Puli dalam kenangan

Teman saya bercerita bahwa dia pelihara seekor anak kucing yang sangat manja. Saya tertawa, kucing memang tahu bila dia disayang maka akan jadi teramat manja pada yang memeliharanya. Baru hari ini kucing teman saya itu dipelihara olehnya di rumah, kucing yang lucu, dijadikan display bbm oleh teman saya tersebut. Dan mendadak saya teramat sangat kangen pada Puli kucing saya yang telah mati. Mati dua tahun yang lalu..

Puli bukan kucing blasteran yang umumnya dipelihara oleh pencinta kucing. Puli kucing kampung yang cantik. Bulu bulunya selalu saya rapihkan di salon hewan agar tidak rontok juga bebas dari kutu. Anak anak saya juga menyayanginya dan ikut merawatnya. Dipelihara sejak masih bayi hingga badannya besar dan sangat cantik.

Hingga tahun 2013, tahun berduka bagi saya. Karena suatu kelalaian pada suatu hari raya saya meninggalkan puli di rumah sendirian. Kami sekeluarga tidak bisa membawanya dan tidak ada pembantu pada hari raya itu di rumah kami karena semua mudik. Saya terlupa untuk menitipkan puli di penitipan hewan. Ketika kami tinggalkan, puli kami berikan semangkok penuh makanan instan untuk kucing dan minumnya juga. Lalu kami pulang ke rumah beberapa hari kemudian puli sempat hilang dari rumah, tidak ditemukan dimana mana, hingga kami mendapati puli dalam keadaan stress, tidak mau makan, sakit lalu akhirnya mati. Setelah sebelumnya kami sempat bawa ke dokter hewan dan diberi obat, namun sakitnya berujung pada kematian.

Belakangan baru saya ketahui bahwa puli kena stress. Kucing rumahan rentan stress terutama bila ditinggal sendiri di rumah. Ada cerita kawan bahkan kucingnya keguguran karena stress. Puli pun demikian nampaknya. Dan jika teringat tahun itu, penyesalan dan duka saya lama hilangnya. Meski kemudian berusaha pelihara kucing lagi, namun tidak sama seperti hati saya untuk puli. Kucing tersebut kemudian saya lepas pergi. Saya agak trauma pelihara kucing lagi. Rasa kehilangan karena puli mati sempat membuat saya stress.

Dan kemudian jika melihat kucing rumahan lucu saya salut pada pemeliharanya, karena kucing itu binatang manja dan mudah stress. Orang tersebut mampu menjaga dengan baik dan amanah. Yap punya kucing seperti pelihara bayi atau anak. Harus amanah, dalam hal makannya, kebersihannya, dan kesehatannya karena mudahnya kucing kena sakit dan kutu.

Dua tahun sudah ya puli sayang Semoga kita berjumpa kembali

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites