Teruntuk anandaku sayang

lahirmu adalah anugrahku
tangismu isyarat hadirku
dalam pelukku lelap tidurmu
aku adalah duniamu

kala mata menatap dunia,
kau lihat dunia bukan lagi aku
manusia asing singgah juga dalam damaimu
kadang mengusik dan mengganggu nyamanmu
maka menangislah kau sekeras inginmu
akan damai kembali datang padamu

kelak nanti kau pahami
kala gerak itu tak lagi satu
kala gerak itu penuh lika liku
ragaku berbatas waktu
ragaku tak mampu damaikanmu

kelak nanti kau temui
lihatmu bukan sebenarnya wujud
tutur kata bukan semata inginnya
kanan adalah kiri dan sebaliknya
air dingin tidak menyejukkan
api panas membara justru mendamaikan
sungguh dunia bisa mewujud sebaliknya

dan diriku..
dalam kerapuhan raga
punya pintu syurgamu..
dalam kerapuhan raga
punya kasih tak berbatas waktu..

kuhanya bisa berdoa,
selain menjaga dalam batasan raga
tak lena kuselipkan dua harta
gapai ilmu dan iman dalam tahta..

datangi Allah dalam setiap tanya
dengarkan hembusan kebaikan dalam dada
insyaallah Allah selalu melindungi,
jika salah melangkah, kasihNya kan membawamu kembali

gapai ilmu dan iman dalam tahta..
keduanya kan mampu memandu jalanmu…
sungguh dunia kan berlalu bagai mimpi….

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites