Bersabar dalam Ucapan

Sep 23 2014

Pale lu!
Otak ditaruh dimana??!
Guoblog!
Mikir!!
Ke laut lu!
Gila lu ya!
Sinting!
Mati lu!

Gimana bacanya? Biasa aja kan. Karena gak terarah pada kita. Semua bisa koq mengucapkannya. Kamu, saya, dia. Namun yang membedakan adalah apakah sanggup untuk melontarkannya pada orang lain? Bagi mereka yang sanggup, apakah terpuaskan isi hati dan gelora amarahnya? Bukankah api ditambah api makin membara? Bukankah panas hanya reda dengan sejuknya air? Itu hukum alam.

… Bukankah api ditambah api makin membara? … Itu hukum alam. …

Memang sulit kadang. Bahkan jika pada posisi terpojokkan. Atau mungkin di posisi yang di lontarkan oleh oranglain, keinginan membalasnya jauh lebih lagi.

Namun itulah yang membedakan. Kualitas ucapan dalam kemuliaan. Orang yang mulia akan juga memuliakan oranglain. Tak ada sedikit hatipun melukai oranglain dengan ucapan keji.

Bersabarlah. Air sejuk yang bisa diminum berasal dari sumber air dalam bongkah batu dalam tanah. Air comberan yang kotor berasal dari aliran buangan segala yang kotor. Jika ingin bermanfaat memang harus terjaga baik segala lisan sesulit menjaga mata air tetap jernih.

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites

You might also like

Tulisan dan bahasa jiwa Masih selalu terngiang ucapan sekaligus nasihat dari ayah saya, 'jaga nama baik, menjaganya sungguh sulit...
berbagi pengalaman hamil dan melahirkan Semoga bermanfaat untuk calon ibu maupun ibu muda lainnya.. HAMIL Tanda-tanda kehamilan : Tidak...
Berapa Harga Anak Kita? BERAPA HARGA ANAK KITA ? Share dari Ummu Rum Berapa harga anakmu? Nilai anak tak bisa diukur dengan...
MANAJEMEN KUALITAS DISCLAIMER : MOHON CANTUMKAN SUMBER TULISAN : PENULIS : DINI SUSANTI, http://dini.isnandi.net/2019/03/08/manajemen-kualitas/ LATAR...
Grab This Widget

2 responses so far

Leave a Reply