Archive for the 'bayi dan balita' category

Slow cooker takahi untuk bubur bayi

Apr 08 2013 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,bayi dan balita

20130408-192140.jpg

Ini dia alat perang baru di dapur, slow cooker merk takahi. Sekedar sharing saja ya, jadi merk disini saya sebut jelas. Mengapa mesti si dia ini yang saya beli? Pertama, karena aman yaitu panci pemasak tidak mengandung bahan berbahaya yang bisa ikut bercampur dengan makanan bayi yang dimasak (terbuat dari tanah liat/tembikar yang cukup kuat). Bahan panci alat lain? Oke, ada alternatif lain untuk bikin bubur bayi ini, ada rice cooker yang juga bisa bikin bubur tapi.. bahan pancinya dari teflon, silakan google bahayanya pakai teflon yang antara lain bisa sebabkan kanker. Juga ada slow cooker yang pancinya terbuat dari alumunium yang bahannya bisa larut jika memasak bahan masakan asam misalnya tomat. Oh no! Ini bayi loh.. Kalo perut saya sih mungkin naga perutnya udah kebal hehe.
Kedua, slow cooker bisa mempertahankan nutrisi masakan. Ketiga, wattnya tidak terlalu besar, keempat, sudah ga rempong lagi siapkan makanan si baby, masukan bahan2 jam 9 malem besoknya jam 7 sudah bisa langsung kasih makan bayi.

Resepnya saya sih simple banget: 4 sendok makan beras merah organik, parutan wortel organik, sepotong ayam organik paha bawah atau kaki atau bagian lainnya yang kulitnya sdh dibuang, air (tambah sampai 3/4 panci). Sayurnya bisa ganti2 atau tambah lainnya, mis. Brokoli, labu kuning, buncis macem2 deh.

Penting banget, jangan tambah garam sampai nanti umur 1 tahun, pakai bahan organik deh yang pasti aman bebas pestisida, harga beras organik kemarin beli 500gram 11ribu rupiah dipasar modern bintaro sebelah tukang plastik, wortel organik 7ribu rupiah di hero, ayam organik potong kecil2 bagian dagingnya saja cukup 49ribu perekor.

Oya, sepanci ukuran 0.7liter ini bisa utk makan 3x. Porsi kecil makan pagi siang sore, tapi disela2 makan saya beri buah dan kadang biskuit gandum utk cemal cemil.

No responses yet

Sharing lengkap tentang filosofi dan teknik persalinan yang alamiah, ramah jiwa, minim trauma dan intervensi, serta penuh cinta

Feb 21 2012 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,Indonesia,bayi dan balita

Sharing lengkap tentang filosofi dan teknik persalinan yang alamiah, ramah jiwa, minim trauma dan intervensi, serta penuh cinta. Bersama moderator Dyah Pratitasari (komunitas Gentle Birth Untuk Semua) dan narasumber pasangan Reza Gunawan & Dewi Lestari (Gentle Birth Indonesia).

Akan dibahas tentang persepsi seputar persalinan, trauma persalinan dan bagaimana bisa mempengaruhi lancarnya persalinan kelak, persiapan persalinan alami, berbagi pengalaman langsung tentang gentle birth, IMD dan proses menyusui dalam sudut pandang gentle birth, peran intuisi dan lokomotif persalinan, dan masih banyak lagi. (courtesy youtube) (thanks to Nurma Yulianto/fb sharing source)

No responses yet

Mual Muntah saat Hamil

Mual muntah biasanya terjadi pada pagi hari atau malam hari, sangat jarang terjadi siang hari. Mengapa terjadi demikian? Dari beberapa artikel yang saya baca mengatakan bahwa kejadian ini normal terjadi pada ibu hamil trisemester pertama, umum dinamakan morning sickness. Namun dari pengalaman yang saya rasakan, penyebab mual saat hamil adalah sangat simple, karena gas dan atau asam lambung tinggi dalam perut. Gas dan atau asam lambung tersebut bisa menimbulkan sensasi pusing, mual, terkadang muntah.

Sering terjadi pada pagi atau malam hari karena perubahan cuaca yang cukup tajam, ibu hamil rentan terkena cuaca dingin, mudah masuk angin sehingga mengalami perut kembung. Juga faktor lain adalah karena pada waktu tertentu asam lambung akan meningkat, pagi dan malam hari ketika perut kosong. Asam lambung juga akan tinggi bila ibu memakan makanan yang tidak sehat misalnya jajanan kotor, alangkah baiknya kemudian makanan kurang baik tersebut bisa dimuntahkan, asam lambung tinggi salah satu perlindungan tubuh melindungi janin dan kehamilan ibu.

Subhanallah, tubuh manusia memiliki sistem perlindungan tubuh yang luar biasa. Mual dan muntah pada ibu hamil adalah salah satunya, sebuah indikator untuk sang ibu menjaga kehamilan dengan baik. Maka jika anda tengah menghadapinya pada saat ini, segera atasi mual tersebut agar tubuh tetap sehat menjalani kehamilan, jangan abaikan indikasi ini jika mulai melanda. Jangan kebanyakan galau :)

Bagaimana mengatasinya? Lakukan beberapa hal berikut ini:

1. Gunakan kaus kaki agar telapak kaki hangat ketika mual melanda, juga jangan lupa setiap hendak tidur malam (ibu saya pernah berkata angin masuk lewat telapak kaki, saya menurut saja meski secara ilmiah mungkin belum terbukti) – bahkan didalam dan luar rumah saya pun menggunakan kaus kaki pada trisemester pertama, agar tubuh hangat.

2. Minum minuman jahe hangat. Caranya: iris jahe, masak gula merah yg dicampur air, masukkan jahe. Minuman jahe ini insyaallah dapat mengurangi mual.

3. Pakai baju hangat agar perut tidak dingin (ketika mual coba raba bagian perut biasanya agak dingin). Kadangkala saya mengenakan 3 lapis pakaian agar tubuh betul2 hangat dan nyaman.

4. Coba diingat2, sudahkan buang air besar hari ini? BAB harus rutin setiap hari.

5. Dan ketika usaha mengurangi mualnya mulai sukses, segera paksakan makan dalam porsi sedikit namun sering (agar gas atau angin segera keluar dari perut juga asam lambung tidak naik)

Mudah2an kemudian ibu hamil yang sedang mual itu tidak jadi muntah namun akan bersendawa atau dalam bahasa sundanya teurab bahkan juga bisa kentut. Setelah itu betapa perut kembali nyaman. Namun seperti ditulis diatas, jika karena telah memakan makanan yg kotor atau penuh bahan pengawet atau msg lalu ibu mual maka jangan menahan untuk memuntahkan kembali makanan tersebut, lebih baik dimuntahkan untuk kesehatan ibu.

Nah dicoba deh, insyaallah tubuh segar. Jangan sedikit2 ke dokter untuk masalah kecil dalam kehamilan. Dan hindari stress
(stress juga bisa meningkatkan produksi asam lambung). Bawa santai, enjoy, hepi, insyaallah semua akan berlalu cepat.

3 responses so far

Jika bayi 2 bulan anda demam

Dec 10 2009 Published by Dini Susanti under Berbagi Pengalaman,bayi dan balita

Jika tiba-tiba demam tanpa alasan. Tanpa disertai batuk, pilek atau hal lain yang mengkhawatirkan, seperti yang telah terjadi pada anak kami, yang kami lakukan adalah tidak buru-buru membawanya ke dokter.

Untuk bayi 2 bulan yang demam cukup balurkan ramuan:
bawang merah parut, minyak telon, air perasan jeruk nipis, keseluruh tubuh bayi dan letakkan sedikit di ubun-ubunnya, ketika tubuh panas. Dan oleskan sedikit minyak kayu putih di telapak kakinya sebelum dipakaikan kaoskaki hangat. Tubuhnya cukup memakai baju yang menyerap keringat, dan ganti setiap kali basah.

Jika demam tinggi di malam hari, jangan tinggalkan bayi tidur sendiri, temani bayi dan jika perlu peluk bayi oleh ibu atau ayah dengan saling bersentuhan kulit, perut dan dada bayi bersentuhan dengan perut dan dada ibu atau ayah dengan demikian panas dari tubuh bayi pindah ke tubuh ibu atau ayah (bayi juga akan merasa nyaman), lakukan sepanjang malam hingga pagi hari. Jangan lupakan juga susui terus bayi jika bangun dan kehausan.

Selama demam, bayi bisa mandi air parutan mentimun yang telah ditambah sedikit air panas sehingga larutan jadi hangat. Dan jika suhu tubuh bayi sudah kembali normal bisa dibasuh dengan hangat.

Alhamdulillah atas izin Allah, demam dan segala kesulitan yang terjadi akan segera berlalu.

No responses yet

Obat kimia yang perlu diketahui dan obat alami balita

Mar 18 2009 Published by Dini Susanti under bayi dan balita

Neng Audine kena demam. Tadi malem udah ke DSA, disana banyak mainan anak, sedang demam tinggi gitu semangat mainnya ga ilang. Ya udah sambil nunggu dipanggil dokter, neng asyik main sliding dan nyusun2 balok. Tapi keliatan sih, agak kleyengan, pasti ada pusing kepala juga ya neng? kasihan anak cantikku..Ga lama suster panggil nama neng, trus didalam ruang dokter ada dokter GOH, etnis china, masih cukup muda, disebelahnya ada dekstop besar yang mungkin berisi data-data pasiennya. Ga lama neng di periksa, cek dada, perut, rongga mulut, telinga dan mata. Akhirnya kesimpulan dokter sakit flu plus demam saja, ga ada komplikasi lain, Alhamdulillah, neng dikasi 3 macem obat sirup, katanya rasanya manis. Tapi mam sih udah kawatir aja neng ga akan mau minum obatnya, semanis apapun kalo judulnya udah obat dari dokter, udah phobia duluan deh.

Bener aja, dikasi obat setelah makan malem, semua dimuntahkan. Ga bersisa di perut, bahkan makan malemnya ikut keluar. Walah bingung deh, panasnya ga mau turun juga, masih sekitar 38 derajat. Akhirnya dikasi minum anget dan mam memohon “plis pretty please.. with sugar on the top..neng you have to drink medicine..so you can get well..” yep pake english, neng ngerti english dan indo campur2..
akhirnya mauu, dan mintanya little saja. Ya udah deh, takaran obat diperkecil, biarlah daripada tak ada sedikitpun yang diminum. Dan ga lama, panasnya turun, bisa tidur nyenyak pula..aahhh capek, mam pap juga ikut tidur dah..

Trus tadi cari-cari info untuk obat alami buat demam. Lain kali demam dan batuk-batuk sebelum tambah parah akan dicoba minum ramuan alami dulu deh. Juga cari literatur yang baik tentang obat kimia kedokteran, karena neng tergolong enggan minum obat kimia. Lalu obat macem apa dong untuk sakitnya, jika berulang? Yach, PR jadi ortu nambah terus deh..

Ketemu disini . Informasi 7 0bat yang tidak boleh diberikan pada bayi dan anak.

November 23rd, 2008 by Abu Muawiah

7 Macam Obat yang Seharusnya Tidak Diberikan pada Bayi dan Anak-anak

Bayi dan anak-anak lebih banyak menghadapi risiko tinggi terhadap reaksi obat, sehingga memberikan obat baik melalui resep maupun obat-obatan bebas pada bayi adalah suatu hal yang harus disikapi dengan serius. (Bahkan, hingga bayi Anda menginjak usia 6 bulan, lakukan konsultasi pada dokter sebelum Anda memberikan obat-obatan apapun, selain asetaminofen dengan dosis khusus untuk bayi, yang boleh diberikan begitu bayi Anda berusia lebih dari tiga bulan.
Berikut ini adalah 7 jenis obat-obatan yang tidak boleh diberikan pada bayi dan anak-anak:

1. Aspirin
Jangan pernah memberikan aspirin atau obat-obatan lain yang mengandung aspirin pada bayi anda. Aspirin dapat membuat bayi rawan terkena Reye’s syndrome – sebuah sindroma yang jarang terjadi namun dapat menyebabkan terjadinya penyakit yang fatal. Jangan menganggap bahwa obat-obatan untuk anak-anak yang Anda temukan di apotek sudah bebas dari aspirin. Aspirin seringkali juga di sebut sebagai “salisilat” atau “acetylsalicylic acid.” Bacalah label obat dengan baik, dan ajukan pertanyaan pada dokter atau apoteker bila Anda tidak yakin apakah suatu produk bebas dari kandungan aspirin.

2. Obat Anti Mual
Jangan pernah memberikan obat anti mual (baik yang diresepkan maupun yang dijual secara bebas) pada bayi Anda kecuali dokter memberikan rekomendasi secara khusus. Kebanyakan gejala mual dan muntah pada anak tidak berlangsung lama, pada anak-anak dan bayi gejalan tersebut dapat ditangani tanpa obat-obatan tertentu. Sebagai tambahan, obat anti mual juga memiliki risijo dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. (Bila bayi Anda muntah-muntah dan mulai mengalami dehidrasi, segera hubungi dokter Anda untuk minta nasihat apa yang harus Anda lakukan.)

3. Obat-obatan untuk Orang Dewasa
Memberikan obat yang diperuntukkan untuk orang dewasa dalam dosis yang lebih kecil adalah tindakan yang berbahaya. Bila dalam label obat tersebut tidak menunjukkan adanya dosis yang tepat untuk bayi seukuran anak Anda, jangan berikan obat tersebut pada bayi Anda.
Obat-obatan Apapun yang Diberikan Untuk Orang Lain Atau Untuk Alasan yang Berbeda
Obat-obatan dengan resep yang ditujukan untuk orang lain (seperti saudara kandung) atau untuk merawat penyakit yang berbeda akan tidak efektif atau bahkan berbahaya bila diberikan untuk bayi Anda. Berikan pada bayi Anda hanya obat-obatan yang memagn diresepkan untuk dirinya dalam kondisi yang spesifik.

4. Obat yang Sudah Kedaluarsa
Buang semua obat, baik obat resep maupun obat bebas sejenis, begitu obat-obatan tersebut kedaluarsa. Selain itu, buang juga obat-obat yang sudah berubah warna atau yang tabletnya sudah hancur—intinya buat semua obat-obatnya yang bentuknya sudah berubah sejak Anda membelinya. Setelah tanggal penggunaannya habis, obat-obat tersebut tidak lagi efektif dan dapat menjadi sangat berbahaya. Jangan buang obat-obatan lawas di lubang toilet, karena obat-obatan tersebut akan mengontaminasi air tanah dan pada akhirnya akan memengaruhi persediaan air minum Anda. Sebaiknya, bungkus dalam kotak atau tempat yang tidak dapat dibuka oleh anak-anak dan buang ke tempat sampah.

5. Dosis Asetaminofen Tambahan
Banyak obat-obat batuk dan pilek yang dijual secara bebas mengandung asetaminofen untuk membantu mengurangi demam dan rasa sakit, jadi hati-hatilah untuk tidak memberikan dosis asetaminofen tambahan pada bayi Anda. Bila Anda tidak yakin apa kandungan yang terdapat pada obat batuk dan pilek tertentu, tanyakan pada apoteker atau pada dokter anak Anda. Bila anak Anda telah meminum obat yang diresepkan oleh dokter, tanyakan dulu pada dokter anak Anda atau apoteker sebelum anda memberikan asetaminofen atau ibuprofen, untuk memastikan dosis tambahan tersebut boleh diberikan.

6. Obat yang Dapat Dikunyah
Tablet yang dapat dikunyah dapat menyebabkan bayi menghadapi bahaya tersedak. Bila bayi Anda telah makan makanan padat dan Anda ingin menggunakan tablet yang dapat dikunyah, sebaiknya Anda gerus dulu obat tersebut, lalu letakkan dalam sendok yang berisi makanan yang lembek, seperti yogurt atau saus apel. (Tentu saja, Anda harus memastikan bayi Anda memakan habis suapan dari sendok tersebut agar dosis yang diberikan bisa tepat).

Catatan Khusus
Dua jenis obat-obatan berikut ini tidaklah 100 persen dilarang, namun Anda harus berhati-hati dalam menimbang apakah Anda mau memberikan obat-obatan jenis ini pada bayi Anda.

Obat-obatan Herbal
Banyak obat-obat herbal (jamu) yang ringan dan aman, namun hanya karena obat-obatan ini terbuat dari sesuatu yang alami, atau dibuat dari tumbuh-tumbuhan, jangan menganggap bahwa obat-obatan jenis ini aman untuk bayi Anda. Produk-produk herbal dapat menyebabkan terjadinya reaksi alergi, kerusakan pada hati, dan meningkatnya tekanan darah. Dalam dosis tertentu, dan/atau bila dikombinasikan dengan obat-obatan yang salah, pemberian obat-obatan jenis ini dapat berakibat fatal. Konsultasikan dengan dokter anak Anda atau praktisi pengobatan alternatif yang Anda percaya sebelum memberikan obat-obatan herbal pada bayi Anda. Dan selalu beritahukan pada dokter Anda obat-obatan herbal apa yang dikonsumsi oleh bayi Anda sebelum ia memberikan resep obat.

7. Obat Batuk dan Pilek yang Dijual Bebas
Batuk akan membantu untuk membersihkan paru-paru bayi Anda, sehingga pemberian obat penekan batuk adalah sesuatu yang tdiak bermanfaat. Obat batuk dan pilek, termasuk juga dekongestan, tidak akan menyembuhkan bayi Anda. Yang dapat dilakukan oleh obat-obat tersebut hanyalah meredakan gejala yang mereka alami secara temporer. Dan obat-obatan tersebut mungkin dapat menyebabkan terjadinya efek samping yang tidak diinginkan, seperti gelisah dan mengantuk. Beberapa produk seperti ini juga cenderung tidak efektif, atau bahkan menyebabkan gejala awal yang telah terjadi malah semakin parah. Jadi bila bayi Anda tengah menderita selesma, pertama coba dulu pilihan-pilihan lain, seperti melembabkan ruangan dan memberikan lebih banyak ciaran. Lalu cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda menyambar obat batuk atau pilek yang dijual secara bebas. (WM)
——————————————————————————–
Copyright © 2008 http://kautsarku.wordpress.com

Dan obat alami dari bahan-bahan herbal yang mudah ditemui di alam Indonesia untuk balita saya dapatkan informasinya disini.

1. Air Kelapa Muda & Kopi Berkhasiat meredakan muntaber, karena air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium, yang banyak keluar ketika anak muntaber. Dosisnya tak ada takarannya, terserah anda. Dicampur dengan sedikit kopi (seujung sendok saja).

2. Brotowali (Putrawali, Andawali) Untuk pemakaian luar (dioleskan) bermanfaat menyembuhkan luka-luka dan gatal-gatal akibat kudis (scabies). Caranya, 2-3 jari batang brotowali dipotong kecil-kecil, rebus dengan 6 gelas air. Setelah mendidih, biarkan selama 1/2 jam. Saring air dan gunakan untuk mengobati luka serta gatal-gatal.

3. Jeruk Nipis Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sendok makan air perasan jeruk nipis, 3 sendok makan madu murni, 5 sendok makan air matang, lalu di tim selama 30 menit. Takaran minum bayi : – anak usia 6 bulan – 1 tahun : 2 kali 1/2 sendok teh – anak usia 1-3 tahun : 2 kali 1 sendok teh – anak usia 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sendok teh

Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas/cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak 3 kali 1 sendok teh per hari.

4. Kentang Untuk obat bisul. Caranya, parut kentang dan peras. Oleskan sari air dan parutan kentang segar dioleskan pada bisul 3-4 kali per hari. Bisa pula untuk ruam kulit yang disebabkan biang keringat atau keringat buntet (miliaria), karena sifat kentang yang mendingingkan.

5. Banglai (bangle, panglai, manglai, pandhiyang) Untuk menenangkan bayi dan anak yang sering rewel pada malam hari, balurkan parutan bangle segar di kening dan badan anak.

6. Minyak Zaitun Untuk mengobatai kerak kepala atau ketombe pada bayi (cradlle crap), sebanyak 1-2 kali per hari dioleskan pada kulit kepala.

7. Lidah Buaya Untuk mengobati luka bakar pada bayi dan anak. Caranya dengan mengoleskan daging daun lidah buaya pada permukaan kulit yang luka bakar.

8. Daun Pepaya Berkhasiat meningkatkan nafsu makan, menyembukan penyakit malaria, panas, beri-beri dan kejang perut. Caranya, daun pepaya muda ditumbuk, diperas, saring lalu minum airnya.

9. Temulawak Untuk menambah nafsu makan. Caranya 150 gram temulawak dan 50 gram kunyit segar dikupas, iris tipis, rendam dalam 500 cc madu kapuk dalam toples tertutup selama 2 minggu. Setelah 2 minggu ramuan siap digunakan. Aturan minum 1 sendok makan madu temulawak dilarutkan dalam 1/2 cangkit air hangat, diminum pagi dan sore.

10. Kencur Untuk meringankan batuk pada anak. Caranya 5 gram kencu sgar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sendok makan air putih matang dan diaduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sendok makan madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.

11. Adas Teh adas dapat dipakai untuk meringankan bayi yang menderita kolik atau yang kesakitan akibat keluarnya gigi. Untuk obat masuk angin dan kolik, caranya 1 sendok teh adas dilarukan dengan 1 cangkir air mendidih, aduk hingga larut. Setelah agak dingin, larutan dapat diminumkan pada bayi/anak dengan takaran : – usia 6 bulan-1 tahun : 2 kali 1/2 sendok teh – usia 1-3 tahun : 2 kali 1 sendok teh – usia 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sendok teh

Selain pemberian obat, anak kita juga butuh kasih sayang dan kesabaran kita.
Semoga lekas sembuh anakku..

2 responses so far

Anak 2 tahun bandel? Tegur dengan cinta..

Sep 27 2007 Published by Dini Susanti under bayi dan balita

kreatifitas audin

Putri saya sudah berusia 2 tahun. Setiap 2 kali dalam seminggu sekolah di playgroup Al-May. Dalam waktu dekat saya juga akan mencari sekolah lain agar setiap hari dalam seminggu dia bisa bersekolah. Tidak bikin anak capek? menurut saya tidak, terutama Neng Audin tergolong anak yang pintar dan kreatif. Sesaat setelah buka mata di pagi hari audin akan mencari kesibukan yang selalu bikin saya takjub, seperti main air, mencoret dinding rumah, ikutan bibik mencuci baju, mengajak jalan-jalan, ke warung, main bola, teriak teriak, bernyanyi, nonton, wah banyak lain deh.. Dan di usia ini kadang tantrum nya datang. Tantrum datang jika tidak ada kesibukan lain yang menarik hatinya, atau dia bosan dengan mainan yang ada. Jadi Neng harus selalu dibuat sibuk, sibuk otaknya untuk berfikir, sibuk matanya untuk melihat, sibuk telinganya mendengar music, sibuk tangan memainkan alat, dan sibuk kaki berlari-lari..Nah sekolah setiap hari salah satu solusi untuk mengurangi tantrumnya dan menyalurkan kreatifitasnya. Solusi lain juga saya akan membeli banyak alat permainan baru agar Neng semakin sibuk menggunakan inderanya.

Jika tantrum datang, saya pernah mengeluh pada papah Dony. Wah Neng mulai bandel nih..dan sulit menanganinya. Jika tantrum barang yang dimainkannya bisa dibanting atau susu yang diminumnya tumpah..pokoknya menanganinya capek deh. Yang saya lakukan biasanya meninggalkannya sendirian, saya biarkan Neng marah-marah, menangis, kesal.. Lalu saya dekati setelah sekitar satu menitan. Biasanya marah atau tangisnya mereda, atau jika belum maka akan mereda, setelah saya dekati saya minta peluk dan menciuminya. Biasanya sih dia pasti balas peluk.

Ternyata cara saya cukup jitu. Jika neng tantrum, Neng jadi paham pasti mamanya menjauh sebentar. Sehingga tantrumnya tak pernah lama. Nah itu baru satu solusi jika menghadapi tantrum. Bagaimana jika kreatifitasnya mulai datang? kreatif dalam banyak pengertian orang disebut “bandel” atau “nakal”. Pada banyak artikel yang saya baca, memang di usia batita dan atau dalam rentang usia 2 sampai 4 tahun, anak memulai masa eksplorasi. Eksplorasi emosi, dan eksplorasi keingintahuan. Baru saja hari ini saya menemukan satu artikel bagus mengenai cara menangani perilaku anak tersebut, bagus juga.. terima kasih untuk penulis artikel ini “Irawati Istadi: Mendidik dengan Cinta” dan artikel ini saya kutip dari blog suryaningsih

** artikel Mendidik Dengan Cinta

“Dasar bandel! Dasar anak nakal! Sudah dibilangi kalau minta susu ya diminum, dihabisin. Nggak malah ditumpahkan ke lantai seperti itu! Susu itu mahal!” Seorang ibu uring-uringan memarahi Fifi, anaknya yang baru berusia 3 tahun. Bagaimana ia tidak jengkel, bila lantai yang baru saja dipel kini kotor lagi oleh tumpahan susu si kecil. Si kecil pun diam sambil menatap wajah ibunya yang kecapekan.

Sementara seorang ayah memarahi Latif, anaknya yang kelas satu SD, setelah dilapori wali kelasnya bahwa anaknya itu ketahuan mencuri uang temannya. “Kecil-kecil sudah jadi pencuri! Mau jadi apa kamu kalau besar nanti?” Katanya sambil berkacak pinggang.

Memang, mendidik anak memerlukan kesabaran ekstra. Ada kalanya orang tua kehilangan kontrol saat kondisi fisiknya lelah atau emosinya tidak stabil. Kata-kata makian terhadap anak seperti bandel, nakal, badung, dan sebagainya, seringkali meluncur tanpa dapat ditahan. Padahal, makian atau celaan seperti itu akan sangat menjatuhkan harga diri anak dan berakibat buruk bagi perkembangannya.

Mencerca Pribadi Hancurkan Harga Diri

Dalam masa perkembangannya semenjak lahir, setiap anak belajar menilai segala sesuatu. Begitu juga yang terjadi pada persoalan penilaian diri. Setiap anak akan menilai dan memandang seperti apa keadaan dirinya sendiri sesuai dengan cara pandang orang tuanya terhadap diri si anak.

Apabila pribadinya sering dicerca dengan julukan-julukan burukseperti anak nakal, bengal, tak tahu aturan, pencuri, bodoh, pemalas, dan sejenisnya, maka akan terbentuk keyakinan dalam diri anak bahwa memang seperti itulah sebenarnya taraf kepribadiannya. Selanjutnya ia akan merasa wajar jika berbuat nakal, toh ayah ibu menyebutnya ‘anak nakal’.

Perkembangan buruk seperti ini bila diteruskan akan sampai pada tahap di mana anak akan selalu berusaha berperilaku sesuai anggapan terhadap kepribadiannya tersebut, sehingga ia akan merasa tak pantas jika berbuat baik, yang notabene menyalahi keyakinannya sebagai anak nakal dan bengal tersebut.

Sampai tahap ini perilaku anak bisa jadi sangat membuat orang dewasa terheran-heran, sebab ia sudah tak mempan lagi diberi nasihat dan motivasi untuk mau berbuat baik, kecuali jika perbaikan dimulai dengan mengubah cara pandangnya yang keliru dalam menghargai pribadinya sendiri. Sungguh ini sebuah perbaikan yang sulit untuk dilakukan.

Begitulah kenyataannya, bahwa setiap orang membentuk kepribadian sesuai dengan cara pandangnya terhadap dirinya sendiri. Itu sebabnya, akan sangat fatal akibatnya jika dalam masa perkembangan anak diberi contoh untuk menilai dirinya dengan sebutan dan panggilan yang buruk.

Anak tetap anak, sekalipun perilakunya buruk. Yang buruk adalah perilakunya, sementara pelakunya tetaplah anak baik. Jika patut dibenci, maka perilakunya yang harus dikutuk, bukan pelakunya. Sang anak sebagai pelaku tetap berhak untuk dicintai, disayangi, dan dihargai.

Jika Anak Salah, Tegur Perilakunya

Ketika seorang anak berbuat kesalahan, orang tua harus menegur ‘perilaku’ tersebut, tanpa mencela pelakunya. Anak harus mengerti letak kesalahannya. Ia harus mengerti betul bahwa orang tuanya marah, kecewa dan membenci perilaku yang baru saja dilakukannya, bukan marah dan membencinya.

Agar anak tahu bahwa orang tuanya tidak menyukai perilakunya, maka sebaiknya orang tua menunjukkan perasaan kecewa, marah dan ketidaksukaannya dengan sejelas-jelasnya. Bisa dengan mimik wajah yang penuh emosi, bisa pula dengan kata-kata yang keras.

Kembali pada kedua contoh kasus di awal tulisan ini, untuk Fifi yang menumpahkan susunya, akan lebih baik bila ibu marah dengan menegur perilakunya. “Fifi, sudah ibu bilangi berkali-kali kalau menumpahkan susu itu jelek! Itu perbuatan mubadzir! Susu itu harganya mahal!”

Sedangkan untuk kasus Latif, akan lebih baik bila ayah tidak menyebutnya sebagai pencuri. “Latif, kamu kan tahu mencuri itu perbuatan buruk? Dosa! Kenapa kamu melakukannya? Kalau butuh uang, bilang sama ayah, jangan mencuri milik orang lain!”

Kedua contoh tersebut sudah dapat menggambarkan dengan jelas apa yang dirasakan oleh ayah dan ibu. Tujuannya agar anak mengerti perasaan orang tua tentang perilaku anak yang buruk itu. Di sisi lain diharapkan dalam diri anak sendiri akan timbul perasaan yang tidak enak menghadapi kemarahan orang tuanya.

Cukup Sekali Saja

Teguran orang tua cukup dinyatakan sekali saja, anak sudah bisa memahami perasaan orang tuanya. Bila pernyataan ini diulang-ulang justru akan menimbulkan kebosanan, dan anak merasa digurui. Cara mendisiplinkan anak seperti itu tidak efisien.

Banyak orang tua yang merasa perlu memberi nasihat panjang lebar terhadap kesalahan anaknya, karena menangkap kesan anak tidak mendengar nasihat yang dikatakan orang tua. Anak-anak itu berbuat seenaknya, tak mendengar omelan orang tua.Tingkah anak itu membuat orang tua jengkel dan merangsangnya untuk semakin memperpanjang dan mengulang-ulang nasihat, semata-mata untuk melampiaskan kejengkelannya.

Sekali lagi, sikap orang tua sebenarnya cukup dinyatakan sekali, ditunjang ekspresi wajah tak lebih dari satu menit. Inilah bagian awal dari metode disiplin yang disebut teguran satu menit. Selanjutnya, akan tercipta suasana yang tidak menyenangkan bagi anak. Pada saat ini sebaiknya orang tua diam sejenak agar suasana yang tidak enak ini benar-benar dirasakan anak. Manfaatkan waktu ini untuk menarik nafas panjang, seakan telah usai menyelesaikan tugas berat berupa pengungkapan rasa kecewa atas perilaku anak yang buruk.

Selanjutnya, Hargai Pelakunya

Bagian berikutnya adalah saatnya menggunakan kebenaran lain selain kebenaran pertama yang telah dikatakan terlebih dahulu. Kebenaran kedua ini adalah bahwa diri anak-anak sebagai ‘pelaku’ sebenarnya tetap baik, bahwa orang tua tetap mencintai sepenuh hati, karena mereka pada dasarnya adalah anak-anak yang salih.

Bagian kedua ini harus diucapkan orang tua dengan ekspresi wajah penuh kasih sayang dan kelembutan. Bila perlu dengan memeluk dan mencium, agar anak bisa langsung merasakan bahwa bagaimanapun buruknya perilaku mereka, ternyata orang tua tetap mencintainya. Pernyataan ini pun tidak perlu diulang, cukup sekali saja.

Misalnya, untuk kasus Fifi, setelah ibu marah dan menegur perilakunya yang buruk, maka sebaiknya ibu membelai kepalanya sambil berkata, “Fifi kan anak salihah, anak pintar. Lain kali jangan menumpahkan susu lagi ya sayang…”

Demikian juga untuk kasus Latif. Setelah ayah menunjukkan kemarahannya, alangkah bijaksananya bila kemudian ia memeluk anaknya itu seraya berkata, “Latif kan anak yang salih…Masa’ anak salih mencuri, nanti jadi temannya setan. Lain kali jangan diulangi lagi ya….”

Kelebihan Metode Ini

Metode teguran satu menit mempunyai banyak kelebihan.

Pertama, melatih disiplin anak-anak untuk bisa meninggalkan perilaku yang buruk. Dalam setengah menit yang pertama, anak mengerti bahwa tindakannya yang buruk telah membuat orang tuanya kecewa dan marah. Peristiwa itu akan masuk ke alam memorinya, selanjutnya memorinya mencatat mana perilaku baik yang disenangi orang tua, dan mana perilaku buruk yang membuat orang tuanya kecewa dan marah.

Selanjutnya, dalam setengah menit kedua, anak segera dapat menemukan kembali citra dirinya yang positif sebagai anak yang baik. Mereka sangat menikmati belai kasih orang tua dalam selang waktu yang singkat ini. Buahnya, mereka menjadi senang dan bagga terhadap dirinya sendiri yang baik seperti kata orang tuanya.

Satu hal penting yang tak boleh dilupakan orang tua adalah semakin anak menyenangi dirinya sendiri, semakin besar kemauannya untuk berperilaku lebih baik.

Keuntungan kedua, metode ini bisa digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. Banyak orang tua mengeluh karena tak bisa memahami jalan pikiran anaknya. Banyak yang tak mengenal anaknya sendiri karena kemacetan komunikasi. Anak tak pernah mau menyampaikan permasalahan yang ia hadapi kepada orang tua. Dengan bantuan metode ini, sedikit demi sedikit mulai berkembang iklim keterbukaan antara orang tua dengan anak. Komunikasi pun menjadi lancar, akrab dan harmonis. Hal ini bisa terjadi karena keberanian orang tua menunjukkan perasaan terhadap anak tanpa mencerca. Dalam setengah menit pertama menyalahkan habis-habisan perilaku anak yang buruk. Tetapi setelah itu menyatakan bahwa diri pribadi anak selalu tetap baik dan dicintai orang tua.

Memang dalam praktiknya metode ini agak sulit dilakukan, karena orang tua seolah-olah harus ‘bersandiwara’. Setelah marah-marah harus mengungkapkan rasa sayang. Yang pasti, walaupun sulit, tetapi demi perkembangan jiwa anak, tentu metode ini layak untuk dibiasakan. (Oel)

Sumber: Mendidik dengan Cinta. Irawati Istadi

Cintailah anak-anak dan kasih sayangi lah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki. (HR. Ath-Thahawi).

99 responses so far

Menyusui menjadi begitu mudah dan menyenangkan

Oct 14 2005 Published by Dini Susanti under Personal,bayi dan balita

bantal menyusuiMenyusui menjadi begitu mudah dan menyenangkan. Papah tercinta telah memberikan alat bantu menyusui, namanya bantal menyusui.. Bantal ini pernah dijadikan tema talk show oprah show beberapa bulan lalu, di US dikenal dengan sebutan boffy..

cara penggunaan bantal menyusuiCara penggunaannya, bantal tersebut di lingkarkan di perut mamah sambil mamah duduk, lalu neng audi dibaringkan dalam posisi menyusui. Dengan bantuan bantal ini, kedua tangan mamah bisa bebas bergerak melakukan segala hal, termasuk mengetik atau pun makan.. Begitu praktis dan berguna !

Alat ini disarankan dimiliki oleh ibu menyusui, dengan alat ini, berapa kalipun bayi minta susu, sang ibu akan merasa happy tanpa merasa pegal tangan lagi …

Ayo neng..kapan nyusu lagi…!!

6 responses so far