semoga ditempat baru ini membawa berkah dan diRidhoi Allah SWT.

5 responses so far

Hello Poy2…!

Jan 26 2010 Published by Dini Susanti under Personal

Aunty next door ask Bebi Ilmi name.

I said: Ilmi..,
She ask: Aimen?,
I said: no, that’s not the name, well u can call him Fauzi lah,
She said: ow oke, hello Poy Poy,
I said: yeah Poy2 oke lah …
HeHeHeHe

One response so far

Time is all you need my boy..

Dec 28 2009 Published by Dini Susanti under Personal

Be patient ..
There will be someday for you
Walking on the line
Thinking ..
Feeling ..
Playing ..
Time is all you need ..
(InsyaAllah)

One response so far

ice skating hari pertama

Dec 18 2009 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Personal

Hari minggu yang lalu kami memperkenalkan Audin dengan ice skating di sunway piramide. Alhamdulillah Audin mendapatkan guru perempuan yang sangat perhatian dan mengajarkan setiap step dengan baik dalam bahasa english yang dikuasai.

Meski kami tidak berada disebelahnya dan mendengarkan setiap kata sang guru, namun kami lihat dari kejauhan bahwa dia sangat menyukai gurunya dan pelajaran yang didapatnya. Bahkan sudah dapat melangkah beberapa step di ice.

Jikadia tidak menyukainya kami akan sulit memperkenalkan lebih lanjut ice skating. Syukurlah guru pertamanya sangat sangat baik dan menguasai karakter anak-anak.
Diakhir les ice skating kami tanyakan hasil pelajaran yang didapatkan, Audin menyanyi lagu mengarang indah:

learn learn learn you have to learn..

learn what teacher said..

do not fall it will be hurt..

take your step in the ice..

take your step like this and this (mencontohkan langkah di ice).. and move like this (mencontohkan meluncurnya)..

audin

Itulah seorang anak, pada usianya akan mendengarkan APAPUN yang guru katakan, meniru yang guru contohkan. Dan menjadi sedemikian rupa yang guru ajarkan.

Pendidikan usia dini bisa mereka dapatkan dimana saja, dari sumber apapun, dan menurut mereka anda (lingkungan) selalu benar, setiap orang menjadi guru, dan segala informasi mata dan telinga jadi media belajar.  Maka kami pun berusaha agar dapat firewall yang membatasi mereka dari virus dan spyware yang merusak. Jadilah juga google  bagi mereka mencari informasi. Upgrade selalu pengetahuan agar mereka bisa copy paste yang baik dan benar. Dan agar otak mereka mendownload yang baik-baik saja untuk masa depan.

Ya, kami menuju kearah sana, insyaALLAH.

No responses yet

cabut gigi geraham bungsu

Nov 19 2009 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Personal

Hampir satu bulan yang lalu saya cabut gigi geraham bungsu di pojok kanan atas..

Sebelum dicabut saya bertanya banyak hal kepada dokter gigi. Antara lain apakah ada resiko pencabutan? bagaimana perawatan pasca cabut? dan lain-lain. Sebelumnya juga sudah searching2 di internet mengenai resiko dan sebagainya. Dan memang ada resiko yang harus dijalani apalagi bila sang gigi disahkan harus di cabut dengan cara operasi kecil karena artinya ada pelukaan yang dilakukan oleh alat bukan secara alami pencabutan gigi biasa.

Alhamdulillah gigi geraham bungsu saya yang memang sudah keropos dan bikin gusi dan gigi2 sebelahnya ikut linu dan nyut nyutan dinyatakan harus dicabut namun dengan pencabutan gigi biasa, menggunakan tang. Sebelum dicabut seminggu sebelumnya pun diberi obat penghilang sakit dan antibiotik, dan dilaksanakan minggu berikutnya setelah rasa sakit hilang.

Ketika dicabut tidak terasa sakit, karena dokter memberikan dua kali suntikan pada gusi depan dan belakang gigi yang akan dicabut. Setelah dicabut ada kain kasa yang harus digigit untuk mengurangi pendarahan.

Perhatikan betul perawatan pasca cabut gigi. Karena jika tidak dirawat dengan betul, bisa terjadi open socket (lubang pada gusi) karena gusi belum menutup sempurna. Atau juga terjadi pendarahan terus menerus karena ketika gusi masih mengalami luka anda tidak merawatnya.

Saat ini gigi dan gusi pasca cabut gigi sudah berselang hampir 30 hari baru bisa merasakan kenyamanan sikat gigi dan makan kembali dengan baik. Sebelumnya gusi bisa dikatakan dalam masa pemulihan, masih linu dan jika sikat gigi masih ada darah keluar (walaupun dengan sikat halus).

Perawatan pasca cabut gigi berdasarkan pengalaman pribadi:
1. istirahat yang cukup, karena syaraf gigi tengah memulihkan kondisinya, syaraf gigi dan tubuh anda perlu istirahat.
2. tekan secara lunak kain kasa yang diberi dokter. ganti setiap 30 menit setelah cabut gigi hingga darah berhenti. Pada malam hari tidak perlu ganti kain kasa jika tidak diperlukan.
3. bersabar selama kurang lebih 3 hari (umumnya secara normal darah berhenti dalam satu hari) namun bisa kemungkinan darah berhenti di hari kedua atau ketiga.
4. jangan gunakan untuk makan. gunakan sisi satu lagi, jika dicabut dikiri, gunakan sisi kanan untuk makan.
5. makan bubur/makanan lunak dihari pertama, agar mulut tidak mengunyah terlalu kuat.
6. ketika gusi masih berdarah jangan minum dengan sedotan, karena dapat menekan luka, minum seperti biasa saja dengan hati2.
7. selama kurang lebih 3 hari jangan minum atau makan makanan minuman terlalu panas, karena gusi masih luka, minum dingin lebih baik.
8. jangan berkumur dulu disisi pencabutan gigi, agar darah kembali menggenangi gusi yang terbuka, jika berkumur bisa menyebabkan luka kembali terbuka.
9. jangan menyikat gigi disisi pencabutan gigi. gunakan kapas lembut untuk membersihkan gigi2 lain disekitar sisi pencabutan gigi.
10. setelah gusi sudah terasa baik pada sisi pencabutan gigi, bersikat gigilah menggunakan sikat halus agar tidak melukai gusi.

7 responses so far

Jahitan perineum dibuka dan dijahit lagi?

Sempat jadi pikiran dua minggu yang lalu,
setelah kejadian constipasi (sulit buang air besar) dan melakukan ngeden yang cukup kuat, padahal jahitan di perineum (episiotomi) terasa belum menutup sempurna, kepikiran dan rasa cemas muncul.
Apalagi setelah ngeden BAB sempat terjadi sedikit cairan nifas atau entah bukan (karena cemas tadi jadi mikir yang engga2) dalam volume yang lebih banyak dari biasanya.

Lalu kami meluncur ke Ampang Specialist Hospital untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Saya ditangani oleh bagian emergency karena kami kesana malam hari, bagian spesialis kandungan ga available. Seorang dokter jaga melakukan pemeriksaan dan menyatakan bahwa saya tidak mengalami pendarahan. Fiuh syukur alhamdulillah, namun beliau menyarankan kami untuk visit kembali dokter kandungan yang membantu persalinan kemarin agar dicek menyeluruh. Beliau memberikan obat pelunak feses dengan merk Duphalac, obat yang aman dikonsumsi ibu hamil dan menyusui, bahkan dalam jangka panjang sekalipun dan bisa dibeli di farmasi jika sudah habis. Kami pulang ke apartemen larut malam, setelah proses menunggu yang lamaaa banget di emergency, saat itu banyak orang yang lebih mendapat skala prioritas penanganan.

Keesokan harinya kami visit dokter kandungan, namun bukan dokter kandungan yang membantu persalinan kemarin. Agak malu untuk mengunjungi beliau lagi (Dr Bee) karena beliau dokter laki-laki (dokter jaga di hari raya yang available karena saya pecah ketuban saat itu), juga saat itu Dr Ariza yang setiap bulan kami visit sedang tidak available. Finally kami visit seorang dokter wanita di pantai cheras hospital, Dr Suriati Akmal. Dokter yang sangat ramah, beliau menjawab semua pertanyaan kami. Beliau melakukan pemeriksaan dan meyakinkan kami bahwa jahitan perineum saya tidak ada problem, fiuh alhamdulillah.. seketika seluruh rasa cemas menguap dan syaraf2 yang tegang kembali mengendur.

Saran saya untuk ibu yang mendapat jahitan perineum (episiotomi) setelah melahirkan, mintalah obat pelunak feses jika mengalami konstipasi (sulit BAB) dalam dua minggu awal setelah melahirkan, cek up kembali ke dokter kandungan anda. Jahitan akan menyatu dengan daging kembali dalam 5-7 hari, dan insyaAllah sempurna setelah 2 minggu setelah melahirkan. Lebih amannya, dapat kembali normal setelah 40 hari setelah melahirkan. Jaga bagian jahitan agar selalu kering (keringkan dengan tissu setelah kena air), dan jangan segan ganti pembalut bila terlalu lembab (bisa menyebabkan gatal).

No responses yet

Pasca melahirkan beberapa yang harus jadi perhatian

Oct 09 2009 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Personal

Alhamdulillah,..

Sudah 4 minggu! sejak deliver baby 19/09/09 yang lalu. Banyak yang ingin saya sharing.

Ketika tiba akan melahirkan anak kedua, kami memutuskan untuk menjalaninya tanpa ingin merepotkan siapapun. Tidak juga kedua orangtua kami di bogor. InsyaAllah banyak hikmah yang kami petik. Pengalaman melahirkan anak pertama yang ada di postingan ini – disini hampir sama dari kemudahan mengeluarkan bayi, alhamdulillah, namun prosesnya sedikit berbeda. Dan sebagai pengingat untuk saya sendiri tulisan ini dibuat, juga semoga bermanfaat untuk siapa saja.

Berbagi pengalaman hamil dan melahirkan (anak kedua)

Selama menjalani kehamilan, jangan lupa untuk selalu : berdoa. Memohon pada Allah agar dilancarkan, diselamatkan dan sehat ibu dan bayi nanti. Mohon ridho juga dari ibu bapak, dan orang-orang yang anda kenal agar ikut mendoakan. Sedikit kasih info hadist Rasullullah SAW dibawah ini:

Bersabda Rasulullah shollallahu ‘alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah Ta’ala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik..” (HRTirmidzi 2065)

Kita ga pernah tau deh, proses persalinan nanti seperti apa, apakah sesuai rencana kita atau ada hal lain yang terjadi diluar kehendak kita sebagai manusia. Melahirkan adalah sebuah proses natural seorang wanita, dan dalam prosesnya dijalani berbeda2 setiap wanita, ada yang prosesnya lama, cepat, diberi jahitan, induksi, dengan operasi dan lain-lain.

Untuk kelahiran anak kedua yang lalu, alhamdulillah saya mengalami proses melahirkan dengan normal dan lancar. Namun ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian dalam pasca melahirkan yang akan saya sharing nanti.

Persiapan Sebelum Melahirkan
Persiapan Mental :
Persiapkan selalu untuk menghadapi apapun yang mungkin akan terjadi dalam persalinan. Tidak akan ada yang mengetahui bagaimana proses persalinan nanti akan berlangsung, apakah akan secara normal; normal tanpa induksi, alat ataupun obat2an lain, normal dengan induksi, atau normal dengan alat bantuan, ceasar; ceasar yang direncanakan atau tidak direncanakan. Dan apakah tanda melahirkan diawali dengan keluarnya bercak darah atau ketuban pecah dini. Dalam hal ini ibu dan suami diharapkan selalu siap untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan apapun yang dapat terjadi. Pasrah, tawakal dan berusaha yang terbaik.

kelahiran anak kedua saya berbeda dengan kelahiran anak pertama. Anak yang pertama tanda melahirkan diawali dengan keluarnya bercak darah dan kelahiran anak kedua ditandai dengan pecahnya ketuban. Pada persalinan pertama saat itu saya masih dapat bersantai-santai di rumah menanti kontraksi lebih cepat sebelum datang ke hospital, namun pada kelahiran anak kedua, yang ditandai dengan pecah ketuban, saat itu juga kami segera meluncur ke hospital yang sudah kami booking. Pecahnya ketuban yang terjadi pukul 3 dini hari di bulan puasa juga sempat membuat panik mode on, karena artinya dokter Ariza (female) yang rutin memantau perkembangan bulanan dan akan bantu delivery baby sedang cuti dan saya akan dibantu dokter jaga pada hari itu yang belum diketahui. Hal ini menimbulkan sedikit stressing, namun secepat mungkin dapat diatasi karena keinginan untuk melahirkan normal, dan lancar. Pasrah, tawakal dan ikhtiar yang terbaik saja sebelumnya.

Persiapan Fisik
Yang pernah melahirkan pasti paham bahwa proses persalinan adalah proses yang banyak melelahkan (buat saya sih sangat melelahkan :D ). Persiapkan selalu diri kita sejak bulan ke 9 kehamilan, persalinan bisa terjadi kapansaja. Makan bergizi dan minum yang cukup banyak, jangan hentikan aktivitas seperti berjalan pagi, atau kegiatan rumah lainnya (untuk yang bekerja pastikan udah cuti), jangan lupa juga istirahat yang cukup. Dengan aktivitas, istirahat dan gizi yang baik, energi dan tenaga untuk menghadapi persalinan nanti diharapkan cukup baik, insyaAllah dapat membantu prosesnya agar lancar dan cepat, ibu juga tidak anemia dan mengalami lemas kehabisan energi, karena proses persalinan bisa berbeda2 waktunya pada setiap orang, ada yang lama, ada yang cepat, dan umumnya melelahkan.

Semasa hamil dianjurkan ngemil, meminum susu ibu hamil, mengusahakan minum satu sendok sari kurma atau madu, minum vitamin ibu hamil dan minyak ikan. Dan setiap hari juga usahakan untuk sedikit tidur siang.

Persiapan Material
Selain list barang-barang yang harus dibawa ibu, bapak, dan keperluan bayi newborn nanti, juga persiapkan kartu rumah sakit, uang cash, kartu debit, kartu kredit dan lain-lain untuk keperluan administrasi masuk rumah sakit, agar ibu segera mendapat penanganan dari hospital dengan cepat dan baik tanpa ribet dengan administrasi.

Sejak awal kamu sudah merencanakan untuk pakai kartu kredit jika terjadi persalinan kapan aja. Tinggal gesek dan ga ribet. Setelah itu baru kami lunasi secepatnya, sehingga tidak menyimpan uang cash yang besar.

Apapun tanda awal persalinan nanti mintalah bantuan orang terdekat untuk menemani berangkat ke hospital. Jika diawali dengan bercak darah, maka selang kontraksi 10 menit dapat menjadi patokan anda meluncur ke hospital. Jika diawali dengan pecah ketuban, saat itu juga anda harus segera ke hospital agar dapat dicek status air ketuban dalam rahim anda.

Saat persalinan
Nah tiba deh di saat yang dinanti2. Setelah anda tiba di rumah sakit, perawat akan mengecek pembukaan jalan lahir. Jika bukaan belum mencapai 5, biasanya anda ditempatkan di ruang lain (selain ruang bersalin), disini akan diberi alat pantau detak jantung janin dan ibu, alat tersebut diikat diperut ibu, sama sekali tidak menyakitkan. Dalam proses menuju bukaan kelima keatas ada kemungkinan pemberian induksi melalui infusan jika terjadi bukaan yang lambat atau ada hal lain yang diputuskan oleh dokter kandungan anda untuk keselamatan ibu dan janin dan jika dicek bukaan sudah 5 keatas, anda akan dibawa ke ruang bersalin.

Pertama kali di ruang bersalin, saya sarankan anda untuk menguatkan NIAT. Berniatlah untuk menjalani proses persalinan dengan baik dan lancar, karena Allah, pasrahkan dan tawakal. Secara garis besar dalam persalinan nanti:
1. Bismillah, niat karena Allah
2. Menikmati kontraksi, jangan menahan rasa sakit tapi biarkan datang, karena kontraksi terjadi untuk membantu rahim mengeluarkan bayi lewat jalan lahir. setiap kontraksi datang ucapkan alhamdulillah
3. Jangan berteriak2, karena selain mengganggu oranglain (berisik) juga menghabiskan energi. Simpan energinya untuk mengedan nanti.
4. Atur napas. Ketika kontraksi datang napas dengan pendek2 (karena sulit ambil napas panjang, paru2 akan terasa seperti ditekan kuat saat ini, jadi paling enak itu ambil napas pendek2, jangan malah nahan napas ya??). narik napas pendek2 seperti ini: hah, hah, hah, hah, hah, teruuus selama kontraksi cepat dan ga terputus2. setelah kontraksi lewat, tarik napas panjang dan hembuskan haaaaaaaaaaaah… seperti rasa lega, anda harus istirahat sejenak di jeda waktu ini, riileeeeks, lalu kembali ulang napas pendek jika kontraksi datang, begitu seterusnya hingga sensasi ingin ngeden datang.
5. Jika terasa keinginan seperti ingin buang air besar datang, katakan segera pada nurse atau dokter disana, beliau akan mengecek jalan lahir bayi, jika sudah sempurna mereka akan ijinkan anda mengedan. Dan mengedanlah, seperti orang mengedan buang air besar. Jangan angkat pantat, pantat tetap di tempat tidur, dan fokus ke bagian bawah (jalan lahir bayi), nanti akan terasa kok bu, dan berjalan natural anda akan mengedan (push) dibagian itu.
6. Jika bayi sudah keluar dokter akan minta anda mengedan sekali lagi untuk mengeluarkan plasenta atau ari-ari bayi. Disini bakal plong deh.. seperti pengen BAB dan setelah keluar legaaa…
7. Dokter akan melakukan episiotomi (jahitan antara vagina dan perineum) bisa sedikit jahitan atau mungkin banyak tergantung panjang pendeknya dokter melakukan pemotongan jika ada.
7. Setelah selesai semua, dokter keluar ruangan dan anda dipantau selama dua jam di ruang bersalin, dilihat apakah terjadi pendarahan pasca melahirkan atau tidak, jika tidak ada pendarahan maka anda akan dibawa ke ruang inap rumah sakit. Ucapkan syukur alhamdulillah..

Pasca Melahirkan
Tugas anda setelah melahirkan yang paling penting adalah ISTIRAHAT!
Anda pasti sangat lelah pada beberapa jam setelah melahirkan, disarankan tidur sebanyak 8 jam setelah melahirkan (lupa sumber infonya nanti saya cari kalo ga lupa). Tidur disarankan juga dengan bantal yang menunjang kepala lebih tinggi dari badan agar aliran darah lancar. Setelah lebih dari 8 jam disarankan ibu melakukan mobilisasi atau bergerak, bangun dari tempat tidur dan berjalan sebentar di kamar agar aliran darah mengalir lancar keseluruh tubuh.

Pasca melahirkan, beberapa yang harus jadi perhatian:
1. Anda harus bisa mengeluarkan air seni (kencing), 8 jam setelah melahirkan. Keluarnya air kencing, menyatakan anda sehat dan normal, untuk BAB biasanya belum akan terjadi setelah beberapa hari.
2. Anda akan merasakan sensasi nyeri di vagina, dan tulang ekor. Nyeri ini biasanya akibat adanya jahitan dokter, dan nyeri pada tulang ekor karena proses mengedan. Semua rasa nyeri ini akan hilang dalam beberapa hari, dokter juga biasanya memberikan obat penghilang rasa nyeri untuk kurang lebih satu minggu.
3. Darah nifas yang keluar setelah melahirkan berbeda2 waktunya setiap orang, ada yang seminggu setelah melahirkan sudah bersih, ada dua sampai empat minggu. Jadi anda jangan khawatir.
4. Jika anda mendapat jahitan dari dokter, jangan mengedan terlalu keras saat buang air besar. Biasanya dokter akan memberikan pelunak feses untuk satu minggu, jika tidak mungkin jahitan anda tidak terlalu panjang jadi tidak terlalu masalah. Umumnya jahitan akan menyatu dengan daging dan jaringan baru terbentuk baik setelah 5-7 hari, dan sempurna setelah 2 minggu. Jika anda mengalami konstipasi (sulit BAB) pada waktu ini, segera hubungi dokter anda, dan atur pola makan dengan makanan yang banyak serat, banyak minum dan makan buah2an berair.

Nah demikian pengalaman saya dan beberapa informasi untuk ibu semoga bermanfaat. Dan perhatikan betul kondisi setelah melahirkan ya.. Ingat tugas paling penting adalah istirahat! Bila ibu sehat dan bahagia bayi pun insyaallah demikian. Salam.

10 responses so far

kapan bayi lahir?

Sep 09 2009 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Personal

Perhitungan EDD atau Estimation Delivery Date ternyata tidak sulit, kalender kelahiran menghitung perkiraan kelahiran bayi sebagai berikut:
Jika awal menstruasi terakhir ibu adalah 7 oktober 2008 ( tanggal 7 bulan 10 ) maka perhitungannya sebagai berikut :
10 – 3 = 7 (bulan ke- 7 atau bulan July)
7 + 7 = 14 (tanggal 14)

maka perkiraan waktu lahir tanggal 14 July 2009

Namun menurut penelitian hanya berkisar 5% ibu yang melahirkan sesuai tanggal perkiraan ini, sebagian besar lebih lambat, dan sebagian kecil lebih cepat (untuk kelahiran normal).
Lain halnya jika ibu diharuskan melahirkan secara ceasar karena beberapa kendala/masalah yang banyak macamnya sehingga menyebabkan dokter mewajibkan ibu bedah ceasar, maka kelahiran bayi selalunya dilakukan lebih cepat dari waktu perkiraan lahirnya.

Saat ini saya tengah menjalani kehamilan di minggu 36 – 37 dengan waktu EDD 3 Oktober 2009. Namun dokter Ariza di Ampang Puteri Spesialist KL mengatakan biasanya jika anak pertama lahir lebih cepat dari EDD demikian juga anak kedua kemungkinan besar akan mengalami hal yang sama.

Kita tunggu saja ^_^ deg degan juga nih ..

No responses yet

Older posts »