Menulis yang Menghipnotis

Satu hal yang biasanya saya lakukan hampir setiap malam sebelum tidur adalah nulis. Terutama jika mata susah terpejam dan pikiran masih jumpalitan. Tulisan bisa bersumber dari kejadian hari itu yang sudah lewat, tentang perasaan, tentang orang lain, tentang apapun, hal berat maupun cuma remeh temeh.

Bagi saya, menulis selain bisa mencurahkan hati dan pikiran, juga bisa jadi cara menghipnotis diri.

Gak mesti tulisan panjang lebar menjelaskan sesuatu. Gak. Gak mesti. Walau cuma dengan satu atau beberapa kata pun bisa.

wahai mata, merem dong. Pleasee…
Dan siapapun bisa. Misalnya cuma dengan tulis begini: wahai mata, merem dong. Pleasee.. Dan agar berhasil cobalah tulis ribuan kata berulang kali lalu baca, dijamin jadi lelah dan tidur hehe.. (kidding..)

Tapi memang berguna buat saya pribadi. Kesuntukan pikiran bisa terurai bagai mengurai benang kusut. Dan kegalauan hati bisa jauh berkurangnya.

Selalu jadi juara bagi saya untuk mengaktifkan pikiran agar lebih bisa koprol, tapi sebaliknya juga bisa memaksanya untuk beristirahat. Itu dia tadi, bisa menghipnotis diri.

Mungkin dengan mencurahkan hati dan pikiran dengan untaian kata bisa membuat hati lebih damai dan nyaman. Istilah yang lagi happening sekarang itu lagi ‘nyalem’ alias menyalurkan emosi. Penyaluran yang positif yang gak merugikan diri sendiri atau orang lain.

Sehingga ada yang di publish dan beberapa dijadikan private, tergantung kelayakan dan beri manfaat untuk oranglain atau gak. Penting, karena jika publish sesuatu sebaiknya jangan malah menuai keburukan, semampu mungkin menuai manfaat.

Dan

Kali ini.. 12:29 PM Kenapa belum tidur juga sih?

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites