How i love Bogor when its rain..

Musim kering. Banyak rumput dihalaman rumah tetangga kanan dan kiri mengalami kering dan mati. Demikian juga halaman rumah saya. Dibantu tambahan pupuk dan penyiraman yang lebih intensif, rumput gajah di rumah tidak terlalu parah rusaknya. Memang dua hari lalu di Bintaro turun hujan, namun hanya sebentar dan kembali panas setelahnya. Agar hujan turun, dimana2 banyak diadakan sholat istisqo memohon hujan pada Allah. Beberapa waktu lalu juga salah satu masjid di Bintaro mengadakan sholat istisqo.

Bogor yang merupakan kota hujan pun sama. Beberapa waktu lalu saya baca di koran Radar Bogor, masyarakat Bogor berkumpul untuk sholat istisqo. Hujan diharapkan kedatangannya di kota hujan. Dan tidak separah kota lain yang bahkan hingga mata air dikota mereka mengalami kering, Bogor masih dikaruniai hujan yang sesekali turun meski hanya sebentar.

Malam ini saya dan anak2 sedang mengisi waktu liburan dengan menginap di rumah orangtua di ciomas bogor. Bermalam disini selalu juara bagi saya. Damainya hati seketika dengan hanya melihat wajah kedua orangtua tanpa alasan. Ditambah semilir angin di beranda rumah orangtua yang memang berada di ujung jalan kompleks dan tertutup kebun rumah kami dihalaman depannya. Lalu alunan suara orang mengaji maupun adzan yang selalu terdengar dari samping mushola rumah Sulit terkatakan nyaman dihati.

Dan malam ini hujan turun di Bogor Begitu dingin udara terasa tanpa perlu AC anak2 sudah terlelap sehabis maghrib tadi. Dan saya melepaskan semua kepenatan dengan menikmati rintik suara hujan dari balik kaca kamar tidur. Apa kabar suami yang masih diluar kota? Saya ceritakan Bogor turun hujan, dia hanya bisa membayangkan sejuknya.

How i love Bogor when its Rain..

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites