Dini Susanti Isnandi

Berbagi Tips | Berbagi Hati | Berbagi Pikiran | Berbagi Pengalaman | Berbagi Cerita

Waspadalah..dimana saja..


Entah karena menjelang Hari Raya, atau karena sekarang kondisi keamanan lingkungan mulai berkurang bahkan hilang?
Sebulan yang lalu motor Mio Sporty merah marun saya dicuri dari halaman rumah sendiri yang dilindungi dengan pagar dengan dua gembok yang super gede masih nangkring di pagar, namun pagar berhasil di congkel dan diangkat oleh maling yang diduga ada 3 orang (menurut saksi mata).

Dan baru tadi pagi mendengar dua kabar tetangga dekat rumah Orang tua kecurian.
Pertama, tetangga RT sebelah yang tengah berjalan santai di depan warung nasi yang sedang tutup, tiba-tiba tasnya di rebut paksa seorang wanita tak dikenal…
Bukan langsung teriak, tetangga saya itu bengong sebentar lalu baru teriak “copet!” setelah sang copet berlari menuju suatu gang kecil dekat warung nasi. Seorang lelaki yang tadinya tak beraksi karena tidak mengerti keadaan yang terjadi kontan mengejar wanita copet tersebut, namun jejak wanita tersebut hilang, diduga kawan sang copet menunggu di motor yang diparkir tak jauh dari gang kecil tersebut. Baru lah kemudian warga berkerumun mendekati tetangga tersebut dan mulai ngeh dengan peristiwa naas itu. (Beberapa bulan sebelumnya di wilayah kompleks sebelah rumah saya juga ada lelaki yang kejambretan, beliau berjalan pagi hari menuju ujung jalan kompleknya untuk menyetop angkot, namun ada yg mengambil paksa tas yang dibawanya lalu orang itu kabur dibonceng seorang lain yang menunggu di motor)

Kejadian kedua tak berselang beberapa hari dari kecopetan itu, seorang tetangga dekat rumah kemalingan motor Tiger. Menurut cerita motor tersebut diparkir di depan halaman rumahnya. Dia tidak menyadari motornya diambil orang. Menurut cerita dari tukang ojeg yang ada di ujung jalan perumahan ini mereka melihat ada orang yang mendorong motor Tiger lalu ditegur ” pak, kenapa di dorong? bensinnya abis? tuh beli disana aja (sembari nunjuk tempat penjual bensin)” jawab maling : ” bukan ini businya rusak”…. sambil dengan santai dan kalem mendorong motor tiger hingga menjauhi kerumunan para tukang ojek. Beberapa lama kemudian tetangga yang kehilangan motor berlari ke ujung jalan, berteriak kehilangan motor dan menanyakan apakah tadi motor tigernya melewati tukang ojek. Sontak para tukang ojek mengejar ke arah motor tiger tadi namun sudah tidak ada jejak maling tadi.

Yaah…begitulah kejadian di lingkungan ciomas Bogor akhir-akhir ini. menurut kabar, para maling profesional mulai mengincar wilayah ini. Perumahan yang padat yang memang banyak pendatang baru, merupakan surga baru untuk mereka memperdaya lingkungan yang terlena dan merasa aman sejahtera. Maka waspadalah.. bersikap waspada dan mencurigai orang asing dilingkungan itu perlu.

Saat ini saya sudah memiliki lagi motor mio baru semoga awet mengabdi pada kami (apakah dikau maling motor mio sporty saya juga mengintip blog saya? ), dan ini tips untuk pemilik kendaraan bermotor (juga pengingat untuk saya):
Meski sekarang motor saya sudah dilengkapi kunci antimaling atau kunci pengaman, tidak menjamin motor ini luput dari pencuri. Polisi yang pernah rekonstruksi di rumah saya pada malam kejadian kecurian motor mengatakan bahwa pelaku hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit. Mereka biasanya memakai kunci T. Jadi,
1. Baca Bismillah jika akan parkir motor dimana saja.
2. Selalu menggunakan kunci pengaman ganda.
3. Jangan lupa menutup lubang protector pada kunci anti maling ( supaya lubang kunci tidak terbuka).
4. Pasang alarm motor (Rp. 300 rb) di dealer resmi yamaha (untuk Mio)

Waspadalah.. dan prihatinlah dengan kondisi keamanan masyarakat dan lingkungan kita sekarang..

Post Metadata

Date
October 4th, 2007

Author
Dini Susanti

Category

Tags


1 Comments

  1. Waspadalah-waspadalah…
    Tempat kejahatan terbesar adalah tempat yang menurut anda paling aman


Leave a Reply