Driving di Malaysia

Kendaraan kami disini sekarang bukan berupa suif kecil mungil yang lucu indah dan sangat dirindukan ( hik hik sold
). Tapi berupa mobil sedan besar tahun tua automatic merk ford. Meski tua namun sangat tangguh dijalan. Memang disarankan bila ingin beli mobil tua pilihlah merk eropa atau jepang, umumnya masih bisa unjuk gigi dijalan.
Awalnya kami ingin memiliki toyota atau minimal suif lagi, namun artinya kami harus mencicil.. satu hal syarat agar foreigner seperti kami bisa mengajukan cicilan adalah adanya garantor (warga negara malaysia yang bisa menjamin cicilan), yang sangat sulit kami dapatkan. Jadi pilihan ga ada lagi selain beli mobil tua yang bisa masuk budget kami saat ini, cash and carry.
Mobil tua disini bisa didapatkan dengan harga super murah berkisar RM 3000 sampai dengan RM10.000, atau sekitar mulai dari 9 juta rupiah! anda bisa mendapatkan kendaraan layak pakai disini. Yep, memang mobil disini super duper murah. Harga mobil yang kami beli saja tidak lebih dari 20jt rupiah, kami sudah bisa dapatkan mobil automatic, sedan, cd player, sound bagus, ac, running well condition! really value for money..
Driving di malaysia sangat nyaman. Pengemudi dimanjakan dengan jalan raya yang luas, bebas bolong jalan, aspal bagus, jalan tol (lebuh raya) yang mudah diakses dari berbagai jalur alternatif dalam kota dan tempat parkir yang luas, sehingga mobil kecil seperti kancil bisa nyempil dengan indahnya. Namun untuk menghindari bea parkir yang bisa mencapai RM 2 perjam di hari holiday, umumnya banyak kendaraan diparkir di body kanan kiri jalan. Satu hal ini kadang menjengkelkan, saking banyaknya mobil disini, setiap lahan kosong bisa dijadikan tempat parkir.
Beberapa meter dari rumah kami sudah bisa mencapai lebuh raya (jalan tol), disini jalan tol mudah diakses dan jika tersasar akan dengan mudah keluar tol dan berputar balik arah melalui jalur alternatif lain. Tentunya jalan disini bebas angkot, bemo, bajaj, dan motor hanya sedikit. Oya motor bebas masuk jalan tol tanpa bayar.
Tapi driving disini agak mengerikan, jika sudah bersaing dengan mobil lain di jalan tol, kecepatan 80 sudah dikatakan lambat, padahal ada beberapa jalur jalan yang dipasang speed trap, jika melewati kecepatan 80 akan kena denda kira-kira RM300 yang surat dendanya dikirim ke rumah. Tapi kabar burungnya penduduk disini sudah tau lokasi speed trap sehingga mereka melambat pada jalur2 tertentu, cuma kami saja nih yang belum tau. Dan kadang pengemudi disini mirip supir bajaj, mereka belok tanpa lampu sen dan seenak udel menyalip mobil tanpa pertimbangan, hanya sopir dan Tuhan saja yang tahu kapan mereka belok, sudah berkali-kali saya menemukan yang kayak gini.
Anyway, karena sim disini belum jadi (sim A diganti dengan sim lokal), jadi saya hanya berani driving sekitar rumah, tesco, dan cyberjaya. Next time sangat ingin menjelajah malaysia dan mengunjungi kawan2 disini.
You might also like
| Papago vs Garmin Kedua software Personal Navigation Device diatas menjadi fav saya dalam memandu mengendarai mobil disini.... | Bantu sebisa mungkin si kecil berdialog Putri kami Audine pindah ke Malaysia ini sejak berumur 2 tahun. Awal datang kesini baru belajar bicara.... | Sales dan bargain di Malaysia Jika anda berkunjung ke Malaysia untuk shopping disela2 kegiatan utama, maka jangan lewatkan agenda sales... | SIM A, Tidak lulus! Ada dua orang bapak-bapak yang juga di umumkan tidak lulus. Rustandi, SIM A, tidak lulus! dan satu... |





lho, sim A Indonesia jika tidak salah sudah sim internasional kok. cmiiw
Em..setujuh, tapi denger kabar burung berkicau pulisi disini sama saja bisa jadikan alasan sim buat kasi denda..ga mo deh..denda ratusan ringgit..mending ganti sim gratiss..^_^
SIMnya sdh jd blm neng skrg… aku jg blm kl klayapan suka deg2an hihihi
udah jadi mba Lina, dan ada tanda P gede merah di simnya hihi..
ternyata bikin sim disini ceuepet dan ga mahal