Beginikah CS (Costumer Service) Perusahaan Syariah Indonesia?

Baru dua kali saya berkomunikasi dengan costumer care syariah. Mungkin belum bisa dikatakan sama rata dengan lainnya. Namun anda bisa bayangkan attitude yang pantas dan tidak dari cerita saya. Ada dua kekecewaan dari dua perusahaan yang berbeda namun keduanya dari perusahaan syariah.

Cerita pertama
Pada suatu hari karena suatu keperluan harus buka rekening di bank syariah saya memilih untuk membuka rekening di Bank Syariah M****** cabang Merdeka Bogor. Saya langsung menuju costumer service yang saat itu sedang kosong. Saya disambut tanpa senyum dan beliau langsung menanyakan maksud kedatangan saya ke kursinya. Alangkah lebih sopan bila saya ditodong saja dengan pertanyaan “selamat siang ibu, sudah memiliki rekening di bank ini?” saya akan dengan senang hati menjawab belum dan bermaksud untuk buka rekening atau jika orang lain yang sudah memiliki rekening disana dia akan menjawab sudah dan ada masalah di kartu atm atau lainnya..bla bla tapi adem kan dengernya?

Kekecewaan yang kedua, dalam menanggapi buka rekening saya, si cs meminta saya mengisi kertas isian dan dia mengetik sesuatu di komputernya, lalu hp yang berada di atas mejanya berdering,,,truing truing ..dia tidak pake getar heh? Dan dia langsung mengangkat hp, ngobrollah beliau di depan saya, saya calon costumer loh, jadi sempet kaget melihat attitudenya gitu loh. Satu tangan pegang hp dan satu tangan ngetik. Ga tau teknologi blutut ya? Saya kecewa, bukan tentang blutut, tapi bisakah anda sebagai costumer senang bila anda diabaikan cs?. Lalu saya selesai mengisi isian, beliau mengambil isian saya dengan satu tangannya dan melanjutkan mengetik namun tidak menghentikan pembicaraan di hp dengan siapapun itu yang pasti bukan pimpinannya..karena sempat berhaha hihi di depan saya. Lalu pembicaraan berhenti setelah beliau pun hampir selesai mengetik. Buku tabungan saya dicetak dan saya diminta untuk menyetorkan uang di teller. Saya tabung satu juta, dan selesai keperluan saya keesokan harinya saya mengambil seluruh uang lewat atm dikurangi saldo minimun 50ribu yang tak bisa ditarik, saya tak lagi berniat untuk menjadi nasabah disana.

Cerita kedua.
Saya memberikan kesempatan kepada salah seorang marketing t****** syariah yang bergerak di bagian asuransi untuk mengambil kesempatan memasukan proposal ke perusahaan suami. Suatu hari beliau datang bersama dengan supervisor. Sang spv menjelaskan detail perusahaan beliau kepada kami entah dengan maksud menarik hati kami atau untuk menakuti kami, presentasi beliau sungguh tak bisa dikatakan ramah dan tak menarik hati. Sangat to the point dan presentasinya lebih tepat jika disampaikan dalam suatu rapat umum dimana dihadiri oleh seluruh bawahannya. Umumnya sales ataupun posisi yang berhubungan langsung dengan calon klien wajib dia harus ramah, tidak mendominasi, pendengar yang baik, dan bahasa yang mudah dimengerti terutama bagi yang calon klien. Menurut hemat saya, setelah selesai pertemuan, saya merasa tak berminat untuk menjadi klien perusahaan tersebut entahlah nanti dengan sang general manager suami karena saya meminta beliau untuk langsung presentasi di perusahaan suami.

Saya pernah berpengalaman menjadi seorang account manager, setiap hari berhubungan dengan klien baik via telepon maupun bertemu langsung. Secara umum semua costumer sama termasuk saya, mereka ingin diperlakukan ramah dan penyampaian bahasa yang mudah dimengerti. Terutama bagi calon klien, bagaikan diberikan cerita sinopsis buku mereka ingin dibuat tertarik untuk melanjutkan membaca buku atau tidak.

Menurut saya sistem syariah merupakan sistem yang sangat bagus, anda pun pasti setuju, bagi yang menghindari riba maka sistem bagi hasil adalah alternatif utama. suatu sistem yang sangat bagus harus ditunjang dengan pion pion front office yang bagus juga, percuma saja bila sampulnya jelek, orang tidak akan tertarik untuk mengenal buku yang memang bagus tersebut. Dan tak kenal maka tak sayang…
‘Sayang’ banget ya?.. Ada yang berminat menjadikan saya konsultan costumer care perusahaan syariah? 🙂

TwitterGoogle+WhatsAppBookmark/Favorites