Archive for the 'Renungan' category

Berlindung dari kelemahan dan kemalasan

May 15 2009 Published by Dini Susanti under Personal,Renungan

Nasehat kawan baik : Laily – via facebook

Doa Rasulullah (Kesusahan/Kesedihan, Kelemahan/Kemalasan)

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan dominasi manusia.”

Demikianlah bunyi salah satu penggalan bait doa-doa Rasulullah yang terangkum dalam al-Ma’tsurat.
Secara specific Rasulullah menguraikan keempat fenomena di atas dalam doa beliau. Hal ini bisa
menunjukkan bahwa keempat hal tersebut termasuk dalam hal-hal yang perlu dihindari. Jika ditelaah
satu per satu maka dapat kita perhatikan keempatnya merupakan fenomena yang selalu hadir dalam
keseharian kita hingga saat ini.

Kasusahan dan Kesedihan

Hendaklah kita jadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita. Rahmat Allah sangatlah luas dan hendak
pula kita tidak berlarut dalam kesusahan dengan semangat dan berusaha, dan tidak pula larut dalam
kesedihan. Bisa jadi kesusahan dan kesedihan kita kemudian berkembang menjadi penyakit lemah dan
malas. Dan hanya kepada-Nya-lah kita memohon pertolongan.

Firman Allah swt dalam QS an-Nahl: 53

“Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa
kesengsaraan, maka kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan”

Setelah tercabut oleh-Nya apa yang menjadi keluhan (kesusahan dan kesedihan) maka hendaklah kita
bersyukur dan bersabar agar kita tidak termasuk dalam orang-orang yang lalai.

Allah swt berfirman dalam QS Hud: 9-11
”Dan jika Kami memberikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) kami cabut kembali,
pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih. Dan jika Kami berikan kebahagiaan kepadanya
setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, ”Telah hilang bencana itu dariku.”

Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga, kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”

Kelemahan dan Kemalasan

Kedua hal ini merupakan penyakit bagi orang-orang yang lalai. Karena keduanya dapat menyebabkan
seseorang menunda-nunda dalam pelaksanaan ibadah, menunda-nunda dalam berbuat kebaikan dan penyakit ini turun dari panjangnya angan-angan tentang keyakinan termasuk yakin jika ia ada pagi ini maka ia akan ada sore harinya.

Dari Abu Hurairah r.a. katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Orang mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mu’min yang
lemah. Namun keduanya itupun sama memperoleh kebaikan. Berlombalah untuk memperoleh apa saja yang memberikan kemanfaatan padamu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah merasa lemah.

Jikalau engkau terkena oleh sesuatu mushibah, maka janganlah engkau berkata: “Andaikata saya
mengerjakan begini, tentu akan menjadi begini dan begitu.” Tetapi berkatalah: “Ini adalah takdir
Allah dan apa saja yang dikehendaki oleh-Nya tentu Dia melaksanakannya,” sebab sesungguhnya ucapan “andaikata” itu membuka pintu godaan syaitan.” (Riwayat Muslim)

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Ada dua macam kenikmatan yang keduanya itu disia-siakan oleh sebagian besar manusia yaitu kesehatan dan kelapangan waktu.” (Riwayat Bukhari)

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. menepuk bahuku lalu bersabda:
“Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah engkau itu orang gharib – orang yang berada di suatu negeri
yang bukan negerinya sendiri – atau sebagai orang yang melalui jalan.” Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma
berkata: “Jikalau engkau bersore-sore, maka janganlah engkau menanti-nantikan waktu pagi dan jikalau
engkau berpagi-pagi, janganlah engkau menanti-nantikan waktu sore – yakni untuk mengamalkan kebaikan itu hendaklah sesegera mungkin. Ambillah kesempatan sewaktu engkau berkeadaan sehat untuk mengejar kekurangan di waktu engkau sakit dan di waktu engkau masih hidup guna bekal kematianmu.” (Riwayat Bukhari)

Allah swt berfirman dalam QS al-Munafiqun: 9-11

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari
mengingat Allah. Dan barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan infakkanlah dari sebagian apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata (menyesali), ”Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh. Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Allah swt berfirman dalam QS al-Muzzammil: 20
“Dan apa saja – perbuatan baik – yang engkau sekalian berikan untuk dirimu sendiri, nanti pasti akan
engkau sekalian dapati di sisi Allah, keadaannya adalah lebih baik dan lebih besar pahalanya dan
mohonlah pengampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.”
Bukankah kita menginginkan segera mendapatkan kebaikan dan balasan-Nya? Maka, bukankah lebih baik
kita bersemangat untuk fastabiqul khairaat (berlomba-lomba dalam kebaikan)?

Dari Anas r.a. dari Nabi s.a.w. dalam sesuatu yang diriwayatkan dari Tuhannya ‘Azzawajalla, firmanNya
- ini juga Hadis Qudsi :
“Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas-gegas.” (Riwayat Bukhari)

Demikian pula dalam melakukan sesuatu, usahakan sekuat mungkin tidak meminta bantuan orang lain
apabila kita sanggup melakukannya sendiri (tidak mendesak). If we can afford going everywhere by
public cab (using our own money/we’re not that poor), just please do not ask other to drive us unless
they offer to or unless it is their job.

Dikisahkan seorang sahabat sedang mengendarai unta, kemudian tongkatnya terjatuh. Di bawahnya, di
samping untanya, berdiri seorang sahabat lain. Meskipun sahabat yang mengendarai unta bisa dengan
mudah meminta tolong sahabat yang berdiri di samping untanya untuk mengambikan tongkatnya yang
terjatuh, ia tidak melakukannya, melainkan ia turun dari untanya kemudian mengambil tongkatnya
sendiri.

Berhati-hatilah jika kemalasan ini berlanjut, karena jika terkait harta ketika kita sudah malas dalam
mengeluarkan harta –bahkan untuk diri sendiri- dan lebih memilih meminta bantuan orang lain dengan
dalih berhemat padahal sesungguhnya takut akan kekurangan harta kita maka bisa jadi penyakit kikir
bin bakhil telah menghinggapi.
-Ly, May 15, 2009-
Thanks Ly

No responses yet

Blog bisa jadi ladang amal atau sebaliknya..

Mar 03 2009 Published by Dini Susanti under Friends,Renungan

Lagi asik cari resep-resep online, dan copy paste untuk resep yang disuka (thanks to all kind receipes blogger..:)) Namun untuk coba satu-satu belum sempet, too many yang ingin dicoba jadi pusing sendiri deh. Yang terjadi cuman ‘acai’ lihat foto-foto masakan online yang aduhai dan berandai2 bisa makan tanpa repot bikin ;p.

Suatu hari berlabuh di salah satu blog yang resep-resepnya sederhana dan sangat mudah dipraktekkan. Salah satunya resep sate ayam yang sebelumnya saya blank banget tentang bumbu kacang yang enak. Lalu browsing melihat resep lain ditempat yang sama, juga ada resep mie ayam yang sudah lama dicari2.

Iseng lihat komentar2 di guest book yang penuh dengan ucapan terimakasih dari pengunjung site, hati jadi terdegub, ternyata pemilik site itu udah meninggal dua tahun yang lalu. Dan banyak pengunjung meninggalkan doa bagi sang bunda pemilik situs.

Cukup lama termenung di website almarhumah. Dan dikit sesek dada ingat kemungkinan saya pun akan mati, hal yang pasti terjadi kapan aja. Sang bunda memberikan memoriam bermanfaat buat pengunjung situs yg terus berdatangan cari resep enak disana. Tanpa beliau sadari, telah mengumpulkan amal ilmu yang berketerusan dalam tidur panjangnya. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT.

Gajah mati tinggalkan gading, manusia mati tinggalkan nama… bisa baik atau buruk. Dan meninggalkan pengakhiran nama baik sangat tidak mudah, hanya ilmu, harta, perangai dan kelakukan yang baik dan bermanfaat bagi umum yang akan terkenang manis nama harum selamanya. Jika ada manfaat dan berketerusan jadi kebutuhan umum, maka doa dan ucapan terimakasih yang ikhlas akan jadi perhitungan amal yang ga terputus setelah mati. Siapa yang bisa bantu setelah mati nanti?? selain bantuan doa orang-orang yang hidup dan amal kita. Karena terputus sudah semua hubungan dengan dunia.

Salut untuk semuaaa pemilik blog yang tulisannya bermanfaat untuk umum. Saya pun selalu terlupa bahwa tulisan dan kata yang keluar bisa jadi dua hal, amal atau kelalaian. Hanya kepada Allah saja memohon petunjuk. Mohon maaf jika banyak lalai dan banyak kekurangan, semata2 karena kelalaian yang bodoh dari ane.

Bermanfaatkah blog ini buat umum? cukup kasih ilmu bermanfaat??
Ambil aja yang bermanfaat dan buang yang buruknya ok?
Maafkaan jika banyak lalai dan banyak kekurangannya……………………

===============
tanya: ga penting deh minta maaf segala..
jawab: pentinglah.. jika seseorang tersinggung krn tulisan disini, tolong koreksilah, kirim email ke penulis dan sampaikan uneg2nya..
tanya: buat apa sih, blog suka2 sendiri mau tulis apa kek ga usah pusing mikirin orang lain.
jawab: kalo suka2 sendiri tulis seenak jidat ya tulis diary pribadi, kunci gembok, yg ngintip benjol. Jika udah di posting di internet ya jadi konsumsi umum..Ada di indeks pencarian google, kebaca di seantero muka bumi, harus ada responsible pribadi atas konsumsi umum, ga bisa sejeblakne tulis ini itu. Sebut nama ini itu bisa dianggap penghinaan pribadi, dan jika sudah terhina bisa ngesue ke pengadilan tokh?
tanya: repot amat…
jawab: kalo ga mo repot, postingannya di private aje,, gitu aja ko repot..
tanya: harus tulis yang manfaat, kalo suka2 tulis iseng doang ga dilarang kaleeee?
jawab: ya is oke laaah.. nulis iseng2 atau iseng2 nulis ga masalah oke ajeee, kalo tulisan yang kasi info manfaat lebih oke lageee… intinya ga berbuat kerusakan en ga merugikan orang lain! ngerti yaa..

*peace*

No responses yet

Tahun Baru Hijriah “doa akhir dan awal tahun”

Dec 28 2008 Published by Dini Susanti under Friends,Personal,Renungan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Update 18 Desember 2009 :: EDIT::
(terimakasih atas sapaan dari saudara andi, jika beliau tidak bertanya mengenai hadist yang sahih mengenai doa awal tahun dan akhir tahun ini mungkin saya tidak berusaha mencarinya)

Mungkin banyak dari kita mendengar mengenai doa awal dan akhir tahun ini, dan banyak dari anda juga mendarat di web saya untuk mencari info mengenai hal tersebut. Saya selama ini juga membaca doa tersebut dibawah ini pada awal dan menutup akhir tahun hijriah, hingga pada satu masa saya mencari info mengenai hadist sahihnya karena khawatir info yang saya sebarkan menjadi suatu ritual yang bid’ah atau diadakan2 saja.

Do’a memohon kebaikan sangat boleh di baca kapan pun dan diminta kapanpun oleh manusia kepada Allah SWT. Begitu pula dengan do’a yang umumnya kita baca di akhir tahun dan awal tahun hijriah merupakan salah satu jenis doa memohon kebaikan yang boleh dibaca. Namun tidak ada ritual khusus menyambut akhir dan awal tahun, karena Rasulullah SAW tidak mengajarkan demikian.

Selain banyak sumber bagus lainnya juga silahkan baca informasi yang sangat bagus, mengenai doa awal tahun dan akhir tahun. Baca pada web berikut ini

Oleh karena tidak ada ritual khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, maka tidak ada kewajiban membaca doa akhir dan awal tahun hijriyah, namun membacanya diperbolehkan pada waktu kapanpun. Dan kita dapat merujuk pada sunnah Rasulullah untuk membaca dan melihat adab berdoa yang baik. Doa yang paling sering dibaca Rasulullah adalah doa sapu jagad: Rabbana aatinaa fid dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa adzaa bannaar.

Manusia tidak pernah luput dari dosa. Sehingga awal tahun hijriah dapat menjadi momentum bagi kita bermunasabah (introspeksi) berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik dimasa datang. Bahkan introspeksi dapat kita lakukan pula kapanpun setiap saat, disetiap detik sebelum napas tersenggal dikerongkongan. Semoga Allah memberikan selalu kebaikan dunia dan diakhirat untuk kita.


“Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Wahai Allah, segala yang telah kukerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi laranganMu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayangMu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itulah ya Allah, saya mohon ampunan Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahanMu. segala apa yang telah saya kerjakan selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepadaMu, wahai Dzat yang Maha Pemurah, wahai Dzat yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami kepadaMu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”


Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Berilah rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, keluarganya dan sahabatnya. Wahai Allah, Engkau Dzat yang kekal abadi, Maha Dahulu dan Maha Awal dan dengan anugerahMu yang besar dan kemurahanMu yang dibutuhkan. Ini tahun baru telah tiba, (karena itu, wahai Allah) kami mohon kepadaMu penjagaan sepanjang tahun ini dari setan, kekasih dan bala tentaranya, dan berilah pertolongan untuk menghindarkan diri dari nafsu yang mengajak melakukan kejahatan. Dan bimbinglah kami dengan segala pekerjaan yang dapat mendekatkan saya kepadaMu dengan sedekat-dekatnya, wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Muhammad, keluarganya dan sahabatnya.”

Mohon maaf bila ada kesalahan dan khilaf, Hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Mari saling introspeksi karena kita semua pelajar kehidupan hingga menutup mata. Semoga kita semua lulus ujian hidup dengan nilai baik.

12 responses so far

obatilah dengan baik dan jelas pengobatannya..

Nov 05 2008 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Indonesia,Renungan

Beberapa hari yang lalu saya mendengar kabar seorang kawan meninggal dunia. Sangat berkabung setelah mendengar kabar tersebut. Lalu saya bertanya mengenai kondisi almarhum sebelum meninggal. Menurut kabar yang saya dapatkan, almarhum terkena komplikasi jantung dan ginjal. Sebuah penyakit yang saya ketahui dari beberapa sumber adalah penyakit yang biasanya di idap seseorang dalam kurun waktu yang lama.

Kemudian saya tanyakan apakah beliau sebelum meninggal sering ada keluhan penyakit2 tersebut? menurut narasumber saya mengatakan tidak, saya ketahui pula beliau adalah seorang yang tinggi besar sehat walafiat dan senang beraktifitas. Hanya saja sebulan sebelumnya almarhum mengeluh sakit lalu melakukan pengobatan alternatif. Saya tanyakan pengobatan alternatif seperti apa?? beliau tidak tahu, yang jelas ada sesuatu yang diminum lalu sakitnya bertambah parah dan meninggal. Innalilahi Wainnalilahi Rajiun.

Saya tidak menduga macam-macam mengenai pengobatan alternatif atau pilihan atau lainnya yang memang di Indonesia banyak menjamur. Bahkan di suatu surat kabar saya bisa temukan satu lembar penuh berisi berita iklan mengenai pengobatan alternatif yang banyak macamnya itu. Ada yang melalui jarak jauh, ada lewat jampi-jampi, ada dengan meminum sesuatu yang kita tak ketahui kandungan dan khasiatnya, ada dengan bantuan telur bulat yang tiba-tiba berdarah-darah dll. Sungguh sangat banyak dan sangat diluar logika akal sehat manusia. Namun tidak akan ada penawaran tanpa permintaan. Meski dengan segala keanehan dan ketidakmasukakalan, masih banyak juga yang meminta bantuan alternatif tersebut. Calon pasien datang berdatangan melalui informasi melalui surat kabar, brosur, bahkan melalui internet.

Apakah banyak macam pengobatan alternatif itu bisa menjadi alternatif yang bagus daripada pengobatan medis kedokteran? saat ini mungkin yang dijawab oleh para pengguna pengobatan itu adalah “YA” disamping harga pengobatan yang jauuuh lebih murah (ini yang utama) juga umumnya pasien ingin cepat sembuh instan dibanding pengobatan medis yang rata-rata lama dan membuang uang banyak. Mungkin ‘dijamin sembuh dengan instan’ ini yang menjadi iming-iming melakukan pengobatan alternatif yang tidak jelas jenis obat dan pengobatannya.

Akibat dari ketidak jelas jenis obat dan pengobatannya, akhirnya kemudian banyak pula yang beralih dari pengobatan alternatif setelah lama tidak sembuh penyakitnya menuju kepada pengobatan medis kedokteran. Biasanya pula segalanya sudah terlambat, penyakit sudah sangat parah dan telat diobati. Yang bisa berujung kepada kematian. Maka memang tidak salah bila ada pengobatan yang menjanjikan ‘pasti cepat sembuh’, bila nyawa melayang maka anda bisa sembuh selamanya. Wallahu Alam bishawab.

Tidak ada pengobatan apapun yang bisa menjanjikan cepat sembuh, dengan medis kedokteran pun demikian. Seorang ahli pernah berkata pada saya, setiap penyakit ada obatnya, namun berobatlah kepada ahli kedokteran yang telah belajar dan menuntut ilmu kedokteran, sehingga mampu bertanggung jawab atas keahliannya di rumah sakit atau klinik tempat dokter tersebut mengobati pasien. Dan amat lebih baik bila ditunjang oleh peralatan kedokteran yang mumpuni dan bantuan kedokteran dari rekan spesialis.

Pasien sedapatnya mengkaji jenis pengobatan yang didapat, kita dapat bertanya kepada dokter yang mengenai obat yang diterima, treatment yang didapat, dan sebagainya.

Sejauh mungkin jauhilah jenis pengobatan alternatif yang berbau mistis dan kurang masuk akal. Dapatkan obat yang tepat untuk penyakit yang diderita. Jika sulit mendapatkan pengobatan medis yang murah, kita bisa datang ke puskesmas terdekat yang masih banyak di setiap pelosok desa. Bahkan pengobatan gigi pun masih dihargai sangat murah dibanding klinik gigi yang bertarif Rp, 100rb/visit, anda bisa ke puskesmas melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali untuk kesehatan gigi bahkan puskesmas juga tersedia pemeriksaan bayi hingga orang lanjut usia dengan biaya sangat terjangkau!

Saya salah satu orang yang menyukai puskesmas kala kecil. Selain murah juga dokter puskesmas umumnya ramah, mereka dokter yang melakukan pengabdian di desa dengan gaji seadanya untuk memenuhi tugas lapang mereka. Puskesmas selalu memberikan obat generik untuk setiap resep obat yang diberikan,baik generik maupun premium memiliki khasiat yang sama-sama bagus.

Kita semua bertanggung jawab atas diri sendiri, kita wajib menjaga diri kita lahir dan batin, jika kita sehat maka setiap aktivitas baik kita bernilai ibadah. Amien.

6 responses so far

Makna kehilangan

Jan 15 2008 Published by Dini Susanti under Cerpen,Renungan

Dirimu tidak pergi jauh,
Kapanpun kau tetap berada disana,

Ragamu sudah tak hadir,
Namun Kenangan masa lalu abadi di hati,
Hanya kita takkan lagi merajut masa depan bersama,

Jiwamu sudah damai,
Dunia sudah tak lagi membebani,
Tak perlu kau bersusah payah mencari ridho Allah di dunia,
Kini kau sudah bersama dengan Nya

Tak perlu lagi kecewa,
Tak perlu menangis karena ulah kami dan mereka,
Tak perlu sibuk membahagiakan anak dan cucumu yang banyak,
Tak perlu lagi memikirkan kesulitan kami di dunia,

Waktu, tenaga dan hatimu sudah tidak terbebani,
Meski kami tak meminta namun kau selalu berusaha memberi,
Kini beristirahatlah dengan damai disisiNya,
Kita akan berjumpa kembali PASTI..

No responses yet

Anda sahabat hidup saya..

Nov 26 2007 Published by Dini Susanti under Friends,Renungan

Berapa usia anda saat ini? berapa jumlah penduduk dunia saat ini?
Misalnya saat ini 28 tahun, jumlah penduduk dunia saat ini 6,5 Miliar.

Lalu hubungannya apa?
Saya hanya mengajak berfikir, bahwa jumlah penduduk dunia 6,5 Miliar itu adalah manusia-manusia yang tercipta pada masa hidup kita. Ya, mereka semua termasuk anda adalah sahabat hidup saya di dunia ini saat ini, hanya sejumlah itu! Dan hingga akhir hidup saya dan anda misalnya hingga usia 65 tahun maka hingga 37tahun kedepan penduduk dunia bertambah mungkin mencapai 7,5 Miliar. Dan hingga sebatas jumlah itu sahabat hidup kita, and we will die and we will go to the world after life..

Beberapa tahun kedepan mereka semua hingga akhir hayat tetap berpeluang untuk menjadi kawan, atau bahkan lawan?. Dan mereka tercipta pada masa hidup kita, yang sungguh hanya mereka saja yang akan berpeluang saya dan anda temui, become friends, you love, even hate?, sangat simple..anda, saya, mereka, dunia yang kecil dan waktu hidup yang singkat yang berarti kesempatan yang singkat pula..

Maka jika anda temui di jalan kota Jakarta yang terik seorang lelaki berbaju compang camping membawa barang dagangan di bahunya, tengoklah sejenak, anda dan dia bertemu karena destiny, bukan kesengajaan, dia dan anda ada di dunia yang sama pada waktu yang sama, pasti ada arti dari pertemuan anda dengannya. Maka kita yang menentukan kearah mana kaki berjalan dan hati akan berlabuh. Kawan? Lawan? Asing? anda yang menentukan, so simple.

So simple? yes, we have short time to live, so small world to travel and only about 6,5 Miliar to 7,5 Miliar people in our life time. I thought, why this world should hate and fight each other? Feel the peace and love in our hearth, we shall meet in our after life, again as friends.

12 responses so far

Pesan diatas batu – setiap kesulitan ada kemudahan -

Nov 22 2007 Published by Dini Susanti under Renungan

Dikutip dari Buletin Dakwah Barkah Mart 23 Nov 2007

Dikutip untuk sahabatku yang sedang mengalami kesulitan, ingatlah bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

Pesan diatas Batu

Alkisah dua orang pengembara yang sedang melakukan perjalanan (sebut saja ali dan udin). Mereka tengah melintasi gurun pasir yang sangat luas. Sayup sayup mata memandang hanya pasir dan bukit pasir saja yang terlihat.

Jejak-jejak telapak kaki mereka terlihat jelas dibelakang bila tidak tertiup angin. Membentuk lengkungan yang berujung di setiap langkah yang mereka tapaki. Debu-debu pasir yang beterbangan memaksa mereka berjalan merunduk.

Tak diduga tiba-tiba badai datang. Angin kencang menerpa mereka. Tiupan angin yang kuat membuat tubuh mereka limbung. Pasirpun bertebaran di sekeliling tubuh mereka menutupi pandangan mereka. Pakaian mereka kusut berantakan tak teratur. Kaki yang terbenam dalam pasir menambah beratnya langkah mereka. Mereka berusaha menjaga keseimbangan dengan berpegangan tangan erat-erat. Mereka mencoba melawan ganasnya angin badai yang menimpa.

Setelah badai reda, barulah mereka sadar bahwa dirigen bekal air minum mereka terbuka saat badai tadi, sehingga air isinya tumpah. Mereka berdua duduk termenung, menyesali nasibnya yang kehilangan bekal air minum. “aduh mak..tamatlah riwayat kita..” kata si ali sambil menulis diatas pasir dengan ujung jarinya. ” Kami sedih sekali karena kehilangan bekal minuman disini”.

Udin terlihat bingung. Namun dia mencoba tabah. Sambil membereskan perlengkapannya dan mengajak ali kembali melanjutkan perjalanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun pasir, seperti ada oasis terlihat di kejauhan. Udin berseru ” Kita selamat Ali, lihatlah ada air disana”

Dengan sisa tenaga yang ada, saking gembiranya mereka setengah berlari menuju ke oasis yang terlihat itu.

Untunglah, sungguh sebuah kolam air bukan fatamorgana. Meski kolam kecil tapi airnya cukup banyak. Keduanya pun segera minum sepuas-puasnya melepaskan dahaga dan mengisi dirigen air untuk bekal mereka dalam perjalanan selanjutnya.

Sambil beristirahat, ali mengeluarkan pisau genggammnya dan memahat di sebuah batu. “Kami sangat bahagia karena menemukan tempat ini sehingga kami dapat melanjutkan perjalanan”.

Udin merasa heran dan bertanya “Mengapa sekarang kau tulis di atas batu, sementara tadi kau tulis di pasir?”

Ali tersenyum sambil menjawab “Saat kita mendapat kesulitan, tulislah semua itu di pasir. Biarkan angin keikhlasan membawanya jauh dari ingatan. Biarkan catatan itu hilang bersama menyebarnya pasir ketulusan. Namun, ingatlah saat kita mendapat kebahagiaan. Pahatlah kemuliaan itu diatas batu agar kita selalu terkenang dan membuat kita bahagia. Lukiskanlah kenangan indah dan kebahagiaan diatas kerasnya batu agar tak dapat dihapus. Biarkan catatan kebahagiaan itu tetap ada tersimpan dihati.”

Dini says: Sahabatku, ingat ya, setelah kesulitan PASTI ada kemudahan. Jika kesulitan datang padamu, hadapi dengan semampunya , berusaha dan berdoa, dan biarkan hanya kau (dan mereka yang terlibat) yang menjalaninya, jaga dalam hatimu kesulitan (aib) yang kau hadapi karena pasti berlalu. Minta bantuan pada yang Kuasa agar segera dilepaskan kesulitan yang menghimpitmu, semoga Yang Kuasa juga menunjukkan sahabat-sahabat hidup yang melalui mereka kau terbantukan. Berprasangka baik selalu kepadaNya bahwa kesulitan yang datang sebagai ujian agar kau menjadi manusia (mukmin) yang lebih kuat menjalani hidup. Wallahu Alam

No responses yet

Kaya dengan sedekah

Oct 23 2007 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Renungan


Sejak Taman Kanak Kanak sudah diajarkan oleh guru mengenai logika matematika sederhana. Misalnya bahwa dua apel dikurang satu apel sama dengan satu apel. Lalu jika satu apel sisa digigit bersama-sama dengan teman-teman yang lain hingga habis maka apelnya akan tidak bersisa alias nol.

Nol sama dengan tidak ada, hilang, hangus selamanya.. dan kita tidak memiliki apa apa. Jadi, secara logika, bila punya satu apel, bila diberikan pada orang lain akan habis… maka bila punya satu apel lebih baik dimakan sendiri saja lebih enak ya? atau beli satu apel lagi, lumayan perut agak terisi.

Lalu bagaimana logika matematika menghitung isi sebuah hadist ini?:
“ Harta itu sungguh tidak berkurang dengan sedekah “
( HR. Muslim dan Tirmidzi )

Secara logika: Apel=harta dan jika diberikan pada orang lain maka tidak berkurang?
Eit! Jangan berharap jika mengejapkan mata maka apel tersebut akan tetap menjadi UTUH di atas telapak tangan kita setelah kita memakannya habis beramai-ramai..(anak kecil mesti diajarkan hal ini)

Allah sungguh tak pernah Ingkar janji. Hadist diatas jangan dihitung berdasarkan logika manusia semata. Janji Allah pasti terjadi. Pengalaman telah memberikan pengertian kepada saya, bahwa dengan bersedekah atau memberi kepada orang lain (bisa berupa materi maupun immateri) meskipun tak seberapa, dapat kembali menjadi berlipat ganda dan pasti datang pada waktu yang tepat. Bahwa sedekah yang telah dikeluarkan akan memberikan balasan sesuai niat dan tujuan hati saat tangan diatas. Bahkan pemberian pada binatang pun seperti misalnya kucing, dengan niat hati yang tulus maka pemberian itu tidak pernah sia-sia. Harta yang semula tak seberapa tidak pernah berkurang bahkan subhanallah..selalu bertambah. Jangan pernah ragu..(menjadi pengingat untuk saya juga). Karena di dalam harta kita terdapat hak orang lain…

Niat tulus? Seperti apa? (hal ini pernah saya tanyakan pada diri sendiri bahkan sampe cari dikamus).. niat tulus adalah kekuatan dalam hati untuk membantu, memberi tanpa meminta balasan dari yang kita beri. Sehingga setelah sedekah diberikan bisa jadi dalam beberapa menit bisa melupakan pemberian tersebut seberapa besarnya pun (hal ini saya masih belajar), dan tidak menceritakannya pada orang lain (untuk menjaga hati yang kita beri…)

Sudah tak terhitung berkali kali Allah memberikan balasan berlipat lipat atas pemberian tak seberapa, namun JanjiNya tak akan pernah lalai..Syukron yaa Rabb..Padahal saya sendiri masih banyak kelalaian pada perintah Nya..

—————————–
Di bawah ini adalah sebuah tulisan dari
Speeches For An Inquiring Mind
——————————

“Speeches For An Inquiring Mind”
Author by Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London)

Translated by Ir. Gusti Noor Barliandjaja and Muhammad Arifin M.A. (Madinah)

MEMBELANJAKAN HARTA DI JALAN ALLAH SWT

Membelanjakan harta di jalan Allah SWT (kita kenal istilah, fisabilillah) adalah satu dari ciri-ciri utama orang-orang mukmin sejati. Dalam hal ini, Allah SWT tidak sekedar memerintahkan melainkan juga memberi motivasi begitu indah, agar kita tergerak untuk melaksanakannya. Sebagai contoh motivasi yang diberikan, salah satunya terdapat didalam Surat Al-Baqarah Ayat 265.

Perumpamaan mereka yang membelanjakan hartanya demi mendapat ridha Allah dan meneguhkan (keimanan) jiwanya adalah bagaikan sebidang kebun ditempat yang tinggi. Ketika ditimpa hujan lebat maka hasil buahnya duakali lipat banyaknya. Jika hujan lebat tidak turun maka hujan gerimispun telah mencukupi. Dan Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

Berbicara soal membelanjakan harta fisabilillah tampaknya mudah. Namun demikian, diperlukan kemauan yang cukup kuat untuk melakukannya. Maka dari itu, membelanjakan/menafkahkan (ber-infaq) harta di jalan-Nya dapat memperkuat jiwa dan akhlaq orang yang melakukannya. Lebih jauh lagi, sekecil apapun infaq yang disisihkan dengan penuh ikhlas sudahlah mencukupi untuk meraih ganjaran/balasan yang besar dari Allah SWT.
Dorongan atau motivasi yang diberikan dengan cara lain oleh Allah SWT kepada kita, terdapat didalam Surat Al-Hadid Ayat 7,

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, dan infaqkanlah sebagian harta yang Allah telah menjadikanmu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan berinfaq, bagi mereka itu ada ganjaran yang besar.

Pada ayat ini Allah SWT menjelaskan kepada kita bahwa apapun yang kita miliki, sebelumnya telah pernah dimiliki oleh orang lain. Begitu pula nantinya apa yang kita miliki akan berpindah kedalam kepemilikan orang lain. Begitulah, kita adalah pengelola sementara atas harta itu, dengan kata lain peran kita hanyalah sebagai pemegang amanat. Maka dari itu, kita tidak perlu ragu-ragu dalam membelanjakan sebagian harta yang mana sifat kepemilikan kita atasnya hanyalah sementara. Selanjutnya, dengan ayat ini menjadi jelaslah bagi kita bahwa hanya mereka yang beriman dan menafkahkan hartanya di Jalan Allah SWT sajalah yang kelak akan memperoleh ganjaran yang besar dari Allah SWT. Adapun bagi orang-orang yang tidak beriman, yang membelanjakan hartanya untuk keperluan sosial, kelak di Hari Pembalasan tidak ada balasan baginya atas kebajikan yang telah ia lakukan itu, walaupun di dunia ini beberapa bentuk penghargaan bisa saja diperolehnya.

Allah SWT berfirman didalam Surat Al-Hadid Ayat 10,

Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah? Padahal Allah-lah yang mempusakai (memiliki) langit dan bumi.

Pada ayat ini juga terkandung petunjuk dan dorongan untuk membelanjakan sebagian harta di jalan Allah SWT. Dorongan itu berupa ajakan untuk merenungi, adakah diantara kita yang memiliki sebagian dari langit? Tentu tidak! Sesungguhnya hanya kepunyaan Allah SWT sajalah seluruh langit itu. Demikian pula dengan apa saja yang di bumi ini semuanya milik Allah SWT, walaupun seringkali kita terbiasa salah-ucap mengatakan, “ mobil saya, rumah saya, ataupun, ini balai pengobatan saya.” Maka dengan firman-Nya yang merangkai kata langit dan bumi, Allah SWT menerangkan kepada kita bahwa, sebagaimana halnya apapun yang di langit adalah milik-Nya demikian pulalah dengan apa-apa yang ada di bumi juga milik Allah SWT. Maka tak perlu kita ada keengganan untuk menafkahkan di jalan Allah SWT, harta yang sejatinya adalah milik Allah SWT. Maka dari itu Allah SWT pun mengundang kita didalam Surat Al-Hadid Ayat 11,

Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan ia akan memperoleh pahala yang banyak.

Apakah yang dimaksud dengan pahala/ganjaran yang besar atau pahala yang banyak? Ini dapat secara baik kita pahami dengan menilik Ayat ke-36 dari Surat An-Naba berikut ini.

Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak.

Ganjaran Surga jauh melampaui balasan yang patut kita terima atas perbuatan baik yang telah kita lakukan. Jadi, sebagai tambahan dari balasan itu, Allah SWT juga memberikan hadiah yang cukup banyak. Besarnya hadiah ini tergantung kepada keikhlasan dan niatan perbuatan kebajikannya. Itulah yang disebut oleh Allah SWT sebagai pahala yang banyak atau pahala yang besar di berbagai ayat didalam Al-Qur’an. Demikianlah kita akan memperoleh balasan dari Allah SWT, atas harta yang kita pergunakan fisabilillah sesuai dengan niat dan kadar keikhlasan kita pada saat melakukannya.
Anas RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika seseorang memiliki satu lembah emas, ia takkan pernah merasa puas. Ia akan menginginkan satu lagi lembah penuh emas untuk dimilikinya. Padahal sesungguhnya hanya debu-kuburlah yang bisa memenuhi/memuaskan mulut seseorang.” (Bukhari)

Ubai bin Ka’ab mengatakan bahwa hadits ini begitu sering dibaca-ulang, sampai-sampai kami menyangka itu adalah ayat-ayat Al-Qur’an sehingga Allah SWT mewahyukan Surat At-Takatsur Ayat 1~8.

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Niscaya kamu benar-benar akan melihat Neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin (yakin sebab melihat sendiri), kemudian kamupun pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Ibnu Umar meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah Muhammad SAW menyampaikan sabda beliau kepada para sahabat, “Dapatkah kamu membaca seribu (1000) ayat Al-Qur’an setiap hari?.” Para sahabat pun berkata, “Siapakah dari kita yang sanggup melakukannya!?.” Rasulullah pun bersabda, “Adakah kamu tak dapat membaca Surat At-Takatsur.” (Al Hakim dan Al Baihaqi)

Dengan demikian berarti bahwa kandungan pesan didalam Surat At-Takatsur itu setara dengan seribu ayat. Adalah kenyataan bahwa kelemahan manusia itu adalah menumpuk-numpuk dan terus menambah harta dalam genggamannya hingga maut menjemput. Sungguhpun demikian, ada kewajiban orang beriman untuk membayar zakat (maal) sebesar 2.5 % (dua setengah persen) dari hartanya. Perlu diingat juga bahwa Allah SWT sering kali menyebutkan perintah Zakat langsung mengikuti perintah Shalat didalam Al-Qur’an. Dengan kata lain, Tidak diterima Allah SWT shalat seseorang sehingga ia bayarkan kewajiban zakatnya. Khalifah Abu Bakar RA adalah sahabat yang terbaik pemahamannya dalam hal zakat. Beliau menugaskan pasukan untuk memerangi mereka-mereka yang menolak membayar zakat walaupun mereka itu masih mengerjakan shalat dan menunaikan puasa.

Allah SWT berfirman didalam Surat Al-Muzammil Ayat 20:

Dan dirikanlah shalat dan bayarlah zakat, dan pinjamkanlah kepada Allah pinjaman yang baik.

Pada ayat ini, Selain memerintahkan kita untuk membayar zakat, Allah SWT juga menganjurkan kita untuk dengan ikhlas menambah lagi belanja kita di Jalan Allah SWT. Ciri-ciri orang yang sungguh-sungguh mukmin banyak disebutkan di berbagai ayat didalam Al-Qur’an. Misalnya, didalam Surat Adz-Dzariat Ayat 17~19 Allah SWT berfirman,

Mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam; Dan di akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang-orang miskin yang meminta dan yang tidak mendapat bagian (tidak meminta).

Begitupun didalam Surat Al-Ma’arij Ayat 24, 25; Allah SWT berfirman:

Dan orang-orang yang didalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)

” Bagian tertentu” yang dimaksud didalam ayat ini adalah bagian yang telah ditetapkan untuk sepanjang masa oleh Allah SWT dalam bentuk zakat yakni sebesar 2,5 % (dua setengah persen) dari harta kekayaannya. Tersebut pula didalam firman Allah SWT Surat Al-Insaan Ayat 8 & 9,

Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberikan makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan darimu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.

Terkadang kita heran, mengapa Allah SWT menakdirkan Nabi Muhammad SAW terlahir dalam keadaan yatim. Tentunya hanya Allah SWT sajalah yang mengetahui secara sempurna tentang hal ini. Mungkin saja, salah satu alasan adalah Allah SWT berkehendak menanamkan di masa kecil Rasulullah SAW bagaimana rasanya hidup sebagai anak yatim, karena ini merupakan latihan penting bagi beliau yang dikemudian harinya diangkat oleh Allah SWT sebagai Rahmatan lil ‘Alamin (sebagai rahmat bagi alam semesta).

Bimbingan dan Petunjuk Allah SWT berpengaruh amat seketika terhadap para sahabat Rasulullah Muhammad SAW. Sebagai contoh, perhatikanlah firman Allah didalam Ayat ke 92 dari Surat Ali ‘Imran berikut ini.

Tidaklah sekali-kali kamu sampai pada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.

Begitu mendengar turunnya ayat ini, Abu Thalhah RA bergegas mendatangi Rasulullah SAW untuk menyerahkan kebunnya yang terbaik, disumbangkan untuk kepentingan Sabilillah. Begitu pula dengan Zaid bin Haritsah RA, ia segera menyerahkan kuda terbaik yang dimilikinya.

Saya berdo’a semoga Allah SWT memberikan kemampuan kepada kita untuk membayar Zakat dan mengeluarkan sedekah secara tulus-ikhlas dan teratur dari waktu ke waktu. Amiin.

————
Semoga Allah merahmati penulis artikel diatas. Amien.

12 responses so far

« Newer posts Older posts »