Bantu sebisa mungkin si kecil berdialog

May 11 2009

Putri kami Audine pindah ke Malaysia ini sejak berumur 2 tahun. Awal datang kesini baru belajar bicara. Walau demikian sudah banyak kosakata yang diucapkan, karena memang kami menyekolahkan audin ke playgroup sejak awal, tidak banyak yang kami harapkan, hanya ingin dia dapat bermain dan bertemu kawan-kawan sebaya lain dalam permainan yang bermanfaat. Dan saat itu banyak lagu kanak-kanak yang dihapalkannya, juga menguasai kosa kata dalam bahasa indonesia yang baik dan benar, alhamdulillah guru playgroup di Al-may memang sangat baik dan mengutamakan bermain sambil belajar. Jadi anaknya tidak takut untuk sekolah rutin bahkan menunggu2 waktu sekolah tiba.

Awal datang kesini, audin masih dalam tahap belajar bicara, bahasa yang dipergunakan tentu saja bhs indonesia. Dan sejak dia kami masukkan playgroup tadika disini, kami mulai berpikir untuk mengajarkannya english, tidak lain agar mampu berdialog dan bercakap2 minimal dengan guru dan kawannya. Apalagi seluruh pelajaran yang diberikan guru playgroup disini adalah dalam bhs english, malaysia dan chinese, khusus untuk non chinese bahasa ini tidak wajib. Perkiraan kami tepat, sebelum diajarkan english, dia sama sekali tidak ingin sekolah, bahkan terhadap gurunya sama sekali tidak suka. Perbedaan bahasa menjadikannya kesulitan berkomunikasi. Sungguh takjub dalam beberapa minggu saja diajarkan kosakata english, dia mampu berkomunikasi dengan gurunya minimal go to bathroom, say thankyou, say sorry, hello, good morning dll. Dan kini, sekolah menjadi fun baginya.

Fun terutama karena dia 90% sekarang bisa bercakap english dan bahkan menulis dalam english. Memperlancar proses belajar dan perkembangan otaknya. Sekarang full di rumah dan di sekolah audin berdialog english. Seluruh proses belajar jadi menyenangkan karena sinkron antara bahasa dan pengertian otaknya. Bahasa indonesia dan sedikit sunda tidak saya lewatkan, meski belum lancar melafalkannya, audin juga mengerti bahasa indonesia karena saya sisipkan dalam bercakap2 sehari2.

Menurut saya, setiap anak adalah istimewa, tidak ada dalam seluruh generasi satu anak yang identik dengan lainnya. Jangan dikte anak anda untuk melakukan hal2 yang mereka belum dapat menangkapnya, namun bimbing mereka sedapat mungkin untuk dapat bergaul, berkomunikasi dan berkembang sesuai alam lingkungan yang anda bawa untuk mereka. Bukan salah mereka jika kurang bergaul dan berkomunikasi dengan lingkungan, anda yang membawa mereka menetap disana dan anda yang sedapat mungkin harus membawa lingkungan agar ramah terhadap mereka.

Jangan khawatir terhadap perubahan lingkungan baru yang anda kenalkan pada mereka, proses perkembangan otak anak yang menakjubkan, akan dapat mampu menyerap sekecil apapun pengetahuan baru dihadapan. Asalkan tantangan tersebut dihadapi bersama dan anda berada disisi si kecil dalam menghadapinya. Dan tidak pernah ada teori yang cukup bagus bagi setiap manusia, kecuali anda sendiri dan mereka yang memahaminya, tahu dan mau untuk dapat saling menerima perbedaan bersama disekitar.

You might also like

Menghadapi Anak Tantrum Orang tua sering bertanya-tanya apa kesalahan yang telah mereka lakukan sehingga pantas mendapat perilaku...
Tahun Baru Hijriah “doa akhir dan awal tahun” Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Update 18 Desember 2009 :: EDIT:: (terimakasih atas...
spam pop up ads Tidak tahu sejak kapan, dan mengapa bisa terjadi, ternyata setiap buka situs dini.isnandi.net ada pop...
Wallpaper tinker bell cartoon untuk putri anda Anda bisa donwload wallpaper cantik ini dan install di komputer putri anda, mereka pasti menyukai karakter...
Grab This Widget

5 responses so far

  • Henny says:

    Asyik ya mbak, baca cerita mbak, jadi tambah inspirasi. Mbak, saya mohon saran dari mbak. Saya lagi bimbang ni mbak, saya kan insyaAllah mau kuliah di bogor. Pengennya si kecil diboyong ke bogor. Selama ini sich, si kecil diasuh neneknya, pagi jam 8-12, saya titip di taman bermain. Rencananya nanti, saya mau cari pengasuh untuk si kecil.
    Nah, mbak, saya minta tolong tips nya dong mbak, agar anak saya merasa tidak terasing jauh dari neneknya, dan lingkungan beliau yang lama. Anak saya laki-laki mbak, dan usia 2 tahun. Beliau anak yang aktif banget.Selama ini saya kerja jam 6 pagi berangkat baru balik lagi kerumah jam 6 sore, jadi waktu beliau lebih banyak ama neneknya.
    Kalau tempat penitipan anak disekitar IPB ada gak mbak ya, yang bagus?
    Makasih mbak, mohon dibantunya

  • Dini Susanti says:

    Hllo mbak Henny, si kecil udah berusia 2 tahun ya, usia eksplorasi dan sangat aktif tuh, tapi usia itu paling mudah adaptasi ko mbak, jangan khawatir. Dulu anak saya juga pada usia itu saya ajak pindah dari bogor ke Malaysia sini, jika nanti sudah jauh dari nenek jangan lupa selalu telepon setiap hari atau kapanpun si kecil ingin berhubungan, ada foto2 nenek dan si kecil sedang bersama dan selalu sampaikan bahwa nenek ada di bandung misalnya dan si kecil ada di bogor sama mamah, agar beliau ngerti arti berjauhan namun dekat di hati.
    namun mungkin nanti agak sulit untuk bergaul untuk orang baru, itu wajar saja, cara jitunya adalah ketika kenal dengan orang2 baru misalnya taman bermain, ibu atau ayah (yg mana yg paling deket dng si kecil) ikut juga bersama di taman bermain selama satu sampai dua hari, sampai si kecil merasa nyaman, ikut ngobrol dng guru dan teman2 sekolah, dan jika sudah waktunya untuk ditinggal sendiri sampaikan dengan baik misalnya bahwa ibu harus sekolah dulu seperti si kecil biar sama2 sekolah agar pinter barengan dan nanti ketemu lagi.. walau anak mungkin kurang mengerti namun beliau akan mengerti lambat laun. terutama jika menemukan mainan atau kesukaannya di taman bermain nanti.

    di sekitar IPB ada taman bermain dan penitipan anak yang bagus sekali, dikelola oleh persatuan istri dosen kalau saya tidak salah, nama taman bermainnya saya lupa, tapi karena sudah terkenal mbak bisa tanyakan pada kalangan IPB, mereka pasti bisa kasih info lengkap.

    Gudlak ya,, moga si kecil dan ibunya sama2 senang dan nyaman :)

  • qwert says:

    suka tulisannya, bagus :)
    saya enggak suka sama kata ganti orang ke tiga ajah; masa ke anak pakai beliau, hehehe…. aneh saja :) kayaknya lebih enak kalau memakai namanya saja

  • hesni says:

    hallo mbak, saya sedikit punya problem nih. anak saya yang kembar, laki-laki hampir berusia 2 tahun.Tapi yang jadi masalahnya, mereka berdua sangat pemalu. Jika melihat orang lagsung memeluk saya dan diam.padahal saya berusaha untuk membawa dia bertemu orang-orang. Memang sih, pola asuh mereka berbeda dengan kakaknya. Dulu, ketika kakaknya kecil,anak pertama saya, saya membuka toko dikeramaian, setiap hari ada saja yang datang. kemudian teman-teman saya dan teman-teman suami saya sering berkunjung. Ketika anak kembar km lahir, saya memutuskan berhenti bekerja,dan pindah kerumah ibu saya. Hari-hari anak saya hanya ditemani saya, papanya, nenek dan kakeknya.Saya kwatir melihat perkembangan mereka. Saya takut mereka tidak bisa bergaul.apa yg seharusnya saya lakukan?sementara kakak mereka tumbuh sebagai anak yang pandai bergaul, berani dan memiliki prestasi yang banyak.Tolong dong.bantu saya mbak..Thanks

  • Dini Susanti says:

    qwert, thanks utk kritiknya
    hesni, jangan kawatir, dari informasi yg diceritakan wajar saja kakaknya berbeda dng adik kembar karena lingkungan yang dikondisikan untuk mereka berbeda, lingkungan ramai kerap menjadikan anak senang keramaian dan menganggap biasa bertemu orang lain, dan sebaliknya jika hanya bertemu ibu atau ayah dan nenek saja sehari2nya maka kemungkinan anak menjadi pemalu bertemu orang lain. namun pada usia 2 tahun anak2 daya ingatnya masih terbatas, saya sarankan kondisikan lingkungan yang banyak berjumpa kawan2 sebaya atau lingkungan luar yang ramai untuk si kecil, misalnya bisa dengan memasukkan si kecil ke PAUD terdekat. bermain dengan kawan2 dan bergerak aktif dengan aktivitas yang banyak akan menjadikan anak percaya diri dan tidak takut untuk mencoba hal baru. dan jika anak masih pemalu berjumpa orang lain, jangan takut hal tersebut akan berkepanjangan, karena usia 2 tahun usahakan fokus pada pengembangan kreatifitas anak dan bermain motorik. Dan sadar sosial sekitar akan dipelajari secara bertahap oleh anak, mungkin tahap awal coba ajari untuk komunikasi dng orang asing dengan mengajak anak mengutarakan apa yang diinginkannya langsung kepada orang yang termaksud misalnya jika ingin beli roti di warung minta anak untuk mengutarakan langsung maksudnya ke tukang warung dan sebagainya “permisi bu, saya mau beli roti”. lambat laun anak akan belajar ngobrol dan suatu waktu jangan heran jika di usia 4 tahun dia akan minta sendok garfu sendiri ke pelayan restoran ketika anda sekeluarga sedang dinner bersama.

Leave a Reply