Archive for the 'Family n Parenting' category

Jahitan perineum dibuka dan dijahit lagi?

Sempat jadi pikiran dua minggu yang lalu,
setelah kejadian constipasi (sulit buang air besar) dan melakukan ngeden yang cukup kuat, padahal jahitan di perineum (episiotomi) terasa belum menutup sempurna, kepikiran dan rasa cemas muncul.
Apalagi setelah ngeden BAB sempat terjadi sedikit cairan nifas atau entah bukan (karena cemas tadi jadi mikir yang engga2) dalam volume yang lebih banyak dari biasanya.

Lalu kami meluncur ke Ampang Specialist Hospital untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Saya ditangani oleh bagian emergency karena kami kesana malam hari, bagian spesialis kandungan ga available. Seorang dokter jaga melakukan pemeriksaan dan menyatakan bahwa saya tidak mengalami pendarahan. Fiuh syukur alhamdulillah, namun beliau menyarankan kami untuk visit kembali dokter kandungan yang membantu persalinan kemarin agar dicek menyeluruh. Beliau memberikan obat pelunak feses dengan merk Duphalac, obat yang aman dikonsumsi ibu hamil dan menyusui, bahkan dalam jangka panjang sekalipun dan bisa dibeli di farmasi jika sudah habis. Kami pulang ke apartemen larut malam, setelah proses menunggu yang lamaaa banget di emergency, saat itu banyak orang yang lebih mendapat skala prioritas penanganan.

Keesokan harinya kami visit dokter kandungan, namun bukan dokter kandungan yang membantu persalinan kemarin. Agak malu untuk mengunjungi beliau lagi (Dr Bee) karena beliau dokter laki-laki (dokter jaga di hari raya yang available karena saya pecah ketuban saat itu), juga saat itu Dr Ariza yang setiap bulan kami visit sedang tidak available. Finally kami visit seorang dokter wanita di pantai cheras hospital, Dr Suriati Akmal. Dokter yang sangat ramah, beliau menjawab semua pertanyaan kami. Beliau melakukan pemeriksaan dan meyakinkan kami bahwa jahitan perineum saya tidak ada problem, fiuh alhamdulillah.. seketika seluruh rasa cemas menguap dan syaraf2 yang tegang kembali mengendur.

Saran saya untuk ibu yang mendapat jahitan perineum (episiotomi) setelah melahirkan, mintalah obat pelunak feses jika mengalami konstipasi (sulit BAB) dalam dua minggu awal setelah melahirkan, cek up kembali ke dokter kandungan anda. Jahitan akan menyatu dengan daging kembali dalam 5-7 hari, dan insyaAllah sempurna setelah 2 minggu setelah melahirkan. Lebih amannya, dapat kembali normal setelah 40 hari setelah melahirkan. Jaga bagian jahitan agar selalu kering (keringkan dengan tissu setelah kena air), dan jangan segan ganti pembalut bila terlalu lembab (bisa menyebabkan gatal).

No responses yet

Oreo milkshake!

Sep 08 2009 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Family n Parenting

Bahan2 :
12 OREO Cookies
1-1/2 gelas susu
(2 sendok eskrim) vanilla ice cream
2 sendok makan chocolate syrup

Haluskan biskuit OREO; masukkan ke blender.
tambahkan bahan2 lain dan aduk rata semuanya hingga lembut.
Hidangkan segera untuk putra putri anda, atau jadi hidangan berbuka puasa yg dingin dan menyehatkan!

(ditambahkan toping vanila moss diatasnya juga enak!)

No responses yet

Kehamilan (2)

Aug 19 2009 Published by Dini Susanti under Family n Parenting

Bagaimana keadaan ibu dan pertumbuhan janin pada akhir bulan pertama?
Keadaan ibu:
• Sering mengantuk, sering kencing
• Payudara mulai membesar, putting menjadi lebih gelap
• Mual dan muntah
Keadaan janin:
• Masih berupa segumpal kecil daging

Apa yang terjadi pada akhir bulan kedua?
Kedaan ibu:
• Payudara semakin membesar dan tampak bayangan pembuluh darah
• Masih ada rasa mual dan mutah
Keadaan janin:
• Panjangnya 3 cm
• Kepala dan anggota badan mulai terbentuk

Bagaimana keadaan pada akhir bulan ketiga?
Keadaan ibu:
• Perut mulai membesar karena janin tumbuh melewati rongga panggul
• Mulai mengidam
Keadaan janin :
• Panjang 8 cm
• Wajah, telinga, anggota badan, dari dan ibu jari mulai terbentuk
• Jenis kelamin mulai dapat dibedakan

Bagaimana keadaan pada akhir bulan keempat?

Keadaan ibu:
• Rasa mual dan muntah biasanya telah hilang
• Ibu mula bersemangat dan nafsu makan membaik
• Wajah tampak berisi mulai merasakan gerakan bayi
Keadaan janin:
• Panjang 20cm. berat seperempat kilogram
• Tubuh janin sudah terbentuk sempurna
• Denyut jantung dapat didengar

Apa yang terjadi pada akhir bulan keenam?
Keadaan ibu:
• Pada perut kadang-kadang timbul garis-garis putih karena peregangan kulit, payudara membesar dengan cepat
Keadaan janin:
• Panjang 35cm, berat 1kg
• Kulit janin keriput dan berbulu banyak
• Gerakan janin mulai dirasakan setelah bulan keempat

Bagaimana keadaan pada akhir bulan kedelapan?
Keadaan ibu:
• Kadang-kadang merasa sedikit sesak bila bernafas, karena bayi menekan paru-paru ibu
• Merasakan kepanasan dan berkeringat, karena secara normal suhu tubuh naik sedikit
Keadaan janin:
• Panjang 45 cm , berat 2 kg
• Bereaksi terhadap suara
• Memperoleh kekebalan dari ibunya

Bagaimana keadaan pada akhir bulan kesembilan?

Keadaan ibu:
• Sering kencing karena kepala bayi mulai masuk ke rongga panggul
• Perut yang membesar dan berat akan menimbulkan sakit pinggang dan cepat lelah
Keadaan janin:
• Panjang 50cm, berat 3kg
• Bayi mulai berisi sehingga keriput pada kulit berkurang, tubuhnya dikelilingi oleh lapisan lemak
• Siap untuk dilahirkan

Note : Biasanya kontraksi palsu mulai terjadi pada kehamilan ketujuh, yang ditandai dengan perut mengeras untuk beberapa saat, namun akan hilang dan timbul kembali lain waktu secara tidak beraturan.

No responses yet

Kehamilan (1)

Aug 19 2009 Published by Dini Susanti under Family n Parenting

Apakah tanda-tanda hamil muda?
Tanda-tanda hamil muda adalah:
• Tidak haid paling sedikit 2 bulan berturut2
• Timbul rasa mual, muntah2 dan pusing terutama pada pagi hari, sehingga tidak ada nafsu makan. Tanda-tanda ini biasanya hilang sendiri setelah kehamilan berumur 3 bulan.
• Kadang-kadang ibu mengidam atau menginginkan makanan yang jarang atau tidak pernah dimakannya.

Kalau ada tanda-tanda tersebut apa yang pelu dilakukan?
Ibu sebaiknya segera memeriksakan diri ke bidan atau dokter untuk memastikan kehamilannya dan meminta nasehat mengenai kehamilannya dan meminta nasehat mengenai apa yang perlu dilakukan selanjutnya.

Apa perubahan perasaan yang mungkin timbul selama hamil?
Setiap ibu yang sedang hamil mungkin mengalami perubahan suasana hati tanpa sebab yang jelas, misalnya gembira, lalu tiba-tiba sedih atau marah. Hal ini disebabkan karena kehamilannya. Sebaiknya hal ini dipahami oleh suami atau orang terdekat lainnya, agar mereka dapat membantu.

Bagaimana mengatasi rasa lelah yang mungkin timbul pada waktu hamil?
Dalam dua atau tiga bulan pertama kehamilan, biasanya timbul rasa lelah, mengantuk yang berlebihan dan pusing, yang biasanya terjadi pada sore hari. Untuk menguranginya, ibu dianjurkan tidur cukup, sekurang-kurangnya 8 jam pada malam hari, dan sedapat mungkin tidur siang paling sedikit 1 jam.
! Bila terjadi rasa lelah berlebihan, periksakan diri pada dokter atau bidan.

Bagaimana mengurangi rasa tidak enak badan yang sering dirasakan pada waktu bangun pagi?
Ibu dianjurkan untuk:
• Bangun dari tempat tidur pelan-pelan, lebih dahulu duduk sebelum berdiri
• Mengurangi makan makanan berlemak
• Makan dalam porsi yang lebih kecil, tetapi sering

Apa yang dilakukan bila timbul rasa tidak enak pada uluhati?

Rasa tidak enak atau rasa seperti terbakar di dada bagian bawah atau perut bagian atas (uluhati) dapat disebabkan oleh aliran balik asam lambung ke kekerongkongan, karena janin yang makin besar mendesak lambung ke atas. Perasaan ini muncul jika ibu bersendawa (mengeluarkan udara dari kerongkongan) atau membungkuk terlalu cepat sesudah makan. Untuk mengatasinya ibu dianjurkan :
• Makan makanan yang tidak banyak bumbu
• Makan papaya atau minum susu
• Makan dalam porsi kecil tetapi sering
• Hindari makan makanan yang berlemak atau yang mengandung gas, misalnya tapai atau kol

Bagaimana mengurangi rasa mual dan ingin muntah?

Rasa mual dan ingin muntah biasanya terjadi pada awal kehamilan dan tidak melebihi bulan ketiga. Keadaan ini tidak perlu dikhawatirkan, kecuali kalau memang cukup berat, hingga tak dapat makan dan berat badan menurun terus, maka perlu dirawat di rumah sakit.

Apa yang dilakukan bila sulit buang air besar (sembelit)?
Keadaan ini banyak diderita oleh ibu hamil yang kurang aktif, kurang minum, kurang makanan berserat. Sembelit juga disebabkan oleh wasir dan pada kehamilan tua, karena bayi menekan usus besar ibu. Sembelit dapat dicegah antara lain dengan cara:
Makan makanan berserat seperti sayur, buah-buahan, biji-bijian dan kacang kacangan.
Minum banyak air, agar buang air besar teratur
Jalan-jalan setiap hari dan tetap melakukan kegiatan sehari-hari lainnya, dengan menghindari pekerjaan yang melelahkan.
!INGAT jangan sekali-kali minum obat pencahar (urus urus)

Perubahan apa yang mungkin timbul pada kaki?
a. bengkak di kaki dan pergelangan kaki. Ini merupakan hal yang biasa pada ibu hamil, karena adanya sedikit penimbunan air. Bengkak akan hilang dengan sendirinya bila ibu hamil beristirahat selama 1-2 hari dengan kaki diangkat atau ditinggikan. Bila bengkak hebat, menetap, semakin berat, atau terjadi pada tangan dan wajah, perlu segera ke dokter memeriksakan diri.
b. Keram di kaki. Keram adalah kejang otot mendadak, yang akan hilang sesudah beberapa saat. Keram di kaki sering terjadi pada malam hari pada kehamilan tua. Pemyebabnya kemungkinan adalah kurang vitamin pada ibu hamil. Untuk mengatasinya ibu dianjurkan:
• Meluruskan tungkai
• Berbaring dan membengkokkan ujung kaki kearah lutut.
• Memberikan kompres hangat pada bagian yang kejang

Bagaimana bila timbul wasir pada waktu hamil?
Wasir adalah pelebaran pembuluh darah di dubur. Keadaan akan menjadi lebih berat bila disertai sembelit. Bila telah terjadi wasir, ibu perlu segera memeriksakan diri ke puskesmas atau ke dokter.

Apa yang perlu diperhatikan bila timbul keputihan?
Alat kelamin wanita biasanya selalu agak basah atau lembab dan akan menjadi lebih basah selama hamil. Kalaiu hal ini berlebihan apalagi disertai keluarnya cairan berwarna putih kekuningan dari alat kelamin, menimbulkan rasa gatal atau berbau, perlu segera diperiksakan ke dokter.

Apakah yang dimaksud dengan varises dan bagaimana cara mengatasinya?
Menjelang akhir kehamilan, janin yang sudah besar menekan pembuluh darah ibu yang dating dari kaki. Akibatnya pembuluh darah terbendung dan melebar yang memberikan gambaran seperti ranting pohon dengan warna kebiruan dibawah kulit betis, yang disebut varises. Untuk mengurangi varises, ibu dianjurkan:
• Memakai pakaian longgar selama kehamilan tua
• Meninggikan letak kaki bila berbaring, misalnya dengan menempatkan bantal di bawah kaki
• Sering-sering berganti posisi, bila berdiri menghindari berdiri terlalu lama, atau berdiri diselingi dengan berjalan ringan dan duduk.

Bagaimana dengan tanda peregangan di kulit?
Berat badan bertambah dengan cepat selama hamil sehingga biasanya kulit meregang. Tanda peregangan ini berupa garis yang bercabang berwarna putih keabu-abuan, biasanya tampak di perut, buah dada, paha dan bokong. Tanda ini akan berkurang sesudah melahirkan, namun tidak bisa hilang sama sekali. Kadang-kadang peregangan kulit ini disertai rasa gatal, yang dapat dikurangi dengan mengoleskan krem pelembab atau vaselin, yang dapat dibeli di toko obat atau apotik.

Mengapa sering timbul sakit pinggang pada ibu hamil tua?
Ibu hamil sering merasakan sakit pinggang yang biasanya dirasakan setelah hamil tua. Hail ini karena janin yang telah besar menekan otot perut dan pinggang. Keluhan ini biasanya dirasakan oleh ibu hamil yang otot perut dan pinggangnya lemah, sering membungkuk atau sering memakai sepatu/sandal bertumit tinggi.

Mengapa pada kehamilan tua kadang-kadang timbul rasa sesak bila bernafas dan bagaimana cara mengatasinya?
Rasa sesak ringan pada waktu bernafas dapat terjadi pada kehamilan tua, karena janin menekan paru-paru ibu. Hal ini bisa diatasi dengan:
Menghindari pekerjaan berat atau pekerjaan terburu-buru
Pada waktu berbaring, memakai bantal yang agak tinggi
Rasa sesak ini akan hilang pada beberapa minggu menjelang kelahiran karena kepala janin mulai masuk ke dalam rongga panggul. Bila rasa sesak semakin mengganggu dan menyebabkan sulit tidur, ibu perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

No responses yet

Power of play

Jul 25 2009 Published by Dini Susanti under Family n Parenting

Play is far more important to a child’s development than most people realise.

WHAT is the opposite of “play”? Work. Since play is the opposite of work, it is often censured and curtailed.

Today, however, play is gaining new currency in the world, and parents and educators would do well to pay attention. Clearly, our children need playful (read: innovative, entrepreneurial, flexible, adaptable) minds to thrive amidst the rapid changes and shifts that characterise our world.

It is strange, then, that as parents and teachers, we often look askance at play. In many parts of the world, the child’s right to play seems to keep being eroded as education systems, anxious about national and international rankings, pile on reform after reform that seems to unravel childhood.

It doesn’t help that this smacks of concern for global rankings and national pride rather than concern for the child in the classroom.

Children get less and less time to play even at kindergarten level. Instead they spend more time in formal classes, private tuition and enrichment sessions, being taught all the useful skills and knowledge we think they need.

Go to ParenThots to find out more about play and its importance.

To work or not to work

Often, mothers are faced with the hard decision of continuing in their careers or quitting their jobs to stay home with the children.

There is no right decision in this issue. One mother says she gave up her job because her child started going to school and she wanted to be there when the child returned home – to listen to her stories and encourage her daily.

Another mother says she decided not to quit her job because many depended on her. In addition, working helps her children learn to accept her and her career. Besides, she asks, why should it be a choice between work and family. Why can’t women do both?

Focus on the Family

This week’s instalment deals with physical punishment. Often, as parents, we are afraid that if we don’t discipline our children, they will become spoiled.

However, parents should not start punishing their children too early.

Psychologist Dr James Dobson says the foundation for emotional and physical health is laid during a child’s first 12 months and this period should be characterised by security, affection and warmth.

source : http://thestar.com.my

One response so far

Don’t forget to say thank you Allah, Alhamdulillah ..

Setiap hari adalah hari baru yang punya beragam kejadian yang berbeda. Mungkin akan ada rutinitas yang dilakukan itu itu saja, berulang setiap hari dan sedikit membosankan, namun autopilot seperti itu juga diperlukan dalam hidup ini, karena biasanya rutinitas tersebut merupakan kewajiban yang mau tidak mau harus tetap dijalankan .. Kewajiban atau bukan, tetap lakukan dengan hati dan pikiran yang sehat.

Adakalanya emosi meninggi, adakala pula hati menciut, atau pikiran buntu dan buram, sehingga langkah menjadi goyah dan kalang kabut tak berarah. Hal yang wajar terjadi pada manusia. Manusia bisa berbuat salah, bisa berbuat dosa, tak selamanya lurus dan baik. Namun harus selalu diingat, bahwa kesadaran jangan pernah hilang, jika anda tak lagi sadar bisa dikategorikan orang gila atau mabuk, hilanglah fungsi sebagai manusia pada taraf ini.

Kesadaran yang tetap terjaga dalam segala kondisi apapun, tetap membawa jasmani rohani kita setidaknya melakukan autopilot misalnya sholat, ataupun melakukan kewajiban lainnya misalnya belajar atau bekerja (jika masih mampu), kesadaran juga akan membimbing kita agar tidak melakukan perbuatan2 bodoh yang membuat Sang Pencipta murka yang akan disesali dikemudian hari. Kesadaran manusia akan membawa manusia tetap berharap dan berdoa pada Yang Kuasa agar tetap dilindungi dan diberkahi dan agar segala kesulitan yang terjadi akan segera hilang.

Hidup manusia bagai roda pedati, akan digilir masa senang dan sulit bergantian. Menang dan kalah bergantian. Hal itu sudah menjadi fitrah hidup manusia, sejak jaman awal penciptaan manusia. Maka setiap tahap itu tetaplah diingat secara sadar diri, bahwa jika salah maka bertobatlah, Allah Maha pengampun dosa kecuali dosa besar, jika mendapat nikmat bersyukurlah maka akan ditambah nikmatmu, jika sakit atau susah atau sulit berdoalah agar diberikan kesehatan dan kemudahan hidup, tak akan selamanya kita berada di bawah kecuali orang yang tidak mau berubah.

Setiap ucapan syukur alhamdulillah disertai rasa berterimakasih pada Sang Pencipta langit dan bumi ini tidak akan hilang begitu saja, malah akan berbalik menjadi karunia, berkah dan berlipat nikmat lainnya, sesuai janji Allah bahwa “bersyukurlah Pada Allah maka akan bertambah segala nikmat untuk kita” Syukurilah segala nikmat yang diberikan olehNya, terutama nikmat sehat, iman, hati dan perasaan yang tetap hidup dan masih dapat berfikir dengan baik. Sementara banyak orang tidak merasakan nikmat2 tersebut. Dalam segala kondisi bahkan dalam keadaan sakit, doa dan rasa syukur tetap ada.

Dan mari doakan orang2 disekitar kita agar memiliki hari2 penuh nikmat seperti yang kita rasakan saat ini. Semoga kita semua mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani selalu agar dapat melaksanakan kewajiban dalam hidup ini dan menikmati hidup dengan baik hingga ajal menjemput, Amiin ya rabbal A’lamin ..

2 responses so far

Negative labels

Feb 26 2009 Published by Dini Susanti under Family n Parenting

Name-calling is never an acceptable choice.

EVERY child is different. We want our children to grow up in a world where differences are accepted. If life were so simple, our children would be able to live without prejudice or discrimination.

The mother of a 12-year-old related the painful experience her only child had to endure throughout her primary school years. She had always been a timid girl. Every year there would be one classmate who would pick on her and call her names like “Fatty” or “Giant”. Her daughter was constantly teased because she was quieter than the rest. She was not much bigger than her peers; they just liked to tease her and laugh about it.

Teasing is a form of bullying. During their primary school years, children go into name-calling as part of group fun. Usually a bunch of children will gang up to taunt a particular child and call him or her names.

Many adults regard name-calling as harmless or child’s play. If their child is picked on, they would say to their child: “Scold them back. You can show them you are not afraid of them.” Or they would react violently and make their child wary of telling them anything.

One college student in her twenties told me that her school friends used to tease her endlessly. When she complained to her parents, her father did not believe her and told her that she was probably over-reacting. Her mother did not respond to her.

Children and teenagers must be taught and reminded that name-calling is unfair. A child who resorts to name-calling knows it gives him power over his target. He knows instinctively that it hurts and causes pain to others.

One primary school-age boy was constantly called names in school. Sometimes he got pushed around. When he complained to his teacher, he was ignored. His mother approached the PTA chairman and got a lackadaisical response from him.

Studies have found that teachers often fail to respond to name-calling or teasing in school. Many children suffer silently without any help. Negative labels can make children feel defeated, helpless and unattractive.

One 13-year-old student went on a diet because her school friends call her “fat girl”. Many adults admit the pain caused by teasing remains with them for life.

Whether your child is being teased or the one who does the teasing, parents must make it clear that name-calling is disrespectful and cannot be tolerated. They must be role models who never use negative labels like “stupid”, “lazy”, “naughty” or “hopeless” on their offspring. Children need to know that they can express their negative feelings by saying it straight out.

If your child is being teased in school, listen to her attentively. It is helpful for her to be able to talk to someone who listens. Most parents get very upset when they find out that their children are being picked on in school. They want to step in and stop the teasing.

Consider how you can help your child to build communication skills to deal with the teasing. It has been found that most children who are being teased tend to be passive and quiet.

Teach your child to say: “I don’t like it when you call me names.” Remind your child that she can walk away from the teasing without feeling guilty or fearful.

If your child’s physical safety is at stake, inform the school authorities without delay. It is never a small problem when your child’s safety is threatened. Teasing may seem trivial compared to physical bullying, but it is still painful for the child.

If your child is teasing her classmate, stop her immediately. Tell her that name-calling is unfair and disrespectful. Help your child discover her feelings when she is doing name-calling. Remind her that the name-calling not only hurts her friend but it can also make her feel bad as a person.

Your child needs to learn ways to build positive feelings about herself without having to make others feel bad. Examine your relationship with your child. Can you help her to use better words to communicate her feelings? To stop your child from name-calling, provide a home environment that is free from negative labelling.

By RUTH LIEW

http://thestar.com.my/

No responses yet

obatilah dengan baik dan jelas pengobatannya..

Nov 05 2008 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Indonesia,Renungan

Beberapa hari yang lalu saya mendengar kabar seorang kawan meninggal dunia. Sangat berkabung setelah mendengar kabar tersebut. Lalu saya bertanya mengenai kondisi almarhum sebelum meninggal. Menurut kabar yang saya dapatkan, almarhum terkena komplikasi jantung dan ginjal. Sebuah penyakit yang saya ketahui dari beberapa sumber adalah penyakit yang biasanya di idap seseorang dalam kurun waktu yang lama.

Kemudian saya tanyakan apakah beliau sebelum meninggal sering ada keluhan penyakit2 tersebut? menurut narasumber saya mengatakan tidak, saya ketahui pula beliau adalah seorang yang tinggi besar sehat walafiat dan senang beraktifitas. Hanya saja sebulan sebelumnya almarhum mengeluh sakit lalu melakukan pengobatan alternatif. Saya tanyakan pengobatan alternatif seperti apa?? beliau tidak tahu, yang jelas ada sesuatu yang diminum lalu sakitnya bertambah parah dan meninggal. Innalilahi Wainnalilahi Rajiun.

Saya tidak menduga macam-macam mengenai pengobatan alternatif atau pilihan atau lainnya yang memang di Indonesia banyak menjamur. Bahkan di suatu surat kabar saya bisa temukan satu lembar penuh berisi berita iklan mengenai pengobatan alternatif yang banyak macamnya itu. Ada yang melalui jarak jauh, ada lewat jampi-jampi, ada dengan meminum sesuatu yang kita tak ketahui kandungan dan khasiatnya, ada dengan bantuan telur bulat yang tiba-tiba berdarah-darah dll. Sungguh sangat banyak dan sangat diluar logika akal sehat manusia. Namun tidak akan ada penawaran tanpa permintaan. Meski dengan segala keanehan dan ketidakmasukakalan, masih banyak juga yang meminta bantuan alternatif tersebut. Calon pasien datang berdatangan melalui informasi melalui surat kabar, brosur, bahkan melalui internet.

Apakah banyak macam pengobatan alternatif itu bisa menjadi alternatif yang bagus daripada pengobatan medis kedokteran? saat ini mungkin yang dijawab oleh para pengguna pengobatan itu adalah “YA” disamping harga pengobatan yang jauuuh lebih murah (ini yang utama) juga umumnya pasien ingin cepat sembuh instan dibanding pengobatan medis yang rata-rata lama dan membuang uang banyak. Mungkin ‘dijamin sembuh dengan instan’ ini yang menjadi iming-iming melakukan pengobatan alternatif yang tidak jelas jenis obat dan pengobatannya.

Akibat dari ketidak jelas jenis obat dan pengobatannya, akhirnya kemudian banyak pula yang beralih dari pengobatan alternatif setelah lama tidak sembuh penyakitnya menuju kepada pengobatan medis kedokteran. Biasanya pula segalanya sudah terlambat, penyakit sudah sangat parah dan telat diobati. Yang bisa berujung kepada kematian. Maka memang tidak salah bila ada pengobatan yang menjanjikan ‘pasti cepat sembuh’, bila nyawa melayang maka anda bisa sembuh selamanya. Wallahu Alam bishawab.

Tidak ada pengobatan apapun yang bisa menjanjikan cepat sembuh, dengan medis kedokteran pun demikian. Seorang ahli pernah berkata pada saya, setiap penyakit ada obatnya, namun berobatlah kepada ahli kedokteran yang telah belajar dan menuntut ilmu kedokteran, sehingga mampu bertanggung jawab atas keahliannya di rumah sakit atau klinik tempat dokter tersebut mengobati pasien. Dan amat lebih baik bila ditunjang oleh peralatan kedokteran yang mumpuni dan bantuan kedokteran dari rekan spesialis.

Pasien sedapatnya mengkaji jenis pengobatan yang didapat, kita dapat bertanya kepada dokter yang mengenai obat yang diterima, treatment yang didapat, dan sebagainya.

Sejauh mungkin jauhilah jenis pengobatan alternatif yang berbau mistis dan kurang masuk akal. Dapatkan obat yang tepat untuk penyakit yang diderita. Jika sulit mendapatkan pengobatan medis yang murah, kita bisa datang ke puskesmas terdekat yang masih banyak di setiap pelosok desa. Bahkan pengobatan gigi pun masih dihargai sangat murah dibanding klinik gigi yang bertarif Rp, 100rb/visit, anda bisa ke puskesmas melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali untuk kesehatan gigi bahkan puskesmas juga tersedia pemeriksaan bayi hingga orang lanjut usia dengan biaya sangat terjangkau!

Saya salah satu orang yang menyukai puskesmas kala kecil. Selain murah juga dokter puskesmas umumnya ramah, mereka dokter yang melakukan pengabdian di desa dengan gaji seadanya untuk memenuhi tugas lapang mereka. Puskesmas selalu memberikan obat generik untuk setiap resep obat yang diberikan,baik generik maupun premium memiliki khasiat yang sama-sama bagus.

Kita semua bertanggung jawab atas diri sendiri, kita wajib menjaga diri kita lahir dan batin, jika kita sehat maka setiap aktivitas baik kita bernilai ibadah. Amien.

6 responses so far

« Newer posts Older posts »