Dini Susanti Isnandi

Berbagi Tips | Berbagi Hati | Berbagi Pikiran | Berbagi Pengalaman | Berbagi Cerita
Babelfish free online translator


melahirkan tanpa rasa ’sakit’

Pasti sakit..
Nonsense jika ada yang bilang ga sakit ^^ ribuan ibu2 yang pernah melahirkan pasti bilang begitu..
termasuk pengalaman yang saya alami ketika melahirkan anak pertama.
Namun ada cara yang dapat dilakukan agar sang ibu dapat menikmati rasa sakit yang muncul ketika kontraksi, agar melancarkan proses persalinan terutama dalam tahap pembukaan 1 hingga 10 yang dapat dialami dalam 12-24jam bahkan lebih berbeda2 pada setiap calon ibu. Dan cara tersebut tiada lain adalah dengan kondisi ‘relaks’. Calon ibu dianjurkan untuk sedapat mungkin menjadikan dirinya serileks mungkin. Dengan pernapasan yang teratur, mengatur hati dan pikiran agar konsentrasi rileks, dan menurut artikel yang saya baca di hypno-birthing anda dapat seolah-olah menghipnotis diri sendiri untuk ‘rileks…rileks…rileks…” yang dapat dilakukan dengan pernapasan teratur dan berbicara dengan sang bayi dan diri sendiri untuk bekerjasama agar bisa rileks.

Kali ini pun saya ingin sharing pengalaman induksi dan bagaimana cara menikmat rasa sakit ketika dulu menjelang kelahiran anak pertama. Postingan kali ini sebagai pengingat dan pemberi semangat menjelang kelahiran anak kedua yang insyaAllah terlaksana akhir bulan september 2009. Semoga dilancarkan oleh Allah SWT. CAIYO!

Empat tahun yang lalu, saya berangkat ke rumah sakit pada bukaan kedua, maklumlah baru anak pertama sehingga sedikit panik mode on ketika ada bercak blood di panties. Dan kebetulan juga sang dokter yang akan membantu kelahiran sudah ada di rumah sakit, sehingga beliau menganjurkan agar saya di induksi saja 2(beliau bercakap dengan suami saya loh) (haa?? apa itu induksi saat itu sama sekali ga ngerti). Manut saja deh, oke lah, padahal fyi saya sedang menikmati kontraksi/mulas yang terjadi, nikmaaat sekali.. sekitar 10 menit sekali terasa.
Menurut suster jaga pun saat itu saya sudah bukaan keempat, cepat sekali sejak bukaan kedua diawal datang. Saya merasakan saat mengalami kontraksi dari bukaan kedua hingga keempat dalam kondisi yang sangat rileks dan siap untuk keadaan apapun. Tiba2 suster datang dan memberikan suntikan, barulah mengerti tentang induksi, berikan suntikan untuk mempercepat kontraksi katanya..
Dan memang kontraksi/mulas jadi semakin sering, semakin keras, dan terasa lebih nikmat lagi..subhanallah..nikmat..

Yang sebenarnya saya rasakan, kontraksi yang bagus dan normal sama sekali tidak membutuhkan induksi, namun karena sudah terjadi, saya pun tetap tenang dan melakukan pernapasan secara teratur dan mencoba rileks menghadapinya.

Anda pernah mendengar melahirkan tanpa rasa sakit dengan hypnobirthing?? Menurut saya baik sekali jika anda mencari tahu, atau mengikuti seminar dan pelatihan yang mereka laksanakan. Saya pun telah membeli bukunya untuk persiapan melahirkan anak kedua nanti. Sedapat mungkin nanti saya ingin menikmati pembukaan 1 hingga 3 di rumah saja, yaitu ketika jarak kontraksi masih jauh sekitar 30 menit sekali hingga mendekati jarak 15-10 menit sekali. Lalu baru datang kerumah sakit setelah jarak kontraksi sekitar 10 menit sekali. Hal ini agar keadaan rileks menghadapi kontraksi tidak terganggu oleh berbagai tindakan dokter yang tiba-tiba ‘mungkin’ karena tidak sabar ingin memberikan induksi, memecahkan ketuban atau lainnya (fyi hal ini mungkin dapat dilakukan bila sudah dapat di duga sebelumnya oleh pemeriksaan dokter bahwa proses persalinan nanti adalah kategori normal).

Kelahiran anak pertama dulu saya belum mengenal hypnobirthing namun dalam menghadapi rasa mulas akibat kontraksi yang terjadi pada kelahiran pertama saya lakukan hal-hal berikut:
1. Bernapas teratur.. agar bayi tetap mendapat oksigen. hirup dari hidung, lepas dari mulut, semakin cepat kontraksi semakin percepat atur napas, pokoknya usahakan serileks mungkin.
2. jangan tahan rasa sakit, let if flow.. biarkan aja sakit/mulas ya wess.. justru rasa mulas harus datang, rasa mulas yang datang membantu proses kontraksi, dengan demikian membantu rahim mempercepat proses keluarnya bayi. Setiap rasa sakit ucapkan ALHAMDULILLAH…
3. tetap jaga pantat di dasar tempat tidur selaras gravitasi bumi, jika pantatnya diangkat hanya akan mempersulit proses lahir karena kontraksi jadi terganggu.
4. hanya mengejan bila diminta oleh suster atau dokter yang saat itu bantu proses kelahiran karena beliau yang mengetahui lebarnya bukaan jalan lahir bayi.

Cara2 diatas juga ternyata banyak mirip dengan yang saya baca di buku hypnobirthing, jika proses persalinan diawali dengan rileks maka akan melancarkan semuanya. Dan banyak juga cerita ibu2 jagoan melahirkan bayinya sama sekali tidak mengejan. Subhanallah, hebat ya..
Cerita ini ada di situs hypnobirthing malaysia (saya lupa situsnya). Beliau mempraktekkan tekhnik rileks selama persalinan dengan mengatur napas dan berpikiran positif terus, dan berdialog dengan sang bayi untuk sama-sama menjalani proses kelahiran dengan lancar, dan sang bayi keluar begitu saja tanpa sang ibu mengejan (menggelosor)
Dan karena proses tanpa mengejan ini atau berarti kelahiran terjadi dengan sangat lancar, menyebabkan vagina ibu tidak robek, sehingga sang dokter takjub dan tidak melakukan jahitan pasca melahirkan, energi dan vitalitas sang ibu juga sangat maksimal, dan sehat kembali dalam waktu relatif cepat. Subhanallah.. untuk kelahiran anak kedua ini ingin sekali seperti ini.. Amiin..

AYO BU SEMANGAT !

Artikel lain yang berhubungan :

Menikmati kontraksi palsu
Sejak usia kandungan anda masuk 7 bulan, maka kontraksi palsu atau yang dikenal sebagai braxton hicks...
Duuh Pergelangan Tanganku…
note: poto tangan orang lain Sakiit, dan nyeri.. Terutama kalo Neng minta gendong, atau saya angkat...
Puasa? gak CS loh…
Itu sekelumit cerita adik yang sekarang duduk di kelas 2 SMA di suatu sma di Bogor. Beliau bikin saya...
Pasca melahirkan beberapa yang harus jadi perhatian
Alhamdulillah,.. Udah 4 minggu! sejak deliver baby 19/09/09 yang lalu. Banyak aja yang ingin saya...
Diare atau mencret (maaf) pada ibu hamil
Bila anda sedang hamil, pada umur kehamilan berapapun, umumnya rawan terkena diare/mencret, entah karena...

Post Metadata

Date
July 9th, 2009

Author
Dini Susanti

Tags


7 Comments

  1. Ya betul, istri saya sendiri sudah 4 kali melahirkan dan Alhamdulillah, Vagina tidak pernah robek dan masih orisinil (hihihi..). Tekniknya hampir sama dengan tulisan di atas, yaitu nafas teratur, tidak mengejan kecuali kalau sudah merasa ‘ngajakin’, pantat tetap stay di kasur (jangan terangkat), dan satu lagi… semangat dari saya yang selalu setia menemani di samping. Sebetulnya ada satu lagi yaitu mantra yang selalu saya baca sambil mengelus-elus perut istri ketika proses persalinan, yaitu “…tsumma-ssabiila yassaroh…” (kemudian Allah akan mudahkan jalan keluarnya)- yang tak lain adalah potongan ayat dalam AlQur’an.


  2. subhanallah, salam untuk istrinya ya pak ^^


  3. Salam kenal, ya saya laki-laki tentu dapat membayangkan betapa berat seorang ibu, saya baru tahu bahwa ada ibu setelah melahirkan vagina tidak dijahit. Itu adlah kebesaran Allah. Jadi bagai mana bu apa mau nambah lagi…he..he…


  4. Iya Pakwo jaman batu dulu contohnya mana ada seni jahit menjahit ^^, betul pak saya pun sedang persiapan anak kedua, semoga dilancarkan Allah, amiin..


  5. Tapi saya takut vagina saya tidak mendapat jahitan karena tdk terjadi kerobekan,takut vagina menjadi longar benarkah begitu,apa yg hrs saya lakukan.


  6. alhamdulillah saya sudah melahirkan, dan dapat beberapa jahitan. jangan takut bu weny, tawakal pada Allah saja, dan dijahit/tidaknya vagina nanti biarkan bidan/dokter yang membantu persalinan yang melakukan yg terbaik.


  7. berarti yg menentukan vagina harus disobek atau tidaknya siapa? kapan vagina harus disobek atau kondisi bagaimana sehingga vagina tidak perlu disobek ketika akan melahirkan?


Leave a Reply