Archive for the 'Personal' category

Rumah masa depan

Sep 02 2009 Published by Dini Susanti under Personal

Tadi pagi sebelum imsak ngobrol-ngobrol dengan kawan hidup saya.
Mam : Pap, jika sesuatu terjadi padaku nanti..
Suamiku denger dengan mata ga berkedip.
Mam : Jika aku meninggal maksudnya..
Pap : Hush!
Mam : Aku ingin dikuburkan di deket masjid di Ciomas Bogor. Itu loh, pas tikungan ciomas dari gunung batu. Deket tanah Mang uce. (Pamannya Dony punya tanah kosong deket masjid tsb)
Pap : Nanti kita pesen kavling disana :D
Mam : Iya yah, kematian pasti datang kapan saja tanpa diduga. Satu hal yang benar2 pasti terjadi..
Pap : Iya, betul lah mam…pasti terjadi..

Have you ever talk like this with your husband or your wife? atau dengan anak, atau mungkin dengan bapak dan ibu? sedikit memberikan wasiat dan keinginan untuk lokasi rumah masa depan kelak.. Alangkah baiknya jika terletak dekat masjid ya? ingin saya sih agar di dalam kubur nanti setiap saat bisa mendengar adzan ^_^ semoga jadi teduh kuburnya..

Jadi inget satu kata-kata yang pernah suami saya ucapkan jika saya kurang eling :D ,
“Maaam.. kita cuma parkir di dunia ini. Harus inget mati..”
Much love selalu untukmu suamiku dunia akhirat amiin….saling menjaga dan mengingatkan ..

Semoga Kami dan anak keturunan selalu diberi perlindungan dan diberkahi oleh Allah hingga perjumpaan di negeri akhir nanti. Amiin Ya Allah…

4 responses so far

Menikmati kontraksi palsu

Aug 28 2009 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Personal

Sejak usia kandungan anda masuk 7 bulan, maka kontraksi palsu atau yang dikenal sebagai braxton hicks pasti sering anda rasakan, meski berbeda-beda pada setiap perempuan, ketegangan dan frekuensi yang mungkin terjadi. Pada kehamilan saya yang pertama, bahkan saya hampir tidak merasakan kontraksi palsu yang berarti. Frekuensinya tidak sering dan jika terjadi kontraksi palsu pun tidak terasa lama dan tidak sakit.

Namun kehamilan yang kedua ini amat berbeda. Saya sering mengalami kontraksi palsu, dan jika sedang menegang/kontraksi bisa mencapai hampir 30 detik. Lumayan lama, dan kadang terasa sakit sekali. Kontraksi palsu pada kehamilan kali ini hanya terjadi jika saya terlalu lelah, atau belum makan, atau sedang memikirkan sesuatu yang terlalu serius, namun jika kondisi saya sedang santai, maka kontraksi palsu jarang terjadi. Hal ini mungkin berbeda-beda pada tiap calon ibu.

Yang sangat saya syukuri, alhamdulillah dengan adanya kontraksi palsu ini saya yang hampir lupa bagaimana rasanya hamil (sudah lebih dari 4 tahun ^^) menjadi kembali teringat bagaimana cara menikmat kontraksi. Ada dua hal yang paling penting : Rileks dan cuek.
Yap dua hal itu yang saya terapkan, usahakan serileks mungkin dan rasa sakit yang datang jangan dipikirkan. Semakin dipikirkan kontraksi bisa semakin menyakitkan ^^, namun jika dicuekkin, rasa sakitnya akan datang dan hilang sendiri dengan mudah. Demikian juga nanti menghadapi kontraksi sebenarnya, biarkan saja sakit mulasnya datang, jangan terlalu dipikirkan/dirasakan, cuekin saja justru disyukuri karena mulas yang datang dapat membantu sang bayi melalui jalan lahirnya. Biarkan saja semua terjadi alamiah dan nantikan kehadirannya yang telah berada dalam rahim anda selama 9 bulan lebih untuk hadir dalam pelukan anda. Luar biasa, saya sangat merindukan moment tersebut… I MISS YOU SOOO MUCH BABY……:)))))

No responses yet

Sunway Piramide : lomba mewarnai ‘lost world of Tambun’ (2)

Aug 18 2009 Published by Dini Susanti under Malaysia,Personal

Puas menikmati donat bulet Jco di Sunway Piramide, tak dinyana disebelah kios Jco ada event launching Lost world of Tambun di Ipoh. Sambil enjoy take away donat kami berkunjung ke acara rame2an tersebut. Disana kami disuguhi tarian malayan dancer, kuis2, foto2 dengan hewan2 yang diambil dari petting zoo Tambun, dan lain2 semua gratisssss ..^_^.

Dalam acara kuis, Audin dapat menjawab dengan mudah ketika si vj tanya ‘can you mention one animal display here?’ Audin jawabnya malu2 ‘rabbit’ dan dapet gift gelang lucu! Selanjutnya di sekitar lokasi acara ada beberapa hewan yang di display, ular phyton, rabbit, raccon, iguana dll yang semuanya boleh di sentuh.

Kemudian sang vj mengumumkan adanya lomba mewarnai untuk anak2 yang juga free diikuti, plus semua alat disediakan. Audin ketika di beritahu antusias banget, jadilah kami menunggu sejam lagi untuk ikut acara mewarnai disana. Sebelum anak2 lain naik panggung, Audin sudah tak sabar ingin naik ke panggung, akhirnya meski baru satu anak yang ikut lomba, juri mengijinkan ^^ Audin anak termuda dan paling semangat! No one can resist ^^

Akhirnya lomba mewarnai dimulai, mungkin ada sekitar 20 anak yang mengikuti lomba, sekitar satu jam lomba digelar, audin udah pake segala macem gaya mewarnai ^^



Meski bukan juara lomba, panitia lomba baik sekali memanggil satu persatu peserta lomba untuk mendapatkan bingkisan hiburan. Audin serta merta naik ke panggung ketika namanya dipanggil, seneng bukan kepalang, selain dapet bingkisan juga dapat salam dari kakak2 panitia. Trus mereka semua photo bareng dan tentunya kami mengucapkan selamat untuknya. ^^ congrats neng, ini adalah lomba kedua yang kamu ikuti, lomba pertama dulu waktu kamu masih kurang dari satu tahun ‘lomba merangkak’ dan dapet hadiah hiburan juga ^^. Yang penting kamu fun fun fun!



No responses yet

Sunway Piramide : maen ‘ice skating’ (1)

Aug 18 2009 Published by Dini Susanti under Malaysia,Personal

Awalnya lagi kepingin berat donat Jco, lalu kami meluncur ke Sunway Piramide lokasi terdekat kios Jco di sini. Sebelum menikmati Jco, kami melihat dari atas lift ke lantai paling bawah plaza ada para ice skater sedang menari2 indah. Mendadak Audin ingin sekali bisa meluncur kayak gitu. Ga mungkin juga ibu hamil ini maen ice skating, jadi beliau setuju hanya berdua dengan papa untuk coba meluncur. Yep mencoba dulu.. ga mungkin deh bisa meluncur pada awal kenalan skating?? mungkin ga?? engga mungkiiin… kecuali ada bakat terpendam. Yes semangat audin! pap! siapa tahu ada hidden tallent yang keluar mendadak bisa sejago ice skater yang sedang menari2 itu.

Persiapan pertama mo maen lumayan lama ya neng? kami harus tanya2 dulu apakah anak 4 tahun boleh ikut ke lapangan, dan jawabnya boleh, apakah boleh untuk sekali maen aja, juga boleh, apakah boleh nanti ikut les privat, itu juga boleh banget, jadilah hari ini moga2 perkenalan agar neng tertarik maen ice skating, bisa melatih balance di usia muda sungguh hebad neng, apalagi mata kecil beliau berbinar2 gitu melihat orang2 di lapangan.. hiks terharu kalo kamu betulan mau coba. Yang ingin tahu info harga dan fasilitas disana bisa lihat aja langsung ke link ini oke sunway piramide ice


Dan akhirnya kedua orang yang belum pernah maen ice skating itu menginjakkan kaki ke lapangan es.. dan selanjutnya cukup disini saja hehehe… anda dapat membayangkan dua orang yang belum pernah berdiri atau bermain dengan sepatu ice skating.. ^^ rekor kali ini hanya 5 menit dan kami putuskan untuk udahan dulu kali ini.. :p

No responses yet

Maaf anakku, mama tidak sebegitu cinta ..

Jul 31 2009 Published by Dini Susanti under Personal,Renungan

Maaf anakku, mama tidak sebegitu cinta ..
hingga dapat memberikanmu harta berlimpah dari investasi riba ..
hingga merendahkan martabat mempengaruhi dan merayu orang lain beri sedekah pada kita ..
hingga mampu berbuat hal-hal yang Allah tidak Ridhoinya ..
hingga menghasut, berdusta dan membawa rusak nama ..
hingga mengotori hati dan pikiran karena selembar rupiah ..

ridho anakku .. ikhlaskan diri kita ..
pada kemampuan dan daya upaya yang semata-mata karena mencari RidhoNya ..
buka mata anakku .. buka pikiran kita ..
karena nila setitik bisa rusak susu sebelangga ..

bersihkan diri kita anakku .. tegakkan harga diri dan martabat kita ..
dimata manusia, dimata diri kita, agar nyata di HadapanNya kita hambaNya yang indah ..

luruskan jalan kita anakku, dengan tegak dan gagah ..
tak mampu mama memberikanmu harta berlimpah namun penuh bencana ..

bersihkan diri kita anakku .. jiwa dan raga ..
agar baik diawal penghidupan kita dan baik pula penghabisan kita ..

bila nanti hampa kosong dalam belangga
bila nanti tak mampu kau menggapai bintang kejora
bila nanti tak mampu kau pijak negeri impian ..
maafkan mama anakku, pasti semua daya dan upaya sudah meruah untukmu
namun mari kita syukuri yang ada .. jadilah kau pun pandai bersyukur dan berusaha
semampu daya dan upaya di JalanNya

mama bagai busur dan kau anak panah,
melesatlah sejauh dan setinggi mungkin, melesat yang indah
harta dan materi hanya titipan
ilmu dan iman gapai dalam tahta

maafkan anakku, mama tidak sebegitu cinta ..
namun doa, usaha dan harapan selalu menyala
untuk kita, untuk semua ..

4 responses so far

melahirkan tanpa rasa ‘sakit’

Jul 09 2009 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Personal

Pasti sakit..
Nonsense jika ada yang bilang ga sakit ^^ ribuan ibu2 yang pernah melahirkan pasti bilang begitu..
termasuk pengalaman yang saya alami ketika melahirkan anak pertama.
Namun ada cara yang dapat dilakukan agar sang ibu dapat menikmati rasa sakit yang muncul ketika kontraksi, agar melancarkan proses persalinan terutama dalam tahap pembukaan 1 hingga 10 yang dapat dialami dalam 12-24jam bahkan lebih berbeda2 pada setiap calon ibu. Dan cara tersebut tiada lain adalah dengan kondisi ‘relaks’. Calon ibu dianjurkan untuk sedapat mungkin menjadikan dirinya serileks mungkin. Dengan pernapasan yang teratur, mengatur hati dan pikiran agar konsentrasi rileks, dan menurut artikel yang saya baca di hypno-birthing anda dapat seolah-olah menghipnotis diri sendiri untuk ‘rileks…rileks…rileks…” yang dapat dilakukan dengan pernapasan teratur dan berbicara dengan sang bayi dan diri sendiri untuk bekerjasama agar bisa rileks.

Kali ini pun saya ingin sharing pengalaman induksi dan bagaimana cara menikmat rasa sakit ketika dulu menjelang kelahiran anak pertama. Postingan kali ini sebagai pengingat dan pemberi semangat menjelang kelahiran anak kedua yang insyaAllah terlaksana akhir bulan september 2009. Semoga dilancarkan oleh Allah SWT. CAIYO!

Empat tahun yang lalu, saya berangkat ke rumah sakit pada bukaan kedua, maklumlah baru anak pertama sehingga sedikit panik mode on ketika ada bercak blood di panties. Dan kebetulan juga sang dokter yang akan membantu kelahiran sudah ada di rumah sakit, sehingga beliau menganjurkan agar saya di induksi saja 2(beliau bercakap dengan suami saya loh) (haa?? apa itu induksi saat itu sama sekali ga ngerti). Manut saja deh, oke lah, padahal fyi saya sedang menikmati kontraksi/mulas yang terjadi, nikmaaat sekali.. sekitar 10 menit sekali terasa.
Menurut suster jaga pun saat itu saya sudah bukaan keempat, cepat sekali sejak bukaan kedua diawal datang. Saya merasakan saat mengalami kontraksi dari bukaan kedua hingga keempat dalam kondisi yang sangat rileks dan siap untuk keadaan apapun. Tiba2 suster datang dan memberikan suntikan, barulah mengerti tentang induksi, berikan suntikan untuk mempercepat kontraksi katanya..
Dan memang kontraksi/mulas jadi semakin sering, semakin keras, dan terasa lebih nikmat lagi..subhanallah..nikmat..

Yang sebenarnya saya rasakan, kontraksi yang bagus dan normal sama sekali tidak membutuhkan induksi, namun karena sudah terjadi, saya pun tetap tenang dan melakukan pernapasan secara teratur dan mencoba rileks menghadapinya.

Anda pernah mendengar melahirkan tanpa rasa sakit dengan hypnobirthing?? Menurut saya baik sekali jika anda mencari tahu, atau mengikuti seminar dan pelatihan yang mereka laksanakan. Saya pun telah membeli bukunya untuk persiapan melahirkan anak kedua nanti. Sedapat mungkin nanti saya ingin menikmati pembukaan 1 hingga 3 di rumah saja, yaitu ketika jarak kontraksi masih jauh sekitar 30 menit sekali hingga mendekati jarak 15-10 menit sekali. Lalu baru datang kerumah sakit setelah jarak kontraksi sekitar 10 menit sekali. Hal ini agar keadaan rileks menghadapi kontraksi tidak terganggu oleh berbagai tindakan dokter yang tiba-tiba ‘mungkin’ karena tidak sabar ingin memberikan induksi, memecahkan ketuban atau lainnya (fyi hal ini mungkin dapat dilakukan bila sudah dapat di duga sebelumnya oleh pemeriksaan dokter bahwa proses persalinan nanti adalah kategori normal).

Kelahiran anak pertama dulu saya belum mengenal hypnobirthing namun dalam menghadapi rasa mulas akibat kontraksi yang terjadi pada kelahiran pertama saya lakukan hal-hal berikut:
1. Bernapas teratur.. agar bayi tetap mendapat oksigen. hirup dari hidung, lepas dari mulut, semakin cepat kontraksi semakin percepat atur napas, pokoknya usahakan serileks mungkin.
2. jangan tahan rasa sakit, let if flow.. biarkan aja sakit/mulas ya wess.. justru rasa mulas harus datang, rasa mulas yang datang membantu proses kontraksi, dengan demikian membantu rahim mempercepat proses keluarnya bayi. Setiap rasa sakit ucapkan ALHAMDULILLAH…
3. tetap jaga pantat di dasar tempat tidur selaras gravitasi bumi, jika pantatnya diangkat hanya akan mempersulit proses lahir karena kontraksi jadi terganggu.
4. hanya mengejan bila diminta oleh suster atau dokter yang saat itu bantu proses kelahiran karena beliau yang mengetahui lebarnya bukaan jalan lahir bayi.

Cara2 diatas juga ternyata banyak mirip dengan yang saya baca di buku hypnobirthing, jika proses persalinan diawali dengan rileks maka akan melancarkan semuanya. Dan banyak juga cerita ibu2 jagoan melahirkan bayinya sama sekali tidak mengejan. Subhanallah, hebat ya..
Cerita ini ada di situs hypnobirthing malaysia (saya lupa situsnya). Beliau mempraktekkan tekhnik rileks selama persalinan dengan mengatur napas dan berpikiran positif terus, dan berdialog dengan sang bayi untuk sama-sama menjalani proses kelahiran dengan lancar, dan sang bayi keluar begitu saja tanpa sang ibu mengejan (menggelosor)
Dan karena proses tanpa mengejan ini atau berarti kelahiran terjadi dengan sangat lancar, menyebabkan vagina ibu tidak robek, sehingga sang dokter takjub dan tidak melakukan jahitan pasca melahirkan, energi dan vitalitas sang ibu juga sangat maksimal, dan sehat kembali dalam waktu relatif cepat. Subhanallah.. untuk kelahiran anak kedua ini ingin sekali seperti ini.. Amiin..

AYO BU SEMANGAT !

7 responses so far

saripati hidupku..

Jun 26 2009 Published by Dini Susanti under Personal,Renungan

Jangan tanya kemana peluhku..
terhapus air sejuk yang kuteguk senja ini
meski tak sehati senja lalu
kunikmati setiap penat dan pekat

jangan tanya kemana dukaku..
hilang terbang ikut angin malam
setiap lelap datang tak lagi berjejak
walau berwujud kembali esok kejap

Senja lalu tak sudi kuberbalik
meski sedap nyandu berlumur madu
senja penat pekat saripati hidupku
saat ini hingga nanti..

*untuk putra putriku yang selalu memenuni hariku dengan peluh dan pekatnya kasih..love you..*

No responses yet

Berlindung dari kelemahan dan kemalasan

May 15 2009 Published by Dini Susanti under Personal,Renungan

Nasehat kawan baik : Laily – via facebook

Doa Rasulullah (Kesusahan/Kesedihan, Kelemahan/Kemalasan)

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan dominasi manusia.”

Demikianlah bunyi salah satu penggalan bait doa-doa Rasulullah yang terangkum dalam al-Ma’tsurat.
Secara specific Rasulullah menguraikan keempat fenomena di atas dalam doa beliau. Hal ini bisa
menunjukkan bahwa keempat hal tersebut termasuk dalam hal-hal yang perlu dihindari. Jika ditelaah
satu per satu maka dapat kita perhatikan keempatnya merupakan fenomena yang selalu hadir dalam
keseharian kita hingga saat ini.

Kasusahan dan Kesedihan

Hendaklah kita jadikan sabar dan sholat sebagai penolong kita. Rahmat Allah sangatlah luas dan hendak
pula kita tidak berlarut dalam kesusahan dengan semangat dan berusaha, dan tidak pula larut dalam
kesedihan. Bisa jadi kesusahan dan kesedihan kita kemudian berkembang menjadi penyakit lemah dan
malas. Dan hanya kepada-Nya-lah kita memohon pertolongan.

Firman Allah swt dalam QS an-Nahl: 53

“Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa
kesengsaraan, maka kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan”

Setelah tercabut oleh-Nya apa yang menjadi keluhan (kesusahan dan kesedihan) maka hendaklah kita
bersyukur dan bersabar agar kita tidak termasuk dalam orang-orang yang lalai.

Allah swt berfirman dalam QS Hud: 9-11
”Dan jika Kami memberikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) kami cabut kembali,
pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih. Dan jika Kami berikan kebahagiaan kepadanya
setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, ”Telah hilang bencana itu dariku.”

Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga, kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.”

Kelemahan dan Kemalasan

Kedua hal ini merupakan penyakit bagi orang-orang yang lalai. Karena keduanya dapat menyebabkan
seseorang menunda-nunda dalam pelaksanaan ibadah, menunda-nunda dalam berbuat kebaikan dan penyakit ini turun dari panjangnya angan-angan tentang keyakinan termasuk yakin jika ia ada pagi ini maka ia akan ada sore harinya.

Dari Abu Hurairah r.a. katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Orang mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mu’min yang
lemah. Namun keduanya itupun sama memperoleh kebaikan. Berlombalah untuk memperoleh apa saja yang memberikan kemanfaatan padamu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah merasa lemah.

Jikalau engkau terkena oleh sesuatu mushibah, maka janganlah engkau berkata: “Andaikata saya
mengerjakan begini, tentu akan menjadi begini dan begitu.” Tetapi berkatalah: “Ini adalah takdir
Allah dan apa saja yang dikehendaki oleh-Nya tentu Dia melaksanakannya,” sebab sesungguhnya ucapan “andaikata” itu membuka pintu godaan syaitan.” (Riwayat Muslim)

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Ada dua macam kenikmatan yang keduanya itu disia-siakan oleh sebagian besar manusia yaitu kesehatan dan kelapangan waktu.” (Riwayat Bukhari)

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah s.a.w. menepuk bahuku lalu bersabda:
“Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah engkau itu orang gharib – orang yang berada di suatu negeri
yang bukan negerinya sendiri – atau sebagai orang yang melalui jalan.” Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma
berkata: “Jikalau engkau bersore-sore, maka janganlah engkau menanti-nantikan waktu pagi dan jikalau
engkau berpagi-pagi, janganlah engkau menanti-nantikan waktu sore – yakni untuk mengamalkan kebaikan itu hendaklah sesegera mungkin. Ambillah kesempatan sewaktu engkau berkeadaan sehat untuk mengejar kekurangan di waktu engkau sakit dan di waktu engkau masih hidup guna bekal kematianmu.” (Riwayat Bukhari)

Allah swt berfirman dalam QS al-Munafiqun: 9-11

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari
mengingat Allah. Dan barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan infakkanlah dari sebagian apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata (menyesali), ”Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh. Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Allah swt berfirman dalam QS al-Muzzammil: 20
“Dan apa saja – perbuatan baik – yang engkau sekalian berikan untuk dirimu sendiri, nanti pasti akan
engkau sekalian dapati di sisi Allah, keadaannya adalah lebih baik dan lebih besar pahalanya dan
mohonlah pengampunan kepada Allah, sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang.”
Bukankah kita menginginkan segera mendapatkan kebaikan dan balasan-Nya? Maka, bukankah lebih baik
kita bersemangat untuk fastabiqul khairaat (berlomba-lomba dalam kebaikan)?

Dari Anas r.a. dari Nabi s.a.w. dalam sesuatu yang diriwayatkan dari Tuhannya ‘Azzawajalla, firmanNya
- ini juga Hadis Qudsi :
“Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekal padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas-gegas.” (Riwayat Bukhari)

Demikian pula dalam melakukan sesuatu, usahakan sekuat mungkin tidak meminta bantuan orang lain
apabila kita sanggup melakukannya sendiri (tidak mendesak). If we can afford going everywhere by
public cab (using our own money/we’re not that poor), just please do not ask other to drive us unless
they offer to or unless it is their job.

Dikisahkan seorang sahabat sedang mengendarai unta, kemudian tongkatnya terjatuh. Di bawahnya, di
samping untanya, berdiri seorang sahabat lain. Meskipun sahabat yang mengendarai unta bisa dengan
mudah meminta tolong sahabat yang berdiri di samping untanya untuk mengambikan tongkatnya yang
terjatuh, ia tidak melakukannya, melainkan ia turun dari untanya kemudian mengambil tongkatnya
sendiri.

Berhati-hatilah jika kemalasan ini berlanjut, karena jika terkait harta ketika kita sudah malas dalam
mengeluarkan harta –bahkan untuk diri sendiri- dan lebih memilih meminta bantuan orang lain dengan
dalih berhemat padahal sesungguhnya takut akan kekurangan harta kita maka bisa jadi penyakit kikir
bin bakhil telah menghinggapi.
-Ly, May 15, 2009-
Thanks Ly

No responses yet

« Newer posts Older posts »