<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bantu sebisa mungkin si kecil berdialog</title>
	<atom:link href="http://dini.isnandi.net/2009/05/11/bantu-sebisa-mungkin-si-kecil-berdialog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dini.isnandi.net/2009/05/11/bantu-sebisa-mungkin-si-kecil-berdialog/</link>
	<description>sharing is caring, let&#039;s learn together</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 01:37:53 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Dini Susanti</title>
		<link>http://dini.isnandi.net/2009/05/11/bantu-sebisa-mungkin-si-kecil-berdialog/#comment-3628</link>
		<dc:creator>Dini Susanti</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 13:30:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=593#comment-3628</guid>
		<description>qwert, thanks utk kritiknya
hesni, jangan kawatir, dari informasi yg diceritakan wajar saja kakaknya berbeda dng adik kembar karena lingkungan yang dikondisikan untuk mereka berbeda, lingkungan ramai kerap menjadikan anak senang keramaian dan menganggap biasa bertemu orang lain, dan sebaliknya jika hanya bertemu ibu atau ayah dan nenek saja sehari2nya maka kemungkinan anak menjadi pemalu bertemu orang lain. namun pada usia 2 tahun anak2 daya ingatnya masih terbatas, saya sarankan kondisikan lingkungan yang banyak berjumpa kawan2 sebaya atau lingkungan luar yang ramai untuk si kecil, misalnya bisa dengan memasukkan si kecil ke PAUD terdekat. bermain dengan kawan2 dan bergerak aktif dengan aktivitas yang banyak akan menjadikan anak percaya diri dan tidak takut untuk mencoba hal baru. dan jika anak masih pemalu berjumpa orang lain, jangan takut hal tersebut akan berkepanjangan, karena usia 2 tahun usahakan fokus pada pengembangan kreatifitas anak dan bermain motorik. Dan sadar sosial sekitar akan dipelajari secara bertahap oleh anak, mungkin tahap awal coba ajari untuk komunikasi dng orang asing dengan mengajak anak mengutarakan apa yang diinginkannya langsung kepada orang yang termaksud misalnya jika ingin beli roti di warung minta anak untuk mengutarakan langsung maksudnya ke tukang warung dan sebagainya &quot;permisi bu, saya mau beli roti&quot;. lambat laun anak akan belajar ngobrol dan suatu waktu jangan heran jika di usia 4 tahun dia akan minta sendok garfu sendiri ke pelayan restoran ketika anda sekeluarga sedang dinner bersama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>qwert, thanks utk kritiknya<br />
hesni, jangan kawatir, dari informasi yg diceritakan wajar saja kakaknya berbeda dng adik kembar karena lingkungan yang dikondisikan untuk mereka berbeda, lingkungan ramai kerap menjadikan anak senang keramaian dan menganggap biasa bertemu orang lain, dan sebaliknya jika hanya bertemu ibu atau ayah dan nenek saja sehari2nya maka kemungkinan anak menjadi pemalu bertemu orang lain. namun pada usia 2 tahun anak2 daya ingatnya masih terbatas, saya sarankan kondisikan lingkungan yang banyak berjumpa kawan2 sebaya atau lingkungan luar yang ramai untuk si kecil, misalnya bisa dengan memasukkan si kecil ke PAUD terdekat. bermain dengan kawan2 dan bergerak aktif dengan aktivitas yang banyak akan menjadikan anak percaya diri dan tidak takut untuk mencoba hal baru. dan jika anak masih pemalu berjumpa orang lain, jangan takut hal tersebut akan berkepanjangan, karena usia 2 tahun usahakan fokus pada pengembangan kreatifitas anak dan bermain motorik. Dan sadar sosial sekitar akan dipelajari secara bertahap oleh anak, mungkin tahap awal coba ajari untuk komunikasi dng orang asing dengan mengajak anak mengutarakan apa yang diinginkannya langsung kepada orang yang termaksud misalnya jika ingin beli roti di warung minta anak untuk mengutarakan langsung maksudnya ke tukang warung dan sebagainya &#8220;permisi bu, saya mau beli roti&#8221;. lambat laun anak akan belajar ngobrol dan suatu waktu jangan heran jika di usia 4 tahun dia akan minta sendok garfu sendiri ke pelayan restoran ketika anda sekeluarga sedang dinner bersama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hesni</title>
		<link>http://dini.isnandi.net/2009/05/11/bantu-sebisa-mungkin-si-kecil-berdialog/#comment-3627</link>
		<dc:creator>hesni</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 13:31:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dini.isnandi.net/?p=593#comment-3627</guid>
		<description>hallo mbak, saya sedikit punya problem nih. anak saya yang kembar, laki-laki hampir berusia 2 tahun.Tapi yang jadi masalahnya, mereka berdua sangat pemalu. Jika melihat orang  lagsung memeluk saya dan diam.padahal saya berusaha untuk membawa dia bertemu orang-orang. Memang sih, pola asuh mereka berbeda dengan kakaknya. Dulu, ketika kakaknya kecil,anak pertama saya, saya membuka toko dikeramaian, setiap hari ada saja yang datang. kemudian teman-teman saya dan teman-teman suami saya sering berkunjung. Ketika anak kembar km lahir, saya memutuskan berhenti bekerja,dan pindah kerumah ibu saya. Hari-hari anak saya hanya ditemani saya, papanya, nenek dan kakeknya.Saya kwatir melihat perkembangan mereka. Saya takut mereka tidak bisa bergaul.apa yg seharusnya saya lakukan?sementara kakak mereka tumbuh sebagai anak yang pandai bergaul, berani dan memiliki prestasi yang banyak.Tolong dong.bantu saya mbak..Thanks</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hallo mbak, saya sedikit punya problem nih. anak saya yang kembar, laki-laki hampir berusia 2 tahun.Tapi yang jadi masalahnya, mereka berdua sangat pemalu. Jika melihat orang  lagsung memeluk saya dan diam.padahal saya berusaha untuk membawa dia bertemu orang-orang. Memang sih, pola asuh mereka berbeda dengan kakaknya. Dulu, ketika kakaknya kecil,anak pertama saya, saya membuka toko dikeramaian, setiap hari ada saja yang datang. kemudian teman-teman saya dan teman-teman suami saya sering berkunjung. Ketika anak kembar km lahir, saya memutuskan berhenti bekerja,dan pindah kerumah ibu saya. Hari-hari anak saya hanya ditemani saya, papanya, nenek dan kakeknya.Saya kwatir melihat perkembangan mereka. Saya takut mereka tidak bisa bergaul.apa yg seharusnya saya lakukan?sementara kakak mereka tumbuh sebagai anak yang pandai bergaul, berani dan memiliki prestasi yang banyak.Tolong dong.bantu saya mbak..Thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

