Ciamis manis

Tahun baru masehi yang lalu dilewati dengan jalan-jalan mengunjungi seorang kakak yang tinggal dan mencari nafkah di Ciamis. Berangkat tanggal 29 Desember 2007 pukul 16.00 tiba di Ciamis pukul 03.00 30 Desember 2007. Baru pertama kali saya singgah di kota Ciamis. Bila jalan hanya melewati kota ini mungkin terhitung sudah 2 kali. Namun kali ini saya bisa jalan-jalan mengelilingi kota Ciamis dan melihat kehidupan warganya untuk satu hari.
Kesan pertama yang saya tangkap sangat berbeda dengan kota Bogor adalah jalan raya. Jalan raya kota Ciamis di aspal dengan kualitas sangat bagus, halus, hitam, tidak ada lobang, dan garis putih marka jalan yang tegas. wew wew…bahkan di jalan protokol kota Bogor saja ada yang berlubang yang lama sekali belum dibenahi. Dan disini juga tidak banyak angkots seperti di kota Bogor. Wajar saja jika kota Bogor dinamakan kota angkot, dibanding kota ini saja, angkot yang melewati alun-alun disini bisa dihitung sambil minum kopi (santai), sedang menghitung angkot yang melewati istana bogor bisa dilakukan sambil garuk garuk kepala (saking banyaknya! hehehe). Kota ini menyandang nama Ciamis manis. Bahasa sunda warga yang saya temui sangat halus, ramah, dan helpfull. Ada satu spanduk besar di salah satu sudut jalan menyebutkan ” mari berantas korupsi” tertanda pemerintah daerah Ciamis. Saya pikir kondisi jalan raya yang bagus tersebut adalah salah satu bentuk semangat pemerintah memberantas korupsi (semoga).
Kami juga sempat melihat wisata gunung galunggung yang tak jauh dari kota ciamis. Akhir tahun itu ramai dikunjungi untuk merasakan air panas alami yang keluar dari kaki gunung. Berendam di kamar rendam hanya Rp. 2500/orang. Disana juga ada kurang lebih 600 anak tangga untuk mencapai puncak gunung galunggung atau mungkin salah satu bukitnya ya? saya kurang paham. Walaupun ditantang untuk mencapai puncak saya langsung menyerah saja, melihat puncaknya dan untuk bersusah payah menaiki anak tangga tanpa ada tujuan, whats for? hehehehe saya ogah deh. cape deh. Lalu kami pulang kembali deh. Taklupa kami mampir ke pusat kerajinan Raja Polah di kota Tasik malaya. Waa sungguh murah-murah kerajinan rotan disana, saya membeli kaligrafi kulit domba dilengkapi bingkai ukiran dari kayu uk. 60×60 dengan harga hanya 60rb! juga 3 tas rotan yang sangat bagus dengan harga satuan 30rb! wah wah.. di mangga dua Jakarta harganya bisa menjadi 100rb/satuan!
Kami pulang pukul 23.00 31 Desember 2007, alhasil sepangjang pergantian tahun kami lewati di jalan. Pas perhitungan detik pergantian tahun kami berhenti di nagrek di salah satu warung kopi, saya lihat di televisi fauzi bowo ada di atas panggung dan semua menghitung detik2 menuju tahun baru. Hanya sebentar disana, kami melanjutkan perjalanan, diselingi berhenti pada beberapa titik perhentian untuk tidur sebentar di mobil. Saya membayangkan, alangkah lelah proses mudik beberapa orang yang memang ditakdirkan tinggal di jawa timur dan harus mudik ke Bogor misalnya atau sebaliknya, namun saya yakin semua enjoy aja seperti saya saat itu, ya gak?…
Akhirnya tiba kembali di Bogor! perjalanan satu tahun sudah dilewati dalam semalam hehehe…kami langsung disambut oleh kemacetan di pertigaan baranang siang, antara bus, kendaraan pribadi dan angkots!..weleh weleh saya mencintai kota Bogor dengan segala permasalahannya sungguh!…








[30.07.2010 23:16], United States - San Jose:
[30.07.2010 23:08], Indonesia - Jakarta:
[30.07.2010 23:02], India - Delhi:
[30.07.2010 23:01], Unknown Country - Unknown City:
ruri
seru juga mba pengalamannya! memang tiap tempat ada bedanya. kadang tempat yang punya sumberdaya alam besar malah ga kebagian untungnya! fasilitas2nya kurang, malah terkesan ga diurus. kemana larinya? ga tahu deh..
April 9th, 2008 at 2:43 pmtapi betul seru mba dapat jalan2 melihat kondisi berbagai tempat. mba termasuk beruntung.
dini
@ruri: memang seru, ciamis bukan kota besar, dibanding jakarta dan bogor ciamis jauh dari kesan ramai. namun sebenarnya tak usah jauh-jauh dulu pejabat bogor misalnya studi banding ke luar negeri lalu hasilnya adalah belanjaan sekarung, tengok kota-kota di indonesia seperti ciamis dan mencontoh kebaikannya sudah cukup, idealis ya? setuju pada anda juga, kota yang unggul belum tentu untung, misalnya irian jayĆ unggul sumber daya alamnya tapi yang untung negara lain..sedih ya.
April 9th, 2008 at 9:43 pmrafi
hallo——-> boleh kenal kan aku juga dari ciamisssss ka…..
April 27th, 2008 at 11:43 amrafi
visit me sis……, i waiting u’r arrivals
April 27th, 2008 at 11:45 amalan
ciamis hanya bwat sante-2 aja ga bisa untuk cari duit ‘ payah argh ,but i love ciamis,
May 11th, 2008 at 12:21 pmDini
@Alan, dimana ada mau disitu ada jalan, kl bs, mgkn alan bs bikin lap kerja disana? orang yg saya visit di ciamis ada dua orang, mereka peneliti dephut. bs jd pilihan menarik utk profesi alan? kl disana ga ada skola yg mendukung ga ada salahnya merantau, lalu dtg lg bekerja disana sambil bersantai2 hehe. salam.
May 11th, 2008 at 9:42 pmDian
Halo Din, abis cape kerja sambil nunggu buka puasa, aku iseng melepas kangen nyari info Ciamis kota kelahiran aku. Begitu baca blog kamu subhanallah, fikiran aku jadi melayang ngebayangin masa-masa kecil di ciamis. pokoknya perasaan campuraduk kesimpulannya jadi pengen pulang ke ciamis. Karena kondisi pekerjaan plg ke ciamis setahun sekali belum tentu padahal g terlalu jauh dr karawang tempat kerjaku skr. Asal kamu tahu mungkin baru kulitnya saja yang kamu kenal tentang ciamis, kalau kamu tinggal lebih lama lagi di sana kamu pasti males balik lagi ke bogor. Aku bersyukur ternyata bukan cuma kita orang ciamis yang menikmati kenyamanan dan ketenangan kota sendiri tapi ada orang lain yang ikut menikmatinya juga thanks ya Din komentarnya, lain kali kalo ke ciamis lagi mampir ke rumahku g jauh dari alun alun tepatnya sebelah hotel Larissa en kalo lagi ‘kepepet’ kamu bakalan dapet servis yang CIAMIS BANGEEET…..
September 9th, 2008 at 5:28 pmDini Susanti
Halo Dian, teteh saya di ciamis namanya juga Teh Dian Hehehe salam kenal ya. Wah kalo ke ciamis lagi ingin berkunjung deh. Alun-alunnya selalu rame kalo hari libur ya, dan banyak jajanan ^^. Thanks udah visit.
September 9th, 2008 at 10:36 pmbah omend
ya…ya… Ciamis memang asik dingin tapi mesra…ga begitu rame memang tapi bisa buat orang yang datang berkesan lho…ya klo din ke ciamis lagi mampir aja deket kok rumah abah deket dari mesjid agung tinggal ke kiri dekat jambansari ya ntar dech di anter ya klo mo jalan2 mah..
September 17th, 2008 at 10:12 amokey met puasa aja yah
saiiaa
Aiii…
September 23rd, 2008 at 12:12 pmaq bLEh tw gAgh…?
SebenernyA itU 31 jANuari atw 31 desemBer
coz dsNA khun mba bLng pErgatian tAon…
Dini Susanti
Iya betul salah tulis thanks ya saiiaa.. gaya menulis kamu lucu deh. Saya ganti tuh diatas jadi 31 Desember ^^
September 30th, 2008 at 9:29 amcastrofidel
hlo lh knl g ni ??namakmu keyen juga
November 28th, 2008 at 12:20 pmpasti orang na juga imut
kmu mau g jd temen aku klo perlu jd cewe aku<<<<<>>>>>>
irfan byu murti
lah ciamis teu beres.minim lapangan kerja.
December 26th, 2008 at 9:06 amDini Susanti
gitu ya fan? memang sepi juga disana, coba diramaikan oleh irfan,,
December 26th, 2008 at 10:46 amharry seenthing
waah dari ciamis juga yaah … sama dooong….
December 30th, 2008 at 3:11 pmDini Susanti
sy bukan dari ciamis, just visit kesana
December 30th, 2008 at 6:19 pmoky
saya orang ciamis… emang kabupaten ciamis dapet piala adi wiyata karena kebersihannya…
July 20th, 2010 at 8:51 amkota ciamis cocok buat orang2 tua yang sudah pensiun… suasana kotanya damai…