Nikmatnya Laksa Malaysia

Setiap kali ke Malaysia, seperti sore ini baru saja mendarat di KL, saya selalu menyempatkan mencicipi dua macam makanan yang menurut saya nikmat banget. Pertama adalah minuman coklat enrich chocolate dan kedua adalah laksa Malaysia. Keduanya dapat ditemui di old town white coffee cafe. Kebetulan lokasi oldtown di bandara KLIA2 persis disebelah depan pintu luar setelah melewati imigrasi terakhir Malaysia. Jadi mencapainya sangat mudah dan tempat itu yang pertama saya tuju untuk makan di bandara.

Di Indonesia cabang oldtown sudah tersebar di berbagai kota besar. Salah satunya di living world alam sutera, juga di bandara soekarno hatta. Namun entah kenapa, racikan di Indonesia berbeda dengan rasa asli ketika beli di negara asalnya. Buat saya sih beli langsung di Malaysianya adalah juara, nikmaat banget goyang lidah.

Minuman coklat jelas juara buat saya. Setiap makanan atau minuman dari coklat saya selalu suka. Namun laksa Malaysia.. beda. Gak gitu craving ingin makan laksa melulu dan bela2in mencarinya diberbagai cabang di Indo, enggak gitu juga. Hanya saja rasa unik laksa malaysia perpaduannya pas banget di lidah. Bahan2 yang menjadikannya dia enak itu antara lain cuma irisan bawang merah mentah, potongan serai, serpihan tongkol, dan sepertinya ada air lemon yang membuat dia asem seger banget kuahnya. Mungkin ada rempah rahasia lainnya yang saya gak tahu. Tapi sepertinya bahan2nya sih mudah didapat di Indo mestinya sih mudah juga bikinnya. Tapi saya gak bisa membuatnya di rumah. Pernah coba membuat laksa malaysia memakai bumbu instan yang dibeli di Hero, tapi rasanya jauh, kurang enak, mendekati saja enggak.

Kuahnya didominasi oleh gurihnya tongkol, dan rasa menyengat bawang merah mentah, dipadu oleh rasa asem seger. Cuma itu dominasi rasanya.

Sehabis makan, dengan menghabiskan sampai ludes kuah dan rempah2 didalamnya, biasanya mulut jadi bau bawang hehe. Dan bisa jadi bikin badan juga ikut bau? hahaha

Aahh.. Malaysia, terus terang tanpa laksanya gak ada makanan berkenang luar biasa buatku. Nyam nyam.

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites