Percakapan Pagi Hari

Tadi pagi seperti biasa ngobrol ngalor ngidul dng suami. Kali ini obrolan agak berat. Yap obrolan kesekian kali tentang Negara tercinta INDONESIA.

Apa sih yang indonesia tidak punya??
Haloo..!! Negara kita tercinta ini memiliki SEMUA yang tidak dimiliki negara lain. Sumber daya alam melimpah Ruah, sebut saja; emas, minyak, gas, obat herbal, batubara, ikan, flora, fauna, air, tanah, udara bersih, dan buanyak lainnya (menurut kawan saya kekayaan alam sdh menipis dikeruk negara lain) Sumber daya manusia yang sangat besar; skilled, non skilled, keduanya sama bermanfaat bagi negara (masuk sepuluh negara terpadat sedunia), dan kesempatan yang melimpah ruah juga? Ada yg tidak setuju dng opini terakhir?.

Saya ingin mengulas obrolan tadi pagi…
Pemerintah negara kita terbagi menjadi dua, eksekutif dan legislatif. Eksekutif adalah pelaksana dan legislatif yang membuat peraturan. Dulu saya pernah saking begonya bilang kalo mo bayar utang bank indonesia bikin saja duid sebanyak-banyaknya.. Ternyata orang pelaksana tak mungkin bisa bikin uang banyak karena banyak peraturan yg terkait dan ada konsekuensi dari setiap pelaksanaannya misalnya untuk kasus ini yaitu bisa terjadi deflasi yaitu harga uang menjadi turun karena yang beredar di luar saking banyaknya. Gitu..
Namun yang pasti bisa dilakukan legislatif adalah bisa membuat peraturan yang mengurangi utang dan membuka peluang peraturan
agar masyarakat kita bisa berwira usaha dengan aman, nyaman, tentram dan untung. Juga peraturan yang membuat negara lain
aman berinvestasi jangka panjang, bukan peraturan yang membuat negara lain menguasai sebagian besar kekayaan alam
Kita.. Masyarakat untung Negara untung..Gitu loh. Negara kita ini (masih) kaya loh, dan masyarakatnya juga pinter pinter. Mbok ya di berdayakan, di beri penghargaan (supaya tidak kabur keluar negeri) dan diayomi..Lalu yang tidak pinter siapa? Itu loh orang-orang yang kalo udah merasakan kursi empuk diatas..lalu lupa.

Lalu apa hubungannya dengan cerita tadi pagi?
Suami bercerita mengenai proyek pemerintah yang menggunakan konsultan, lalu ada konsultan tahun lalu yang melemparkan
hasil pekerjaan kepada konsultan proyek tahun ini, hasil pekerjaan tahun lalu sangat sangat tidak jelas sehingga konsultan tahun ini ketempuhan.
Nah.. Kenapa bisa begitu? Apakah tidak ada udang dibalik bakwan? Mengapa suatu proyek besar bisa sedemikian tidak bagus pekerjaannya?. Ini sebuah proyek kecil kelas departemen, sekelas negara besar apakah tidak sama kasusnya? Anyway semua based on peraturan yang Ada, dan program yang tercanang di anggaran.

Sepertinya semua Sudah tahu sama tahu mengenai pekerjaan proyek pemerintah. Bahwa ada potongan sana sini sehingga yang masuk ke pelaksana sebenarnya setengahnya bahkan kurang. Padahal nilai proyek sangat tinggi. Misalnya satu kasus Pembuatan jalan aspal (ini hasil curhat dari kawan yg pernah meneliti biaya proyek jalan raya dan jembatan penyebrangan). Jatah anggaran super gede dan kualitas aspal yang diminta bagus, namun yang dibuat di lapangan kualitasnya berubah menjadi turun kelas. Tidak heran belum satu tahun jalan raya sudah bolong sana sini. Ini sangat bikin gemas, dari jaman Orde lama tidak pernah berubah, bisa dikatakan potongan ini itu sebagai korupsi? Ya tak tau deh..menurut seorang kawan, dinegara lain juga sama namun tak sebesar potongan (korupsi?) di negara kita.

Lalu apa hubungannya dengan eksekutif dan legislatif?
Dewan eksekutif seharusnya bisa menjalankan pemerintahan tanpa intervensi pihak lain, independen dan menjalankan peraturan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Ternyata saya Ketahui dari orang pemerintah sendiri bahwa suatu proyek bisa terlaksana bila pengajuan dana sudah terdaftar dan disetujui oleh pemerintah yang membuat anggaran, artinya proyek tersebut sudah terdaftarkan di anggaran pemerintah pada awal tahun. Jadi bila masyarakat berkoar koar untuk perbaikan jalan yang rusak berat harus bersabar dulu, menunggu awal tahun agar masuk ke program anggaran (bila biaya perbaikan belum masuk), itu salah satu kasus jalan, kasus lain ya bila ada perbaikan sekolah atau penuntasan kelaparan atau sekolah gratis, tidak akan bisa di berikan di tengah tahun bila belum ada program pada anggaran. Dan ingat loh, bahwa program meski sudah masuk daftar sulit berjalan bila anggaran belum turun, tidak mungkin pake kocek sendiri kan?? Nah ini mungkin peran pemerintah daerah sang eksekutif, seharusnya meninjau ke lapang, melihat kebutuhan urgensi masyarakatnya lalu mengajukan ke pemerintah pusat agar dibuatkan programnya untuk tahun yang berjalan dan bukan based on kebutuhan segelintir orang atau kepentingan politik. Pemilihan konsultan juga jelas visi misinya dan bener kerjanya. Harus berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Beberapa hal yang saya sarankan untuk pemerintah indonesia.
1. Buka kesempatan kerja seluas luasnya bagi rakyat, agar tidak banyak pengangguran dan tidak banyak yang nganggur nonton sinetron lalu bunuh diri.
2. Buat peraturan2 yang menjamin rakyat bisa berusaha dengan aman, nyaman dan untung. Jika harus ada Sistem pajak tinggi maka harus diperbaiki agar bisa kembali kepada masyarakat (jangan malah dikorupsi)
3. Buat peraturan agar masyarakat disiplin. Karena disiplin satu hal yang membedakan dengan negara lain (misalnya singapura). Disiplin masyarakat kita rendah sekali. Karena memnag peraturannya yang dibuat tidak tegas. Pemerintah sangat bisa di nego dengan uang, ada uang segalanya jadi licin.
4. Jaga harga diri negara kita dalam kancah internasional. Caranya? Kalo ada WNI yang bermasalah di luar negeri mbok ya ditangani serius meski cuma tkw. Bila kita menghargai diri sendiri walhasil negara lain juga menghargai kita. Wah satu masalah tkw di malaysia juga meski ditangani serius demi harga diri bangsa, coba perbaiki sistem perekrutannya atau harus dihilangkan? Yang lebih paham pemerintah lah..anda punya perhitungan baik buruknya.
5. Ntar nambah deh..blog ini masih bisa diedit..

Ada sekelumit obrolan di manggala ketika banyak yang antri melamar cpns kehutanan,
” wih sebanyak ini yang melamar Ya?, dan semangat menggebu-gebu” ” iya nih, kalo sudah masuk PNS mereka pasti jarang masuk kantor, dan semangatnya redup lah…”
Salah siapa? Salah PNS itu atau atasannya? Atau sistem pemerintahan kita? Wallahu Alam..kapan Pemerintah Indonesia mau bebenah? Demi anak cucu kita jangan mikirin sekarang saja. Mana program jangka panjangnya? Mana??!!

Kita sebagai masyarakatnya benenah diri sendiri saja dulu deh..membuat pinter diri kita, menjaga keluarga kita. Lalu kabur ke luar negeri. Nah loh? Ya gak lah (maybe), i love indonesia.

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites