Archive for the 'bayi dan balita' category

Mudahnya Buat Makanan Balita

Dec 06 2013 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,bayi dan balita

Anak yang ketiga ini senang makan apa aja yang disiapkan kami. Seneng banget rasanya lihat dia makan apa saja dengan lahap. Alhamdulillah jadi ga kesulitan menyediakan masakan harian untuknya. Pernah saya post tentang slow cooker takahi ya? kini slow cooker tersebut teronggok tidak bisa digunakan karena salah satu mbak di rumah menjatuhkan kaca penutup panci, pecah. Sudah tanya pada tempat kami membelinya, harga tutupnya saja 125 ribu rupiah. oke, kening saya berkerut, sparepartnya lumayan mengambil 3/4 harganya haha.

Akhirnya saya putuskan untuk membeli makanan jadi saja. Di pasar modern ada penjual masakan balita siap santap, terbuat dari bahan-bahan organik. Anak kami suka. Senangnyaa.. baiklah setiap hari kami siapkan 6 box kecil yang sudah saya pesan untuk harian makan, harganya 30 ribu untuk makan 3x sehari. Logika saya bilang “ga apa-apa”, “gaa repot”, “siap santap”, “sehat dan bergizi..” Namun setiap pagi saya harus mengambilnya di pasar modern yang artinya setiap hari mesti ke pasar, dan sungguh.. oh.. sungguh ga efisien waktu, tenaga juga kadang ada jinjingan lain selain masakan balitanya haha artinya bisa beli ini itu lainnya dan setiap hari pula…. stoop ke pasar setiap hariii…

Hasil diskusi dengan suami, lebih tepatnya sih suami dipaksa oleh sang istri hehe, kami berangkat ke hypermart untuk memburu alat masak aman dan sehat untuk balita. Terpilihlah kandidat kuat yang tidak ada lawan lainnya. Pokoknya syarat utama, tidak boleh panci teflon!, syarat berikutnya hemat listrik, tidak mudah tergores, food grade, dan aman buat balita tentunya.

Kami pulang ke rumah menjinjing sebuah alat masak rice cooker 6 fungsi; memasak, mengukus, menggoreng apalagi yah.. hhmmm lupa deh, boxnya sudah terbuang. Intinya sih pancinya terbuat dari stainless steel dengan jaminan food grade. Itu deh dengan ambassadornya seorang artis Titi Kamal.

Dengan alat tempur baru di dapur, saya buat masakan bayi setiap pagi dengan resep sederhana. Jika anda tertarik dengan resep saya, silahkan di ikuti stepnya ya:
1. siapkan daging giling; daging sapi dan daging ayam
2. aduk daging giling jadi satu lalu masukkan kedalam ice tray seperti gambar

3. masukkan daging giling kedalam kulkas dan bekukan.
4. setiap kali hendak buat masakan ambil satu daging beku dari tray, siapkan sayuran yang sudah dicuci (brokoli atau wortel atau labu dll) yang diiris halus, dan dua gelas beras yang sudah dicuci bersih.
5. masukkan beras, sayuran dan daging beku ke dalam panci rice cooker beri air sehingga nanti beras menjadi lembek, tambah garam sedikit lalu tekan tombol cook pada rice cooker
6. setelah matang, aduk-aduk sebelum disajikan agar semua tercampur, ambil secukupnya untuk makan balita 3x sehari, keadaan rice cooker dalam posisi warm akan menghangatkan masakan balita hingga selesai pemberian makan terakhir.

Mudah bukan? Mudah bangeettt.. Balita anda InsyaAlloh suka ya..

No responses yet

menemukan video lama serasa menemukan harta karun

Nov 11 2013 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Personal,bayi dan balita

Laptop lama kami sony vaio sudah lama rusak dan teronggok begitu saja tergantikan pamornya oleh nexian mini tablet milik anak2. Baru minggu lalu dibawa ke pusat service komputer di Bintaro Plaza, akhirnya bisa digunakan kembali.

Bersyukur laptop ini kembali fungsi tanpa ada data yang hilang, tersimpan banyak foto dan video yang belum sempat kami copy. Salah satunya video bayi ilmi ketika berusia 5 bulan, sedang lucu-lucunya sering berteriak, berbicara bahasa bayi :) Alhamdulillah…

No responses yet

Pengalaman melahirkan di rumah

Jun 05 2013 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Personal,bayi dan balita

Maaf sempat tertunda. Saya ingin sharing pengalaman melahirkan di rumah ketika melahirkan anak yang ketiga. Allah memberikan anugerah kehamilan anak ketiga pada usia 33 tahun, saya amat bersyukur. Sudah menjadi daftar wajib persiapan melahirkan adalah mulai gerilya mendatangi rumah sakit atau klinik bersalin yang akan menjadi tempat lahiran nanti. Saat itu kandidat terkuat adalah rs ibu dan anak hermina bogor, pilihan lain adalah rs pondok indah mengingat pertimbangan dekat rumah tinggal.

Kehamilan anak ketiga sangat berbeda dibanding kehamilan dua anak yang lain. Menginjak bulan ke 7 perut saya sering mengalami kontraksi. Dan tidak biasa. Kontraksi ini seperti ajakan untuk keluar sebelum waktunya. Jika saya konsultasikan ke dokter beliau menganjurkan saya banyak istirahat. Itu saja. Tidak ada problem yang berarti. Saya pun tidak begitu kuatir. Menjalaninya dengan biasa. Bahkan beraktivitas luar biasa. Termasuk yang tidak bisa diam, banyak gerak dan kemana2 menyetir sendiri hingga sehari sebelum melahirkan masih ngebut di jalan tol.

Pada bulan 7 secara tidak sengaja saya berinteraksi dengan kawan lama yang bernama mba Nurma di facebook. Mba Nurma sering sharing tentang kelahiran anaknya secara gentle melalui status2nya. Saya tanyakan maksud kelahiran gentle tersebut, dia pun menanyakan kesediaan saya untuk belajar banyak lagi di suatu grup facebook. Saya mengiyakan dan menjadi awal yang indah perkenalan saya dengan gentle birth.

Awal join grup saya banyak melakukan open dokumen. Melihat postingan beberapa orang yang paham dan selebihnya mencoba mencari tahu melalui artikel2 lain di internet. Setiap hari setiap saat, mengingat waktu kelahiran semakin dekat. Cukup banyak informasi yang saya dapatkan. Setelah tahu dan cukup memahami (dalam kapasitas saya) saya beranikan diri untuk nanti mencoba melahirkan dengan gentle birth.

Apa itu gentle birth? Lebih kurang dalam pemahaman saya adalah suatu proses kelahiran bayi ke dunia secara lembut. Gentle – lembut. Birth – kelahiran. Sang bayi memiliki waktu dan cara sendiri untuk lahir, bukan hak dokter, tenaga kesehatan ataupun ibu untuk memaksanya keluar dengan atau tanpa alat. Kecuali ketika terdiagnosa memiliki kelainan atau kebutuhan khusus untuk dilakukan tindakan, semua pun dilakukan dengan kelembutan.

Gentle birth bisa dilakukan di rumah sakit, klinik bersalin maupun di rumah. Secara normal pervagina maupun ceasar. Yang membuat saya kagum, dalam grup banyak sekali ibu2 yang melahirkan di rumah untuk mengapresiasi keinginan gentle birth untuk sang bayi. Testimonial mereka pun rata2 menyatakan diperolehnya rasa nyaman juga aman dengan melahirkan di rumah. Tidak ada rasa takut?? Jujur saya rasakan ketika membayangkan bagaimana mungkin bisa melahirkan di rumah? Dan sempat lupa bahwa orang jaman dulu pun melahirkan di rumah bahkan ada yang tidak dibantu oleh orang lain.

Sudah sewajarnya bila seseorang sedang hamil akan ditanya melahirkan dimana? Saya yang masih ragu dengan minat melahirkan di rumah akan menjawab dua rumah sakit kandidat saya diatas. Hingga suatu hari ketika membaca list bidan gentle birth dalam grup saya coba hubungi salah satu yang lokasinya terdekat, namanya bidan dhina maya. Pertemuan dengan beliau sangat mengesankan, beliau menjelaskan banyak tentang proses melahirkan gentle birth yang sebenarnya proses alami kelahiran bayi, namun sekarang sudah banyak komersialisasi kehamilan dan lahiran sehingga banyak yang seharusnya alami menjadi instant misalnya saja dengan pemberian induksi yang kadang sebenarnya pada beberapa kasus kurang perlu dipakai. Bidan dhina memberikan opsi kepada saya jika berminat untuk melahirkan di kliniknya atau di rumah. Sebelum memutuskan tempat melahirkan, saya juga mengunjungi salah satu klinik gentle birth di bandung dan bertemu bidan okke. Disana pun cukup mengesankan, bidan yang cantik, sabar, dan jelas dalam menyampaikan informasi kepada saya yang agak kepo (banyak tanya).

Hingga mendekati waktu persalinan, dengan kemantapan hati, saya memiliki keyakinan untuk melahirkan di rumah dengan dibantu oleh bidan dhina maya, selain lokasinya dekat juga jika darurat saya bisa merujuk ke rumah sakit yang cukup familiar bagi saya. Tidak ada yang tahu rencana saya tersebut, tidak juga ibu dan ibu mertua saya. Cukup saya, suami dan bidah dhina. Bahkan pembantu saya pun cukup kaget ketika tahu majikannya mau melahirkan di rumah. Surprise!

Tibalah hari itu. Bercak darah merah segar muncul di pagi hari. Saya segera menghubungi bidan dhina. Beliau datang siang hari dan mengecek pembukaan, sudah pembukaan kedua. Saya pilih salah satu kamar yang cukup nyaman, mengambil posisi nyaman dengan banyak bantal dan guling, dan menyetel irama rileksasi (suara debur ombak di lautan). Posisi saya dalam menikmati kontraksi ganti2, gaya bebaslah pokoknya, seperti jongkok, berdiri, sujud, tiduran, dll. Sepanjang kontraksi yang terjadi alhamdulillah semua berjalan lancar, tidak terlupa juga berzikir menyebut nama Allah berulang2. Akhirnya ada kontraksi kuat dalam kurun waktu yang tidak jauh. Setelah di cek sudah bukaan 8. Sebentar lagi. Saya memilih untuk melahirkan di air (water birth), kolam berisi air hangat telah siap. Posisi saya sudah jongkok dengan tumpuan badan ke tempat tidur. Bidan dhina berkali2 mengusap punggung dan memijit kaki. Diperoleh sensasi nyaman tambahan dengan perlakuan beliau. Ketika dorongan kuat panas ingin mengejan dibagian dubur dan vagina datang, bidan dhina meminta saya masuk kedalam kolam. Suami saya dipanggil untuk menyaksikan. Dengan dua kali mengejan lahirlah Fahri Salim Isnandi dengan menggelosor begitu saja dalam air ditangkap oleh bidan dhina. Suami saya hanya berkata ‘subhanallah’ tanpa mampu berkomentar lain. Tak berapa lama sang bayi keluar, keluar pula tali pusatnya, ternyata subhanallah tali nya pendek sekali kurang dari 50cm (coba bayangkan satu jengkal telapak tangan adalah 20cm). Inilah yang menyebabkan seringnya kontraksi ajakan keluar sebelum waktu sempurnanya. Namun Allah berkehendak sang bayi lahir pada masa sempurnanya. I love you Gusti Alloh.

Bidan dhina tidak membiarkan sang bayi lama dalam air. Diangkatnya si bayi namun tidak bersuara. Suami panik. Namun bidan dhina menenangkan, sang bayi tertidur, katanya. Dia masih merasa nyaman seperti masih dalam perut ibu. Biasanya kelahiran secara lembut memang begini. Subhanallah. Bangun naak. Ditepuk2lah pantat sang bayi. Dengan memakai pipet bidan dhina mengambil cairan di hidung dan tenggorok bayi, merasa terganggu bayi menangis, lalu pipis mengenai bidan dhina. Kita semua tertawa. Indah sekali. Saya sendiri merasa sangat nyaman dan tenang. Saat itu sebenarnya bidan dhina melihat tidak ada keperluan untuk menjahit perineum karena tidak robek namun beliau melakukan 3 jahitan untuk merapikan yang menurut beliau perlu dirapikan.

Demikian pengalaman saya. Kesimpulannya,
1. khusus bagi kelahiran normal pervagina, tetap lah proses persalinan itu membutuhkan rasa sakit. Rasa sakit/kontraksi diharapkan muncul agar rahim mengencang dan mengendur membantu mengeluarkan bayi. Jangan menahan rasa sakit, justru ketika datang rasakan dengan santai dan relakskan panggul sehingga jalan lahir menjadi mudah terbuka.
2. jika ada rencana melahirkan di rumah, jangan kuatir dan takut, wajar sebelumnya ada rasa itu, maka bekali diri dengan informasi sebanyak2nya dan tanya jawab dengan bidan yang dipilih mau membantu proses tersebut.
3. melahirkan di rumah harus dengan catatan bahwa kehamilan yang dijalani bukan kehamilan yang beresiko. Dibuktikan dengan hasil pemeriksaan ke dokter atau bidan.
4. adalah hak ibu untuk bisa melahirkan dimana dia merasa nyaman. Jika rasa nyaman diperoleh jika melahirkan di rumah sakit maka jalanilah.
5. melahirkan di rumah merupakan pengalaman baru saya yang tak terlupakan. Ada rasa kepasrahan tinggi kepada Sang Pencipta dan kepercayaan bahwa manusia bisa melewati rintangan apapun dengan perkenan Nya.
6. kedekatan secara spiritual dengan Sang Pencipta semakin bertambah, juga kedekatan batin dengan sang bayi sungguh lekat.

“Anak adalah amanah yang paling besar untuk seorang ibu. Dia tidak bisa memilih dilahirkan dari rahim siapa, diberi nama apa, dan dibentuk seperti apa. Dia membawa fitrah keimanan dalam jiwanya.”

7 responses so far

Reward untuk mommy

Yes jika kamu seorang ibu/mommy pasti bisa paham dengan kesibukan ini dan itu yang banyak membutuhkan perhatian. Tidak ada lagi kepentingan untuk sendiri yang sekarang hadir adalah kepentingan bersama. Kepentingan anak, kepentingan suami, bahkan kepentingan lingkungan sekitar menyertai apapun kepentingan pribadi yang ada.

Bukan suatu predikat, titel, ataupun sebutan biasa, ibu/mommy adalah apa adanya seorang wanita jika sudah memutuskan untuk menikah dan dikaruniai anak2. Terlepas dari mommy memiliki karir diluar rumah ataupun full time menjadi manajer keluarga. Yang membedakan keduanya hanyalah manajemen waktu untuk mengurusi kepentingan keluarga saja. Keputusan berkarir di luar rumah pun tentunya bukan lagi atas pertimbangan pribadi saja. Semua keputusan mommy adalah untuk kepentingan bersama. Mommy adalah detak jantung keluarga, baik untuk mommy adalah baik untuk keluarga juga.. ups mungkin terbalik.. baik untuk keluarga adalah baik untuk mommy juga.. yes inilah yang terjadi, mommy yang baik selalu mendahulukan kepentingan keluarga diatas kepentingan pribadi.

Lelah? pasti. Penat? kadang. Suntuk? mungkin. Namun diatas semua itu jika memang ada rasanya seorang mommy tidak sudi untuk merasakannya. Apalagi terbayar dengan senyum dan canda tawa anak2 yang sehat bahagia. Semua peluh terasa menguap seiring redupnya senja.

Ambil satu cangkir cantik di sore hari ini, seduh teh hangat campurkan madu manis kedalamnya. Tarik napas dalam2 dan hembuskan perlahan. Atau jalan sejenak menikmati senja yang perlahan hadir menghias langit dihadapan. Hari esok masih akan hadir insyaallah, rasakan nikmatnya mom.. tak akan berulang senja ini, senja esok hadir dengan asa baru lagi mom.. nikmati lelahnya selagi ada selagi hidup..

Kissess for all mommy .. :*

No responses yet

Slow cooker takahi untuk bubur bayi

Apr 08 2013 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,bayi dan balita

20130408-192140.jpg

Ini dia alat perang baru di dapur, slow cooker merk takahi. Sekedar sharing saja ya, jadi merk disini saya sebut jelas. Mengapa mesti si dia ini yang saya beli? Pertama, karena aman yaitu panci pemasak tidak mengandung bahan berbahaya yang bisa ikut bercampur dengan makanan bayi yang dimasak (terbuat dari tanah liat/tembikar yang cukup kuat). Bahan panci alat lain? Oke, ada alternatif lain untuk bikin bubur bayi ini, ada rice cooker yang juga bisa bikin bubur tapi.. bahan pancinya dari teflon, silakan google bahayanya pakai teflon yang antara lain bisa sebabkan kanker. Juga ada slow cooker yang pancinya terbuat dari alumunium yang bahannya bisa larut jika memasak bahan masakan asam misalnya tomat. Oh no! Ini bayi loh.. Kalo perut saya sih mungkin naga perutnya udah kebal hehe.
Kedua, slow cooker bisa mempertahankan nutrisi masakan. Ketiga, wattnya tidak terlalu besar, keempat, sudah ga rempong lagi siapkan makanan si baby, masukan bahan2 jam 9 malem besoknya jam 7 sudah bisa langsung kasih makan bayi.

Resepnya saya sih simple banget: 4 sendok makan beras merah organik, parutan wortel organik, sepotong ayam organik paha bawah atau kaki atau bagian lainnya yang kulitnya sdh dibuang, air (tambah sampai 3/4 panci). Sayurnya bisa ganti2 atau tambah lainnya, mis. Brokoli, labu kuning, buncis macem2 deh.

Penting banget, jangan tambah garam sampai nanti umur 1 tahun, pakai bahan organik deh yang pasti aman bebas pestisida, harga beras organik kemarin beli 500gram 11ribu rupiah dipasar modern bintaro sebelah tukang plastik, wortel organik 7ribu rupiah di hero, ayam organik potong kecil2 bagian dagingnya saja cukup 49ribu perekor.

Oya, sepanci ukuran 0.7liter ini bisa utk makan 3x. Porsi kecil makan pagi siang sore, tapi disela2 makan saya beri buah dan kadang biskuit gandum utk cemal cemil.

No responses yet

Mual Muntah saat Hamil

Mual muntah biasanya terjadi pada pagi hari atau malam hari, sangat jarang terjadi siang hari. Mengapa terjadi demikian? Dari beberapa artikel yang saya baca mengatakan bahwa kejadian ini normal terjadi pada ibu hamil trisemester pertama, umum dinamakan morning sickness. Namun dari pengalaman yang saya rasakan, penyebab mual saat hamil adalah sangat simple, karena gas dan atau asam lambung tinggi dalam perut. Gas dan atau asam lambung tersebut bisa menimbulkan sensasi pusing, mual, terkadang muntah.

Sering terjadi pada pagi atau malam hari karena perubahan cuaca yang cukup tajam, ibu hamil rentan terkena cuaca dingin, mudah masuk angin sehingga mengalami perut kembung. Juga faktor lain adalah karena pada waktu tertentu asam lambung akan meningkat, pagi dan malam hari ketika perut kosong. Asam lambung juga akan tinggi bila ibu memakan makanan yang tidak sehat misalnya jajanan kotor, alangkah baiknya kemudian makanan kurang baik tersebut bisa dimuntahkan, asam lambung tinggi salah satu perlindungan tubuh melindungi janin dan kehamilan ibu.

Subhanallah, tubuh manusia memiliki sistem perlindungan tubuh yang luar biasa. Mual dan muntah pada ibu hamil adalah salah satunya, sebuah indikator untuk sang ibu menjaga kehamilan dengan baik. Maka jika anda tengah menghadapinya pada saat ini, segera atasi mual tersebut agar tubuh tetap sehat menjalani kehamilan, jangan abaikan indikasi ini jika mulai melanda. Jangan kebanyakan galau :)

Bagaimana mengatasinya? Lakukan beberapa hal berikut ini:

1. Gunakan kaus kaki agar telapak kaki hangat ketika mual melanda, juga jangan lupa setiap hendak tidur malam (ibu saya pernah berkata angin masuk lewat telapak kaki, saya menurut saja meski secara ilmiah mungkin belum terbukti) – bahkan didalam dan luar rumah saya pun menggunakan kaus kaki pada trisemester pertama, agar tubuh hangat.

2. Minum minuman jahe hangat. Caranya: iris jahe, masak gula merah yg dicampur air, masukkan jahe. Minuman jahe ini insyaallah dapat mengurangi mual.

3. Pakai baju hangat agar perut tidak dingin (ketika mual coba raba bagian perut biasanya agak dingin). Kadangkala saya mengenakan 3 lapis pakaian agar tubuh betul2 hangat dan nyaman.

4. Coba diingat2, sudahkan buang air besar hari ini? BAB harus rutin setiap hari.

5. Dan ketika usaha mengurangi mualnya mulai sukses, segera paksakan makan dalam porsi sedikit namun sering (agar gas atau angin segera keluar dari perut juga asam lambung tidak naik)

Mudah2an kemudian ibu hamil yang sedang mual itu tidak jadi muntah namun akan bersendawa atau dalam bahasa sundanya teurab bahkan juga bisa kentut. Setelah itu betapa perut kembali nyaman. Namun seperti ditulis diatas, jika karena telah memakan makanan yg kotor atau penuh bahan pengawet atau msg lalu ibu mual maka jangan menahan untuk memuntahkan kembali makanan tersebut, lebih baik dimuntahkan untuk kesehatan ibu.

Nah dicoba deh, insyaallah tubuh segar. Jangan sedikit2 ke dokter untuk masalah kecil dalam kehamilan. Dan hindari stress
(stress juga bisa meningkatkan produksi asam lambung). Bawa santai, enjoy, hepi, insyaallah semua akan berlalu cepat.

4 responses so far

Jika bayi 2 bulan anda demam

Dec 10 2009 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,bayi dan balita

Jika tiba-tiba demam tanpa alasan. Tanpa disertai batuk, pilek atau hal lain yang mengkhawatirkan, seperti yang telah terjadi pada anak kami, yang kami lakukan adalah tidak buru-buru membawanya ke dokter.

Untuk bayi 2 bulan yang demam cukup balurkan ramuan:
bawang merah parut, minyak telon, air perasan jeruk nipis, keseluruh tubuh bayi dan letakkan sedikit di ubun-ubunnya, ketika tubuh panas. Dan oleskan sedikit minyak kayu putih di telapak kakinya sebelum dipakaikan kaoskaki hangat. Tubuhnya cukup memakai baju yang menyerap keringat, dan ganti setiap kali basah.

Jika demam tinggi di malam hari, jangan tinggalkan bayi tidur sendiri, temani bayi dan jika perlu peluk bayi oleh ibu atau ayah dengan saling bersentuhan kulit, perut dan dada bayi bersentuhan dengan perut dan dada ibu atau ayah dengan demikian panas dari tubuh bayi pindah ke tubuh ibu atau ayah (bayi juga akan merasa nyaman), lakukan sepanjang malam hingga pagi hari. Jangan lupakan juga susui terus bayi jika bangun dan kehausan.

Selama demam, bayi bisa mandi air parutan mentimun yang telah ditambah sedikit air panas sehingga larutan jadi hangat. Dan jika suhu tubuh bayi sudah kembali normal bisa dibasuh dengan hangat.

Alhamdulillah atas izin Allah, demam dan segala kesulitan yang terjadi akan segera berlalu.

No responses yet

Obat kimia yang perlu diketahui dan obat alami balita

Mar 18 2009 Published by Dini Susanti under bayi dan balita

Neng Audine kena demam. Tadi malem udah ke DSA, disana banyak mainan anak, sedang demam tinggi gitu semangat mainnya ga ilang. Ya udah sambil nunggu dipanggil dokter, neng asyik main sliding dan nyusun2 balok. Tapi keliatan sih, agak kleyengan, pasti ada pusing kepala juga ya neng? kasihan anak cantikku..Ga lama suster panggil nama neng, trus didalam ruang dokter ada dokter GOH, etnis china, masih cukup muda, disebelahnya ada dekstop besar yang mungkin berisi data-data pasiennya. Ga lama neng di periksa, cek dada, perut, rongga mulut, telinga dan mata. Akhirnya kesimpulan dokter sakit flu plus demam saja, ga ada komplikasi lain, Alhamdulillah, neng dikasi 3 macem obat sirup, katanya rasanya manis. Tapi mam sih udah kawatir aja neng ga akan mau minum obatnya, semanis apapun kalo judulnya udah obat dari dokter, udah phobia duluan deh.

Bener aja, dikasi obat setelah makan malem, semua dimuntahkan. Ga bersisa di perut, bahkan makan malemnya ikut keluar. Walah bingung deh, panasnya ga mau turun juga, masih sekitar 38 derajat. Akhirnya dikasi minum anget dan mam memohon “plis pretty please.. with sugar on the top..neng you have to drink medicine..so you can get well..” yep pake english, neng ngerti english dan indo campur2..
akhirnya mauu, dan mintanya little saja. Ya udah deh, takaran obat diperkecil, biarlah daripada tak ada sedikitpun yang diminum. Dan ga lama, panasnya turun, bisa tidur nyenyak pula..aahhh capek, mam pap juga ikut tidur dah..

Trus tadi cari-cari info untuk obat alami buat demam. Lain kali demam dan batuk-batuk sebelum tambah parah akan dicoba minum ramuan alami dulu deh. Juga cari literatur yang baik tentang obat kimia kedokteran, karena neng tergolong enggan minum obat kimia. Lalu obat macem apa dong untuk sakitnya, jika berulang? Yach, PR jadi ortu nambah terus deh..

Ketemu disini . Informasi 7 0bat yang tidak boleh diberikan pada bayi dan anak.

November 23rd, 2008 by Abu Muawiah

7 Macam Obat yang Seharusnya Tidak Diberikan pada Bayi dan Anak-anak

Bayi dan anak-anak lebih banyak menghadapi risiko tinggi terhadap reaksi obat, sehingga memberikan obat baik melalui resep maupun obat-obatan bebas pada bayi adalah suatu hal yang harus disikapi dengan serius. (Bahkan, hingga bayi Anda menginjak usia 6 bulan, lakukan konsultasi pada dokter sebelum Anda memberikan obat-obatan apapun, selain asetaminofen dengan dosis khusus untuk bayi, yang boleh diberikan begitu bayi Anda berusia lebih dari tiga bulan.
Berikut ini adalah 7 jenis obat-obatan yang tidak boleh diberikan pada bayi dan anak-anak:

1. Aspirin
Jangan pernah memberikan aspirin atau obat-obatan lain yang mengandung aspirin pada bayi anda. Aspirin dapat membuat bayi rawan terkena Reye’s syndrome – sebuah sindroma yang jarang terjadi namun dapat menyebabkan terjadinya penyakit yang fatal. Jangan menganggap bahwa obat-obatan untuk anak-anak yang Anda temukan di apotek sudah bebas dari aspirin. Aspirin seringkali juga di sebut sebagai “salisilat” atau “acetylsalicylic acid.” Bacalah label obat dengan baik, dan ajukan pertanyaan pada dokter atau apoteker bila Anda tidak yakin apakah suatu produk bebas dari kandungan aspirin.

2. Obat Anti Mual
Jangan pernah memberikan obat anti mual (baik yang diresepkan maupun yang dijual secara bebas) pada bayi Anda kecuali dokter memberikan rekomendasi secara khusus. Kebanyakan gejala mual dan muntah pada anak tidak berlangsung lama, pada anak-anak dan bayi gejalan tersebut dapat ditangani tanpa obat-obatan tertentu. Sebagai tambahan, obat anti mual juga memiliki risijo dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. (Bila bayi Anda muntah-muntah dan mulai mengalami dehidrasi, segera hubungi dokter Anda untuk minta nasihat apa yang harus Anda lakukan.)

3. Obat-obatan untuk Orang Dewasa
Memberikan obat yang diperuntukkan untuk orang dewasa dalam dosis yang lebih kecil adalah tindakan yang berbahaya. Bila dalam label obat tersebut tidak menunjukkan adanya dosis yang tepat untuk bayi seukuran anak Anda, jangan berikan obat tersebut pada bayi Anda.
Obat-obatan Apapun yang Diberikan Untuk Orang Lain Atau Untuk Alasan yang Berbeda
Obat-obatan dengan resep yang ditujukan untuk orang lain (seperti saudara kandung) atau untuk merawat penyakit yang berbeda akan tidak efektif atau bahkan berbahaya bila diberikan untuk bayi Anda. Berikan pada bayi Anda hanya obat-obatan yang memagn diresepkan untuk dirinya dalam kondisi yang spesifik.

4. Obat yang Sudah Kedaluarsa
Buang semua obat, baik obat resep maupun obat bebas sejenis, begitu obat-obatan tersebut kedaluarsa. Selain itu, buang juga obat-obat yang sudah berubah warna atau yang tabletnya sudah hancur—intinya buat semua obat-obatnya yang bentuknya sudah berubah sejak Anda membelinya. Setelah tanggal penggunaannya habis, obat-obat tersebut tidak lagi efektif dan dapat menjadi sangat berbahaya. Jangan buang obat-obatan lawas di lubang toilet, karena obat-obatan tersebut akan mengontaminasi air tanah dan pada akhirnya akan memengaruhi persediaan air minum Anda. Sebaiknya, bungkus dalam kotak atau tempat yang tidak dapat dibuka oleh anak-anak dan buang ke tempat sampah.

5. Dosis Asetaminofen Tambahan
Banyak obat-obat batuk dan pilek yang dijual secara bebas mengandung asetaminofen untuk membantu mengurangi demam dan rasa sakit, jadi hati-hatilah untuk tidak memberikan dosis asetaminofen tambahan pada bayi Anda. Bila Anda tidak yakin apa kandungan yang terdapat pada obat batuk dan pilek tertentu, tanyakan pada apoteker atau pada dokter anak Anda. Bila anak Anda telah meminum obat yang diresepkan oleh dokter, tanyakan dulu pada dokter anak Anda atau apoteker sebelum anda memberikan asetaminofen atau ibuprofen, untuk memastikan dosis tambahan tersebut boleh diberikan.

6. Obat yang Dapat Dikunyah
Tablet yang dapat dikunyah dapat menyebabkan bayi menghadapi bahaya tersedak. Bila bayi Anda telah makan makanan padat dan Anda ingin menggunakan tablet yang dapat dikunyah, sebaiknya Anda gerus dulu obat tersebut, lalu letakkan dalam sendok yang berisi makanan yang lembek, seperti yogurt atau saus apel. (Tentu saja, Anda harus memastikan bayi Anda memakan habis suapan dari sendok tersebut agar dosis yang diberikan bisa tepat).

Catatan Khusus
Dua jenis obat-obatan berikut ini tidaklah 100 persen dilarang, namun Anda harus berhati-hati dalam menimbang apakah Anda mau memberikan obat-obatan jenis ini pada bayi Anda.

Obat-obatan Herbal
Banyak obat-obat herbal (jamu) yang ringan dan aman, namun hanya karena obat-obatan ini terbuat dari sesuatu yang alami, atau dibuat dari tumbuh-tumbuhan, jangan menganggap bahwa obat-obatan jenis ini aman untuk bayi Anda. Produk-produk herbal dapat menyebabkan terjadinya reaksi alergi, kerusakan pada hati, dan meningkatnya tekanan darah. Dalam dosis tertentu, dan/atau bila dikombinasikan dengan obat-obatan yang salah, pemberian obat-obatan jenis ini dapat berakibat fatal. Konsultasikan dengan dokter anak Anda atau praktisi pengobatan alternatif yang Anda percaya sebelum memberikan obat-obatan herbal pada bayi Anda. Dan selalu beritahukan pada dokter Anda obat-obatan herbal apa yang dikonsumsi oleh bayi Anda sebelum ia memberikan resep obat.

7. Obat Batuk dan Pilek yang Dijual Bebas
Batuk akan membantu untuk membersihkan paru-paru bayi Anda, sehingga pemberian obat penekan batuk adalah sesuatu yang tdiak bermanfaat. Obat batuk dan pilek, termasuk juga dekongestan, tidak akan menyembuhkan bayi Anda. Yang dapat dilakukan oleh obat-obat tersebut hanyalah meredakan gejala yang mereka alami secara temporer. Dan obat-obatan tersebut mungkin dapat menyebabkan terjadinya efek samping yang tidak diinginkan, seperti gelisah dan mengantuk. Beberapa produk seperti ini juga cenderung tidak efektif, atau bahkan menyebabkan gejala awal yang telah terjadi malah semakin parah. Jadi bila bayi Anda tengah menderita selesma, pertama coba dulu pilihan-pilihan lain, seperti melembabkan ruangan dan memberikan lebih banyak ciaran. Lalu cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda menyambar obat batuk atau pilek yang dijual secara bebas. (WM)
——————————————————————————–
Copyright © 2008 http://kautsarku.wordpress.com

Dan obat alami dari bahan-bahan herbal yang mudah ditemui di alam Indonesia untuk balita saya dapatkan informasinya disini.

1. Air Kelapa Muda & Kopi Berkhasiat meredakan muntaber, karena air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium, yang banyak keluar ketika anak muntaber. Dosisnya tak ada takarannya, terserah anda. Dicampur dengan sedikit kopi (seujung sendok saja).

2. Brotowali (Putrawali, Andawali) Untuk pemakaian luar (dioleskan) bermanfaat menyembuhkan luka-luka dan gatal-gatal akibat kudis (scabies). Caranya, 2-3 jari batang brotowali dipotong kecil-kecil, rebus dengan 6 gelas air. Setelah mendidih, biarkan selama 1/2 jam. Saring air dan gunakan untuk mengobati luka serta gatal-gatal.

3. Jeruk Nipis Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sendok makan air perasan jeruk nipis, 3 sendok makan madu murni, 5 sendok makan air matang, lalu di tim selama 30 menit. Takaran minum bayi : – anak usia 6 bulan – 1 tahun : 2 kali 1/2 sendok teh – anak usia 1-3 tahun : 2 kali 1 sendok teh – anak usia 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sendok teh

Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas/cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak 3 kali 1 sendok teh per hari.

4. Kentang Untuk obat bisul. Caranya, parut kentang dan peras. Oleskan sari air dan parutan kentang segar dioleskan pada bisul 3-4 kali per hari. Bisa pula untuk ruam kulit yang disebabkan biang keringat atau keringat buntet (miliaria), karena sifat kentang yang mendingingkan.

5. Banglai (bangle, panglai, manglai, pandhiyang) Untuk menenangkan bayi dan anak yang sering rewel pada malam hari, balurkan parutan bangle segar di kening dan badan anak.

6. Minyak Zaitun Untuk mengobatai kerak kepala atau ketombe pada bayi (cradlle crap), sebanyak 1-2 kali per hari dioleskan pada kulit kepala.

7. Lidah Buaya Untuk mengobati luka bakar pada bayi dan anak. Caranya dengan mengoleskan daging daun lidah buaya pada permukaan kulit yang luka bakar.

8. Daun Pepaya Berkhasiat meningkatkan nafsu makan, menyembukan penyakit malaria, panas, beri-beri dan kejang perut. Caranya, daun pepaya muda ditumbuk, diperas, saring lalu minum airnya.

9. Temulawak Untuk menambah nafsu makan. Caranya 150 gram temulawak dan 50 gram kunyit segar dikupas, iris tipis, rendam dalam 500 cc madu kapuk dalam toples tertutup selama 2 minggu. Setelah 2 minggu ramuan siap digunakan. Aturan minum 1 sendok makan madu temulawak dilarutkan dalam 1/2 cangkit air hangat, diminum pagi dan sore.

10. Kencur Untuk meringankan batuk pada anak. Caranya 5 gram kencu sgar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sendok makan air putih matang dan diaduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sendok makan madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.

11. Adas Teh adas dapat dipakai untuk meringankan bayi yang menderita kolik atau yang kesakitan akibat keluarnya gigi. Untuk obat masuk angin dan kolik, caranya 1 sendok teh adas dilarukan dengan 1 cangkir air mendidih, aduk hingga larut. Setelah agak dingin, larutan dapat diminumkan pada bayi/anak dengan takaran : – usia 6 bulan-1 tahun : 2 kali 1/2 sendok teh – usia 1-3 tahun : 2 kali 1 sendok teh – usia 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sendok teh

Selain pemberian obat, anak kita juga butuh kasih sayang dan kesabaran kita.
Semoga lekas sembuh anakku..

2 responses so far

Older posts »