Archive for the 'Family n Parenting' category

obatilah dengan baik dan jelas pengobatannya..

Nov 05 2008 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Indonesia,Renungan

Beberapa hari yang lalu saya mendengar kabar seorang kawan meninggal dunia. Sangat berkabung setelah mendengar kabar tersebut. Lalu saya bertanya mengenai kondisi almarhum sebelum meninggal. Menurut kabar yang saya dapatkan, almarhum terkena komplikasi jantung dan ginjal. Sebuah penyakit yang saya ketahui dari beberapa sumber adalah penyakit yang biasanya di idap seseorang dalam kurun waktu yang lama.

Kemudian saya tanyakan apakah beliau sebelum meninggal sering ada keluhan penyakit2 tersebut? menurut narasumber saya mengatakan tidak, saya ketahui pula beliau adalah seorang yang tinggi besar sehat walafiat dan senang beraktifitas. Hanya saja sebulan sebelumnya almarhum mengeluh sakit lalu melakukan pengobatan alternatif. Saya tanyakan pengobatan alternatif seperti apa?? beliau tidak tahu, yang jelas ada sesuatu yang diminum lalu sakitnya bertambah parah dan meninggal. Innalilahi Wainnalilahi Rajiun.

Saya tidak menduga macam-macam mengenai pengobatan alternatif atau pilihan atau lainnya yang memang di Indonesia banyak menjamur. Bahkan di suatu surat kabar saya bisa temukan satu lembar penuh berisi berita iklan mengenai pengobatan alternatif yang banyak macamnya itu. Ada yang melalui jarak jauh, ada lewat jampi-jampi, ada dengan meminum sesuatu yang kita tak ketahui kandungan dan khasiatnya, ada dengan bantuan telur bulat yang tiba-tiba berdarah-darah dll. Sungguh sangat banyak dan sangat diluar logika akal sehat manusia. Namun tidak akan ada penawaran tanpa permintaan. Meski dengan segala keanehan dan ketidakmasukakalan, masih banyak juga yang meminta bantuan alternatif tersebut. Calon pasien datang berdatangan melalui informasi melalui surat kabar, brosur, bahkan melalui internet.

Apakah banyak macam pengobatan alternatif itu bisa menjadi alternatif yang bagus daripada pengobatan medis kedokteran? saat ini mungkin yang dijawab oleh para pengguna pengobatan itu adalah “YA” disamping harga pengobatan yang jauuuh lebih murah (ini yang utama) juga umumnya pasien ingin cepat sembuh instan dibanding pengobatan medis yang rata-rata lama dan membuang uang banyak. Mungkin ‘dijamin sembuh dengan instan’ ini yang menjadi iming-iming melakukan pengobatan alternatif yang tidak jelas jenis obat dan pengobatannya.

Akibat dari ketidak jelas jenis obat dan pengobatannya, akhirnya kemudian banyak pula yang beralih dari pengobatan alternatif setelah lama tidak sembuh penyakitnya menuju kepada pengobatan medis kedokteran. Biasanya pula segalanya sudah terlambat, penyakit sudah sangat parah dan telat diobati. Yang bisa berujung kepada kematian. Maka memang tidak salah bila ada pengobatan yang menjanjikan ‘pasti cepat sembuh’, bila nyawa melayang maka anda bisa sembuh selamanya. Wallahu Alam bishawab.

Tidak ada pengobatan apapun yang bisa menjanjikan cepat sembuh, dengan medis kedokteran pun demikian. Seorang ahli pernah berkata pada saya, setiap penyakit ada obatnya, namun berobatlah kepada ahli kedokteran yang telah belajar dan menuntut ilmu kedokteran, sehingga mampu bertanggung jawab atas keahliannya di rumah sakit atau klinik tempat dokter tersebut mengobati pasien. Dan amat lebih baik bila ditunjang oleh peralatan kedokteran yang mumpuni dan bantuan kedokteran dari rekan spesialis.

Pasien sedapatnya mengkaji jenis pengobatan yang didapat, kita dapat bertanya kepada dokter yang mengenai obat yang diterima, treatment yang didapat, dan sebagainya.

Sejauh mungkin jauhilah jenis pengobatan alternatif yang berbau mistis dan kurang masuk akal. Dapatkan obat yang tepat untuk penyakit yang diderita. Jika sulit mendapatkan pengobatan medis yang murah, kita bisa datang ke puskesmas terdekat yang masih banyak di setiap pelosok desa. Bahkan pengobatan gigi pun masih dihargai sangat murah dibanding klinik gigi yang bertarif Rp, 100rb/visit, anda bisa ke puskesmas melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali untuk kesehatan gigi bahkan puskesmas juga tersedia pemeriksaan bayi hingga orang lanjut usia dengan biaya sangat terjangkau!

Saya salah satu orang yang menyukai puskesmas kala kecil. Selain murah juga dokter puskesmas umumnya ramah, mereka dokter yang melakukan pengabdian di desa dengan gaji seadanya untuk memenuhi tugas lapang mereka. Puskesmas selalu memberikan obat generik untuk setiap resep obat yang diberikan,baik generik maupun premium memiliki khasiat yang sama-sama bagus.

Kita semua bertanggung jawab atas diri sendiri, kita wajib menjaga diri kita lahir dan batin, jika kita sehat maka setiap aktivitas baik kita bernilai ibadah. Amien.

6 responses so far

Berencana hamil kapan?

Oct 16 2008 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Family n Parenting

Setiap perempuan yang bersuami umumnya ingin segera punya keturunan. Maka setelah menikah umumnya dapat memiliki anak dengan cepat. Namun setelah kelahiran anak pertama dan kedua ada sebagian yang melakukan perencanaan kehamilan selanjutnya. Umumnya menggunakan alat kontrasepsi yang bermacam-macam seperti spiral, suntik kb, pil kb, bahkan susuk. Mendengar kata ‘susuk’ agak scary ya?

Saya ingin berbagi pengalaman, beberapa tahun lalu setelah menikah saya dan suami memiliki rencana untuk memiliki anak dengan jarak umur anak pertama dan kedua dan selanjutnya sekitar 3 tahun, maka setelah melahirkan anak pertama, saya memasang alat kontrasepsi KB spriral. Saya memilih Rumah Sakit Hermina Bogor tempat saya melahirkan dan dipasang oleh dokter yang juga membantu proses bersalin. Menurut dokter tersebut, alat KB spiral umumnya cocok dipasang untuk mayoritas perempuan namun harus rutin diganti setiap 1,2, atau 3 tahun menurut jenis spiral yang dipasang. Saya waktu itu memilih yang bisa diganti setiap tahun. Kalau tidak salah namanya spiral T.

Namun beberapa bulan kemudian, saya mengalami ketidakcocokan. Entah kenapa, saya tidak suka ada benda asing di dalam tubuh ini. Akhirnya setelah konsultasi dengan suami, spiral dicopot oleh seorang bidan di klinik dekat rumah, artinya tidak dilakukan oleh dokter yang memasang spiral sebelumnya. Kebetulan saya sempat berkonsultasi dengan bidan tersebut sebelumnya, dan beliau menegaskan bahwa pencopotan atau pemasangan bisa dilakukan oleh ahli kesehatan kandungan manapun, gak masalah.

Setelah pencopotan spriral, saya mencari alternatif lainnya untuk bisa membantu perencanaan kehamilan selanjutnya. Akhirnya kami sepakat menggunakan metode tanggal kesuburan. Dan ternyata ada sebuah sofware yang dapat menghitung tanggal kesuburan seorang wanita. Saya telah menggunakan metode tersebut hingga saat ini anak saya berusia 3 tahun. Dalam waktu dekat ini kami akan merencanakan memiliki lagi seorang putri/putra.

Bagaimana dengan yang tidak memiliki rencana? alias tidak menggunakan alat kontrasepsi atau perencanaan kehamilan apapun. Bentuk seperti ini pun menurut saya baik dan bagus, setiap keluarga memiliki hak dan keinginan masing-masing yang sudah dipertimbangkan dengan baik.

Bagi keluarga yang melakukan perencanaan kehamilan, khususnya dengan alat kontrasepsi spiral, pil, suntik, susuk, saya sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan bertanya pada kawan lain yang telah berpengalaman. Umumnya dokter atau bidan ahli kesehatan kurang secara terbuka memberikan informasi mengenai baik dan buruknya penggunaan alat kontrasepsi tersebut, kebanyakan mereka mengatakan bahwa alat kontrasepsi adalah baik :) , kecuali anda bertanya langsung secara lengkap. Namun saya pribadi kurang menyukai alat spiral atau juga disebut dengan IUD, dengan pertimbangan bahwa alat asing yang terpasang dan mengikat aliran darah yang normal pada mulut rahim bukan tidak mungkin akan menimbulkan dampak kurang baik bagi tubuh. Juga sama halnya dengan pil KB atau suntik KB yang konon adalah sejenis hormon yang di masukkan kedalam tubuh bukan tidak mungkin pula akan menimbukan efek lain yang tidak diinginkan. Saya lebih memilih merencanakan kehamilan dengan penentuan tanggal kesuburan, tidak ada alat ataupun bahan-bahan asing yang terpasang dalam tubuh. Merasa aman.

Software tanggal kesuburan tersebut begini metode kerjanya :
Tanggal menstruasi terakhir kita isikan kedalam database software tersebut, lalu kita isikan siklus menstruasi apakah 25 hari atau lainnya. Setelah itu software secara otomatis akan membuat tanggal2 bulan berikutnya dengan dua warna indikator, warna merah pada tanggal dimana wanita dihitung akan menstruasi, dan warna hijau pada tangga dimana wanita subur. Juga ada tanggal tidak ada warna apapun yang menandakan wanita tidak subur sehingga aman untuk tidak memakai pengaman. Software tersebut juga dapat menandakan kapan wanita sedang mengalami masa sangat subur hingga kurang subur dengan tanda indikator hijau yang levelnya tinggi hingga rendah. Sehingga juga bisa digunakan untuk menentukan waktu yang sangat subur untuk berencana hamil.
Anda bisa download free trial disini : download.com

Namun metode apapun yang anda gunakan sekarang, saya yakin sudah dengan pertimbangan yang baik dari anda dan suami. Dan memiliki anak adalah anugerah yang sangat besar. Setiap anak memiliki rejeki masing-masing yang sangat besar. Saya pribadi ingin sekali memiliki keluarga besar nanti. Amien. Wallahu ‘alam.

One response so far

Sekali lagi tentang MSG

May 09 2008 Published by Dini Susanti under Family n Parenting

Beberapa waktu lalu, husband dapet parsel yang isinya berbagai macem snack made in lokal sini (chinese company). Salah satunya saya coba makan Snack chiki sotong. Belum habis setengah dus mendadak kepala jadi pusing, kleyengan. Baca komposisinya, makanan ini mengandung MSG (monosodium Glutamate). Namun tidak disebutkan jumlah kandungan MSG yang terkandung. Tak aneh lah, semakin banyak produsen makanan yang menganggap sepele kandungan MSG dalam makanan. Masyarakat dituntut pintar untuk memilih makanan yang baik dan sehat untuk dikonsumsi, kalo produsen pastinya menuntut keuntungan sebesar-besarnya dari penjualan makanan, semakin gurih makanan yang dijual dan masyarakat semakin suka, laba makin gedee..

Namun tak jarang juga saya temukan makanan yang tidak mengandung MSG dan reduced salt (tertera pada kemasan). Setelah saya coba memang terasa kurang gurih namun tetap enak. Perut kenyang.

Eniwei, jika anda penyuka makanan gurih karena kandungan MSG seperti penyuka bakso kuah yang anda lihat sendiri tukang baksonya menaburkan satu sendok teh vetsin kedalamnya, maka anda harus mencobanya sekali-kali tanpa MSG atau buat bakso sendiri di rumah. Gurih pada makanan yang mengandung MSG hanya terasa nikmat sesaat di lidah saja. Dampak lebih besar anda rasakan pada kemampuan otak. Jika para produsen makanan menganggap omong kosong hasil penelitian para ahli terhadap kandungan MSG pada makanan, maka saya tergolong yang mempercayai pembuktian hasil ilmiah tersebut. Cobalah anda kunyah satu sendok teh vetsin, yang anda rasakan pasti pusing kepala, cukup experience saja jadi pembuktian kan? Dukung makan sehat bagi tubuh dan otak! (yooo..!)

Sempat penasaran juga dengan presiden/wapres yang membuka pesta bakso di Yogyakarta, Indonesia, beberapa waktu lalu, apakah juga beliau memberikan wejangan kepada para tukang bakso untuk membatasi kandungan MSG/vetsin pada bakso2 mereka? Dududuuh..pentiiing banget buat mengurangi kandungan vetsin pada bakso, kadang saya lihat tukang bakso itu ga tanggung tanggung pake vetsin banyak banget. Apalagi di Indonesia bakso bisa ditemui di tiap tikungan, udah jadi brand makanan rakyat..

Ini saya kutip dari majalahTRUST.com, bisa jadi acuan. Meski dikatakan MSG aman jika dikonsumsi dibawah kandungan minimum, pake atau ga, its our choices..

** Continue Reading »

7 responses so far

SMS Cinta

Dec 04 2007 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Personal

Suatu siang, sedang asyik masak sambel ati, di dapur.
Suami, di ruang kerja.

Tiiiit…Tiiiit…Tiiit.. Sms bunyi..
Tangan kanan menggenggam sendok,
tangan kiri mengambil henpon di saku celana.

Klik kluk klak *buka sms*
“Mam, aku cinta padamu. Love U”.

*halah suamiku..* “…love u too pap..”

No responses yet

Kaya dengan sedekah

Oct 23 2007 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Renungan


Sejak Taman Kanak Kanak sudah diajarkan oleh guru mengenai logika matematika sederhana. Misalnya bahwa dua apel dikurang satu apel sama dengan satu apel. Lalu jika satu apel sisa digigit bersama-sama dengan teman-teman yang lain hingga habis maka apelnya akan tidak bersisa alias nol.

Nol sama dengan tidak ada, hilang, hangus selamanya.. dan kita tidak memiliki apa apa. Jadi, secara logika, bila punya satu apel, bila diberikan pada orang lain akan habis… maka bila punya satu apel lebih baik dimakan sendiri saja lebih enak ya? atau beli satu apel lagi, lumayan perut agak terisi.

Lalu bagaimana logika matematika menghitung isi sebuah hadist ini?:
“ Harta itu sungguh tidak berkurang dengan sedekah “
( HR. Muslim dan Tirmidzi )

Secara logika: Apel=harta dan jika diberikan pada orang lain maka tidak berkurang?
Eit! Jangan berharap jika mengejapkan mata maka apel tersebut akan tetap menjadi UTUH di atas telapak tangan kita setelah kita memakannya habis beramai-ramai..(anak kecil mesti diajarkan hal ini)

Allah sungguh tak pernah Ingkar janji. Hadist diatas jangan dihitung berdasarkan logika manusia semata. Janji Allah pasti terjadi. Pengalaman telah memberikan pengertian kepada saya, bahwa dengan bersedekah atau memberi kepada orang lain (bisa berupa materi maupun immateri) meskipun tak seberapa, dapat kembali menjadi berlipat ganda dan pasti datang pada waktu yang tepat. Bahwa sedekah yang telah dikeluarkan akan memberikan balasan sesuai niat dan tujuan hati saat tangan diatas. Bahkan pemberian pada binatang pun seperti misalnya kucing, dengan niat hati yang tulus maka pemberian itu tidak pernah sia-sia. Harta yang semula tak seberapa tidak pernah berkurang bahkan subhanallah..selalu bertambah. Jangan pernah ragu..(menjadi pengingat untuk saya juga). Karena di dalam harta kita terdapat hak orang lain…

Niat tulus? Seperti apa? (hal ini pernah saya tanyakan pada diri sendiri bahkan sampe cari dikamus).. niat tulus adalah kekuatan dalam hati untuk membantu, memberi tanpa meminta balasan dari yang kita beri. Sehingga setelah sedekah diberikan bisa jadi dalam beberapa menit bisa melupakan pemberian tersebut seberapa besarnya pun (hal ini saya masih belajar), dan tidak menceritakannya pada orang lain (untuk menjaga hati yang kita beri…)

Sudah tak terhitung berkali kali Allah memberikan balasan berlipat lipat atas pemberian tak seberapa, namun JanjiNya tak akan pernah lalai..Syukron yaa Rabb..Padahal saya sendiri masih banyak kelalaian pada perintah Nya..

—————————–
Di bawah ini adalah sebuah tulisan dari
Speeches For An Inquiring Mind
——————————

“Speeches For An Inquiring Mind”
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London)

Translated by Ir. Gusti Noor Barliandjaja and Muhammad Arifin M.A. (Madinah)

MEMBELANJAKAN HARTA DI JALAN ALLAH SWT

Membelanjakan harta di jalan Allah SWT (kita kenal istilah, fisabilillah) adalah satu dari ciri-ciri utama orang-orang mukmin sejati. Dalam hal ini, Allah SWT tidak sekedar memerintahkan melainkan juga memberi motivasi begitu indah, agar kita tergerak untuk melaksanakannya. Sebagai contoh motivasi yang diberikan, salah satunya terdapat didalam Surat Al-Baqarah Ayat 265.

Perumpamaan mereka yang membelanjakan hartanya demi mendapat ridha Allah dan meneguhkan (keimanan) jiwanya adalah bagaikan sebidang kebun ditempat yang tinggi. Ketika ditimpa hujan lebat maka hasil buahnya duakali lipat banyaknya. Jika hujan lebat tidak turun maka hujan gerimispun telah mencukupi. Dan Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

Berbicara soal membelanjakan harta fisabilillah tampaknya mudah. Namun demikian, diperlukan kemauan yang cukup kuat untuk melakukannya. Maka dari itu, membelanjakan/menafkahkan (ber-infaq) harta di jalan-Nya dapat memperkuat jiwa dan akhlaq orang yang melakukannya. Lebih jauh lagi, sekecil apapun infaq yang disisihkan dengan penuh ikhlas sudahlah mencukupi untuk meraih ganjaran/balasan yang besar dari Allah SWT.
Dorongan atau motivasi yang diberikan dengan cara lain oleh Allah SWT kepada kita, terdapat didalam Surat Al-Hadid Ayat 7,

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, dan infaqkanlah sebagian harta yang Allah telah menjadikanmu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan berinfaq, bagi mereka itu ada ganjaran yang besar.

Pada ayat ini Allah SWT menjelaskan kepada kita bahwa apapun yang kita miliki, sebelumnya telah pernah dimiliki oleh orang lain. Begitu pula nantinya apa yang kita miliki akan berpindah kedalam kepemilikan orang lain. Begitulah, kita adalah pengelola sementara atas harta itu, dengan kata lain peran kita hanyalah sebagai pemegang amanat. Maka dari itu, kita tidak perlu ragu-ragu dalam membelanjakan sebagian harta yang mana sifat kepemilikan kita atasnya hanyalah sementara. Selanjutnya, dengan ayat ini menjadi jelaslah bagi kita bahwa hanya mereka yang beriman dan menafkahkan hartanya di Jalan Allah SWT sajalah yang kelak akan memperoleh ganjaran yang besar dari Allah SWT. Adapun bagi orang-orang yang tidak beriman, yang membelanjakan hartanya untuk keperluan sosial, kelak di Hari Pembalasan tidak ada balasan baginya atas kebajikan yang telah ia lakukan itu, walaupun di dunia ini beberapa bentuk penghargaan bisa saja diperolehnya.

Allah SWT berfirman didalam Surat Al-Hadid Ayat 10,

Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah? Padahal Allah-lah yang mempusakai (memiliki) langit dan bumi.

Pada ayat ini juga terkandung petunjuk dan dorongan untuk membelanjakan sebagian harta di jalan Allah SWT. Dorongan itu berupa ajakan untuk merenungi, adakah diantara kita yang memiliki sebagian dari langit? Tentu tidak! Sesungguhnya hanya kepunyaan Allah SWT sajalah seluruh langit itu. Demikian pula dengan apa saja yang di bumi ini semuanya milik Allah SWT, walaupun seringkali kita terbiasa salah-ucap mengatakan, “ mobil saya, rumah saya, ataupun, ini balai pengobatan saya.” Maka dengan firman-Nya yang merangkai kata langit dan bumi, Allah SWT menerangkan kepada kita bahwa, sebagaimana halnya apapun yang di langit adalah milik-Nya demikian pulalah dengan apa-apa yang ada di bumi juga milik Allah SWT. Maka tak perlu kita ada keengganan untuk menafkahkan di jalan Allah SWT, harta yang sejatinya adalah milik Allah SWT. Maka dari itu Allah SWT pun mengundang kita didalam Surat Al-Hadid Ayat 11,

Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan ia akan memperoleh pahala yang banyak.

Apakah yang dimaksud dengan pahala/ganjaran yang besar atau pahala yang banyak? Ini dapat secara baik kita pahami dengan menilik Ayat ke-36 dari Surat An-Naba berikut ini.

Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak.

Ganjaran Surga jauh melampaui balasan yang patut kita terima atas perbuatan baik yang telah kita lakukan. Jadi, sebagai tambahan dari balasan itu, Allah SWT juga memberikan hadiah yang cukup banyak. Besarnya hadiah ini tergantung kepada keikhlasan dan niatan perbuatan kebajikannya. Itulah yang disebut oleh Allah SWT sebagai pahala yang banyak atau pahala yang besar di berbagai ayat didalam Al-Qur’an. Demikianlah kita akan memperoleh balasan dari Allah SWT, atas harta yang kita pergunakan fisabilillah sesuai dengan niat dan kadar keikhlasan kita pada saat melakukannya.
Anas RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika seseorang memiliki satu lembah emas, ia takkan pernah merasa puas. Ia akan menginginkan satu lagi lembah penuh emas untuk dimilikinya. Padahal sesungguhnya hanya debu-kuburlah yang bisa memenuhi/memuaskan mulut seseorang.” (Bukhari)

Ubai bin Ka’ab mengatakan bahwa hadits ini begitu sering dibaca-ulang, sampai-sampai kami menyangka itu adalah ayat-ayat Al-Qur’an sehingga Allah SWT mewahyukan Surat At-Takatsur Ayat 1~8.

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Niscaya kamu benar-benar akan melihat Neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin (yakin sebab melihat sendiri), kemudian kamupun pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Ibnu Umar meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah Muhammad SAW menyampaikan sabda beliau kepada para sahabat, “Dapatkah kamu membaca seribu (1000) ayat Al-Qur’an setiap hari?.” Para sahabat pun berkata, “Siapakah dari kita yang sanggup melakukannya!?.” Rasulullah pun bersabda, “Adakah kamu tak dapat membaca Surat At-Takatsur.” (Al Hakim dan Al Baihaqi)

Dengan demikian berarti bahwa kandungan pesan didalam Surat At-Takatsur itu setara dengan seribu ayat. Adalah kenyataan bahwa kelemahan manusia itu adalah menumpuk-numpuk dan terus menambah harta dalam genggamannya hingga maut menjemput. Sungguhpun demikian, ada kewajiban orang beriman untuk membayar zakat (maal) sebesar 2.5 % (dua setengah persen) dari hartanya. Perlu diingat juga bahwa Allah SWT sering kali menyebutkan perintah Zakat langsung mengikuti perintah Shalat didalam Al-Qur’an. Dengan kata lain, Tidak diterima Allah SWT shalat seseorang sehingga ia bayarkan kewajiban zakatnya. Khalifah Abu Bakar RA adalah sahabat yang terbaik pemahamannya dalam hal zakat. Beliau menugaskan pasukan untuk memerangi mereka-mereka yang menolak membayar zakat walaupun mereka itu masih mengerjakan shalat dan menunaikan puasa.

Allah SWT berfirman didalam Surat Al-Muzammil Ayat 20:

Dan dirikanlah shalat dan bayarlah zakat, dan pinjamkanlah kepada Allah pinjaman yang baik.

Pada ayat ini, Selain memerintahkan kita untuk membayar zakat, Allah SWT juga menganjurkan kita untuk dengan ikhlas menambah lagi belanja kita di Jalan Allah SWT. Ciri-ciri orang yang sungguh-sungguh mukmin banyak disebutkan di berbagai ayat didalam Al-Qur’an. Misalnya, didalam Surat Adz-Dzariat Ayat 17~19 Allah SWT berfirman,

Mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam; Dan di akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang-orang miskin yang meminta dan yang tidak mendapat bagian (tidak meminta).

Begitupun didalam Surat Al-Ma’arij Ayat 24, 25; Allah SWT berfirman:

Dan orang-orang yang didalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)

” Bagian tertentu” yang dimaksud didalam ayat ini adalah bagian yang telah ditetapkan untuk sepanjang masa oleh Allah SWT dalam bentuk zakat yakni sebesar 2,5 % (dua setengah persen) dari harta kekayaannya. Tersebut pula didalam firman Allah SWT Surat Al-Insaan Ayat 8 & 9,

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberikan makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan darimu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.

Terkadang kita heran, mengapa Allah SWT menakdirkan Nabi Muhammad SAW terlahir dalam keadaan yatim. Tentunya hanya Allah SWT sajalah yang mengetahui secara sempurna tentang hal ini. Mungkin saja, salah satu alasan adalah Allah SWT berkehendak menanamkan di masa kecil Rasulullah SAW bagaimana rasanya hidup sebagai anak yatim, karena ini merupakan latihan penting bagi beliau yang dikemudian harinya diangkat oleh Allah SWT sebagai Rahmatan lil ‘Alamin (sebagai rahmat bagi alam semesta).

Bimbingan dan Petunjuk Allah SWT berpengaruh amat seketika terhadap para sahabat Rasulullah Muhammad SAW. Sebagai contoh, perhatikanlah firman Allah didalam Ayat ke 92 dari Surat Ali ‘Imran berikut ini.

Tidaklah sekali-kali kamu sampai pada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.

Begitu mendengar turunnya ayat ini, Abu Thalhah RA bergegas mendatangi Rasulullah SAW untuk menyerahkan kebunnya yang terbaik, disumbangkan untuk kepentingan Sabilillah. Begitu pula dengan Zaid bin Haritsah RA, ia segera menyerahkan kuda terbaik yang dimilikinya.

Saya berdo’a semoga Allah SWT memberikan kemampuan kepada kita untuk membayar Zakat dan mengeluarkan sedekah secara tulus-ikhlas dan teratur dari waktu ke waktu. Amiin.

————
Semoga Allah merahmati penulis artikel diatas. Amien.

12 responses so far

You Are What You Eat. Are They Halal??

Sep 17 2007 Published by Dini Susanti under Family n Parenting

food halal

Taken from http://www.afic.com.au/Halal.htm

HALAL is a Quranic word meaning lawful or permitted. In reference to food, it is the dietary standard, as prescribed in the Quran the Muslim scripture. General Quranic guidance dictates that all foods are Halal except those that are specifically mentioned as Haram (unlawful or Prohibited).

Islam is the natural way of life. Its economical system is just; its social system is based on cooperation and brotherhood; its political system is based on consultation and its dietary laws are very simple and beneficial for the entire humanity.

The life of a Muslim revolves around the concept of Halal. A Muslim must earn income from Halal sources, be involved only in Halal transactions and consume Halal food and drink.

HALAL CONCEPT

Within the Islamic religion, a strong emphasis is placed on cleanliness – both spiritually and in the context of food and drink. For a food or drink product to be approved for consumption it must conform to the Islamic dietary laws as specified in the Qur’an, the Hadith (sayings) of the Prophet Muhammad, his Sunnah (tradition) and in the Fiqh (understanding) of the Islamic Jurists: Hanafi, Shafi’, Maliki and Hambali. The Qur’an has numerous injunctions instructing Muslims to choose and consume good and wholesome foodstuffs.

In the selection of food and drink, Islam has laid down three very important guidelines, namely;

1. Whether the consumption of the foodstuff is prohibited by Allah,
2. Whether the foodstuff is obtained through Halal or Haram means, and
3. Whether or not the material is harmful to health.

Islam is not a mere religion. It is a way of life with rules and manners governing every facet of life. Since food is an important part of daily life, food laws carry a special significance.

Muslims are expected to eat for survival, to maintain good health and not to live for eating. In Islam, eating is considered to be a matter of worship of God like prayer, fasting, alms-giving and other religious activities.

Muslim eats to maintain a strong and healthy physique in order to be able to contribute his knowledge and effort for the welfare of the society. Muslims are supposed to make an effort to obtain the best quality nutritionally.

The concept of Halal in Islam has very specific motives;

1. To preserve the purity of religion
2. To safeguard the Islamic mentality
3. To preserve life
4. To safeguard property
5. To safeguard future generations
6. To maintain self-respect and integrity.

Islam encourages its followers to choose Halal foods. This awareness is always propagated in Muslim societies and is strengthened by the widespread knowledge extolling the virtues of consuming clean and Halal foods.

In general every food is considered lawful in Islam unless it is specially prohibited by the Qu’ran or the Hadith. By official definition, Halal foods are those that are:

* Free from any component that Muslims are prohibited from consuming according to Islamic law.
* Processed, made, produced, manufactured and or stored using utensils, equipment and/or machinery that have been cleansed according to Islamic law.

There are several factors that determine the Halal/Haram status of a particular foodstuff. Amongst others, it is dependent on its nature, how it was processed and where it originated from.

As an example, any pig product is considered Haram because the material itself is Haram. Whereas beef from an animal that has not been slaughtered according to Islamic rites would still be considered Haram.

Also Haram is food that has been stolen or acquired through unethical means. Islam also prohibits the usage of any materials that are detrimental to the spiritual or mental well-being of a person, such as alcoholic drinks and drugs.

Due to advancements in food technology and distribution, Muslims are more exposed to various ingredients and manufactured foods imported into Muslim countries.

To determine the Halal-Haram status of foodstuffs and other material, Islam has laid general guidelines on this matter, namely:

1. All raw materials and ingredients used must be Halal.

2. Naturally Halal animals such as cattle, goats etc., must be slaughtered according to Islamic rites, the rituals specify that the act must be performed by a mentally sound Muslim, to sever the blood and respiratory channels of the animal, using a sharp cutting tool such as knife.

3. The Halal ingredients must not be mixed, or come into contact with haram materials such as products from pig or dog during storage, transport, cooking, serving etc.

It must be understood that the production of Halal food is not only beneficial to Muslims, but also to food producers, by means of increased market acceptance of their products.

Manufacturers and exporters of Halal products can receive Halal certification for their products from MUI (country Indonesia).

———
Another information about halal food :

http://www.afic.com.au/Halal.htm

http://www.gmwa.org.uk/foodguide2/index.php

www.halal.com
www.halalguide.info
etc..

One response so far

Kontroversi MSG/Vetsin/Metcin

Sep 10 2007 Published by Dini Susanti under Family n Parenting

vetsin

Sejak dulu saya memang tidak pernah memakai vetsin dalam masakan. Karena sedikit tahu tentang bahaya MSG dari beberapa literatur yang saya baca. Lalu mengikuti kembali thread mengenai vetsin, ternyata ada kontroversi MSG, antara yang menyatakan berbahaya dan tidak berbahaya bagi tubuh.

Yang mengatakan MSG berbahaya:
1. Bahaya Mengancam Lewat MSG
2. MSG Tak Sekedar Penyedap Rasa

Yang menyatakan MSG tidak berbahaya:
1. Kunjungan P2MI ke Redaksi NOVA
2. http://www.msg.org.au/

Yang menyatakan tidak berbahaya namun harus ada batasnya:
1. Resiko MSG

Anyway, yang menyatakan tidak berbahaya pun menyatakan pula,
“…Hal senada juga diutarakan Ketua Badan POM, Sampurno. Menurutnya, makanan ringan yang diteliti PIRAC itu aman untuk dikonsumsi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan bahwa MSG aman bagi kesehatan. Tentu saja bahan ini tak boleh sampai dikonsumsi oleh bayi, terutama yang masih berusia di bawah tiga bulan. Kendati demikian, Sampurno sependapat bila kandungan MSG harus dicantumkan di label kemasan makanan..”

Duh hati-hati para Ibu…semoga kita tidak menemukan ada makanan bayi mengandung MSG, kekhawatiran tersebut mengingat sekarang banyak beredar makanan instant untuk bayi dan kita sering memberikan makanan instant agar praktis dan bayi pun suka, mereka menyukainya karena makanan tersebut rasanya gurih-gurih.

Wah mari kita mengamati dan memilih yang terbaik untuk diri dan keluarga tercinta agar hidup yang sesaat di dunia menjadi bermutu dan bermanfaat.

5 responses so far

« Newer posts