Ide Bisnis untuk Anda
Bukan kapasitas saya membicarakan bisnis, ekonomi dan peluang menjadi pengusaha. Namun menarik karena setiap orang bisa hidup dari usaha yang dilakukannya.
Menjadi pengusaha gampang2 susah. Gampang, karena sebenarnya peluang yang ada sangat luas. SDA dan SDM yang besar bisa jadi ide peluang untuk buka lapangan usaha baru. Dan bisa dibilang susah bila sudah berhubungan dengan birokrasi pemerintah dan ekspansi usaha. Namun dibalik itu peluang jadi pengusaha dan berhasil bukan tidak mungkin.Tergantung keseriusan, kerja keras dan doa tentunya.
Mungkin ada yang pernah pesimis mengatakan bahwa menjadi pengusaha yang sukses di Indonesia harus memiliki koneksi dengan pengusaha besar ataupun pemerintah. Jika begitu, maka pikiran tersebut sebenarnya sudah menahan langkah untuk maju.
Namun rahasia kesuksesan family etnis china pernah disampaikan oleh seorang kawan saya. Beliau menceritakan bagaimana orangtuanya dapat memiliki usaha bahan bangunan yang tergolong sukses di Bogor. Saya ketahui ternyata family besar komunitas mereka memberikan bantuan modal kepada orangtuanya yang berniat untuk membuka usaha baru. Pinjaman tersebut dikembalikan jika usaha sudah berjalan dan punya keuntungan dengan ketentuan yang diatur bersama. Jika usaha tersebut bangkrut atau gagal, maka pinjaman kedua bisa dialirkan kembali. Namun jika kesekian kali meski pinjaman/utang sudah diberikan dan usaha yang dijalankan selalu gaga maka family tersebut bisa memberlakukan sanksi dengan membuang si peminjam utang tersebut dan dianggap orang yang sial. Beruntung, orangtua beliau sukses pada pinjaman pertama. Entah benar atau tidaknya cerita tersebut atau apakah hal itu menjadi keumuman bagi komunitas tertentu, saya kurang tahu, jika anda tahu lebih dalam mengenai hal ini bisa dikonfirmasikan kepada saya.
Dari cerita beliau kami sependapat bahwa modal adalah faktor penting dalam menjalankan bisnis pertama. Namun keunikan orang Indonesia yang penuh dengan kerja keras dan kreatifitas menjadikan juga banyak dalam masyarakat kita yang berhasil dengan hanya bermodal dengkul. Contoh nyata seorang Bob sadino pernah bercerita mengenai pengalamannya sukses dari berjualan telor rumah kerumah hingga beliau bisa memiliki chicken industry besar di Indonesia.
Tapi tentunya dengkul cuma dengkul jika ga dibarengi semangat dan ide kreatif ya? hehehe selain dengkul tentu otak dan kreatifitas juga harus main. Tanpa uang atau barang anda bisa menjual ide atau tenaga anda. Dan lebih beruntung jika ada sedikit uang dan barang sebagai modal, usaha kecil-kecilan sebagai starter menuju sukses bisa dilakukan dulu.
Saya ingin berbagi beberapa ide usaha dengan modal kecil untuk anda. Mungkin anda memiliki minat membuka usaha berikut dibawah ini, sebagian hasil ide saya, sebagian sudah menjadi usaha umum di masyarakat. Dicoba ga ada ruginya.
1. usaha bakso gelas
cobalah menjadi pengusaha bakso gelas. Peralatan yang anda butuhkan hanyalah gerobak, kompor gas, panci, gelas plastic dengan tutupnya, sendok plastic, saos sambel bungkus, dll.
Usaha ini bisa dijalankan dengan gerobak yang didesain cantik dan dipasarkan di mall-mall ataupun pasar tradisional. System pemasaran adalah dengan mengemas pesanan bakso di dalam gelas sehingga bisa dibawa pulang ataupun di makan di tempat dan gelas dapat di buang segera setelah digunakan. Prinsip usaha yang utama dan bisa ditulis di spanduk jualan bakso anda adalah : bakso HIGIENIS, SEHAT DAN BERGIZI. Ingat, bakso yang dijual harus bebas bahan pengawet dan pewarna berbahaya.
2. usaha isi ulang pulsa keliling
Dengan berkendara motor atau mobil anda bisa memasarkan pulsa elektrik ataupun voucher dimana saja, bebas pajak bangunan.
3. usaha rujak gelas
Rujak dimanapun disukai. Apalagi cuaca panas bisa bikin lidah bergoyang kalo makan rujak pedas. Disajikan menarik dan bersih, dengan harga tak terlalu mahal, jual lah rujak dalam satu gelas transparan. Rujak pasti diminati
4. usaha warung internet keliling
Warnet identik dengan lokasi tetap di dekat perumahan, sekolah ataupun lokasi lainnya, penuh dengan peralatan computer yang besar dan sulit dipindah-pindah. Lainnya hal nya dengan usaha warnet keliling, anda menggunakan peralatan yang bersifat ringan dan mudah dibawa-bawa. Peralatan yang dibutuhkan adalah notbuk, kabel jaringan, kursi plastic dan meja plastic. Warnet ini bisa di buka dimana saja yang diinginkan, mengikuti kelompok target masyarakat yang sering berkumpul.
5. usaha salon berjalan
Jika anda punya mobil, usaha ini bisa dilakukan. Misalnya pada minggu pagi banyak yang habis berolahraga di alun-alun. Mobil salon anda bisa memberikan paket murah meriah untuk menicure pedicure dan creambath. Atau anda bisa menerima panggilan jasa creambath ke rumah-rumah, nyalon ga mesti dateng ke tempat anda.
6. penulis buku
Jadikan diary anda menjadi sebuah buku seperti dilakukan oleh radityadika penulis favorite saya, saya menjadi fansnya sejak buku cinta brontosaurusnya launching, setelah baca buku itu saya mulai mencari setiap buku hasil karyanya. Jika anda punya ide segar, tulis menjadi draft buku lalu kirimkan pada setiap penerbit yang ada di kota anda, jika diterima syukur jika tidak mintakan saran dan kritiknya agar buku anda lebih baik pada kemudian hari.
7. usaha rental buku/komik
buatlah garasi rumah anda usaha rental komik/buku. Sayang jika harus diloakkan sedangkan buku2 tersebut adalah koleksi berharga anda. Lebih baik di pinjamkan dan dapet uang.
8. usaha air es atau minuman ringan dingin
Bertempat di alun-alun atau kerumunan banyak orang, juallah coca cola dingin atau minuman ringan lainnya. Dengan hanya duaribu rupiah, minuman tersebut bisa diserbu dan anda kebanjiran order.
9. usaha penitipan anak
Buka usaha dengan membuka satu lot atau dua lot di mall kota anda. Usaha penitipan ini anak ini pasti diminati. Berikan paket murah misalnya perjam 15rb. Pasti banyak para ibu yang bisa menitipkan anak mereka. Namun harus diperhatikan penitipan anak juga dilengkapi dengan arena bermain dan belajar bagi anak.
10. usaha karaoke instan.
usaha ini sedang diminati di mall mall. Kenapa anda tidak bikin sendiri box karaoke? modal hanya tv dan alat audio video. Anda bisa setting sendiri sesuai kriteria anda.
^_^
Intinya sih, persaingan usaha kecil di Indonesia yang semakin gede, jangan sampe menyurutkan niat untuk usaha. Misalnya harus disikapi satu keuntungan dengan semakin banyaknya jumlah bayi wanita sehingga total wanita lebih banyak dari pria, maka usaha di bidang jasa dan barang untuk wanita bisa dilirik.
Satu hal lagi, biasanya konsumen paling males jika butuh sesuatu harus keluar rumah, dalam kondisi panas banget, hujan deras..maka jika anda sudah punya usaha misalnya retail atau salon atau catering, jangan cuma manyun di tempat anda. Usaha baru ‘anda beli kami antar’ bisa jadi pilihan ekspansi. Ga ada yang bisa merintangi meski hujan duit sekalipun hehehe
USAHA YANG SUDAH BANYAK DILAKONI
usaha-usaha dibawah ini sudah banyak dilakoni oleh masyarakat dengan modal kecil dan sudah banyak yang sukses menjalaninya.
1. usaha berdagang retail (minimarket ataubisa juga warung kecil di rumah)
2. usaha kue ulangtahun
3. usaha desain web. (beli satu paket webdesign jual satuan)
4. usaha franchise
Biasanya usaha franchise butuh modal awal minimal 200rb, misalnya saja:
1.franchise makanan (bakso, restoran, es krim, kebab, burger dll)
grobak kecil modal 2 jt
toko kecil modal 20-50jt
toko besar modal diatas 50jt
2. franchise IT (hosting, ISP, desain web)
modal dari 200rb - 20jt
3. franchise mini market (alfamart, indomaret dll)
Banyak lagi ide franchise ataupun usaha lainnya, anda cobalah mencari informasi sebanyak-banyak nya dimanapun pada siapapun. Dan setelah sukses, jangan lupa berbagi ilmu dan sharing kepada pemula lainnya. Selamat mencoba yo!





[09.01.2009 20:45], Unknown Country - Unknown City:
[09.01.2009 20:44], Japan - Tokyo:
[09.01.2009 20:35], United States - Providence:
[09.01.2009 20:24], Indonesia - Jakarta:
Forum Investor
Menurut saya kalau mau buka usaha, lebih baik dimulai dari hobi. Jadi kita bisa berusaha dengan hati gembira.
May 14th, 2008 at 1:18 amDini Susanti
setuju banget. hati gembira=sehat=bisa bekerja dengan baik.
web foruminvestor.blogspot.com bagus pa, nice to share too..
salam
May 14th, 2008 at 11:49 amDonie
hati gembira plus duit masuk dompet deh
May 14th, 2008 at 2:28 pmTyo
Saya bingung mo usaha apa..
June 18th, 2008 at 11:47 pmguitareswara
mohon bantuan. sy pengen usaha kecil tp gak tau mau usaha pa.
September 10th, 2008 at 2:58 pmDini Susanti
untuk guitareswara, ini hanya opini saya, mungkin bisa dimulai dengan hobi yang anda miliki, misalnya hobi main gitar bisa bikin kursus main gitar atau bikin band, misalnya juga hobi menulis maka bisa kirim tulisan ke majalah. Saran saya mulailah menjadikan hobi anda untuk menghasilkan uang yang halal. Umumnya keahlian yang dimiliki dapat menjadi sumber penghasilan tanpa kita memiliki modal finansial. Gitu semoga bisa membantu.
September 12th, 2008 at 2:05 pmanggie
iya bingung juga mau usaha apa..
October 11th, 2008 at 10:01 amdikepala ni banyak banget yang di pinginin.sempet mau buka computerkids, tempat siap, SDM nya ngga ada.
buka baby shop,ngga jadi juga…ini malah mikir lagi mau bikin tempat penitipan anak.
jadi bingung..
soale kayaknya ngga punya hobby sih..
ngga telaten juga
takutnya malah gagal semua….
ada yang bisa bantu???
Dini Susanti
coba ditulis diatas kertas catatan tentang kekuatan, kekurangan, peluang dan tantangan. yang mencakup tentang modal, kemampuan, waktu, tenaga, lingkungan sekitar, kebutuhan, harapan, tujuan. setelah iseng2 menulis semoga jalan menuju usaha yang sesuai akan terbuka.
Ada satu pilihan menarik jika modal yang dimiliki 50jt keatas, belilah rumah sederhana lalu jadi juragan kontrakan. rumah sebagai investasi tetap dimiliki selain itu uang mengalir tiap bulannya
October 11th, 2008 at 11:22 pmEko Hidayat
Saya punya pandangan yang berbeda. Kalau kita mau usaha,ya usahalah jangan menyalurkan hobi. Kalau menyalurkan hobi ya jangan expect fulus instant (cepat).
Maksudnya begini: Kalau kita mau usaha, buatlah riset sederhana, tentang kebutuhan sekitar (jika kita belum tahu mau usaha apa) atau risetlah tentang sesuatu yang mau kita jual itu, pembelinya siapa, berapa banyak, sudah ada saingan belum, berapa harga yang layak dilokasi tsb, dsb. riset yang terakhir itu bila kita sudah punya bayangan mau usaha apa.
Dari hasil riset itu, kita akan masuk ketahap:
1. GO or NO GO
Kalau hasil riset kita mengindikasikan Go, silahkan masukin tahap kedua. Tapi jika NO GO, anda perlu mengurungkan niat untuk usaha itu, atau memodifikasi mengikuti selera pasar sehingga jadi feasible. Disinilah esensi kata-kata pertama saya bahwa usaha tidak selamanya sejalan dengan hobi. Kalau hobi, orang mau bilang apa, orang mau suka atau tidak suka, kita jalan terus. Kalau usaha, begitu market tidak menginginkan, anda harus bisa berubah supaya tidak ditinggal customer.
2. PERSIAPKAN “M”
Ini yang sering dilupakan oleh teman-teman yang bergerak diskala kecil. M yang saya maksud adalah Marketing. Sekecil apapun usaha anda, anda perlu mempersiapkan marketing.
Mungkin ada yang menyanggah, bahawa ada beberapa usaha yang tidak perlu marketing bisa bertahan juga.
Ini jawabannya: Kalau dana kita tak terbatas, dan layanan kita perfect, silahkan abaikan marketing, karena lama kelamaan word of mouth yang akan berjalan. Artinya marketing anda di drive oleh kualitas. Anda tinggal memaintain saja kualitas dan beres…..adakah yang hilang???? tentu yang hilang dari sistem ini adalah opportunity (opportunity losses). Losses ini tidak akan ada impactnya ke bisnis. Gambarannya begini, dalam 2 tahun omzet usaha 10 milyar, dengan operasional cost 5 milyar. Artinya operating marginnya 5 milyar.
Sekarang kalau kita mengalokasikan dana 1 milyar untuk marketing, pendapatan kita bisa mencapai 15 milyar. jadi operating marginnya 15 milyar - 6 milyar = 9 milyar.
Tapi faktanya kan kita tidak melakukan aktivitas marketing, sehingga bisa dianggap ada opportunity loss sebesar 4 milyar (9 - 5)
Sekarang kita kembalikan ke usaha kecil “pas-pasan” tadi. kalau kita tidak menganggarkan marketing dengan alasan dananya tidak ada (atau merasa sayang membuang2 uang buat marketing), dana yang terbatas tadi bisa bertahan 6 bulan, tapi kalau melakukan marketing hanya akan bertahan 3 bulan. Itu kalau efek dari marketing tidak ada. Lalu mana yang akan kita pilih?
Sorry kepanjangan dan kata-katanya tidak EYD ya?
December 10th, 2008 at 9:27 amDini Susanti
Nampaknya pak Eko banyak pengalaman ya
salam kenal pak, bagus sekali commentnya dan sebagian besar saya setuju.. selaras dengan pengalaman juga, saya pernah punya bisnis yang berubah arah searah angin yang lebih kencang bertiup, namun ada suatu usaha yang diawali hobi masih bertahan hingga saat ini. Untuk memulai suatu usaha memang aspek riset sangat penting dan teknik riset diatas memang umumnya harus diterapkan calon usahawan; kekuatan, kekurangan, peluang dan tantangan. yang mencakup tentang modal, kemampuan, waktu, tenaga, lingkungan sekitar, kebutuhan, harapan, tujuan.
Menurut pak eko, tahap Go no Go:
bahwa “Kalau hasil riset kita mengindikasikan Go, silahkan masukin tahap kedua. Tapi jika NO GO, anda perlu mengurungkan niat untuk usaha itu, atau memodifikasi mengikuti selera pasar sehingga jadi feasible.”
Komentar saya,
Hasil riset pasar yang dilakukan diawal pasti memang akan memiliki pengaruh besar pada jenis usaha yang akan digeluti namun sama sekali tidak boleh mengurungkan niat untuk usaha jenis apapun. Meski misalnya hasil riset membuktikan bahwa modal nol, tantangan besar, lingkungan tidak mendukung, tapi keterampilan ada. Maka jalankan saja yang saat ini dimiliki, misalnya les gitar? ( dahulu saya pernah menjalankan bisnis les privat untuk SD kesatuan bogor, karena saat kuliah blm ada modal lain selain ilmu yang dimiliki).
Dan komentar saya untuk jenis usaha yang diawali hobi; umumnya hobi=suka, senang; dan umumnya sebuah hobi selaras dengan langgeng dan fun, biarpun anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Itulah makanya uniknya berbisnis atau usaha diawali dari hobi. Saya yakin banyak juga yang setuju, bahwa jika dimulai dari rasa suka, suatu usaha akan memiliki dua impact:
)
1. usaha yang dilakukan tidak akan terasa berat, krn diiringi rasa suka senang
2. uang bisa datang belakangan (sehingga hobi lebih diutamakan, dapet uang syukur ga dapet gapapa
Hehehe untuk sebagian usahawan diluar sana pasti banyak yang ribut untuk poin kedua ini, tapi bedanya usaha dari hobi memang unik bisa have fun sekalian bisnis. Dan jangan salah pula bisa banyak hasilkan fulus loh..name it; pengarang novel harry potter, pengusaha tanaman hias, pemilik situs kutubuku.com dll..
Tapi namun jika bisnis hobi berubah menjadi hobi bisnis.. beda lagi ceritanya :), uang bisa merubah arah bisnis berjalan menuju arah angin yang lebih kencang. Sah sah saja..
Maka maju terus pantang mundur, jika hobi bisa menghasilkan uang maka betul pak eko bilang, dimodifikasilah untuk bisa menjadi jenis usaha menguntungkan yang juga diharapkan market.
Untuk poin kedua menurut pak eko “Persiapkan M”
komentar saya, sangat setuju, minimal mempersiapkan diri kita sendiri menjadi marketing utama, misalnya menjual keterampilan yang dimiliki untuk orang-orang terdekat. Dengan bicara, berpenampilah pantas, dan kelakukan baik semua adalah gratis. Tidak mengeluarkan uang. Namun jika mengepakkan sayap lebih luas dan faktor M harus bermodal uang, maka tidak akan ada uang yang terbuang percuma jika faktor M ini diterapkan dengan baik dan tepat sasaran.
Intinya sih, saya hanya melengkapi komentar pak eko saja,
saya pikir jenis bisnis/usaha itu ada banyak macamnya,
1. Bisnis utama:
- termasuk didalamnya pekerjaan yang dianggap kewajiban. Ada yang bilang bekerja bagi lelaki adalah kewajiban sehingga setiap lelaki banyak yang bekerja apa saja untuk mendapatkan uang menghidupi keluarga, biarpun suka atau tidak suka tapi kalau sudah dapet dijalankan sebaik2nya.
- Termasuk juga disini bisnis yang merupakan sumber penghasilan yang utama, dijalankan dengan serius, meski bukan merasa sebagai kewajiban namun berjalan apa adanya dan menghasilkan uang untuk kebutuhan sehari2.
2. Bisnis sampingan. Diluar bisnis utama. Nah ini bisnis yang bisa bermula dari hobi, atau sengaja diciptakan, atau bisa juga bisnis yang diseriusi karena ada peluang datang. Bisnis sampingan ini umumnya diseriusi untuk menjadi kantong pemasukan sampingan.
3. Bisnis-bisnisan. Bisnis yang dijalankan kurang serius. Jika dapet uang syukur jika tidak gapapa. Nothing to lose biasanya.
4. Bisnis hobi. Diluar bisnis utama, atau bisa bahkan diluar bisnis utama dan bisnis sampingan. Nah ini bisnis yang diawali dari rasa suka murni, sehingga hobi jalan lebih dulu, uang belakangan. Namun bisnis hobi bisa berubah jadi bisnis sampingan atau hanya jadi bisnis-bisnisan. Jika hobi akan menjadi bisnis, hitung2an bisnis harus juga ada.
Mungkin banyak jenis bisnis lainnya.. Maaf diatas hanya my humble opinion saja.
December 10th, 2008 at 1:01 pmSiapapun anda jangan ragu untuk berbisnis, kemudian seimbangkan antara bisnis dan amal..
(Hehe komentar saya lebih panjang dari komentar pak eko ya.. hapunten ya..)
bayu
Mas/Mba saya ingin sekali memulai usaha, salah satunya jualan kue-kue kering, yang saya ingin tanyakan, untuk saya yang masih pemula, tempat yang paling mendukung jualan kue kering itu sperti apa? terus caranya menghitung cost untung dari modal bagaimana caranya? terima kasih, salam saya
December 22nd, 2008 at 6:44 pmDini Susanti
Halo bayu, saya juga pernah bikin kue-kue kering dan dijual kerekan2 dekat. Dulu karna masih pemula juga, saya hanya tawarkan ke teman2 dekat, bayu juga bisa demikian, outlet pertama dirumah saja dulu, lalu tawarkan contoh kue gratis(free sample) untuk dicoba siapa saja.
Dan jika kue tersebut memang enak banyak yang suka, laku, cobalah tawarkan ke minimarket seperti alfamart, atau lainnya, sistemnya jual titip (bahasa ekonominya apa yah?), artinya jika laku maka keuntungan dibagi dengan tempat penitipan jual tersebut, jumlahnya kesepakatan bersama.
COst untung dari modal secara sederhana begini cara hitungnya:
harga jual - modal = keuntungan
misalnya punya modal Rp120.000 bisa menghasilkan kue kering 4 box, maka untuk mendapatkan keuntungan lebih jangan jual kurang atau sama dengan Rp30.000/box nanti bisa rugi atau impas. Namun naikkan harga jual misalnya jadi Rp. 50.000/box, maka keuntungannya adalah ====>
December 23rd, 2008 at 11:52 amRp.50.000 - Rp. 30.000 = Rp20.000/box