Archive for the 'Indonesia' category

Percakapan Pagi Hari

Nov 02 2007 Published by Dini Susanti under Indonesia

Tadi pagi seperti biasa ngobrol ngalor ngidul dng suami. Kali ini obrolan agak berat. Yap obrolan kesekian kali tentang Negara tercinta INDONESIA.

Apa sih yang indonesia tidak punya??
Haloo..!! Negara kita tercinta ini memiliki SEMUA yang tidak dimiliki negara lain. Sumber daya alam melimpah Ruah, sebut saja; emas, minyak, gas, obat herbal, batubara, ikan, flora, fauna, air, tanah, udara bersih, dan buanyak lainnya (kawan saya berpendapat bahwa semua kekayaan alam sdh menipis dikeruk negara lain) Sumber daya manusia yang sangat besar; skilled, non skilled, keduanya sama bermanfaat bagi negara (masuk sepuluh negara terpadat sedunia), dan kesempatan yang melimpah ruah juga? Ada yg tidak setuju dng opini terakhir?.

Saya ingin mengulas obrolan tadi pagi…
Pemerintah negara kita terbagi menjadi dua, eksekutif dan legislatif. Eksekutif adalah pelaksana dan legislatif yang membuat peraturan. Dulu saya pernah saking begonya bilang kalo mo bayar utang bank indonesia bikin saja duid sebanyak-banyaknya.. Ternyata orang pelaksana tak mungkin bisa bikin uang banyak karena banyak peraturan yg terkait dan ada konsekuensi dari setiap pelaksanaannya misalnya untuk kasus ini yaitu bisa terjadi deflasi yaitu harga uang menjadi turun karena yang beredar di luar saking banyaknya. Gitu..
Namun yang pasti bisa dilakukan legislatif adalah bisa membuat peraturan yang mengurangi utang dan membuka peluang peraturan
agar masyarakat kita bisa berwira usaha dengan aman, nyaman, tentram dan untung. Juga peraturan yang membuat negara lain
aman berinvestasi jangka panjang, bukan peraturan yang membuat negara lain menguasai sebagian besar kekayaan alam
Kita.. Masyarakat untung Negara untung
..Gitu loh. Negara kita ini (masih) kaya loh, dan masyarakatnya juga pinter pinter. Mbok ya di berdayakan, di beri penghargaan (supaya tidak kabur keluar negeri) dan diayomi..Lalu yang tidak pinter siapa? Itu loh orang-orang yang kalo udah merasakan kursi empuk diatas..lalu lupa.

Lalu apa hubungannya dengan cerita tadi pagi?
Suami bercerita mengenai proyek pemerintah yang menggunakan konsultan, lalu ada konsultan tahun lalu yang melemparkan
hasil pekerjaan kepada konsultan proyek tahun ini, hasil pekerjaan tahun lalu sangat sangat tidak jelas sehingga konsultan tahun ini ketempuhan.
Nah.. Kenapa bisa begitu? Apakah tidak ada udang dibalik bakwan? Mengapa suatu proyek besar bisa sedemikian tidak bagus pekerjaannya?. Ini sebuah proyek kecil kelas departemen, sekelas negara besar apakah tidak sama kasusnya? Anyway semua based on peraturan yang Ada, dan program yang tercanang di anggaran.

Sepertinya semua Sudah tahu sama tahu mengenai pekerjaan proyek pemerintah. Bahwa ada potongan sana sini sehingga yang masuk ke pelaksana sebenarnya setengahnya bahkan kurang. Padahal nilai proyek sangat tinggi. Misalnya satu kasus Pembuatan jalan aspal (ini hasil curhat dari kawan yg pernah meneliti biaya proyek jalan raya dan jembatan penyebrangan). Jatah anggaran super gede dan kualitas aspal yang diminta bagus, namun yang dibuat di lapangan kualitasnya berubah menjadi turun kelas. Tidak heran belum satu tahun jalan raya sudah bolong sana sini. Ini sangat bikin gemas, dari jaman Orde lama tidak pernah berubah, bisa dikatakan potongan ini itu sebagai korupsi? Ya tak tau deh..menurut seorang kawan, dinegara lain juga sama namun tak sebesar potongan (korupsi?) di negara kita.

Lalu apa hubungannya dengan eksekutif dan legislatif?
Dewan eksekutif seharusnya bisa menjalankan pemerintahan tanpa intervensi pihak lain, independen dan menjalankan peraturan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Ternyata saya Ketahui dari orang pemerintah sendiri bahwa suatu proyek bisa terlaksana bila pengajuan dana sudah terdaftar dan disetujui oleh pemerintah yang membuat anggaran, artinya proyek tersebut sudah terdaftarkan di anggaran pemerintah pada awal tahun. Jadi bila masyarakat berkoar koar untuk perbaikan jalan yang rusak berat harus bersabar dulu, menunggu awal tahun agar masuk ke program anggaran (bila biaya perbaikan belum masuk), itu salah satu kasus jalan, kasus lain ya bila ada perbaikan sekolah atau penuntasan kelaparan atau sekolah gratis, tidak akan bisa di berikan di tengah tahun bila belum ada program pada anggaran. Dan ingat loh, bahwa program meski sudah masuk daftar sulit berjalan bila anggaran belum turun, tidak mungkin pake kocek sendiri kan?? Nah ini mungkin peran pemerintah daerah sang eksekutif, seharusnya meninjau ke lapang, melihat kebutuhan urgensi masyarakatnya lalu mengajukan ke pemerintah pusat agar dibuatkan programnya untuk tahun yang berjalan dan bukan based on kebutuhan segelintir orang atau kepentingan politik. Pemilihan konsultan juga jelas visi misinya dan bener kerjanya. Harus berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Beberapa hal yang saya sarankan untuk pemerintah indonesia.
1. Buka kesempatan kerja seluas luasnya bagi rakyat, agar tidak banyak pengangguran dan tidak banyak yang nganggur nonton sinetron lalu bunuh diri.
2. Buat peraturan2 yang menjamin rakyat bisa berusaha dengan aman, nyaman dan untung. Jika harus ada Sistem pajak tinggi maka harus diperbaiki agar bisa kembali kepada masyarakat (jangan malah dikorupsi)
3. Buat peraturan agar masyarakat disiplin. Karena disiplin satu hal yang membedakan dengan negara lain (misalnya singapura). Disiplin masyarakat kita rendah sekali. Karena memnag peraturannya yang dibuat tidak tegas. Pemerintah sangat bisa di nego dengan uang, ada uang segalanya jadi licin.
4. Jaga harga diri negara kita dalam kancah internasional. Caranya? Kalo ada WNI yang bermasalah di luar negeri mbok ya ditangani serius meski cuma tkw. Bila kita menghargai diri sendiri walhasil negara lain juga menghargai kita. Wah satu masalah tkw di malaysia juga meski ditangani serius demi harga diri bangsa, coba perbaiki sistem perekrutannya atau harus dihilangkan? Yang lebih paham pemerintah lah..anda punya perhitungan baik buruknya.
5. Ntar nambah deh..blog ini masih bisa diedit..

Ada sekelumit obrolan di manggala ketika banyak yang antri melamar cpns kehutanan,
wih sebanyak ini yang melamar Ya?, dan semangat menggebu-gebu” ” iya nih, kalo sudah masuk PNS mereka pasti jarang masuk kantor, dan semangatnya redup lah…
Salah siapa? Salah PNS itu atau atasannya? Atau sistem pemerintahan kita? Wallahu Alam..kapan Pemerintah Indonesia mau bebenah? Demi anak cucu kita jangan mikirin sekarang saja. Mana program jangka panjangnya? Mana??!!

Kita sebagai masyarakatnya benenah diri sendiri saja dulu deh..membuat pinter diri kita, menjaga keluarga kita. Lalu kabur ke luar negeri. Nah loh? Ya gak lah (maybe), i love indonesia.

3 responses so far

Ayo Mari ..Mari.. CPNS masih berminat??

Oct 01 2007 Published by Dini Susanti under Indonesia

Pertarungan kembali di gelar.. Lowongan Lowongan Lowongan Lowongan CPNS dibuka!
Perebutan kursi CPNS 2007 sudah dimulai..
Apakah kembali tahun ini kursi empuk Pegawai Negeri Sipil masih diminati? Atau bahkan semakin sangat sangat diminati?
Tahun kemarin pelamar CPNS mencapai lebih dari ratusan RIBU orang.. sedangkan kursi yang diperebutkan hanya berkisar ratusan kursi pada setiap departemennya. (Data statistik silahkan anda cari)

Kita tunggu saja berita menarik hingga sebulan kedepan.
(Aku juga masih penasaran dengan LIPI :p)

Ini nih link yang dapat anda klak klik kluk :

1. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
2.
Departemen Kehutanan
3. Departemen Ketenaga Kerjaan Indonesia
4. Departemen Perhubungan dan ini modul pengumumannya
5. Departemen Dalam Negeri
6. Departemen Agama
7. Kejaksaan RI

Anda dapat memantau berita Lowongan CPNS Departemen lainnya di http://feeds.feedburner.com/blogspot/tovf

3 responses so far

pengalaman membuat SIM 18 Januari 2007, berita basi?

Jul 20 2007 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Indonesia,Personal

sim

Ini berita basi bukan? Hehe semoga sudah berubah sistemnya…

Hari itu saya mempunyai waktu senggang untuk mengurus pembuatan sim di Bogor. Anak semata wayang saya titipkan kepada mbahnya. Saya tiba disana pukul 09. Sebelumnya saya kabar kabari kepada seorang kakak yang pernah juga mengurus pembuatan sim dan beliau berulang kali mengirimkan sms kepada saya untuk mengurus sim lewat seorang teman polisinya namun saya menolaknya karena baru pertama kali saya membuat sim, supaya ada pengalaman gitu. Kakak saya tertawa mengekeh silahkan saja katanya, antrian menunggu di foto yang paling mengesalkan katanya. Ah tenang aja kata saya karena saya punya banyak waktu.
Jam pertama dari sejak kedatangan saya lalui tanpa hambatan, tes kesehatan, membayar ke loket lalu isi biodata dan keterangan lainnya. Setelah itu biodata saya bawa ke ruang foto dan mulailah saya menunggu panggilan untuk difoto bersama dengan banyak orang lainnya yang duduk di depan ruangan. Tempat duduk di ruang pembuatan sim ini semua full seat. Padahal saya datang di hari kerja. Namun mungkin orang disini berpikiran sama dengan saya mengira di hari kerja akan lumayan kosong, ternyata ngobrol dengan orang sebelah saya ketahui bahwa hampir setiap hari ruang ini penuh dengan orang-orang mengantri buat sim. Waktu berlalu sangat lambat

Tak terasa saya sudah 1 jam duduk di ruang tunggu tetap menunggu giliran dipanggil. Saya mulai menyadari ketidakberesan, ada orang-orang tertentu yang datang bersama dengan polisi lalu mereka langsung masuk ke ruang foto padahal saya jelas melihat orang-orang tersebut baru masuk ke ruangan ini, mereka datang tanpa proses kesehatan dan data diri serta sidik jari seperti yang saya lakukan. Lalu saya amati orang-orang tersebut keluar dari ruangan foto dan barulah mereka melangkah ke ruang sidik jari. Wah wah..ko jalurnya berbeda ya? Lalu seorang ibu disebelah saya mengajak saya ngobrol, dia bilang dia dan kedua temannya meminta bantuan seorang polisi juga namun sejak jam 09 belum ada panggilan, padahal sudah membayar 240rb (saya hanya bayar total 170rb). Dia kesal karena orang-orang lain yang juga minta bantuan polisi lebih cepat dan mulus jalannya.lha, ini cerita lain lagi, beliau kesal pada oknum polisi tersebut (boleh saya sebut ‘oknum’ tidak ya?) Lalu saya juga kesal nih, namun kesal pada siapa tak jelas. Ternyata oh ternyata yang coba dikatakan oleh kakak saya terbukti didepan mata. Bila ingin diproses lebih cepat maka carilah ‘oknum’ polisi atau teman polisi yang tepat. Bila tidak tepat maka terjadilah seperti ibu sebelah saya ini, beliau juga diproses lambat.

Dan kini waktu menunjukkan pukul 1400.
Saya berpindah duduk disebelah ruangan poto berharap bahwa bila nama saya terpanggil saya akan segera masuk sehingga tidak didahului orang lain. Mendadak seorang bapak disebelah saya yang sedari tadi pagi bersamaan menunggu, bangun dari duduknya dan membuka pintu ruang poto. Saya mengikutinya dari belakang penasaran dengan bapak tersebut. Lalu disana beliau berkata dengan nada tinggi namun dengan bahasa teratur yang menandakan beliau orang berpendidikan. ” Saya menunggu sejak pukul 0900 seperti yang lain, saya adalah warga negara yang taat hukum dan taat pajak. Saya seorang pengusaha yang ingin proses ktp seperti warga negara lainnya. Namun yang saya lihat sungguh mengesalkan!. Orang yang datang baru saja dengan hanya diantar seorang polisi langsung diproses foto tanpa menunggu seperti yang lain. Jika demikian proses yang memang terjadi, maka saya akan adukan kepada Mabes Polri!!.” Setelah bapak tersebut selesai bicara, polwan yang duduk dihadapan bapak bersahaja tersebut menanyakan nama bapak tersebut, lalu mencari map berisi file bapak tersebut. Dan mempersilahkan sang bapak untuk duduk di foto. tanpa BaBiBu Bapak tersebut duduk menurut dan langsung di foto. Maka keluarlah beliau tanpa sepatah kata. Dan tinggal menunggu kartu sim selesai dicetak di loket yang lain.

Saya yang melihat kejadian tersebut memberanikan diri untuk juga masuk ke ruangan foto ” maaf bu, Dini Susanti kapan diproses??” sang polwan mencari file saya dan mengatakan masih ada banyak file lain yang harus diproses sembari menunjukkan tumpukan file antara jempol dan telunjuknya.
Hhhh.. Saya pasrah deh dan kembali duduk di kursi tunggu. Namun tak sampai dua menit , nama saya dipanggil. Wah ternyata berhasil! !!
Anda harus aktif bertanya masuk ke ruang foto, menanyakan kapan giliran Anda dipanggil!.

Saya sampaikan pada yang lain-lain di ruang tunggu foto. Mereka rame-rame masuk ke ruang poto hehehe.
Selesai sudah sim saya dicetak. Hampir kurang lebih 6 jam euy!… Saya pikir lain kali perpanjangan sim saya mo cari teman polisi saja ach…krik krik krik..

2 responses so far

Masjid-Masjid Masih Berdiri

Jan 03 2005 Published by Dini Susanti under Indonesia

Mukjijat Allah dimana-mana,
di tengah-tengah kehancuran akibat bencana Tsunami,
masjid masih berdiri kokoh dan indah.

No responses yet

Mari Berduka…

Dec 29 2004 Published by Dini Susanti under Indonesia

Tak terasa air mataku menetes, dan hatiku tak terkira sedih..
Indonesia tengah berkabung, aku dan sang buah hati pun berkabung..
Aceh – serambi mekah kini hancur luluh lantak, kuasa Allah diatas segalanya.

Pasti tersimpan suatu hikmah mendalam, Allah begitu mencintaimu,
aku dan sang buah hati melantunkan doa untukmu…
Aceh.. bersabarlah…

No responses yet

« Newer posts