Bandar Djakarta

Berangkat sore hari ke Jakarta hanya untuk melihat pantai carnaval ancol tidak merugikan. Tiba di ancol sebelum magrib, sesaat setelah parkir mobil segera pula mencari tempat sholat.

Pantai carnaval pada malam minggu itu begitu ramai, terutama di setiap sudut pada tepian pantai dan sepanjang jembatan yang membelah pantai, dipenuhi oleh pasangan yang….*halah.

Cukup sejuk udara pantai malam itu, pilihan suami untuk duduk santai di pantai dekat restoran AW sangat tepat sekali. Angin pantai hanya bersemilir lembut berbeda dengan pantai pada lokasi lainnya, angin pantai sangat kencang dan dingin. Audin bahkan hanya ingin mengenakan kaos dalam saja melihat anak kecil lainnya yang bermain juga cuma pake kaos dalam, saya buka deh baju hangatnya dan biarkan beliau bermain pasir dan memainkan kaki mungilnya pada air laut. Asik juga ternyata main di pantai di malam hari..

Dua jam kemudian perut terasa keroncongan, saya memilih mencoba makan di bandar djakarta yang konon rasanya nyam nyam..
ternyata…
wuih rasanya memang nyam nyam…wuenak maem disana. kenapa?
1. perut laperrr
2. antrian yang buanyak banget sampe harus pesan seat dan menunggu kurang lebih 15 menit, bikin perut tambah laperrr
3. sajian live music, bahkan kita bisa request lagu
4. bahan baku seperti ikan laut, rajungan, udang dan lainnya dipesan sendiri dalam keadaan hidup dan langsung dimasak di dapur bandar…
5. ternyata harganya juga cukup terjangkau..

yaa..coba saja lah kesana..

Masakannya sih biasa saja tapi lokasi dan suasana menjadikannya istimewa.

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites