Dini Susanti Isnandi

Berbagi Tips | Berbagi Hati | Berbagi Pikiran | Berbagi Pengalaman | Berbagi Cerita
Babelfish free online translator


Ini nih pengalaman saya dengan CS Syariah

Baru dua kali saya berkomunikasi dengan costumer care syariah. Mungkin belum bisa dikatakan sama rata dengan lainnya. Namun anda bisa bayangkan attitude yang pantas dan tidak dari cerita saya. Ada dua kekecewaan dari dua perusahaan yang berbeda namun keduanya dari perusahaan syariah.


Cerita pertama
Pada suatu hari karena suatu keperluan harus buka rekening di bank syariah saya memilih untuk membuka rekening di Bank Syariah M Bgr. Saya langsung menuju costumer service yang saat itu sedang kosong. Saya disambut tanpa senyum dan beliau bilang “ada apa bu?”. Alangkah lebih sopan bila saya ditodong saja dengan pertanyaan “selamat siang ibu, sudah memiliki rekening di bank ini? atau ada yang dapat saya bantu?” *dengan senyum* . saya akan dengan senang hati menjawab dan bermaksud untuk buka rekening ..bla bla tapi adem kan dengernya?

Kekecewaan yang kedua, dalam menanggapi buka rekening saya, si cs meminta saya mengisi kertas isian dan dia mengetik sesuatu di komputernya, lalu hp yang berada di atas mejanya berdering,,,truing truing ..dia tidak pake getar heh? Dan dia langsung mengangkat hp, ngobrollah beliau di depan saya, saya calon costumer loh, jadi sempet kaget melihat attitudenya gitu loh. Satu tangan pegang hp dan satu tangan ngetik. Saya kecewa, tapi bisakah anda sebagai costumer senang bila anda diabaikan cs?. Lalu saya selesai mengisi isian, beliau mengambil isian saya dengan satu tangannya dan melanjutkan mengetik namun tidak menghentikan pembicaraan di hp dengan siapapun itu yang pasti bukan pimpinannya..karena sempat berhaha hihi di depan saya. Lalu pembicaraan berhenti setelah beliau pun hampir selesai mengetik. Buku tabungan saya dicetak dan saya diminta untuk menyetorkan uang di teller. Saya tabung satu juta, dan selesai keperluan saya keesokan harinya saya mengambil seluruh uang lewat atm dikurangi saldo minimun 50ribu yang tak bisa ditarik, saya tak lagi berniat untuk menjadi nasabah disana.

Cerita kedua.
Saya memberikan kesempatan kepada salah seorang marketing t syariah yang bergerak di bagian asuransi untuk mengambil kesempatan memasukan proposal ke perusahaan suami. Suatu hari beliau datang bersama dengan supervisor. Sang spv menjelaskan detail perusahaan beliau kepada kami entah dengan maksud menarik hati kami atau untuk menakuti kami, presentasi beliau sungguh tak bisa dikatakan ramah dan tak menarik hati. Sangat to the point dan presentasinya lebih tepat jika disampaikan dalam suatu rapat umum dimana dihadiri oleh seluruh bawahannya. Umumnya sales ataupun posisi yang berhubungan langsung dengan calon klien wajib dia harus ramah, tidak mendominasi, pendengar yang baik, dan bahasa yang mudah dimengerti terutama bagi yang calon klien. Menurut hemat saya, setelah selesai pertemuan, saya merasa tak berminat untuk menjadi klien perusahaan tersebut entahlah nanti dengan sang general manager suami karena saya meminta beliau untuk langsung presentasi di perusahaan suami.

Saya pernah berpengalaman menjadi seorang account manager, setiap hari berhubungan dengan klien baik via telepon maupun bertemu langsung. Secara umum semua costumer sama termasuk saya, mereka ingin diperlakukan ramah dan penyampaian bahasa yang mudah dimengerti. Terutama bagi calon klien, bagaikan diberikan cerita sinopsis buku mereka ingin dibuat tertarik untuk melanjutkan membaca buku atau tidak.

Menurut saya sistem syariah merupakan sistem yang sangat bagus, anda pun pasti setuju, bagi yang menghindari riba maka sistem bagi hasil adalah alternatif utama. suatu sistem yang sangat bagus harus ditunjang dengan pion pion front office yang bagus juga, percuma saja bila sampulnya jelek, orang tidak akan tertarik untuk mengenal buku yang memang bagus tersebut. Dan tak kenal maka tak sayang…
‘Sayang’ banget ya?.. Ada yang berminat menjadikan saya konsultan costumer care? :)

Artikel lain yang berhubungan :

Bantu sebisa mungkin si kecil berdialog
Putri kami Audine pindah ke Malaysia ini sejak berumur 2 tahun. Awal datang kesini beliau baru belajar...
pengalaman membuat SIM 18 Januari 2007, berita basi?
Ini berita basi bukan? Hehe semoga sudah berubah sistemnya... Hari itu saya mempunyai waktu...
Mall di Jakarta
Mall di Jakarta Mall atau mal?. Sebut saja disini mall. Mall = Plaza. Pernah singgah ke berbagai mall...
My Maid
My husband was said that I’m to extra care for the maid I had. Not only one but I almost always done...
Aduduh motor…
Mengendarai motor, kenapa sih harus serba terburu-buru? selalu merasa in hurry dan harus menarik...

Post Metadata

Date
October 5th, 2006

Author
Dini Susanti

Tags


Leave a Reply