waspadai media2 kita
Meskipun kami tinggal di luar Indonesia namun informasi dari media2 di negeri kami tercinta selalu tak lepas kami peroleh, melalui jalur streaming maupun info lain via internet dan kabar langsung kawan2 lain.

Saat ini topik yang sangat hangat adalah hubungan Indonesia – Malaysia yang semakin di bumbui dengan berbagai “informasi panas lain” yang membuat kedua negara mendidih. Provokasi dari berbagai pihak terutama media telekomunikasi dan yang paling utama sering di saksikan yaitu media televisi semakin menyuburkan amarah dan emosi masyarakat.
Jelas sekali bahwa masyarakat kita adalah orang2 yang mudah terprovokasi media, apapun yang disajikan oleh berita media televisi kadang dengan bulat-bulat diterima masuk ke akal pikiran jadi perbincangan dan sekejap mata bisa merubah seluruh topik hangat wacana masyarakat. Bukan hanya sekali dua kali namun berulang-ulang dan menjadi topik utama di media tersebut, saya sebut saja salah satunya m****tv.
Tentu dengan adanya berita-berita panas yang memang disukai oleh orang kita untuk jadi bahan diskusi dan membangkitkan emosi seperti sinetron-sinetron yang masa tayangnya bisa mencapai ratusan episode, membuat rating m****tv naik tinggi. Untung besar banyak iklan ikut tayang disana, dan ratusan mata tidak sabar menantikan kelanjutan episode selanjutnya.
Tidakkah disadari? banyak lagi hal yang perlu dibenahi di negara kita, bagaimana dengan bencana alam yang baru saja terjadi di TasikMalaya? sudahkah mereka dibantu untuk kembali berbenah pasca bencana?? Dan bagaimana dengan banyaknya pelajar SD yang duduk di lantai di daerah Bekasi? sudahkan disumbang hingga mencapai pendidikan yang setaraf dengan SD lainnya? atau kekurangan gizi di pelosok negeri? Atau kekurangan guru dan dokter di desa-desa terpencil??
Akan dibawa hingga kemana emosi yang berkelanjutan? keluarkan opini dan kritikan ke dewan perwakilan rakyat yang terhormat agar mereka memiliki pekerjaan sebagai penyalur opini. Dan berpikirlah dengan tenang dan tetap terhormat. Jangan jadi barbar dengan melakukan sweeping orang-orang tak bersalah.
Benahi dirikita, mulai dari berbenah diri sendiri sebagai manusia dimata Tuhan yang beriman dan bertakwa. Redam hawa nafsu dan emosi agar bisa berpikir jernih. Saring setiap informasi yang datang dan bukan menerimanya bulat-bulat.
Rasullulah bersabda : “sayangi mahluk di bumi maka mahluk di langit akan menyayangimu”
Jadikan setiap masalah untuk introspeksi, berbenah, dan buat jalur solusi yang baik. Semua ada jalurnya, hukum yang berlaku, dan ketentuan yang harus di jalani. Menghujat bangsa lain berarti bersifat subjektif terhadap keseluruhan yang belum tentu semuanya buruk. Apalagi sweeping dan menyakiti secara subjektif pada orang-orang yang tidak bersalah sebagai bentuk kemarahan. Jangan jadi golongan barbar.. Oknum-oknum pemecah persaudaraan yang mesti di waspadai. Dan waspadai media-media kita yang mulai meracuni pikiran dan emosi rakyat.
You might also like
| Berduka Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un.. Ema sepuh tersayang tercinta dan terkasih kami Siti Badriah binti... | ice skating hari pertama Hari minggu yang lalu kami memperkenalkan Audin dengan ice skating di sunway piramide. Alhamdulillah... | Makna kehilangan Dirimu tidak pergi jauh, Kapanpun kau tetap berada disana, Ragamu sudah tak hadir, Namun Kenangan... | Visit Indonesia Year 2008? Apa Kabar?.. Apa kabarnya Visit Indonesia Year 2008? "Gue baru denger nih" ujar seorang kawan dengan noraknya.. Kami... |


