Pesan diatas batu – setiap kesulitan ada kemudahan –

Dikutip dari Buletin Dakwah Barkah Mart 23 Nov 2007

Dikutip untuk sahabatku yang sedang mengalami kesulitan, ingatlah bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

Pesan diatas Batu

Alkisah dua orang pengembara yang sedang melakukan perjalanan (sebut saja ali dan udin). Mereka tengah melintasi gurun pasir yang sangat luas. Sayup sayup mata memandang hanya pasir dan bukit pasir saja yang terlihat.

Jejak-jejak telapak kaki mereka terlihat jelas dibelakang bila tidak tertiup angin. Membentuk lengkungan yang berujung di setiap langkah yang mereka tapaki. Debu-debu pasir yang beterbangan memaksa mereka berjalan merunduk.

Tak diduga tiba-tiba badai datang. Angin kencang menerpa mereka. Tiupan angin yang kuat membuat tubuh mereka limbung. Pasirpun bertebaran di sekeliling tubuh mereka menutupi pandangan mereka. Pakaian mereka kusut berantakan tak teratur. Kaki yang terbenam dalam pasir menambah beratnya langkah mereka. Mereka berusaha menjaga keseimbangan dengan berpegangan tangan erat-erat. Mereka mencoba melawan ganasnya angin badai yang menimpa.

Setelah badai reda, barulah mereka sadar bahwa dirigen bekal air minum mereka terbuka saat badai tadi, sehingga air isinya tumpah. Mereka berdua duduk termenung, menyesali nasibnya yang kehilangan bekal air minum. “aduh mak..tamatlah riwayat kita..” kata si ali sambil menulis diatas pasir dengan ujung jarinya. ” Kami sedih sekali karena kehilangan bekal minuman disini”.

Udin terlihat bingung. Namun dia mencoba tabah. Sambil membereskan perlengkapannya dan mengajak ali kembali melanjutkan perjalanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun pasir, seperti ada oasis terlihat di kejauhan. Udin berseru ” Kita selamat Ali, lihatlah ada air disana”

Dengan sisa tenaga yang ada, saking gembiranya mereka setengah berlari menuju ke oasis yang terlihat itu.

Untunglah, sungguh sebuah kolam air bukan fatamorgana. Meski kolam kecil tapi airnya cukup banyak. Keduanya pun segera minum sepuas-puasnya melepaskan dahaga dan mengisi dirigen air untuk bekal mereka dalam perjalanan selanjutnya.

Sambil beristirahat, ali mengeluarkan pisau genggammnya dan memahat di sebuah batu. “Kami sangat bahagia karena menemukan tempat ini sehingga kami dapat melanjutkan perjalanan”.

Udin merasa heran dan bertanya “Mengapa sekarang kau tulis di atas batu, sementara tadi kau tulis di pasir?”

Ali tersenyum sambil menjawab “Saat kita mendapat kesulitan, tulislah semua itu di pasir. Biarkan angin keikhlasan membawanya jauh dari ingatan. Biarkan catatan itu hilang bersama menyebarnya pasir ketulusan. Namun, ingatlah saat kita mendapat kebahagiaan. Pahatlah kemuliaan itu diatas batu agar kita selalu terkenang dan membuat kita bahagia. Lukiskanlah kenangan indah dan kebahagiaan diatas kerasnya batu agar tak dapat dihapus. Biarkan catatan kebahagiaan itu tetap ada tersimpan dihati.”

Dini says: Sahabatku, ingat ya, setelah kesulitan PASTI ada kemudahan. Jika kesulitan datang padamu, hadapi dengan semampunya , berusaha dan berdoa, dan biarkan hanya kau (dan mereka yang terlibat) yang menjalaninya, jaga dalam hatimu kesulitan (aib) yang kau hadapi karena pasti berlalu. Minta bantuan pada yang Kuasa agar segera dilepaskan kesulitan yang menghimpitmu, semoga Yang Kuasa juga menunjukkan sahabat-sahabat hidup yang melalui mereka kau terbantukan. Berprasangka baik selalu kepadaNya bahwa kesulitan yang datang sebagai ujian agar kau menjadi manusia (mukmin) yang lebih kuat menjalani hidup. Wallahu Alam

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites