Archive for the 'Renungan' category

orang tua dan cinta

Jan 04 2010 Published by Dini Susanti under Family n Parenting,Renungan

udah doakan kedua orang tua hari ini?
udah (pernah) bilang saya sayang kamu pada mereka?
udah ketemu dan peluk cium mereka belom?
mereka berhak loh dapet itu semua..

cobalah merenung sejenak, berkat mereka kita dapat hidup di dunia memiliki nikmat iman dan islam, sehat jasmani dan rohani, dan terpelihara hingga saat ini. dan tanpa kita sadari pula mereka akan selalu mendoakan kita dimanapun berada, menerima apa adanya kita, dan selalu memaafkan apapun salah.

cinta kedua orangtua tidak perlu dibayangkan, lihatlah keadaan kita sekarang, keadaan saat ini adalah berkat kasih sayang mereka. lihat dalam hati, dan tatap cermin, diri mereka ada pada sosok kita saat ini.

jika saat ini hidup tidak sebaik yang diharapkan, penuh rintangan yang buat kita lelah, buntu pikiran hendak melangkah, maka coba peluk cium mereka, mohon ridho mereka, maka Tuhan akan melancarkan dan memberi jalan yang terbaik untuk kita.. RhidoNya ada pada kedua orangtua.

No responses yet

Its for all single man..”find a girl.. settle down..” – Yusuf Islam

Oct 22 2009 Published by Dini Susanti under Renungan

Its for all single man..”find a girl.. settle down..” – Yusuf Islam

No responses yet

Khutbah Rasulullah SAW menyambut Bulan Suci Ramadhan

Aug 21 2009 Published by Dini Susanti under Renungan

Khutbah Rasulullah SAW menyambut Bulan Suci Ramadhan

Wahai manusia!
Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah.

Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama, Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu ALLAH dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.

Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat.
Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengarannmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia karena anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdo’a pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih;

Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia!
Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.
Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah!
Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka degnan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.

Wahai manusia!
Barang siapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma.
Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia!
Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebebasan dari api neraka. Barang siapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan bulan yang lain.

Wahai manusia!
Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.

Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin berkata: “Aku berdiri dan berkata:” Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”
jawab Nabi: Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Marhaban Yaa Ramadhan……..

One response so far

Silahkan nilai sendiri, pengobatan alternatif (dukun)?

Aug 18 2009 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Indonesia,Renungan

Saya pernah membahas mengenai pengobatan alternatif ini di postingan sebelumnya.

Penyakit, dalam bentuk apapun yang terjadi pada manusia adalah kehendak Allah. Segala keadaan yang terjadi pada manusia baik maupun buruk tiada lain karena kehendak Allah ta’ala. Tiada yang dapat membuat kerusakan pada manusia kecuali Allah mengizinkannya. Maka kepercayaan bahwa suatu penyakit datangnya dari ‘kiriman’ manusia lain atau ‘buatan’ atau lainnya tidak patut diyakini oleh manusia yang beriman kepada Allah. Dan setiap penyakit ada obatnya, maka jika berobat, carilah obat yang halal lagi baik, dan jauhi obat2an haram.

Sesungguhnya bersabar dalam suatu cobaan akan mengangkat dosa-dosa serta meningkatkan derajat keimanan manusia. Jadikan sabar dan sholat sebagai penolong dalam keadaan yang sulit.

Sebagai manusia yang beriman dan berakal, marilah memilih pengobatan yang jelas dan masuk logika. Jelas bahan2 ramuan obat yang masuk ke tubuh kita, jelas siapa yang mengobati dan kadar pengetahuannya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, hukum dan agama juga jelas bahwa banyak orang yang memberikan terstimonial kebaikan kesehatan tubuh setelah berikhtiar. Dan untuk berikhtiar dengan hal tersebut diatas, diperlukan logika yang sehat, hati yang bersih, dan pencarian informasi yang akurat melalui media2 yang ada apakah koran, majalah, internet ataupun nasehat orang2 sekitar yang baik pengaruhnya. Oleh karena itu, jika sedang mengalami suatu sakit, jangan menyendiri dan bermuram durja, justru carilah orang kerabat, kawan baik, ataupun ikut dalam group yang bisa saling memberi nasehat. Juga jagalah hubungan dengan orangtua, keluarga terutama dengan Allah SWT yang dikuatkan kembali intensitas zikirnya, dan sholatnya. Hanya Allah SWT yang memberi cobaan tersebut dan yang bisa mencabutnya kembali.

Satu kasus yang sekarang beredar di masyarakat, banyak sekali metode pengobatan alternatif beriklan di internet, brosur, atau pun berita dari mulut ke mulut, dan banyak sekali warung pengobatan alternatif menjamur seakan menjadi trend pengobatan murah meriah. Mengenai hal ini, menurut saya, jauhkan hal2 pengobatan mistis, pengobatan jarak jauh atau apapun itu yang tidak jelas seperti sembur menyemburkan air, melalui media telor dan sebagainya. Jadikan rujukan pengopbatan Rasulullah SAW sebagai cara terbaik, yaitu mengobati tanpa menyekutukan Allah, tanpa media, tanpa merusak keyakinan, dan berikhtiar meminum obat yang baik dan halal secara ilmiah terbukti dan bisa dipertangungjawabkan.

Zaman dahulu belum terbukti bahwa berbekam, memakan habatussauda, meminum air dari kendi/gerabah tanah liat adalah baik bagi kesehatan, namun sekarang banyak sekali bukti2 ilmiah terbuka, kebaikan dan kesehatan tubuh manusia dari berbagai pengobatan alami cara Rasulullah, silahkan merujuk kepada berbagai informasi yang bisa di cari di buku2 maupun online internet.

Jaga hati dan jasmani ya.. semua akan diminta pertanggungjawabannya. pasti.

No responses yet

Maaf anakku, mama tidak sebegitu cinta ..

Jul 31 2009 Published by Dini Susanti under Personal,Renungan

Maaf anakku, mama tidak sebegitu cinta ..
hingga dapat memberikanmu harta berlimpah dari investasi riba ..
hingga merendahkan martabat mempengaruhi dan merayu orang lain beri sedekah pada kita ..
hingga mampu berbuat hal-hal yang Allah tidak Ridhoinya ..
hingga menghasut, berdusta dan membawa rusak nama ..
hingga mengotori hati dan pikiran karena selembar rupiah ..

ridho anakku .. ikhlaskan diri kita ..
pada kemampuan dan daya upaya yang semata-mata karena mencari RidhoNya ..
buka mata anakku .. buka pikiran kita ..
karena nila setitik bisa rusak susu sebelangga ..

bersihkan diri kita anakku .. tegakkan harga diri dan martabat kita ..
dimata manusia, dimata diri kita, agar nyata di HadapanNya kita hambaNya yang indah ..

luruskan jalan kita anakku, dengan tegak dan gagah ..
tak mampu mama memberikanmu harta berlimpah namun penuh bencana ..

bersihkan diri kita anakku .. jiwa dan raga ..
agar baik diawal penghidupan kita dan baik pula penghabisan kita ..

bila nanti hampa kosong dalam belangga
bila nanti tak mampu kau menggapai bintang kejora
bila nanti tak mampu kau pijak negeri impian ..
maafkan mama anakku, pasti semua daya dan upaya sudah meruah untukmu
namun mari kita syukuri yang ada .. jadilah kau pun pandai bersyukur dan berusaha
semampu daya dan upaya di JalanNya

mama bagai busur dan kau anak panah,
melesatlah sejauh dan setinggi mungkin, melesat yang indah
harta dan materi hanya titipan
ilmu dan iman gapai dalam tahta

maafkan anakku, mama tidak sebegitu cinta ..
namun doa, usaha dan harapan selalu menyala
untuk kita, untuk semua ..

4 responses so far

Don’t forget to say thank you Allah, Alhamdulillah ..

Setiap hari adalah hari baru yang punya beragam kejadian yang berbeda. Mungkin akan ada rutinitas yang dilakukan itu itu saja, berulang setiap hari dan sedikit membosankan, namun autopilot seperti itu juga diperlukan dalam hidup ini, karena biasanya rutinitas tersebut merupakan kewajiban yang mau tidak mau harus tetap dijalankan .. Kewajiban atau bukan, tetap lakukan dengan hati dan pikiran yang sehat.

Adakalanya emosi meninggi, adakala pula hati menciut, atau pikiran buntu dan buram, sehingga langkah menjadi goyah dan kalang kabut tak berarah. Hal yang wajar terjadi pada manusia. Manusia bisa berbuat salah, bisa berbuat dosa, tak selamanya lurus dan baik. Namun harus selalu diingat, bahwa kesadaran jangan pernah hilang, jika anda tak lagi sadar bisa dikategorikan orang gila atau mabuk, hilanglah fungsi sebagai manusia pada taraf ini.

Kesadaran yang tetap terjaga dalam segala kondisi apapun, tetap membawa jasmani rohani kita setidaknya melakukan autopilot misalnya sholat, ataupun melakukan kewajiban lainnya misalnya belajar atau bekerja (jika masih mampu), kesadaran juga akan membimbing kita agar tidak melakukan perbuatan2 bodoh yang membuat Sang Pencipta murka yang akan disesali dikemudian hari. Kesadaran manusia akan membawa manusia tetap berharap dan berdoa pada Yang Kuasa agar tetap dilindungi dan diberkahi dan agar segala kesulitan yang terjadi akan segera hilang.

Hidup manusia bagai roda pedati, akan digilir masa senang dan sulit bergantian. Menang dan kalah bergantian. Hal itu sudah menjadi fitrah hidup manusia, sejak jaman awal penciptaan manusia. Maka setiap tahap itu tetaplah diingat secara sadar diri, bahwa jika salah maka bertobatlah, Allah Maha pengampun dosa kecuali dosa besar, jika mendapat nikmat bersyukurlah maka akan ditambah nikmatmu, jika sakit atau susah atau sulit berdoalah agar diberikan kesehatan dan kemudahan hidup, tak akan selamanya kita berada di bawah kecuali orang yang tidak mau berubah.

Setiap ucapan syukur alhamdulillah disertai rasa berterimakasih pada Sang Pencipta langit dan bumi ini tidak akan hilang begitu saja, malah akan berbalik menjadi karunia, berkah dan berlipat nikmat lainnya, sesuai janji Allah bahwa “bersyukurlah Pada Allah maka akan bertambah segala nikmat untuk kita” Syukurilah segala nikmat yang diberikan olehNya, terutama nikmat sehat, iman, hati dan perasaan yang tetap hidup dan masih dapat berfikir dengan baik. Sementara banyak orang tidak merasakan nikmat2 tersebut. Dalam segala kondisi bahkan dalam keadaan sakit, doa dan rasa syukur tetap ada.

Dan mari doakan orang2 disekitar kita agar memiliki hari2 penuh nikmat seperti yang kita rasakan saat ini. Semoga kita semua mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani selalu agar dapat melaksanakan kewajiban dalam hidup ini dan menikmati hidup dengan baik hingga ajal menjemput, Amiin ya rabbal A’lamin ..

2 responses so far

saripati hidupku..

Jun 26 2009 Published by Dini Susanti under Personal,Renungan

Jangan tanya kemana peluhku..
terhapus air sejuk yang kuteguk senja ini
meski tak sehati senja lalu
kunikmati setiap penat dan pekat

jangan tanya kemana dukaku..
hilang terbang ikut angin malam
setiap lelap datang tak lagi berjejak
walau berwujud kembali esok kejap

Senja lalu tak sudi kuberbalik
meski sedap nyandu berlumur madu
senja penat pekat saripati hidupku
saat ini hingga nanti..

*untuk putra putriku yang selalu memenuni hariku dengan peluh dan pekatnya kasih..love you..*

No responses yet

Berlindung dari kelemahan dan kemalasan

May 15 2009 Published by Dini Susanti under Personal,Renungan

Nasehat kawan baik : Laily – via facebook

Doa Rasulullah (Kesusahan/Kesedihan, Kelemahan/Kemalasan)

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan dominasi manusia.”

Demikianlah bunyi salah satu penggalan bait doa-doa Rasulullah yang terangkum dalam al-Ma’tsurat.
Secara specific Rasulullah menguraikan keempat fenomena di atas dalam doa beliau. Hal ini bisa
menunjukkan bahwa keempat hal tersebut termasuk dalam hal-hal yang perlu dihindari. Jika ditelaah
satu per satu maka dapat kita perhatikan keempatnya merupakan fenomena yang selalu hadir dalam
keseharian kita hingga saat ini.

Kasusahan dan Kesedihan

Hendaklah kita jadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita. Rahmat Allah sangatlah luas dan hendak
pula kita tidak berlarut dalam kesusahan dengan semangat dan berusaha, dan tidak pula larut dalam
kesedihan. Bisa jadi kesusahan dan kesedihan kita kemudian berkembang menjadi penyakit lemah dan
malas. Dan hanya kepada-Nya-lah kita memohon pertolongan.

Firman Allah swt dalam QS an-Nahl: 53

“Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa
kesengsaraan, maka kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan”

Setelah tercabut oleh-Nya apa yang menjadi keluhan (kesusahan dan kesedihan) maka hendaklah kita
bersyukur dan bersabar agar kita tidak termasuk dalam orang-orang yang lalai.

Allah swt berfirman dalam QS Hud: 9-11
”Dan jika Kami memberikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) kami cabut kembali,
pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih. Dan jika Kami berikan kebahagiaan kepadanya
setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, ”Telah hilang bencana itu dariku.”

Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga, kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”

Kelemahan dan Kemalasan

Kedua hal ini merupakan penyakit bagi orang-orang yang lalai. Karena keduanya dapat menyebabkan
seseorang menunda-nunda dalam pelaksanaan ibadah, menunda-nunda dalam berbuat kebaikan dan penyakit ini turun dari panjangnya angan-angan tentang keyakinan termasuk yakin jika ia ada pagi ini maka ia akan ada sore harinya.

Dari Abu Hurairah r.a. katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Orang mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mu’min yang
lemah. Namun keduanya itupun sama memperoleh kebaikan. Berlombalah untuk memperoleh apa saja yang memberikan kemanfaatan padamu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah merasa lemah.

Jikalau engkau terkena oleh sesuatu mushibah, maka janganlah engkau berkata: “Andaikata saya
mengerjakan begini, tentu akan menjadi begini dan begitu.” Tetapi berkatalah: “Ini adalah takdir
Allah dan apa saja yang dikehendaki oleh-Nya tentu Dia melaksanakannya,” sebab sesungguhnya ucapan “andaikata” itu membuka pintu godaan syaitan.” (Riwayat Muslim)

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Ada dua macam kenikmatan yang keduanya itu disia-siakan oleh sebagian besar manusia yaitu kesehatan dan kelapangan waktu.” (Riwayat Bukhari)

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. menepuk bahuku lalu bersabda:
“Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah engkau itu orang gharib – orang yang berada di suatu negeri
yang bukan negerinya sendiri – atau sebagai orang yang melalui jalan.” Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma
berkata: “Jikalau engkau bersore-sore, maka janganlah engkau menanti-nantikan waktu pagi dan jikalau
engkau berpagi-pagi, janganlah engkau menanti-nantikan waktu sore – yakni untuk mengamalkan kebaikan itu hendaklah sesegera mungkin. Ambillah kesempatan sewaktu engkau berkeadaan sehat untuk mengejar kekurangan di waktu engkau sakit dan di waktu engkau masih hidup guna bekal kematianmu.” (Riwayat Bukhari)

Allah swt berfirman dalam QS al-Munafiqun: 9-11

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari
mengingat Allah. Dan barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan infakkanlah dari sebagian apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata (menyesali), ”Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh. Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Allah swt berfirman dalam QS al-Muzzammil: 20
“Dan apa saja – perbuatan baik – yang engkau sekalian berikan untuk dirimu sendiri, nanti pasti akan
engkau sekalian dapati di sisi Allah, keadaannya adalah lebih baik dan lebih besar pahalanya dan
mohonlah pengampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.”
Bukankah kita menginginkan segera mendapatkan kebaikan dan balasan-Nya? Maka, bukankah lebih baik
kita bersemangat untuk fastabiqul khairaat (berlomba-lomba dalam kebaikan)?

Dari Anas r.a. dari Nabi s.a.w. dalam sesuatu yang diriwayatkan dari Tuhannya ‘Azzawajalla, firmanNya
- ini juga Hadis Qudsi :
“Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas-gegas.” (Riwayat Bukhari)

Demikian pula dalam melakukan sesuatu, usahakan sekuat mungkin tidak meminta bantuan orang lain
apabila kita sanggup melakukannya sendiri (tidak mendesak). If we can afford going everywhere by
public cab (using our own money/we’re not that poor), just please do not ask other to drive us unless
they offer to or unless it is their job.

Dikisahkan seorang sahabat sedang mengendarai unta, kemudian tongkatnya terjatuh. Di bawahnya, di
samping untanya, berdiri seorang sahabat lain. Meskipun sahabat yang mengendarai unta bisa dengan
mudah meminta tolong sahabat yang berdiri di samping untanya untuk mengambikan tongkatnya yang
terjatuh, ia tidak melakukannya, melainkan ia turun dari untanya kemudian mengambil tongkatnya
sendiri.

Berhati-hatilah jika kemalasan ini berlanjut, karena jika terkait harta ketika kita sudah malas dalam
mengeluarkan harta –bahkan untuk diri sendiri- dan lebih memilih meminta bantuan orang lain dengan
dalih berhemat padahal sesungguhnya takut akan kekurangan harta kita maka bisa jadi penyakit kikir
bin bakhil telah menghinggapi.
-Ly, May 15, 2009-
Thanks Ly

No responses yet

« Newer posts Older posts »