melahirkan tanpa rasa ’sakit’

Pasti sakit..
Nonsense jika ada yang bilang ga sakit ^^ ribuan ibu2 yang pernah melahirkan pasti bilang begitu..
termasuk pengalaman yang saya alami ketika melahirkan anak pertama.
Postingan pengalaman melahirkan pertama saya bisa dilihat disini Berbagi pengalaman hamil dan melahirkan
juga disana ada info beberapa barang persiapan melahirkan untuk dibawa ke rumah sakit.

Postingan kali ini saya ingin sharing pengalaman induksi dan bagaimana cara menikmat rasa sakit menjelang kelahiran. Menjelang melahirkan anak kedua, postingan kali ini sebagai pengingat dan pemberi semangat, CAIYO!

Empat tahun yang lalu *cerita mode on* saya berangkat ke rumah sakit pada bukaan kedua, maklumlah baru anak pertama sehingga sedikit panik mode on ketika ada bercak blood di panties. Dan kebetulan juga sang dokter yang akan membantu kelahiran sudah ada di rumah sakit, sehingga beliau menganjurkan agar saya di induksi saja (haa?? apa itu induksi ga ngertiiii) saat itu sama sekali ga ngerti apa itu induksi dan gimana caranya. Manut deh, oke lah, padahal saya sedang menikmati kontraksi yang terjadi, nikmaaat sekali.. sekitar 10 menit sekali terasa.
Padahal menurut suster jaga saat itu saya sudah bukaan keempat, cepat sekali sejak bukaan kedua diawal datang. Yaa lah.. saya lagi rileks loh saat itu, rasanya nikmat gitu..
udah deh, tiba2 suster kasi suntikan, oo itu toh induksi, dikasi suntikan mempercepat kontraksi katanya..
Dan memang kontraksi jadi semakin sering, semakin keras, dan terasa lebih nikmat lagi..subhanallah..enaak.. Sebenarnya saya ga butuh induksi deh,, kontraksi saya berjalan normal dan bagus saat itu.. ya tapi sudahlah, pengalaman nanti anak kedua, saya akan wanti2 ke pada dokter dan suster untuk no induksi ataupun epidural atau pun obat bius lainnya, ingin sekali melahirkan normal dan lancar, sehat walafiat amiin..

Pernah dengar melahirkan tanpa rasa sakit dengan hypnobirthing?? Nah biarpun saat itu saya tidak mengetahui apa itu hypnobirthing (istilahnya ga pernah denger kala itu apalagi baca bukunya) saya lakukan hal2 berikut dalam menghadapi kontraksi :
1. Bernapas teratur.. agar bayi tetap mendapat oksigen. hirup dari hidung, lepas dari mulut, semakin cepat kontraksi semakin percepat atur napas, pokoknya usahakan serileks mungkin.
2. jangan tahan rasa sakit, let if flow.. biarkan aja sakit ya wess… enaaak.. justru rasa sakit harus datang, rasa sakit yang datang membantu proses kontraksi, dengan demikian membantu rahim mempercepat proses keluarnya bayi. setiap rasa sakit ucapkan alhamdulillah…
3. tetap jaga pantat di dasar tempat tidur selaras gravitasi bumi, jika pantatnya diangkat hanya akan mempersulit proses lahir karena kontraksi jadi terganggu.
4. hanya mengejan bila diminta oleh suster atau dokter yang saat itu bantu proses kelahiran karena beliau yang mengetahui lebarnya bukaan jalan lahir bayi.

Tapi banyak loh cerita ibu2 jagoan melahirkan bayinya sama sekali tidak mengejan, yap benar! info ini tertulis di salah satu buku yang pernah saya baca, beliau mempraktekkan tekhnik rileks selama persalinan dengan mengatur napas dan berpikiran positif terus, dan berdialog dengan sang bayi untuk sama-sama menjalani proses kelahiran dengan lancar, dan sang bayi keluar begitu saja tanpa sang ibu mengejan (menggelosor)
Dan karena proses tanpa mengejan ini atau berarti kelahiran terjadi dengan sangat lancar, menyebabkan vagina ibu tidak robek, sehingga sang dokter takjub dan tidak melakukan jahitan pasca melahirkan, energi dan vitalitas sang ibu juga sangat maksimal, dan sehat kembali dalam waktu relatif cepat.
Subhanallah.. untuk kelahiran anak kedua ini ingin sekali seperti ini.. Amiin..

AYO BU SEMANGAT !

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites