61 tahun Ayahku..

Ayah saya berusia 61 tahun pada 28 agustus 2007 yang lalu.
Beliau lelaki yang selalu sehat (alhamdulillah) dan penuh energi, dibanding rekan seusianya sesama pensiunan. Rekan seusia beliau banyak yang mengeluhkan sering capek, rematik, asam urat lainnya. Ayah saya (alhamdulillah) tak mengalaminya.

Rahasianya menurut beliau adalah
sering bergerak, bekerja dan mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat. Rutinitas yang dilakukan sehari hari adalah bangun jam 5, sholat subuh, mengaji, makan pagi, jogging keliling kompleks, berkebun, sibuk di garasi, mengasuh cucu, makan tepat waktu, tidur siang dan tidak pernah begadang.

Selain gemar beraktivitas, beliau juga gemar mengobrol. Dahulu ketika kami anak-anaknya masih remaja, beliau senang mengajak kami mengobrol di teras rumah pada malam hari. Banyak petuah-petuah yang disampaikan, atau pengalamannya masa muda, bahkan cerita awal pertemuannya dengan mamah. Satu hal yang paling saya ingat dari banyak petuahnya adalah ” jaga nama baik, krn menjaganya lebih sulit dan merusaknya sangat mudah “.

Pernah suatu ketika kami mengobrol di kamar beliau, semua anggota keluarga tidur di satu kasur, tiba-tiba ada bunyi “kreeek” lalu kayu tempat tidur tersebut patah di tengah-tengah, antara kaget, geli, dan takut kena patahan kami semua tertawa bangun dari tempat tidur. Akhirnya tempat tidur ayah diganti menjadi jati ( beliau tidak mau spring bed, inginnya kasur kapuk), sampai sekarang tempat tidur tersebut kuat meski kami sampai sekarang (sudah menikahpun) masih suka mengobrol di sana..

Duuh ayahku.. semoga Allah memberikan waktu yang indah, umur yang bermanfaat, kesehatan dan keberkahan hingga akhir hayatmu.. Amien Yaa Robbal ‘Alamin..

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites