<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Dini Susanti Isnandi</title>
	<atom:link href="http://dini.isnandi.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dini.isnandi.net</link>
	<description>Berbagi Tips &#124; Berbagi Hati &#124; Berbagi Pikiran &#124; Berbagi Pengalaman &#124; Berbagi Cerita</description>
	<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 03:11:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri</title>
		<link>http://dini.isnandi.net/2008/09/30/selamat-hari-raya-idul-fitri/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2008/09/30/selamat-hari-raya-idul-fitri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 03:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam kesempatan kali ini Saya pribadi dan Kami keluarga Isnandi mengucapkan :
&#8221; SELAMAT IDUL FITRI 1429 H, MOHON MAAF LAHIR BATHIN &#8221;
Kata yang keluar mungkin menyakitkan, tolong jangan disimpan dihati,
Laku yang keluar mungkin melukai, mohon beri maaf pada kami,
Jika kami pernah melakukan kesalahan mohon disampaikan kepada kami agar dapat dikoreksi,
Bingkisan maaf juga kami berikan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2122/2351973264_548a841b38.jpg?v=0" alt="" /></p>
<p>Dalam kesempatan kali ini Saya pribadi dan Kami keluarga Isnandi mengucapkan :<br />
&#8221; SELAMAT IDUL FITRI 1429 H, MOHON MAAF LAHIR BATHIN &#8221;</p>
<p>Kata yang keluar mungkin menyakitkan, tolong jangan disimpan dihati,<br />
Laku yang keluar mungkin melukai, mohon beri maaf pada kami,<br />
Jika kami pernah melakukan kesalahan mohon disampaikan kepada kami agar dapat dikoreksi,<br />
Bingkisan maaf juga kami berikan untuk semua sahabat hidup kami,<br />
Mohon dibalas bingkisan maaf kami dengan ampunan dihati.</p>
<p>Wassalamu &#8216;Alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2008/09/30/selamat-hari-raya-idul-fitri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Blogger dan blogging</title>
		<link>http://dini.isnandi.net/2008/09/16/blogger-dan-blogging/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2008/09/16/blogger-dan-blogging/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 23:34:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/2008/09/16/blogger-dan-blogging/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Jaman sekarang memiliki sebuah blog sudah sangat mudah. Setiap orang dapat menulis dan mengupload file/gambar apapun dengan blog (blogging) secara bebas. Dan mempublish hasil karya tulis/gambar melalui berbagai fasilitas yang bisa di temui secara mudah di internet.
Blogging bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas penyedia hosting gratis atau membayar jasa hosting berbayar. Fasilitas blog gratis bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dini.isnandi.net/wp-content/uploads/2008/09/blogdini.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="141" alt="blogdini" src="http://dini.isnandi.net/wp-content/uploads/2008/09/blogdini-thumb.jpg" width="200" border="0" /></a> </p>
<p>Jaman sekarang memiliki sebuah blog sudah sangat mudah. Setiap orang dapat menulis dan mengupload file/gambar apapun dengan blog (blogging) secara bebas. Dan mempublish hasil karya tulis/gambar melalui berbagai fasilitas yang bisa di temui secara mudah di internet.</p>
<p>Blogging bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas penyedia hosting gratis atau membayar jasa hosting berbayar. Fasilitas blog gratis bisa dari penyedia seperti blogger.com, wordpress.com, friendster.com, flickr.com dan lain-lain. Fasilitas jasa hosting berbayar juga gampang dicari. Dan  kini marak memberikan harga semurah-murahnya pada layanan mereka. Untuk hosting di Indonesia bisa ditemui mulai dari kisaran harga Rp. 1000/bulan hingga ratusan ribu perbulan. Sudah jarang ditemui lagi harga jutaan rupiah untuk jasa hosting perbulan. Sulit sekali untuk bisa bersaing dengan hosting lain dengan kisaran harga sebesar itu. Kecuali mungkin untuk dedicated atau colocation server masih berkisar diatas harga $100/bulan.</p>
<p>Jika blogger memilih untuk blogging pada jasa hosting gratis, maka blogger mendapatkan subdomain yang diberikan dengan nama unik pilihannya. Contoh: <strong>dini.wordpress.com</strong> untuk blogger yang menggunakan username <strong>dini </strong>pada penyedia jasa blog dari <strong>wordpress.com</strong>. Meski hanya menempel pada domain utama misalnya subdomain.wordpress.com namun nama subdomain tersebut 100% menjadi milik blogger karena jika suatu saat blogger ingin menutup account atau menghapus blog mereka, subdomain tersebut otomatis tidak akan dapat digunakan kembali oleh siapapun. </p>
<p>Sedangkan jika blogger memilih jasa hosting berbayar maka blogger harus membeli nama domain unik pilihan sendiri yang belum digunakan oleh orang lain. Misalnya bisnisweb.com, dini.org, dini.net, blogger berhak memakai nama tersebut hingga batas satu tahun dan setelah satu tahun blogger wajib melakukan renewal atas domain tersebut, jika blogger masih menginginkan memakai domain tersebut. Jika blogger lupa untuk renewal maka nama domain tersebut akan masuk &#8216;redemption&#8217;, suatu masa dimana nama domain tidak bisa digunakan oleh siapapun dan setelah keluar masa redemption maka domain akan available kembali bagi siapapun untuk memiliki domain tersebut.  </p>
<p>Fasilitas jasa blogging gratis memiliki banyak keuntungannya dibanding kekurangannya.<br />
Keuntungannya :<br />
1. Gratis pastinya<br />
2. Mendapatkan template gratisan yang otomatis ada atau bisa diunduh dari penyedia dengan mudah. Berganti-ganti template juga tidak masalah.<br />
3. Tidak repot dengan renewal domain setiap tahun atau reminder harus bayar hosting tiap bulan<br />
4. Banyak tawaran widget yang juga menarik dan sesuai karakteristik blogger</p>
<p>Kekurangannya :<br />
1. Template yang dapat digunakan terbatas. Karena blogger tidak bisa dengan bebas menggunakan template/desain untuk blog sebebasnya sesuai kreasi.<br />
2. Ada beberapa widget yang tidak bisa di gunakan pada blog.</p>
<p>Untuk fasilitas blogging pada hosting berbayar Kekurangan diatas dapat di hilangkan<br />
keuntungannya :<br />
1. Desain website atau blog dengan sebebas-bebasnya sesuai kreatifitas (untuk beberapa orang poin no. 1 ini sangat penting, terutama untuk organisasi komersil maupun non komersil yang ingin fokus dan punya karakteristik)<br />
2. memiliki domain yang unik sesuai keinginan dan karakter misalnya <strong>aku.com. </strong>Dengan nama unik ini sang blogger terlihat lebih &#8216;menjual&#8217;<br />
3. Memiliki space penyimpanan file/data yang lebih besar dan permintaan bandwith yang disesuaikan dengan kapasitas file yang ada.<br />
kekurangannya:<br />
1. harus melakukan renewal hosting dan domain, jika terlupa maka hosting akan di suspend dan domain akan hangus. Jika domain hangus maka akan available kembali untuk dimiliki oleh orang lain.</p>
<p>Anda pilih yang mana? fasilitas manapun yang anda pilih adalah pilihan yang paling baik untuk anda. Menulis blog bisa menjadi media untuk anda &#8216;menjual&#8217; skill anda, memasarkan produk, diary kehidupan anda, atau bahkan menjadi media untuk beramal. Menyampaikan ilmu bermanfaat walau sedikit namun dengan niat tulus, tidak ada bandingannya. Siapapun anda, salut untuk anda. Selamat blogging.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2008/09/16/blogger-dan-blogging/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>kartu kredit banci ^^</title>
		<link>http://dini.isnandi.net/2008/09/09/kartu-kredit-banci/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2008/09/09/kartu-kredit-banci/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 02:16:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Semasa masih gawe di Jakarta dulu para sales kartu kredit gencar menawarkan kartu kredit dengan berbagai penawaran bunga dan hadiah pembukaan kartu yang menarik. Namun sedikitpun saya gak tertarik untuk bikin. 
Lalu suatu ketika husband menawarkan untuk membuat kartu tambahan dari salah satu kartu kredit yang dimilikinya. Saya otomatis setuju, dengan rencana awal, kartu tambahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semasa masih gawe di Jakarta dulu para sales kartu kredit gencar menawarkan kartu kredit dengan berbagai penawaran bunga dan hadiah pembukaan kartu yang menarik. Namun sedikitpun saya gak tertarik untuk bikin. </p>
<p>Lalu suatu ketika husband menawarkan untuk membuat kartu tambahan dari salah satu kartu kredit yang dimilikinya. Saya otomatis setuju, dengan rencana awal, kartu tambahan ini akan digunakan untuk keperluan seperti belanja bulanan dan kebutuhan harian lainnya.</p>
<p>Namun yang terjadi dalam prakteknya berbeda. Dari tiga buah kartu kredit yang dimiliki husband dan satu kartu tambahan yang dimiliki oleh saya, semua akhirnya terpakai juga. Semua kartu memiliki beban yang harus dibayar. Awalnya dengan disiplin kami memakai kartu dengan pemakaian yang terhutang pada gaji bulan selanjutnya. Arti kata lain, kami memakai kartu bulan ini untuk dibayar pada gaji bulan berikutnya sebelum terhitung mendapat bunga. Rencana ini kurang memuaskan. Kami melakukan beberapa langkah pemangkasan hutang yang ada, dan memblokade rencana berhutang di kemudian hari:<br />
1. kartu tambahan dihilangkan. Pengalaman membuktikan kartu tambahan hanya akan menimbulkan masalah baru. Maka pemakaian kartu debit lebih baik, you pay as you afford.<br />
2. Pemilikan kartu kredit setiap keluarga adalah maksimal 2 (dua). Dengan pertimbangan, jika satu kartu sudah di reject kartu lain bisa save the day. Namun kartu kredit yang jadi pilihan harus yang diterima world wide, bunga kecil, kalo bisa free annual payment.<br />
3. Pergunakan kartu kredit dengan bijak. Untuk menolong pembiayaan jika kebutuhan sudah tidak bisa ditunda lagi. Seperti membayar rumah sakit, mencicil komputer untuk pendidikan atau tools bekerja. Namun untuk beli pakaian dan kosmetik ditunda dulu deh, kecuali kartu debitnya masih mencukupi untuk membelinya.</p>
<p>Sekarang kami ada di malaysia, kami sudah memiliki batas maksimal kepemilikan kartu kredit, dua saja cukup. Husband sudah apply kartu kredit disini, dan satu kartu kredit di Indonesia masih dipertahankan. Suatu ketika ada keinginan untuk membeli barang yang ada di belanja online (ebay, bayar pake paypal), saya utarakan pada suami. Namun kami sepakat untuk tidak pernah menggunakan kartu kredit untuk belanja online sembarangan. </p>
<p>Iseng-iseng ketika belanja di 7-11 baca seven eleven, ada brosur &#8216;Mol Freedom&#8217; (www.mol.com), sejenis kartu kredit dengan logo master card, namun double fungsi juga sebagai kartu debit. Wooo..interesting! Approval di jamin 100% (foreigner bisa apply), batas umur min buat apply dari 12 th keatas (wii anak SD bisa apply), tidak ada biaya bulanan dan bisa trade secure via paypal atau merchant master card seluruh dunia, bisa juga ambil cash di atm seperti debit lainnya, fungsinya ya double gitu tabungan dan kartu kredit.</p>
<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2136/2841908900_e169c538a9_m.jpg" alt="" /><br />
Ga nahan deh, Go for it dong, sekarang kartu itu udah ada ditangan. Beli kartunya di 7-11 (minimarket kayak alfamart gitu), isi formulir, kirim, dapet no pin lewat sms, besoknya kartu udah bisa dipake. Ini  baru deh namanya kartu banci hahahaha.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2008/09/09/kartu-kredit-banci/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Beli Oven juga deh..</title>
		<link>http://dini.isnandi.net/2008/09/08/128/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2008/09/08/128/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 10:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips Alat Rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Bulan ini ada budget buat beli peralatan dapur baru. Ada pilihan antara beli Microwave, Multi cooker, Oven, atau Kompor induksi. Sebelum salah membeli alat yang akhirnya tidak digunakan maksimal, saya banyak mencari informasi, om google banyak membantu. 
Kebetulan di Jusco, Tesco dan Giant ada promosi discount menjelang hari raya untuk banyak peralatan dapur. Sebelum membeli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan ini ada budget buat beli peralatan dapur baru. Ada pilihan antara beli Microwave, Multi cooker, Oven, atau Kompor induksi. Sebelum salah membeli alat yang akhirnya tidak digunakan maksimal, saya banyak mencari informasi, om google banyak membantu. </p>
<p>Kebetulan di Jusco, Tesco dan Giant ada promosi discount menjelang hari raya untuk banyak peralatan dapur. Sebelum membeli salah satu peralatan tersebut saya mewajibkan ada beberapa step yang dilakukan:<br />
1. Tentukan dulu pilihan alat yang akan dibeli.<br />
1. Cek harga ke hypermarket minimal 3 tempat.<br />
2. Browsing di internet mengenai harga, pengalaman konsumen dengan alat tersebut, dan kegunaan masing-masing apakah memenuhi kebutuhan kita agar penggunaannya maksimal.<br />
3. Setelah menentukan pilihan. Sesuai budget dan memang perlu maka go for it sebelum discount berakhir.</p>
<p>Pilihan saya jatuh kepada Oven Elektrik merek Cornell. Pilihan lain ditunda atau bahkan batal. Alasannya? Mengapa gak beli microwave, multicooker, kompor induksi?<br />
Mengapa bukan microwave? microwave terbagi menjadi 3 macam, jenis straight, grill dan convection.  Tugas standar seperti memanaskan, mencairkan (defrost), memasak masakan berkuah dan mengukus termasuk dalam fungsi jenis straight.   Lalu ada level diatasnya yaitu jenis grill. Selain dapat melakukan fungsi straight, jenis ini juga dapat memanggang karena telah dilengkapi hitter. Cocok untuk membakar makanan seperti memanggang ayam namun tidak cocok untuk memanggang kue (baking). Nah yang terakhir adalah jenis convection. Jenis ini melakukan semua fungsi straight dan grill juga bisa memanggang kue. Jenis convection ini memungkinkan kue terpanggang sempurna pada suhu yang sesuai. Nah inginnya saya bisa beli microwave jenis convection. Tapi harganya cukup mahal berkisar RM 300 keatas. So ditunda dulu deh.</p>
<p>Dan mengapa bukan multicooker? multicooker cukup murah ada di range harga RM 70 keatas. Namun karena fungsinya memang sama dengan jenis alat masak lain seperti rice cooker, panci dan kuali yang memang sudah dimiliki. Bedanya multicooker menggunakan listrik untuk memanaskan panci yang terpadu dengannya. Bisa untuk menggoreng, menanak nasi, steamboat, deep fry. Batal deh, saya masih bisa pakai alat masak lain.</p>
<p>Kalo Kompor induksi gimana? Sempet kepincut berat. Kompor ini menggunakan energi listrik, dan  kumparan magnet yang prosesnya saya kurang mengerti untuk diubah menjadi panas. Kompor tersebut tidak akan menghasilkan asap (iyalah). fungsinya mirip hot pot (kompor listrik), namun bedanya alat masak yang digunakan untuk kompor induksi harus menggunakan dasar magnet pada panci atau kualinya yang berjenis stainless stell, harus flat (rata), bisa menggunakan alat masak terbuat dari porcelain; gelas; stainless stell. Dan mudah dibersihkan. Harganya sepadan sih dengan fungsi dan keindahan modelnya sekitar RM 179 keatas tergantung merk. Dan alat masaknya malah bow, sekitar RM 40 keatas/each. Hahaha. Ga bisa pake panci enamel biasa yang cuman RM12. Tapi..lagi lagi karena merasa cukup dengan kompor gas, batal deh. </p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3087/2841072941_cf27712bb4_m.jpg" alt="" /><br />
Selamat datang oven baruku. Harganya RM 130. Fungsinya bisa bakar, panggang, menghangatkan makanan. Niat awal memang ingin ada hidangan makanan yang beda di rumah ini. Gak sekedar bikin pop corn, donat goreng dan goreng ayam. Akhirnya bisa bikin kue sus, dan panggang ayam. Hmm enak. Bisa juga panggang ikan, dan bikin pizza!!. Nyam nyam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2008/09/08/128/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kangen temen semua..</title>
		<link>http://dini.isnandi.net/2008/09/07/kangen-semua/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2008/09/07/kangen-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 18:30:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Me&amp;Friends]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Udah jam 2.26 AM anak cantikku udah bobo sejak sejam lalu. Fiuh akhirnya. Husband tidur di kamar kerja, lagi sibuk dengan VS 2008 nya. Sedangkan saya masih juga belum bisa tidur. Ya sudahlah blogging dulu bentar.
Malem ini tiba-tiba terlintas dalam kesendirian tentang kawan-kawan sepanjang hidup (ada theme song lagu michael jackson &#8216;u are not alone&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Udah jam 2.26 AM anak cantikku udah bobo sejak sejam lalu. Fiuh akhirnya. Husband tidur di kamar kerja, lagi sibuk dengan VS 2008 nya. Sedangkan saya masih juga belum bisa tidur. Ya sudahlah blogging dulu bentar.</p>
<p>Malem ini tiba-tiba terlintas dalam kesendirian tentang kawan-kawan sepanjang hidup (ada theme song lagu michael jackson &#8216;u are not alone&#8217; di kuping nih). Jadi kangen pada mereka. Apa kabarnya kalian semua WHooy? Juga teringat postingan mengenai <a href="http://dini.isnandi.net/2007/11/26/anda-sahabat-hidup-saya/">Anda Sahabat Hidup Saya</a>. Intinya sih temen hidup kita cuma yang ada hidup di jaman kita hidup saja. Rugi juga ya kalo punya musuh.</p>
<p>Jadi pengen cerita. Ceritanya dulu jaman SD di SD Sawangan 1, punya temen deket banget, ada Uci, Inge, Kodir dan Oty. Yang terakhir ini temen maen game sering saling nginep. Temen deket, Rumah deket, dan Temen sekelas 6 tahun di SD. Ketemu lagi di SMP yang sama tapi gak sekelas. </p>
<p>Trus jaman SMP di SMP 2 Depok, saya dan Oty malah jadi gak deket. Meski rumah deketan terasa sejauh jarak Hollywood-Jakarta. Malah sempet marahan berebut kecengan hehehe..<br />
Kala itu pula ada temen deket baru Wiwit, Icha, Niken, dan Babul. Yang pertama dan kedua kabarnya masuk kedokteran gigi UI, yang ketiga gak ketauan rimbanya dan yang keempat jadi desainer di Jakarta. Namun yang melegakan, dua diantara empat sohib smp ketemu juga di friendster. Love you all deh. </p>
<p>Akhirnya SMA balik lagi ke Bogor. Bapakku yang tampan seorang PNS ditakdirkan pensiun di Bogor. Kala itu ada kawan baru Ita, Fifi dan Ila. Yang pertama adalah orang yang berjasa mengenalkan saya dan mantan pacar yang sekarang jadi husband hehe, yang kedua sekarang jadi pengusaha wanita di Bogor, yang ketiga sekarang punya usaha jual beli bahan bangunan di bogor. Temen-temen jaman SMA ini masih sering kontak sampai sekarang. </p>
<p>Jaman Kuliah lebih banyak teman lagi. Seluruh kawan di <a href="http://horti34.com">Horti34 IPB</a> yang jumlahnya cuma 40 orang semua berkawan dekat. Apalagi kaum cowoknya cuma ada 6 biji huehue..tapi kawan baik banget selama kuliah ada Ola, Diana, Amir, Faries, Bayu, Bimawan, Ina, Ari, Widi, Ulez, Firman, Bang Isa. Dulu sempet aktif di BEM fakultas pertanian, dan Teater Grimiss. Perjuangan di kuliah cukup melelahkan. Hampir 5,5 tahun kuliah karena sempat mengalami kegagalan berkali-kali selama penelitian. Cape deh. Perfeksionis itu kadang tidak baik. Padahal banyak temen-temen magang udah tajir duluan hahahaha. Saking banyaknya temen di jaman kuliah terutama yang berjasa selama penelitian, di pengantar skripsi disebut secara eksplisit semua, i was struggle along with them all. My best appreciation deh.</p>
<p>Jaman Gawe. Sebut saja Dian, Mba Kristin, Yanto, Nda, Mdamt, Rini, Yeni, Tari, Mba Epin, Mas Surya, Agus, Mas Fajar, Riza, Sundoro, Adi, Dani, Mas Fahmi, Rakmat, dll.. dari gawean pertama sampe terakhir. Masih ada lagi tapi lupa maaf banget kalo inget di tulis deh. Mereka ga cuma ahli dalam gawean orang-orang hebat menurut saya, ga cuma IQ juga punya EQ. </p>
<p>Sekarang, di sini di Malaysia ketemu juga kawan2 baru. Dari Indo KL ada Mba Lina. Juga ada temen-temennya suamiku di kaskus untuk TKI di Malaysia lol..(TKI professional kali,,^^).  Ada Om Ichal (neng memanggilnya om ^^), Sandri, Uda, Mama Roker, Jai, Kuching (orang KBRI), dll ga tau namanya namun ramah-ramah semua. Belum berapa lama kopi darat dan ketemuan di Bazar Ikawa Malindo dan Buka puasa bareng ini poto2nya :</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3247/2819146716_47d43ea928_m.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3005/2816115799_bbcd9a17f6_m.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3225/2818297939_d28d809993_m.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3176/2841907956_6accbeb612_m.jpg" alt="" /></p>
<p>Dan juga selama disini supaya bisa keep beri bakti untuk bogor, sempet bikin <a href="http://bogoryouth.org">BYC</a> dibaca baysi. Bisa kontak-kontakan lagi sama kawan lama, Rendra, Reza, Chandra dan Yusyi. Rendra kawan di SMA, Reza kawan di kampus, Chandra admin ilovebogor.com dan Yusyi kawan baik di kuliah dulu, ketemu lagi via friendster. </p>
<p>Kawan2 baru masih akan ada terus sepanjang hidup. Lewat blog ini juga banyak yang menyapa. Ada Mba Niar yang inisiasi bloggor, spesial thanks buat mas Aldy yang setia jawab pertanyaan kawan2 di artikel investasi emas bantangan, jangan bosen-bosen ya mas ^^. Yang lain mau berkawan? Yuu mari..^^ di welcome banget kok.. See U!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2008/09/07/kangen-semua/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Udah malem nih..</title>
		<link>http://dini.isnandi.net/2008/09/06/udah-malem-nih/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2008/09/06/udah-malem-nih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 16:42:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Me&amp;Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[
Udah jam 12.36 AM, namun neng belum juga bobo. Huh gara-gara sang papah nyeduh kopi depan beliau, jadilah ingin minum kopi juga. Sang papah minum nescafe kopi pahit, neng saya seduhkan nescafe kopi susu. Saya tuangkan sedikit di gelasnya, sisanya saya minum. Jadilah saya juga kebawa belum ngantuk. 
Jam segini kayaknya pengaruh kopinya semakin berkurang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3014/2589607808_089135c776_s.jpg" alt="" /></p>
<p>Udah jam 12.36 AM, namun neng belum juga bobo. Huh gara-gara sang papah nyeduh kopi depan beliau, jadilah ingin minum kopi juga. Sang papah minum nescafe kopi pahit, neng saya seduhkan nescafe kopi susu. Saya tuangkan sedikit di gelasnya, sisanya saya minum. Jadilah saya juga kebawa belum ngantuk. </p>
<p>Jam segini kayaknya pengaruh kopinya semakin berkurang. Sekarang beliau sedang tidur-tiduran sambil minum susu botolnya. Padahal tadi kira-kira jam 12 an neng masih asyik maen &#8216;cooking mama&#8217; di nintendo, sambil bentar bentar gangguin mamahnya ini. </p>
<p>Waaa.. padahal jam 4.00 AM entar alarm buat sahur bunyi. Ni mata masih juga melotot. Dan anak cantikku itu juga belum terlelap. Lain kali sang papah dilarang nyeduh kopi depan neng lagi! Huh! ^_^</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2008/09/06/udah-malem-nih/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dua bulan yl dan sekarang</title>
		<link>http://dini.isnandi.net/2008/08/28/dua-bulan-yl-dan-sekarang/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2008/08/28/dua-bulan-yl-dan-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 05:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Me&amp;Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/2008/08/28/dua-bulan-yl-dan-saat-ini/</guid>
		<description><![CDATA[Dua bulan yang lalu 

Membosankan untuk anakku yang cantik. Kaki beliau harus di gips selama 3 minggu karena ada fracture di betis sebelah kanan.
Kecelakaan yang menyebabkan fracture tersebut terjadi di Petrosains menara petronas KL. Menjelang pulang kami mampir ke rest room, namun karena lantai licin serta mungkin saat itu neng sedang sangat lelah, neng terjatuh. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dua bulan yang lalu </strong><br />
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3153/2804400263_c6fcbb0f15_m.jpg" alt="" /></p>
<p>Membosankan untuk anakku yang cantik. Kaki beliau harus di gips selama 3 minggu karena ada fracture di betis sebelah kanan.<br />
Kecelakaan yang menyebabkan fracture tersebut terjadi di Petrosains menara petronas KL. Menjelang pulang kami mampir ke rest room, namun karena lantai licin serta mungkin saat itu neng sedang sangat lelah, neng terjatuh. Posisi jatuh saat itu menyebabkan betisnya sedikit retak, dibuktikan oleh hasil rontgen di rumah sakit Gleneagles Ampang KL.</p>
<p>Perasaan kami saat itu tidak karuan, feeling guilty, sedih dan sangat sangat khawatir. Namun dokter orthopedic yang merawat neng sedikit membesarkan hati, bahwa setelah 3 minggu retak di betis kanan neng akan sembuh, dan tidak ada pengaruh apapun di masa depan sama sekali.</p>
<p><strong>Sekarang kembali ceria dan bisa berlari cepat lagi</strong><br />
<img src="http://farm4.static.flickr.com/3136/2805249736_834a65f900_m.jpg" alt="" /></p>
<p>Pada minggu ke-3 setelah hasil rontgen menunjukkan hasil yang sangat baik, tidak terlihat retak lagi, gips di kaki neng di buka. Dan setelah mengalami masa adaptasi berjalan kaki kembali, hari ini setelah bulan kedua, beliau sudah bisa berlari cepat lagi. Alhamdulillah. </p>
<p>Terima kasih untuk Bapak Djohan Jauhari, Head of facility and maintenance di Petrosains Menara Petronas Suria KLCC, Kuala Lumpur. Atas segala bantuan dan perhatian kepada Kami pada waktu kejadian, selama proses penanganan hingga menangani administrasi rumah sakit pada waktu kejadian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2008/08/28/dua-bulan-yl-dan-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Ibu Tidak Mengerti?..</title>
		<link>http://dini.isnandi.net/2008/07/11/mengapa-ibu-tidak-mengerti/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2008/07/11/mengapa-ibu-tidak-mengerti/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 04:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/2008/07/11/mengapa-ibu-tidak-mengerti/</guid>
		<description><![CDATA[
Hari itu sangat panas, Aryo menyetop angkot biru yang lewat kesekian kalinya setelah  membulatkan hati untuk pulang kerumah. 

&#8230;Yang paling penting 
buat Aryo adalah
tidak ingin 
dianggap &#8216;kurang gaul&#8217;&#8230;

Dua hari Aryo pergi dari rumah sejak pertengkaran dengan seorang wanita yang melahirkannya. Hari itu merupakan puncak kemarahan Aryo karena beliau tidak mengijinkannya mengikuti 1 minggu Bali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<span style="float:left;margin-top:0px;color:silver;padding-top:.2em;font-size:36pt;height:24pt;font-weight:bold;font-family:"times","times new roman";">H</span>ari itu sangat panas, Aryo menyetop angkot biru yang lewat kesekian kalinya setelah  membulatkan hati untuk pulang kerumah. </p>
<div style="color:#033;width:150px;height:100px;background:white;filter:alpha(opacity=90); opacity:.90;float:right;margin-top:10px;margin-bottom:10px;margin-left:10px;font-family:Verdana, Arial, Helvetica,Georgia;font-size: 18px;line-height:16px;  text-align: right;">
<span style="filter:alpha(opacity=75); opacity:.75;">&#8230;Yang paling penting </span><br />
buat Aryo adalah<br />
<b>tidak ingin </b><br />
dianggap <span style="filter:alpha(opacity=90); opacity:.90;">&#8216;kurang gaul&#8217;&#8230;</span>
</div>
<p>Dua hari Aryo pergi dari rumah sejak pertengkaran dengan seorang wanita yang melahirkannya. Hari itu merupakan puncak kemarahan Aryo karena beliau tidak mengijinkannya mengikuti 1 minggu Bali Camp , alasan Ibu adalah karena kegiatan ini dilaksanakan bukan dari SMU 1 Bogor tempatnya menuntut ilmu, namun dilaksanakan oleh organisasi grafiti yang diikutinya baru dua bulan belakangan ini. </p>
<p>Memang Aryo akui ia mengikuti Bali Camp bukan karena terpilih dalam 10 orang yang karya grafitinya akan dilombakan di ajang grafiti Internasional namun karena sebagai orang yang baru dua bulan join kedalam organisasi Aryo merasa wajib untuk mempererat persaudaraan dengan anggota lain yang juga ikut kesana. Yang paling penting buat Aryo adalah tidak ingin dianggap &#8216;kurang gaul&#8217;, hal ini Aryo sembunyikan dari orangtuanya. Segenap upaya dan alasan dikeluarkan Aryo untuk mendukung keinginannya ikut Bali Camp. <span id="more-115"></span></p>
<p>Hari itu sang Ibu menyampaikan keputusan bulat hasil musyawarah Ibu dengan Bapak. Bapak tidak ada disana, Ibu mengajak bicara Aryo berdua saja, Aryo tidak terima kenyataan itu, &#8221; Aah payah deh!  Ibu gak ngerti anak muda sekarang sih! Ibu  cuma lulusan SMP! Jaman dulu gak ada acara internasional gini! Jaman udah berubah buuu..acara beginian gak diadakan setiap hari gitu loh! payaah..Bapak juga payaah! katanya Bapak lulusan Master tapi udah ikut ga gaul kayak Ibu!!..&#8221; Teriak Aryo seraya pergi dari rumah membawa tas yang sudah disiapkannya sejak pagi, Aryo berencana kabur dari rumah hanya untuk menyadarkan kedua orangtuanya akan anak semata wayang yang dicintai mereka. Aryo juga sebenernya kaget bisa mengeluarkan kata kata sekasar itu pada Ibu. Biasanya mereka jarang bicara satu sama lain. Setiap hari pembicaraan antara Aryo dan kedua orangtuanya hanya basa basi biasa seperti ”Pagi Bu”, ”Pagi Pa”, ”Bu Aryo pulaaang”, ”Bu Aryo pergi lagi yaa ada acaraa.. ” Aryo lupa kapan terakhir mereka bercanda bersama, mungkin sejak Aryo SMP, sejak Aryo punya dunia sendiri, dunia anak muda. Dan Aryo menganggap Ibu dan Bapaknya sedikitpun tidak mengerti dunia Aryo. Dunia kebebasan dan kreatifitas. Hanya Aryo dan teman-teman sebaya yang bisa mengerti.</p>
<p>Namun Aryo tidak menyangka bahwa dua hari pergi dari rumah sangat berat bagi dirinya. Selama dua hari Aryo berpikir mengenai banyak hal, terutama Aryo semakin menyadari bahwa banyak sekali kasih sayang yang diberikan Ibu dan Bapaknya.  Uang jajan yang cukup besar salah satunya sehingga tabungan Aryo cukup banyak untuk menyewa wisma selama satu minggu dibayar dimuka yang sekarang ditinggalinya, dan berfoya foya cukup banyak mentraktir kawan-kawan di club grafitinya. Namun wisma itu terasa sangat dingin, di rumah meski hanya ada Ibu yang jarang mengajaknya bicara namun banyak cemilan yang beliau sajikan, seluruh kebutuhan sekolah dan bermainnya dipenuhi, fasilitas game dan elektronik yang lengkap untuk memuaskan hobinya. Tidak ada yang kurang sedikitpun. Aryo kangen Ibu dan Bapak, Aryo kangen rumah, namun Aryo takut pulang. Takut Ibu dan Bapak marah, namun mengingat sifat Ibu yang lemah lembut, tidak pernah marah sedikitpun padanya, Aryo membulatkan dirinya untuk pulang. Aryo sangat kangen pada Ibu dan berjanji akan bersimpuh dihadapan Ibu untuk meminta maaf.</p>
<p>Angkot yang dinaiki Aryo mulai memasuki jalan menuju perumahan Yasmin Bogor. Lima menit lagi Aryo akan berada di pintu gerbang perumahan dan beberapa tapak kaki menuju rumah besar di jalan boulevard Yasmin Bogor.</p>
<p>Aryo turun dari angkot. mulai berjalan menapaki jalan boulevard. Dua hari terasa dua tahun baginya, mungkin Ibu pun merasa begitu bila ditinggal Aryo, Aryo ingin tahu nanti apakah Ibu juga kangen Aryo. </p>
<p>Beberapa langkah dari pintu gerbang rumah Aryo mendadak dada Aryo berdebar keras. Tubuhnya terasa menggigil dan hampir kehilangan tenaga. Pintu gerbang rumah terbuka penuh, banyak kursi berjejer di garasi rumah, ada banyak rangkaian bunga di depan rumah, dan disana ada eyang dan saudara-saudara jauh sedang berkumpul di dekat pintu gerbang. Aryo jatuh pingsan di trotoar jalan.</p>
<p>Sedikit mata Aryo terbuka, Aryo dibaringkan di ruang tengah rumah, sebenarnya Aryo sangat berharap tidak akan pernah membuka mata selamanya. Namun Tuhan berkehendak lain, Aryo masih bisa membuka mata dan melihat seseorang terbaring di hadapannya dikelilingi oleh sanak saudara dan tetangga jauh maupun dekat. Orang itu di tutupi kain putih, terbujur kaku. </p>
<p>&#8220;sss&#8230;ssiapa?&#8221; tanya Aryo kepada seorang paman disebelahnya, menunjuk kepada tubuh kaku dihadapannya. &#8221; Ibu kamu..&#8221; ujar paman getir. Aryo merasakan tubuhnya tergonjang hebat melebihi apapun. Hatinya hancur melebihi kehancuran apapun. Yang dirasakan kemudian Aryo mati rasa. Seluruh pandangannya kembali gelap. &#8220;Ibu maafkan Aryo..maafkan..Aryo cinta Ibu, sangat mencintai Ibu..&#8221; bisik Aryo dalam hati, hanya air mata yang mengalir tipis itu bisa bicara. Aryo tak sadarkan diri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2008/07/11/mengapa-ibu-tidak-mengerti/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nuno Gak Ngerti Deh..</title>
		<link>http://dini.isnandi.net/2008/07/11/nuno-gak-ngerti-deh/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2008/07/11/nuno-gak-ngerti-deh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 04:06:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/2008/07/11/nuno-gak-ngerti-deh/</guid>
		<description><![CDATA[”

Bener lu No? Ikut dong gue!!!” Teriak Asep setelah denger kabar Nuno mau keliling Asia.
” Iya bener kapan sih gue boong ama ellluuu?” Delik Nuno pake gaya norak monyongin mulutnya kedepan.
” Haah boong kayak gitu sih sering lu. Gw percaya abis elu tunjukkin tuh tiket dan paspor elu. Gaya luh ya, dasar bokap lu tajir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>”
<p>
<span style="float:left;margin-top:0px;color:silver;padding-top:.2em;font-size:36pt;height:24pt;font-weight:bold;font-family:"times","times new roman";">B</span>ener lu No? Ikut dong gue!!!” Teriak Asep setelah denger kabar Nuno mau keliling Asia.<br />
” Iya bener kapan sih gue boong ama ellluuu?” Delik Nuno pake gaya norak monyongin mulutnya kedepan.<br />
” Haah boong kayak gitu sih sering lu. Gw percaya abis elu tunjukkin tuh tiket dan paspor elu. Gaya luh ya, dasar bokap lu tajir sih.” Sebelum Nuno mau sombong, Asep lanjut ngomong ” Kalo elu anggap gue temen, ajak gue luh!” Ancem Asep.<br />
Nuno gak kalah ngancem ” Bisa aja, asal elu ngomong langsung sama Bokap gua hahahahaha” Nuno ketawa sambil ngacir. </p>
<div style="color:#033;width:150px;height:100px;background:white;filter:alpha(opacity=90); opacity:.90;float:right;margin-top:10px;margin-bottom:10px;margin-left:10px;font-family:Verdana, Arial, Helvetica,Georgia;font-size: 18px;line-height:16px;  text-align: right;">
<span style="filter:alpha(opacity=75); opacity:.75;">&#8230;Asep kadang ga ngerti</span><br />
ada orang-orang<br />
<b>yang seberuntung</b><br />
Nuno dan keluarganya&#8230;<span style="filter:alpha(opacity=90); opacity:.90;"></span>
</div>
<p>Ya jelas lah Asep ga mungkin berani sama bapak Nuno yang petinggi salah satu departemen, pegawai negeri tajir gitu loh. </p>
<p>Tajir, punya jabatan dan disegani. Atau punya jabatan karena itu disegani? Atau karena tajir jadi disegani? Entah deh Asep kadang ga ngerti ada orang-orang yang seberuntung Nuno dan keluarganya, secara bapak Asep cuma pegawai swasta biasa yang kata bapaknya cicilan rumah mereka baru lunas kalo Asep udah kerja 10 tahun dan ikut bantu bapak bayar cicilan. Iih kata-kata  Bapak emang sadis, Asep ngeryit kalo inget kata-kata bapak itu. Berarti cicilan rumah yang selama ini ditinggali Asep sisanya 20 tahun lagi?? Halah Asep pusing. Kalo udah pusing Asep malah ga konsen belajar, pengen ikut Nuno keliling Asia minggu depan. Gak nyambung sih, tapi mungkin kalo jalan-jalan gratis Asep bisa melupakan sejenak beban hidup sementara aaaahhh&#8230;andai.</p>
<p>Yap andai bisa ikut, kenyataaanya Asep Cuma bisa ikut nganterin Nuno ke bandara.<br />
” Daaa Asep!!! Ketemu minggu depan yeee!!!” jerit Nuno norak di pintu pemeriksaan bagasi. Yaa mo gimana lagi, emang Asep siapanya Nuno? Temen deket sih, tapi duit gak kenal temen lah.. ya udah Asep pulang pake mobil Nuno dianterin supirnya sampe depan rumah yang belum lunas itu. <span id="more-114"></span></p>
<p>Sekarang Nuno lagi ngapain ya? Pasti lagi asyik makan di pesawat, sebelum berangkat tadi dia berkoar koar pesen banyak makanan di pesawat menuju ke Malaysia. Katanya ke Malaysia cuman 1.5 jam paling cepet, dan katanya karena dirumah gak sarapan dulu, jadi pagi itu mau sarapan di pesawat aja. Perut Asep bunyi, ikutan laper belum sarapan juga tadi sebelum ikut Nuno ke bandara.</p>
<p>Memang benar Nuno lagi makan sarapannya. Ini adalah travelling pertama Nuno ke luar negeri. Sendirian pula. Bapak Nuno kabar burungnya sih dapet uang projek cukup besar dari salah satu maskapai penerbangan dan bapak dapet gratis keliling asia seminggu free charge, enak nya jadi pejabat.. Dan enaknya makanan yang di makan Nuno. Sandwich 2 bungkus, susu coklat, juice jeruk, kentang goreng. Nuno kenyang dan ngantuk dan pengen tidur, tapi perut Nuno berontak, perutnya malah melilit gak karuan. Salah Nuno sendiri, gak biasa sarapan pake susu, malah pesen susu coklat, gitu deh, gak lama kemudian Nuno ke toilet, dua kali pula. Awal perjalanan yang gak enak nih, batin Nuno.</p>
<p>Tiba di KLIA Malaysia Nuno udah dijemput oleh taksi yang udah dipesan bapak. Diantarlah Nuno ke hotel tempat Nuno menginap. Pengemudi taksi mengajak Nuno bicara bahasa malaysia ”Nak sewa kereta tak?”  ”Ha? ” Nuno gak ngerti ” I dont understand please speak english” Jawab Nuno, giliran si pengemudi taksi diem dia yang gak ngerti. Maksudnya si pengemudi taksi ingin menawarkan barangkali Nuno ingin sewa mobil selama di malaysia. </p>
<p>Nuno sampai di lokasi hotel, lalu secepatnya chek in dan membanting tubuhnya di kasur. ”Haaah masih sakit perut! ” Teriak Nuno sambil ngacir ke toilet, tobat deh perut Nuno memang kurang bersahabat dengan susu. </p>
<p>Setelah perut agak enak, Nuno ingin jalan-jalan disekitar hotel. Merasa seperti rumah sendiri, Nuno keluar pake sandal jepit hotel, kaos oblong yang biasa dipakenya maen skateboard di rumah, Kamera canon D40 dan dompet di saku celana. Niatnya sih pengen jalan ke mall di samping hotel sambil cuci mata. </p>
<p>” Hey, awak sini lah! Pasport pasport!” Mendadak ada teriakan memanggil dirinya dari kejauhan, kelihatannya sih kayak petugas keamanan tapi bukan polisi. Kenapa manggil Nuno? Gak ngerti. Nuno cuek aja berlalu balik badan, mungkin lagi razia. ” Hey awak baju merah!” Nuno langsung konek seketika itu, petugas tadi rupanya memanggil Nuno. Wah parah nih, Nuno keringet dingin. Diem ditempat dan rasanya pengen kencing dicelana (maaf). Petugas tadi mendekati Nuno ” Pasport please? ” Tanya petugas itu pake bahasa inggris. ” I left my passport in hotel, its near this mall, I can show it to you…” Lirih Nuno. Cerita selanjutnya adalah Nuno digiring bersama orang-orang lain yang ga punya passport, dan setelah seharian di kantor polisi Nuno dilepaskan karena seorang bell boy hotel dateng bawa passport Nuno. Jadi Nuno menelpon ke hotel, minta tolong ada yang bisa bawakan passport ke kantor polisi, dan ngasih ijin petugas hotel pake kunci yang di titip di front desk. Nuno dilepaskan polisi dan pulang ke hotel  pake taksi.</p>
<p>Setiba di hotel Nuno tidur kecapean dan bangun pagi esok pagi. Hari kedua ini seharusnya jadwal untuk keliling malaysia, namun Nuno urungkan dan memilih untuk langsung terbang ke singapura. Setiba di singapura Nuno lupa untuk menukar uang dibandara. Di singapore bapak bilang Nuno harus pesen taksi sendiri. Nuno pesen taksi sendiri, sisa uang tinggal dikit di tas kecil dan niat tuker uang lagi nanti berhenti di money changer deket mall. Nuno ngebet pengen jam tangan Esprite yang sedang sale di orchad road.Tiba di orchard road, Nuno segera bayar taksi, mengambil tas di sampingnya dan segera pergi sambil kasih sedikit tips untuk si sopir. ”Thank you” Ujar sopir taksi dan segera ngacir. </p>
<p>Ga lama setelah jalan, Nuno baru sadar, tas dan kopernya di bagasi ketinggalan di taksi tadi. Sia-sia Nuno cari di sekeliling taksi udah ga ada. Badan Nuno lemes, dan segera telpon bapak. ” Ah lagi mikirin apa sih No?? Jalan jalan ko malah bengong, harusnya kamu sadar, jalan-jalan keluar negeri ya bawaannya jangan banyak banyak!! Duit juga disimpen ditas kecil jangan di koper!” Bapak marah ditelepon. ” Nuno ga enak badan nih pak, pengen pulang aja” Jawab Nuno<br />
”Ga jadi ke Thailand, dan Filiphina? Ga minat ke Australia bentar?”<br />
”Gak!” Jawab Nuno cepat trus diem ga ngomong apa-apa. Bapak yang ngomel-ngomel di seberang sana akhirnya nyerah dan memesankan tiket pulang juga minta sopirnya jemput di Bandara Soekarno Hatta. </p>
<p>Nuno tiba di bandara Soekarno Hatta, dijemput sopir dan juga&#8230;Asep.<br />
Dari kejauhan Asep  udah nyengir-nyengir kuda. Dan ketika Nuno udah deket, Asep teriak norak<br />
” Makanya ajak-ajak gue No! Tuh kan lu jadi sial! Hahahah! ”<br />
Nuno udah gak semangat ngajak berantem, Cuma diem dan duduk di kursi depan mobil lalu siap tidur. Sementara Asep di kursi belakang asyik cemooh Nuno. ” Nasiiiippp hahahahaha!” kata-kata terakhir itu yang didenger Nuno, sebelum masuk ke alam mimpi dan mimpi jalan-jalan ke eropa &#8230; bareng Asep.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2008/07/11/nuno-gak-ngerti-deh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Visit Indonesia Year 2008? Apa Kabar?..</title>
		<link>http://dini.isnandi.net/2008/07/11/visit-indonesia-year-2008-apa-kabar/</link>
		<comments>http://dini.isnandi.net/2008/07/11/visit-indonesia-year-2008-apa-kabar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 03:53:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Informasi Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/2008/07/11/visit-indonesia-year-2008-apa-kabar/</guid>
		<description><![CDATA[
Apa kabarnya Visit Indonesia Year 2008? &#8220;Gue baru denger nih&#8221; ujar seorang kawan dengan noraknya..
Kami memang biasa bercakap-cakap menggunakan istilah Gue Elu. Bukan istilah GAUL yang aneh. Itu istilah panggilan biasa saja. Bagian dari bahasa Indonesia yang bukan EYD ^_^.
Hanya Indonesia satu satunya negara di DUNIA yang saya ketahui memiliki istilah panggilan kata untuk pribadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.budpar.go.id/skin/inside/img/VIY2008.jpg" alt="" /></p>
<p>Apa kabarnya Visit Indonesia Year 2008? &#8220;Gue baru denger nih&#8221; ujar seorang kawan dengan noraknya..<br />
Kami memang biasa bercakap-cakap menggunakan istilah Gue Elu. Bukan istilah GAUL yang aneh. Itu istilah panggilan biasa saja. Bagian dari bahasa Indonesia yang bukan EYD ^_^.</p>
<p>Hanya Indonesia satu satunya negara di DUNIA yang saya ketahui memiliki istilah panggilan kata untuk pribadi seperti Saya, Gue, Gua, Aku. Belum lagi dalam bahasa daerah lain seperti Ane, Abdi, Kuring dan setiap suku daerah memiliki nama panggilan yang beda-beda. Dan setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas bahasa, budaya, adat istiadat, busana daerah dan makanan khasnya yang berbeda satu sama lain. Perbedaan tersebut sepatutnya dilestarikan dan dikembangkan. Multicultural yang menjadi kekayaan bangsa. Bangganya saya pada negara yang memiliki  banyak budaya ini. </p>
<p><span id="more-113"></span><br />
Hanya saja Indonesia kadang sulit di deskripsikan.. pernah ada seorang kawan disini berkata bahwa saya tidak seperti Orang Indonesia. Saya awalnya tidak mengerti maksud &#8216;tidak seperti orang Indonesia&#8217; namun kemudian saya pahami mungkin orang Indonesia yang beliau ketahui hanya seperti pembantu rumah tangga yang bekerja di rumahnya. Ataupun pembantu-pembantu lain WNI yang banyak bekerja di kompleks rumah tinggal ini. Yang bicara Bahasa Inggris tidak bisa, apalagi Bahasa Mandarin, dan memiliki kelakukan yang kadang kurang simpatik.</p>
<p>Lalu untuk bisa menambah informasi tentang negara saya, karena kebetulan ada Visit Indonesia Year 2008, saya segera meluncur ke http://www.budpar.go.id satu satunya situs pariwisata oleh departemen budaya dan pariwisata Indonesia, awalnya saya pikir disana dapat melihat <em>summary</em> dari banyak kekayaan Alam dan Budaya Indonesia yang promosikan dan dipublish keseluruh dunia. </p>
<p>Ternyata, Nihil. Tampilan situs seadanya dan program yang diadakan tidak terkomunikasikan dengan baik. Kok bisa begitu? Bagaimana menjelaskan pada kawan baru saya bahwa ada program tersebut di negara saya?</p>
<p>Padahal adanya program Visit Indonesia Year 2008, merupakan kesempatan Indonesia membanggakan kekayaan alam dan budaya bangsa yang GAK ADA DUANYA di DUNIA! MIsalnya Hanya Indonesia yang memiliki PULAU KOMODO yang merupakan asal binatang komodo, jenis binatang yang asli berasal dari Indonesia. Dan emm..banyak lagi..mesti cari info lagi..</p>
<p>Apa saja peran kementrian pariwisata dengan program visit indonesia year 2008 nya ya..? Yang paling mudah dapat dipahami, apakah kita lihat ada poster spanduk dan acara-acara di kota masing-masing yang terintegrasi dengan visit indonesia year 2008? atau kota anda melaksanakan acara bagian dari visit indonesia year?  Apakah program acara visit indonesia year tersebut sering anda lihat dalam acara-acara televisi? brosur atau spanduknya anda dapatkan? yang menghadiri acara tersebut siapa? dijamin jika memang ada turis asing mungkin hanya 1 atau 2 orang yang hadir.</p>
<p>Lalu sebenarnya siapa target program visit Indonesia year 2008? Kalau tidak salah ini adalah program promosi kepada masyarakat Dunia? untuk menarik banyak pendapatan melalui kunjugan turis asing? Jangan bilang alasannya kekurangan dana lagi&#8230;sudah basi.. kenapa tidak menggandeng peranan swasta? Kehandalan pemerintah dalam melobi bukan tidak mungin menggandeng banyak pihak swasta berduit. Atau mungkin memang sudah ada, tapi pihak mana? siapa? dan hasilnya apa? </p>
<p>Saya ingin cerita sedikit di Malaysia, Ketika visit malaysia 2007 terlihat logo Visit Malaysia ada di mana-mana, bank, rumah makan bahkan pada plastik bungkus belanjaan di Tesco atau Giant. Dan terintegrasi dengan perusahaan swasta seperti MAXIS communication. Masih dalam bagian bercermin bukan bagian dari visit year, banyak kekaguman saya pada pemerintah Malaysia baik pemerintah pusat maupun daerah yang terintegrasi dengan sangat baik.</p>
<p>Untuk visit Indonesia year 2008, program pemerintah pusat (yang sebentar lagi berakhir ini) seharusnya dilakukan secara terintegrasi dengan seluruh daerah, karena Indonesia bukan hanya Jakarta. Dan kabarnya lebih banyak orang mengenal Bali dibandingkan mengenal Indonesia? </p>
<p>Sebelum visit Indonesia year 2030 diadakan nanti, saya pikir harus ada program jangka panjang pembangunan negara. Pemerintah pusat maupun daerah sepatutnya secara kontinyu melakukan dukungan sepenuhnya pada masyarakat pekerja yang membangun bangsa dengan penetapan kebijakan yang mendukung rakyat hidup, beraktivitas dan berkarya. Agar para ahli, orang-orang pintar, dan yang memiliki bakat hebat seperti di bidang olahraga, seni, sains, dan bisnis tidak kabur ke luar negeri untuk mencari mata pencaharian hidup. Ditangan mereka negara Indonesia bisa bangkit, dan mengharumkan nama bangsa. Kemudian ada dukungan pada kebudayaan daerah untuk maju sebagai citra diri kota. </p>
<p>Saya pribadi mendukung penuh program pemerintah pusat maupun daerah.<br />
Sampai kapanpun rasa cinta tanah air tidak akan pernah pupus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dini.isnandi.net/2008/07/11/visit-indonesia-year-2008-apa-kabar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
